You are on page 1of 32

Nama : Budi Kusumah Nim : 20090310158 Stase : Bedah (orthopedi) Pembimbing : dr Muhammad Arifudin Sp OT

Identitas
Nama
Agama Umur

Pekerjaan
Jenis Kelamin Tanggal masuk RS

Alamat

: Harits Aryo Nugroho : Islam : 6 tahun 9 bulan : Belum bekerja : Laki-laki : 22 januari 2014 : Banciro Gondokusuman kodya yogyakarta

Kasus dan Anamnesis


Keluhan utama : nyeri tangan kiri Riwayat penyakit sekarang :

Seorang anak diantar oleh kedua orang tuanya dengan keluhan nyeri pada tangan kirinya setelah terinjak oleh kakanya ketika sedang main loncat loncatan di kasur, anak tersebut mengaku saat terijak mendengar suara klik pada tangannya, anak tersebut dan orang tuanya tidak mengeluhkan ada kelainan di tempat lain seperti kaki, kepala dll
Riwayat penyakit dahulu : tidak ada

Pemeriksaan fisik
Kedaan umum : kesakitan
Kesadaran : Composmentis

Vital Signt :
Tekanan darah Respirasi Suhu Nadi

::::-

Pemeriksaan fisik
Pernapasan : spontan dan reguler
Gerakan dada : simetris Tipe pernapasan : normal

Kulit mukosa : normal


Akral Pupil

: hangat dan kering : isokor

Pemeriksaan fisik :
Status lokalis (Antebrachii Sinistra) Look: Bengkak pada lengan kiri, Tidak terdapat luka lecet Feel: Nyeri tekan, terdapat nyeri tekan Movement: Pergerakan mengalami keterbatasan pergerakan, nyeri ketika digerakan

Pemeriksaan radiology
Foto ro Antebrachii sinistra AP-L Kesan: Fraktur Greenstick os radius dan os ulna sinistra pars 1/3 medial

Diagnosis
Fraktur tertutup os radius dan os ulna sinistra 1/3

proximal Greenstick

Fraktur
Frakture adalah terputusnya kontinuitas tulang yang di tandai oleh rasa nyeri, pembengkakan, deformitas ( angulasi, rotasi, diskrepansi) , gangguan fungsi, pemendekan , dan krepitasi .
Apabila terdapat gejala klasik tersebut, secara klinis diagnosis frakture dapat ditegakkan walaupun jenis konfigurasi frakture nya belum dapat ditentukan.

Anatomi

Gejala klinik
Gejala Klinik

Pada anamnesis didapati nyeri ditempat patah tulang. Hematom dalam jaringan lunak dapat terbentuk, sehingga lengan yang patah akan terlihat lebih besar. Pada pemeriksaan, jelas ditemukan tanda fraktur. Pada pemeriksaan neurologis harus diperiksa n. radialis, karena n. radialis sering mengalami cedera dapat berupa neuropraxia, axonotmesis atau neurotmesis. Kalau terjadi hal ini pada pemeriksaan dijumpai kemampuan dorsofleksi pada pergelangan tangan tidak ada (wrist drop).

Pemeriksaan radiologi
Pemeriksaan radiologis (rontgen), pada daerah yang dicurigai fraktur, harus mengikuti aturan role of two, yang terdiri dari : Mencakup dua gambaran yaitu anteroposterior (AP) dan lateral. Memuat dua sendi antara fraktur yaitu bagian proximal dan distal. Memuat dua extremitas (terutama pada anak-anak) baik yang cidera maupun yang tidak terkena cidera (untuk membandingkan dengan yang normal) Dilakukan dua kali, yaitu sebelum tindakan dan sesudah tindakan.

