You are on page 1of 73

0LEH

 Kebutaan problema kesehatan diseluruh dunia.  WHO : Prevalensi kebutaan didunia 27 – 35 juta alami kebutaan an!ka menin!kat "2 juta oran! bila kriteria visus #$#%. &% ' populasi tersebut hidup dine!ara(ne!ara berkemban!

). 2. 3. ". 5. #. 7.

*adan! mata +edera mata$rudapaksa Katarak ,laukoma -kibat obat(obatan -kibat pen.akit ken/in! manis 0umor !anas

3 $.5 1.2 $.3 $.25 3.3 1 Mala"i Bra#il Meksik! Australia %epang &SA nggris (anada &ni S!)*et Cina %er+an 1 $.1 2 2 2 2 1.25 2.15 $.Chad Liberia Mesir Filipina Afganistan Bangladesh Pakistan Arab Saudi ndia nd!nesia Chili 3.1 .2 $.12 $.1' $.6 2.2 $.1 $.

1a!ian mata .ebab Kebutaan  Pen.an! terkena pen.akit se!men anterior Trakoma Lepra Onkosersiasis Xeroftalmia Katarak Keratitis herpes simpleks  Pen.akit utama pen.akit se!men posterior Glaukoma Degenerasi retina Ablasi retina Diabetes retinopati .

ebab kebutaan .  Prevalensi !laukoma menin!kat % ) ' pada usia "%("& th dan bertambah 3 ' pada usia lebih dari 7% tahun.laukoma$4sipen/uri pen!lihatan5 ditandai den!an penurunan tajam pen!lihatan pen.empitan lapan! pandan! penin!katan tekanan bola mata607O8 serta perubahan dari papil optik se/ara beran!sur( an!sur$kronis. .2e3inisi .laukoma adalah salah satu pen.an! disebabkan penin!katan tekanan bola mata  ) – 2 ' penduduk diatas "% tahun menderita !laukoma .

! berarti han.laukoma 6 % )# ' 8 3. *e3raksi 6 % )) ' 8 ".a berupa rasa tidak enak pd mata rasa pe!al(pe!al atau sakit kepala separuh . . *etina 6 % %& ' 8  Kebutaan akibat !laukoma bersi3at ireversibel  Pen/e!ahan kebutaan akibat !laukoma men!obati pasien !laukoma stadium a:al namun seba!ian kasus !laukoma a:al tidak memberikan !ejala . 9urvei 2epkes *7 )&&3()&&# pen.ebabkan tidak memeriksakan ke dokter. .ebab kebutaan: ). .! rin!an. Katarak 6 ) %2 ' 8 2.ejala(!ejala tsb men.

at : . Pemeriksaan lapan! pandan! peri3er den!an tan!ent 9/reen atau uji kon3rontasi.. .Keluhan pasien .laukoma dikeluar!a.an! hebat Penurunan lapan! pandan! <ual muntah Pen/e!ahan: Pemeriksaan tonometrik 607O8 pada semua penduduk usia diatas 2% th setiap 3 tahun atau tiap tahun bila ada ri:a.laukoma : 0erjadi penurunan tajam pen!lihatan .eri didaerah mata . Pemeriksaan 3undus o3talmoskopik retina.

 2e3inisi Glaukoma merupakan kumpulan beberapa macam penyakit dg tanda utama Tekanan intra okular yg meninggi ( TIO menimbulkan kerusakan papil saraf optik serta kerusakan lapang pandang perifir!  Klasi3ikasi " A! Glaukoma primer " a! #udut terbuka ( Gl! Kronis b! #udut tertutup ( Gl! Akut $! Glaukoma sekunder " Trauma% Akibat operasi mata% a! #udut terbuka &'eitis% #teroid! b! #udut tertutup (! Glaukoma kongenital " )rimer% *ubela% Aniridia! .

.

ANATOMI KORPUS SILIARIS .

STRUKTUR JALINAN TRABEKULA .

enu-u bilik mata belakang ( kamera okuli posterior o #elan-tnya melalui pupil ke bilik mata depan ( Kamera okuli anterior o Dari Kamera okuli anterior menu-u sudut bilik mata depan selan-utnya ke -aringan Trabekula! o Dari trabekula melalui kanal #chlem ke 'ena episklera *ute kedua  Dari Kamera okuli anterior melalui -aringan u'eo sklera ke 'ena epi sklera! .*ute utama o +umor akuos diproduksi korpus siliaris o .

.

.

