You are on page 1of 20

Otomikosis

Tinjauan Pustaka
A.

a.

Anatomi Telinga Telinga Luar Terdiri dari daun telinga dan liang telinga sampai bagian depan membran timpani.

tingkap lonjong dan tingkap bundar dan . kanalis fasialis.Telinga Tengah Berbentuk kubus dengan:  Batas luar : membran timpani  Batas depan : tuba eustachius  Batas belakang : aditus ad antrum.  Batas atas : Tegmen timpani (meningen/otak)  Batas bawah : vena jugularis (bulbus jugularis)  Batas dalam :kanalis semi sirkularis horizontalis. kanalis facialis pars vertikalis.b.

Telinga Dalam  Terdiri dari koklea ( rumah siput ) dan vestibuler yang terdiri dari 3 buah kanalis semisirkularis.c. .

Getaran tersebut menggetarkan membran timpani. diteruskan ke telinga tengah melalui rangkaian tulang pendengaran yang akan mengamplifikasikan getaran melalui daya ungkit tulang pendengaran dan perkalian perbandingan luas membran timpani dan tingkap lonjong. .Fisiologi Telinga  Proses mendengar diawali dengan ditangkapnya energi bunyi oleh daun telinga dalam bentuk gelombang yang dialirkan melalui udara atau tulang ke koklea.

Keadaan ini menimbulkan proses depolarisasi sel rambut .  Proses ini merupakan rangsang mekanik yang menyebabkan terjadinya defleksi stereosilia sel-sel rambut.Energi getar yang telah diamplifikasikan ini akan diteruskan ke stapes yang menggerakkan tingkap lonjong. sehingga kanal ion terbuka dan terjadi pelepasan ion bermuatan listrik dari badan sel. sehingga perilimfa pada skala vestibuli bergerak. sehingga akan menimbulkan gerak relatif antara membran basalis dan membran tektoria. sehingga melepaskan neurotransmitter ke dalam sinaps yang akan menimbulkan potensial aksi pada saraf auditorius sampai  . Getaran diteruskan melalui membran Reissner yang mendorong endolimfa.

yang superficial pada kanalis auditorius eksternus. . atau infeksi jamur.Otomikosis Defenisi  Otomikosis adalah infeksi telinga yang disebabkan oleh jamur.

Epidemiologi  Angka insidensi tidak diketahui  sering pada daerah dengan cuaca yang panas.  Dijumpai pada 9 % dari seluruh pasien yang mengalami gejala dan tanda OE. orang-orang yang senang dengan olah raga air.  Dijumpai lebih banyak pada wanita ( . 10% oleh Candida spp.  1 dari 8 kasus infeksi telinga luar disebabkan oleh jamur. 90 % infeksi jamur disebabkan oleh Aspergillus spp.

dan keringnya kanalis auditorius eksternus . menyebabkan keluarnya serumen.Etiologi Faktor predisposisi:  ketiadaan serumen. biasanya oleh kapas telinga dan alat bantu dengar  Olah raga air dihubungkan karena paparan ulang dengan air.  kelembaban tinggi.  peningkatan temperature  trauma lokal.

Allescheria boydii. Absidia.Infeksi ini disebabkan → spesies dari jamur yang bersifat saprofit. Penicillium.  . dan Candida Spp. (terutama Aspergillus niger)  Agen lainnya → A. A.fumigatus. Rhizopus.flavus. Scopulariopsis.

3. 4. Gatal – gatal Sakit pada telinga Perasaan tidak enak Gangguan pendengaran Telinga berair Tinitus Selain itu. Anamnesis 1. perlu ditanyakan kecenderungan beraktifitas yang berhubungan dengan air. 5.Dianosis a. misalnya berenang. menyelam. dan sebagainya . 7. 6. 2.

pertumbuhan hifa berfilamen yang berwana putih dan panjang dari permukaan kulit.  Pada liang telinga akan tampak berwarna merah. Pemeriksaan Fisik  Pada pemeriksaan klinis umumnya tidak menunjukan kelainan yang berarti pada daun telinga. .b. kecuali sedikit rasa nyeri saat daun telinga ditarik serta ulserasi ringan dengan pembentukan krusta.  Didapati adanya akumulasi debris fibrin yang tebal. dan kelainan ini ke bagian luar akan dapat meluas sampai muara liang telinga dan daun telinga sebelah dalam. ditutupi oleh skuama.

.

2. → hifa-hifa lebar dan pada ujungujung hifa dapat ditemukan sterigma dan spora berjejer melekat pada . Pemeriksaan Laboratorium 1. Preparat langsung Skuama kerokan kulit liang telinga → KOH 10 % → tampak hifa-hifa lebar. spora-spora kecil diameter 2-3 u. Pembiakan Skuama dibiakkan pada media Agar Saboraud.c.dieramkan pada suhu kamar. berseptum.

Diagnosa Banding  Otitis Eksterna yang disebabkan oleh bakteri .

 jangan lembab  tidak mengorek-ngorek telinga dengan barang-barang yang kotor  Kotoran-kotoran telinga harus sering dibersihkan Pengobatan yang dapat diberikan seperti :  Larutan asam asetat 2-5 % dalam alkohol yang diteteskan kedalam liang telinga .Penatalaksaan Tujuan:  menjaga liang telinga tetap kering.

Cresylate ( m-kresil asetat ) dan Otic Domeboro ( asam asetat 2 % )  Larutan timol 2 % dalam spiritus dilutes ( alkohol 70 % ) atau meneteskan larutan burrowi 5 % satu atau dua tetes dan selanjutnya dibersihkan dengan desinfektan  Neosporin dan larutan gentian violet 1-2 %. klotrimazole. dan anti  . ketokonazole.VoSol ( asam asetat nonakueus 2 % ). seperti preparat yang mengandung nystatin .  Fungisida topikal spesifik.

Komplikasi Perforasi dari membran timpani  Otitis media serosa  Cenderung sembuh dengan pengobatan  .

Prognosis  Pengobatan adekuat → baik .

Terima Kasih .