Klasifikasi fraktur secara klinis


Secara klinis fraktur dibagi menurut ada tidaknya hubungan patah tulang dengan dunia luar Patah tulang tertutup Patah tulang terbuka
Derajat patah tulang terbuka : 1. Derajat I Laserasi < 1 cm kerusakan jaringan tidak berarti relatif bersih, fraktur sederhana, dislokasi fragmen minimal. 2. Derajat II Laserasi > 1 cm tidak ada kerusakan jaringan yang hebatatau avulsi ada kontaminasi, kontusio otot dan sekitarnya, dislokasi fragmen jelas. 3. Derajat III Luka lebar, rusak hebat, atau hilang jaringan sekitarya kontamitasi hebat.. Fraktur kominutif segmental, fragmen tulang ada yang hilang

Klasifikasi Fraktur menurut garis frakturnya

Klasifikasi Fraktur menurut garis frakturnya


A. fisura tulang disebabkan oleh cedra tunggal hebat atau

oleh cedera terus menerus cukup lama, seperti juga ditemukan pada retak stres pada struktur logam B. fraktur tulang oblik C. fraktur tulang transversa D. fraktur tulang kominutif E. Fraktur tulang segmental F. Green Stick fracture, periosteum masih tetap utuh G. Fraktur tulang kompresi H. Fraktur tulangimpaksi I. Fraktur tulang impresi J. Fraktur tulang patologis akibat tumor

Klasifikasi fraktur menurut lokasi


Fraktur diafisis
Fraktur Metafisis Fraktur Epifisis

Fraktur antebracii
Kedua tulang lengan bawah dihubungkan oleh sendi

radioulnar yang diperkuat oleh ligamentum anulare yang melingkari kapitulum radius, dan distal oleh sendi radioulnar yang diperkuat oleh ligamentum radioulnar yang mengandung fibriokartilago triangulars. Membrana interosea memperkuat hubungan ini sehingga radius dan ulna merupakan satu kesatuan yang kuat, oleh sebab itu patah yang mengenai satu tulang jarang terjadi, dan bila patahannya mengenai satu tulang, hampir selalu disertai dislokasi sndi radioulnar

Fraktur greenstick
Fraktur greenstick adalah fraktur tidak sempurna dan

sering terjadi pada anak-anak. Korteks tulangnya sebagian masih utuh, demikian juga periosteum. Fraktur-fraktur ini akan segera sembuh dan segera mengalami remodeling ke bentuk dan fungsi normal. greenstick adalah patah tulang parsial di mana salah satu sisi tulang patah dan sisi lain melengkung. Dinamakan demikian karena fraktur ini menyerupai apa yang akan terjadi jika kita mencoba untuk mematahkan tongkat kayu hijau (green stick).

Fraktur abtebracii pada anak


Fraktur antebrachii pada anak paling sering berupa

greenstick fracture. Tampak angulasi anterior dan kedua ujung tulang yang patah masih berhubungan satu sama lain Secara klinis, anak mengeluh sakit pada lengan bawahnya sehingga tidak mau mengerakan tangannya Pengobatannya adalah reduksi tertutup, kemudian imobilisasi dengan gips sampai diatas siku selama 3-4 minggu.

Fraktur greenstick pada anak


Fraktur yang terjadi dapat mengenai orang dewasa

maupun anak-anak, Fraktur yang mengenai lengan bawah pada anak sekitar 82% pada daerah metafisis tulang radius distal,dan ulna distal sedangkan fraktur pada daerah diafisis yang terjadi sering sebagai faktur type green-stick. Daerah metafisis pada anak relatif masih lemah sehingga fraktur banyak terjadi pada daerah ini

Fraktur antebrachii pada orang dewasa


Fraktur pada orang dewasa biasanya disebabkan oleh

kecelakaan lalulintas atau perkelahian, gambaran klinisnya tampak jelas karena fraktur radius ulna sering disertai dislokasi fragmen fraktur

Contoh lain fraktur radius ulna


Fraktur monteragi

Fraktur i9ni sebagai fraktur sepertiga proksimal ulna disertai dislokasi kapitulum radius anterior, tapi ternyata dislokasi dapat ke lateral maupun posterior Penyebab utama trauma langsung terhadap ulna, misalnya sewaktu melindungi kepala pada pukulan

