FASILITAS PELABUHAN PERIKANAN

Fasilitas / Sarana Pelabuhan Perikanan dapat di bagi dalam 2 atau 3 kelompok :
(1) Fasilitas Dasar (Basic Facility) Adalah fasilitas yang langsung dibutuhkan untuk kelancaran keluar-masuknya kapal di pelabuhan. a. Penahan Gelombang (Piers) : Berfungsi untuk menahan datangnya gelombang agar kapal atau perahu yang berlabuh pada pelabuhan tersebut terlindung dari pengaruh gelombang. b. Alur Pelayaran: Berfungsi untuk memperlancar keluar-masuknya kapal atau perahu di pelabuhan tersebut c. Kolam Pelabuhan: Berfungsi untuk melindungi kapal/ perahu yang berlabuh dari pengaruh angin/ gelombang. d. Dermaga: Berfungsi sebagai tempat bersandarnya kapal/ perahu dalam membongkar muatan atau mengisi bahan perbekalan.

perbengkelan. Tempat Pelelangan Ikan (TPI) : Adalah fasilitas yang merupakan sentra kegiatan dilingkungan kerja pelabuhan perikanan. d. Sarana untuk Crew Kapal: Meliputi tempat mandi umum. pengepakkan. tempat pertemuan nelayan. radio/ SSB . Kantor dan tempat penjagaan keamanan. . e. Sarana untuk Perbaikan/ Perawatan : Meliputi galangan kapal /docking yard tempat penjemuran dan perbaikan alat tangkap. pemindangan dll. Sarana Handling atau Prosesing Ikan : Meliputi tempat pernyortiran. balai pengobatan. a. penjemuran . g. Buoy. telegram . bahan bakar serta perbekalan ke Laut.(2). b Sarana Logistik: Meliputi Pabrik es. Fasilitas Fungsional (Functional Facility): Adalah fasilitas yang berfungsi mempertinggi nilai guna dari fasilitas dasar dengan cara memberikan pelayanan yang diperlukan . Sarana Komunikasi dan Navigasi: Meliputi telepon/ fax. f. persedian air tawar. yaitu merupakan tempat bertemunya nelayan sebagai produsen dan pedagang sebagai konsumen. c. pengasinan .

(3). Gedung Olah Raga dsb. . Fasilitas Penunjang (Supporting Facility) Adalah fasilitas yang secara tidak langsung mempertinggi peranan pelabuhan perikanan. Misal: Rumah Dinas. dan tidak termasuk fasilitas dasar atau fungsional.

sehingga tidak menggangu trafik perahu/kapal Nelayan yang menggunakan alur dari dan ke TPI.Kedalaman Alur Untuk mendapatkan kondisi kedalaman alur yang ideal. d = Draft Kapal. atau Ruang Bebas sebagai pengaman antara lunas kapal dengan dasar perairan. digunakan dasar perhitungan : D=d+S+C Dimana: D = Kedalaman air saat LWS. .ALUR PELAYARAN “Sebagai jalur keluar-masuk kapal-kapal perikanan yang akan membongkar ikan-ikan hasil tangkapannya di TPI" Dimensi Alur Pelayaran ditentukan oleh faktor – faktor : . S = Squat atau gerak vertikal kapal karena gelombang. C = Clearance.

4 kali lebar kapal. . Kedalaman Alur 4. Trafik Kapal 3. 2. Kecepatan dan Gerakan Kapal. Gelombang dan Arus Berdasarkan faktor-faktor tersebut. Lebar. lebar alur adalah 3 .. yaitu : 1.Lebar Alur Lebar alur pelayaran tergantung pada beberapa faktor. Angin. digunakan dasar perhitungan sebagai berikut : Jika Kapal bersimpangan.

KOLAM PELABUHAN ." yang putar traffic kapal a. sehingga kapal di Pelabuhan tidak akan mengganggu aktivitas yang sedang membongkar ikan di dermaga. Untuk menghitung Luas Kolam Pelabuhan digunakan dasar perhitungan LK = 2n x L x B LK = Luas Kolam Pelabuhan n = Jumlah kapal maksimum yang berlabuh L = Panjang Kapal B = Lebar Kapal .Luas Kolam Pelabuhan "Luas minimum kolam pelabuhan adalah ruang diperlukan untuk Dermaga ditambah dengan kolam (Turning Basin) yang terletak didepannya.