.

ulates in the p!steri!r ./ed Arr!"s0 A1ue!us .he++3s Canal2 .ha+ber "here it n!urishes the .ular +esh"!rk and int! S.ulati!n !f the -*e .ir.k int! the bl!!d strea+ after passing thr!ugh the trabe.iliar* b!d*2 t then . and finall* e+pties ba.ha+ber "here it bathes the iris and lens2 t fl!" thr!ugh the pupil and int! the anteri!r ."ater* fluid0 is +ade fr!+ the glands l!.nternal Cir.!rnea.ated in the .

f the drainage angle is bl!.ked. .rease .ess fluid .ann!t fl!" !ut !f the e*e. e4.ausing the fluid pressure t! in.

!+a .Path!p*si!l!g* !f 5lau.

.

.

.

.

6!r+al 7pti. 8is. .

ed b* a large .e the pink . the pi.up2 n .!ntrast.ture t! the right sh!"s l!ss !f !pti. ner)e tissue as e)iden.!l!r and the s+all . ner)e head2 6!ti.9he pi.up2 .ture t! the left sh!"s a health* !pti.

M!derate ,upping "ith an inferi!r n!t,hing

Ad)an,ed Cupping

.ara3 Optik berdasar perbandin!an +$2 rasio. . 9e!men anterior mata 2.ara3 sekitar papil s. 5.).dini.! disebabkan kerusakan sara3 optik 6 0an!ent s/reen $ tes kon3rontasi 8 #. 3. ".a kelainan lapan! pandan! peri3er .onioskopi: utk melihat sudut pembuan!an humor akuos sh! dapat ditentukan jenis !laukoma sudut terbuka$tertutup. Perimetri: utk melihat adan. =ntuk menentukan kead.ara3 optik sh! bl ada kerusakan dpt di deteksi sebelum terjadi kerusakan lapan! pandan! sehin!!a !laukoma dpt ditentukan dalam stad. 0onometri: utk men!ukur 07O. O3talmoskop: menentukan kerusakan papil s. 1iomikroskopi$slit lamp. O+0 6 Opti/al +oherent 0omo!raph. 8 =tk men!ukur ketebalan serabut s.

.

.

.laukoma kon!esti3 akut Oedem kornea dengan iris lebar .

.laukoma 3akomor3ik Lensa bengkak ( intumesen mendorong iris kedepan .

.laukoma 3akolitik Katarak hipermatur nukleus mengendap didalam lensa .

laukoma kon!enital .egalo kornea iris lebar bilik mata dalam ..

1ilateral 1uphthalmos .

*ubeosis iridis .

.

9=2=0 5rade 3:. 2 1 $ Sudut 9erbuka lebar Agak se+pit Sangat se+pit 9ertutup sebagian atau seluruhn*a Besar sudut 3$ $: .@.7O9KOP7 07.5 $ 2$ $ nterpretasi 9dk +ungkin tertutup Mungkin tertutup Sering tertutup 1$ $ .0>*P*>0-97 K?7.O.K-0 ?>1-*.79 ..7.

peri3er B )$" – )$2 ketebalan kornea. 9udut !rade " : 9udut +O.. 9udut !rade ) : 9udut +O. 9udut !rade 2 : 9udut +O.27.>). 3.-.peri3er B Ketebalan kornea 9udut !rade 3 : 9udut +O.P>*7A>* 2>.peri3er B )$" ketebalan kornea ". 9=2=0 +O.peri3er C )$" ketebalan kornea 5. 9udut !rade % : 9udut +O. 0>1-? KO*.peri3er tidak tampak .-..P>*1-. 2.

.

.

?ensa !onioskopi .

6.on +onta/t 0onometr..+08 <en!ukur tekanan bola mata .

0onometer 9/hiotD .

0ujuan : .! 0eknik : )asien tidur terlentang% mata ditetesi pantocain ditunggu sampai mata tidak pedih% kelopak mata dibuka dg telun-uk dan ibu -ari! .ilai : )embacaan skala dikon'ersi pd tabel%bila skala / atau kurang% maka pemberat 0%1234 ditambahkan utk mendapat hasil yg akurat dst! +atatan:Tonometer harus selalu dibersihkan atau disterilkan! .elakukan pemeriksaan TIO dg tonometer! -lat : Obat tetes anestesi lokal ( )antocain Tonometer #chiot.ata pasien diarahkan utk menatap 'ertikal misal melihat titik lampu atau ibu -arinya! Alat tonometer #chiot. yg sudah ditera pd bantalan kalibrasi diletakan pd kornea%skala tonometer akan menun-ukan skala yg tetap! .

2 3<. '.= 1$ gr 5$.5 9abel t!n!+eter S.5 =.6 1'.3 15.$.6 1.5 1$... 2'.= 2$.5 '.$ 3$.' 23.B!b!t beban Skala 3.2 11..1 21.2 =.2 3.hi!t# .2 1$.5 gr 22.= 1<. 12.5 1<.. .5 <. 22.3 1=.$ 5.$ 3. 2$..= 1.1 1'.6 .5 ...5 <.6 1'.' 2=.3 13.6 13.' <.1 12.5 6.$ 25.1 <..$ 16..1 23..$ 15.3.5 gr 35.' 21.$ 5.' 33..5 5.$ <.= .2 25..$ .$ 6. 31.. 2<.$ '.$ =.$ 1$.6.

Papil normal +$2 %.E 3." 2. <oderate +$2 %. -dvan/ed +$2 %. 2 F 3 nasalisasi -$G retina / .b.# – %.% .E().Pemeriksaan papil optik 5 3 ).3 (%.

6ormal papil optik 6ormal 'isual field .

0es kon3rontasi +umphrey perimeter 7isual fields .

Pemeriksaan lapan! pandan! .

Disebut -uga sbg Gl! #impleks atau Gl! Kronis Aliran humor akuos terhambat di -aringan trabekula sehingga ter-adi peningkatan TIO #umbatan tersebut akibat" a! )enebalan lamela trabekula ( ukuran pori mengecil b! $erkurangnya -aringan trabekula c! )eningkatan bahan ekstra selular di saluran trabek!  )eningkatan TIO kronis merusak -aringan saraf papil optik dan penyempitan lapang pandang perifer .

ular +esh"!rk2 As the .iliar* b!d* .7pen Angle 5lau. the fluid pressure begins t! build up in the e*e2 9his .ause !f a bl!. a1ue!us pr!du.!ntinues t! pr!du.!+a.ed b* the . ner)e2 .e a1ue!us.an lead t! da+age !f the !pti.kage at the trabe.iliar* b!d* .!+a n this t*pe !f glau.ann!t e4it !ut !f the e*e easil* be.

7pen Angle 5lau.!+a> Blockage of the trabecular mesh ork restr!cts the outflo of a"ueous flu!# .

Glaukoma kronis  Iris atrofi  )upil lebar  Lensa keruh .

etasolamide 2 Diamo> 5! Operasi Trabekulektomi .4 8 dari semua -enis glaukoma  )roses senilitas berperan thd proses sklerose -aringan trabek% dipercepat bl mempunyai bakat glaukoma  Keluhan klinis <arang disertai sakit TIO tdk terlalu tinggi Lapang pandang menyempit )enggaungan papil optik  Terapi " 3! . Diduga 14 8 herediter  $anyak ter-adi pd usia 9 :4 th  .edikamentosa "= $eta bloker menghambat produksi humor akuos = A.

Disebut pula Gl! Akut% Gl! Kongestif akut ?tiologi gangguan mendadak sirkulasi humor akuos dari bilik mata depan ((OA ke sudut (OA akibat sumbatan pangkal iris  Klinis peningkatan TIO mendadak" = #akit kepala hebat disertai mata merah% mual muntah = 7isus mendadak turun = Kornea udem % pasien spt melihat pelangi 2 @Halo” .$ilik depan mata dangkal akibat penebalan iris  )redisposisi Gl! Akut " = $ola mata kecil misal pd hipermetrop = )ertumbuhan lensa = Kornea kecil .

!+a> Ir!s blocks the e$e%s #ra!&age ca&al' restr!ct!&g #ra!&age of a"ueous flu!# .Angle Cl!sure 5lau.

an . the iris .ertain .!+pletel* and suddenl* . the distan.e )isi!n is i++ediatel* threatened2 .an be e4tre+el* narr!"2 &nder .ular +esh"!rk .es.!+a n s!+e .u+stan.* sin.l!se the angle resulting in sudden e4tre+e pressure ele)ati!n2 9his is .ir.e bet"een the peripheral iris and the trabe.Angle Cl!sure 5lau.!nsidered an e+ergen.ases.

laukoma kon!esti3 akut  In-eksi siliar  ?dema kornea  )upil lebar  Lensa keruh ..

 Terapi " segera turunkan TIO  .etasolamide2Diamo> Obat para simpatomimetik " )ilokarpine akan mengurangi sumbatan pangkal iris sehingga pupil mengecil Obat hiperosmolaritik " .anitol% gliserin  Operatif " = Iridektomi perifir = Trabekulektomi .edikamentosa " Obat=obat mengurangi produksi humor akuos ( $eta bloker% A.

e 2rops $0imolol % 25 '(% 5% ' .laukoma >.0erapi .

.

.

Alap sklera 1leb 0rabekulektomi .

.0rabe/ule/tom.

.

9eidel Positive 0rabe/ule/tom. 1leb .

0erapi operativ non invasi3 $?-9>* pada !laukoma .

Laser surgery 0his treatment is hi!hl. e33e/tive 3or both a/ute and /hroni/ 3orms o3 !lau/oma .

?aser iridotom. .

Laser peripheral irodotomy .