Contoh fraktur radius ilna


Fraktur galezzi

Fraktur galezi merupakan fraktur distal radius yang disertai dislokasi atau sublukasi sendi radioulnar distal , fraktur ini biasanya terjadi terjadi karena trauma langsung sisi lateral ketika jatuh

Fraktur radius
Fraktur radius bagian distal
a. Fraktur Colles fr. radius bag distal (sampai 1 mm dibagian distal) dgn angulasi ke posterior, dislokasi ke posterior dan deviasi fragmen distal ke radial. b. Fraktur Smith Fr. radius bagian distal dgn angulasi atau dislokasi fragmen distal ke volar.

Penatalaksaan fraktur
Prinsip penatalaksanaan fraktur adalah

mengembalikan ke posisi semula (reposisi) dan mempertahankan posisi itu selama masa penyembuhan patah tulang Cara pertama : penanganan proteksi saja tanpa reposisi dan imobilisasi Cara kedua : imobilisasi luar tanpa reposisi, tetapi tetap diperlukan imobilisasiagar tidak terjadi dislokasi fragmen

Penatalaksaan fraktur
Cara ketiga : reposisi dengan cara manipulasi yang

diikuti dengan imobilisasi Cara keempat : reposisi dengan cara terus-menerus selama masa tertentu, selama beberapa minggu, lalu diikuti dengan imobilisasi. Cara kelima : reposisi yang diikuti dengan imobilisasi dengan fiksasi luar. Fiksasi fragmen fraktur dengan menggunakan pin baja yang ditusukan pada fragmen tulang, kemudian pin baja tadi disatukan secara kokoh dengan batangan logam dibawah kulit. Alat ini dinamakan fixator externa

Penatalaksanaan fraktur
Cara keenam berupa reposisi secara non-operatif

diikuti dengan pemasangan fixator tulang secara operatif , misalnya reposisi patah tulang kolum femur. Fragmendireposisi secara non-operatif dengan meja traksi; setelah tereposisi, dilakukan pemasangan protesis pada kolum femur secara operatif Cara ketujuh : reposisi secara operatif diikuti dengan fixasi interna. Cara ini disebut dengan reduksi terbuka fixasi interna (open reduction internal fixation), ORIF. Fixasi interna yang dipakai berupa plat dan sekrup.

Penatalaksanaan fraktur
Cara yang terakhir berupa eksisi fragmen patahan

tulang dan menggantinya dengan protesis, yang dilakukan pada patah tulang kolum femur . Kaput femur dibuang secara operatif lalu diganti dengan protesis.

Fase hematon : 72 jam, darah berada di sekitar fraktur. Darah

Tahapan penyembuhan fraktur menurut Apley

tidak diserap tetapi berubah membentuk granulase. Fibrocartilago : 3 hari 2 minggu, osteoge nensis dipercepat dengan faktor osteoblast. Callus : 3 10 hari, diameter lebih besar dari tulang, tetapi belum ada kekuatan. Osifikasi / union stage : 3-10 minggu, dapat dilihat dengan sinar X Konsolidasi : Tahap akhir perbaikan patah tulang meliputi pengambilan Remodeling memerlukan waktu berbulanbulan sampai bertahun-tahun tergantung beratnya modifikasi tulang yang dibutuhkan.

Komplikasi fraktur
Komplikasi Dini

Terdiri dari : 1) Yaitu vaskuler diantaranya comparte men sindrom dan trauma vaskuler, neurologis yaitu lesi medula sp inalis atau saraf perifer. 2) Sistemik yaitu emboli lemak. Komplikasi Lanjut Lokal : Yaitu kekuatan sendi / kontraktor, disuse atropi otot, malunion, infeted non union, gangguan pertumbuhan oestoporosis post trauma.

Terimakasih