Kedalaman Kolam D = d + 1/2H + S D = Kedalaman Kolam. H = Tinggi gelombang maksimum di dalam kolam. .5 x L + C LB = Lebar Kolam Pelabuhan L = Panjang Kapal.b. S = Squat atau tinggi ayunan kapal yang berlayar. d = Draft Kapal duuyan muatan penuh. C = Clearance. Atau Ruang Bebas c. Lebar Kolam LB = 1.

Dermaga Bongkar Muatan Mengisi Perbekalan Berlabuh/Tambat .Letakdan kedalaman alur .Pasang surut .Periode kegiatan sehari-hari .Karakteristik tanah.Waktu bongkar muat .Posisi bongkar . stabilitas .Prinsip ekonomi .Siklus penangkapan .Ukuran kapal .

a .d Dimana : L = Panjang dermaga (m) l = Panjang kapal rata-rata (m) s = Jarak antar kapal (m) n = Jumlah kapal yg memakai dermaga rata-rata per hari (buah) a = Berat kapal rata-rata (ton) h = Lama kapal di dermaga (jam) u = Produksi ikan per hari (ton) d = Lama fishing trip rata-rata (jam) . h L u .Formula Quinn (2001) (l  s) n .

dalam arti ikan dipisah pisahkan menurut jenisnya." Kegiatan yang dilakukan di Gedung Pelelangan 1. Penyortiran : Ikan disortir. Ikan dijual pada penawar yang tertinggi.TEMPAT PELELANGAN IKAN (TPI) "Tujuan dari pelaksanaan pelelangan adalah diperolehnya harga yang wajar dan pembayaran secara tuna. . baru sesudah itu dilakukan pelelangan. Peragaan dan Pelelangan : Ikan hasil tangkapan yang sudah disortir dan dibersihkan. 2. lalu diperagakan agar dapat dilihat secara jelas oleh calon pembeli. setelah itu dibersihkan dan siap untuk dilelang.

Jumlah produksi yang harus ditampung Dalam menentukan jumlah produksi yang harus ditampung.3. Pengepakan dan Pengangkutan Ikan yang telah terbeli di pack untuk kemudian diangkut ke tempat pembeli atau tempat pemrosesan (penjemuran. sebaiknya diperhitungkan jumlah produksi pada puncak musim penangkapan (bukan jumlah ratarata). atau pendinginan) 4. Administrasi Pelelangan : Pembeli membayar harga ikan pada loket-loket yang tersedia. 2. Luas gedung pelelangan dipengaruhi oleh 1. Jenis ikan yang ditangkap . perebusan.

nilai K = 6 2 jam. ..Cara Peragaan : Apakah dengan menggunakan keranjang atau langsung diletakkan pada lantai pelelangan. ..dst.Lama waktu lelang Biasanya diukur dengan nilai K (nilai konstanta) Waktu Lelang 1 jam. nilai K = 13 3 jam. nilai K = 20 ….

dapat dihitung dengan rumus: L = f . p/n Dimana: f = konstanta r = perbandingan antara ruang lelang dengan gedung lelang seluruhnya. p = produksi n = frekuensi lelang .Luas gedung tempat pelelangan ikan diukur dengan satuan luas persegi. r .

alat ini dapat dibedakan sebagai berikut: a. PI 1 Basket  x 25 3 Basket = Jumlah Basket yang digunakan. . PI = Produksi ikan yang didaratkan per hari.Alat Pengangkut Ikan "Pengertian alat pengangkut ikan disini adalah alat yang digunakan untuk membawa dan mengangkut ikan hasil tangkapan dari perahu / kapal Nelayan ke TPI untuk dilelang” Alat .Basket/Trays. Jumlah Basket yang diperlukan tergantung dari banyaknya ikan yang didaratkan.

tergantung dari jumlah basket yang diperlukan untuk mengangkut ikan.Kereta Dorong Kereta Dorong yang diperlukan. Basket 1 KD  x 3 k KD = Jumlah Kereta Dorong yang diperlukan Basket = Jumlah Basket yang digunakan K = Nilai konstanta waktu yang diperlukan untuk lelang. Waktu lelang 1 jam = 6 Waktu lelang 2 jam = 13 Waktu lelang 3 jam = 20 Waktu lelang 4 jam = 27 Waktu lelang 5 jam = 33 . Dengan demikian jumlah kereta dorong yang diperlukan di PPI tergantung pada volume produksi ikan yang didaratkan dan waktu lelang rata-rata perharinya.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful