You are on page 1of 21

PEMERIKSAAN ANALISA SPERMA

ANALISA SPERMA
• Berguna dalam masalah fertilitas • Pemeriksaan dengan cara : – Makroskopis – Mikroskopis – Tes kimia

ISTILAH • Normozospermia  Normal ejakulat • Oligozospermia Jumlah sperma kurang • Astenozospermia  Jumlah sperma dengan motilitas yang baik << • Teratozospermia  Jumlah sperma dengan morfologi normal<< • Azoospermia  Tidak ada sperma dalam ejakulat • Aspermia  Tidak ada ejakulat .

Jumlah minimum sperma dalam 1 cc mani orang supaya subur (fertil) ialah sekitar 40 juta.YANG DAPAT MERUSAK SPERMA • Sifat gerakan sperma menentukan juga kemandulan seseorang pria. (Tapi ada juga penelitian berpendapat bahwa dengan jumlah sperma 4 juta pun sewaktu-waktu dapat menimbulkan pembuahan) . Kalu terlalu rendah (sedikit jumlahnya dalam l cc) orang itu besar kemungkinan mandul. lamban atau gerakan itu tak menentu arahnya. kalau gerakan terlalu lambat. maka pembuahan sulit berlangsung • Kerapatan ikut juga menentukan kemandulan pria.

tak bisa lagi bergerak.• Kekurangan vitamin E menyebabkan ia tak bertenaga melakukan pembuahan. Keasaman senggama (vagina) ternyata dapat menyebabkan kemandulan pula. • Terlalu rendah atau tinggi suhu medium pun akan merusak pertumbuhan dan kemampuan membuahi. dan yang diangkat kemucus cervix (leher rahim) akan mengagglutinasi atau membuat sperma lumpuh. • Antibodi yang ada dalam serum wanita. • Perubahan pH pun merusak sperma terlebih terhadap asam. karena mematikan sperma yang masuk. .

dapat menggunakan kondom khusus • Seluruh mani ditampung • Wadah plastik atau kaca bermulut lebar yang kering dan bersih • Catat waktu pengambilan dan penyerahan sampel • Sampel diantarkan dlm waktu 1 jam dgn suhu 20-400C • Beri identitas jelas pada wadah .CARA MEMPEROLEH SAMPEL • Pasien tdk melakukan kegiatan seksual selama 3-7 hari • Penampungan sedekat mungkin dengan laboratorium • Sampel diperoleh dengan mansturbasi tanpa menggunakan lubrikan • Bila cara mansturbasi tidak berhasil.

MAKROSKOPIS • Pencairan – Normalnya akan mencair < 60 menit pada suhu ruangan • Warna – Putih kekuningan & keruh – W. kemerahan : adanya eritrosit • Volume – Diukur setelah mani mencair – Menggunakan gelas ukur – Tidak menggunakan syringe plastik karena mempengaruhi motilitas sperma – N : 2.5-5 ml .

• Viskositas • pH – Diperiksa dlm waktu 1 jam – N : 7.0 – Bila pH < 7. kmungkinan ada sumbatan .2-8.0 dgn azospermia.

MIKROSKOPIS • Jumlah – Menggunakan kamar hitung improved neubauer dan pipet leukosit – Aquadest sebagai pengencer – Hisap sampel sampai batas 0.5.000 untuk hasil jumlah sperma /ml – N : 60-150 juta/ml . dan aquadest sampai 11 – Hitung dalam kamar hitung – Jumlah yang didapat dikali 200.

MOTILITAS – Dilakukan dalam waktu 1 jam – Menggunakan mani yang sudah mencair dengan object glass dan deck glass bersih – Menggunakan lensa objek 40 x – Nilai % sperma yang bergerak aktif. lemah dan tidak bergerak – Sperma yang baik bergerak cepat ke arah depan –N: aktif > 50% lemah < 30% tak bergerak <20% .

VIABILITAS • Untuk menilai jumlah sperma yang hidup dan mati digunakan pengecatan dengan eosin : – 1 tetes sperma dicampur dengan 1 tetes eosin pada object glass dan ditutup dgn deck glass – Sperma yang mati akan berwarna merah – Hitung dalam 100 sperma – N : hidup >50% .

MORFOLOGI – Menggunakan pewarnaan giemsa – Analisa dengan pembesaran lensa objek 100x – Catat % bentuk normal dan abnormal –N: normal >60% abnormal <40% .

• Pemeriksaan leukosit – Menggunakan kamar hitung – Nilai normal < 100 .

BENTUK NORMAL SPERMA .

• Kepala : berbentuk oval. dan berada dalam satu garis lengan sumbu panjang kepala. berupa garis panjang 9 x panjang kepala. panjang 2x panjang kepala. akrosom menutupi 1/3nya. . lebar ½ s/d 2/3 panjangnya. • Ekor : batas tegas. panjang 3-5 mikron. • Midpiece : langsing (< ½ lebar kepala).

BENTUK ABNORMAL SPERMA .

PADA KAMAR HITUNG .

0 – 7.NILAI NORMAL Volume pH Warna 2–5 7.7 Putih kekuning kuningan Kental segera membeku UNIT ml Kekentalan Bau Pencairan Khas Dalam waktu 20 – 60 menit .

PERGERAKAN • Aktif • Lemah • Tidak Bergerak Jumlah Sperma Jumlah Lekosit MORFOLOGI • Normal • Abnormal Aglutinasi Fruktose > 50 < 30 < 20 60 – 150 < 100 % % % Juta/ml /ul > 60 < 30 Negatif 200 .400 % % +/mg/dl .

5-11 → 20 x10x1000 .PERHITUNGAN JUMLAH SPERMA • Pipet Eritrosit 1-101 → 100 x10x1000 ∑ (N) • Pipet Lekosit (A+B+C+D)/4 ∑ (N) 1-11 → 10 x10x1000 0.