You are on page 1of 58

1

Transistor
DRIVER dan REGULATOR
oleh
Ir. Bambang Sutopo, M.Phil
Jurusan Teknik Elektro
FT-UGM
2012
Kuliah Elektronika Dasar
Pertemuan minggu ke 6
2
0 5 10 15 20 25 30 35 40 45
0.58
0.6
0.62
0.64
0.66
0.68
0.7
0.72
0.74
0.76
ARUS KOLEKTOR vs VBE
Arus KOLEKTOR IC (mili Amper)
T
e
g
a
n
g
a
n

B
a
s
i
s

E
m
i
t
o
r

V
B
E

(
V
o
l
t
)
BD 139
3
0 5 10 15 20 25 30 35 40 45
110
120
130
140
150
160
170
180
190
ARUS KOLEKTOR vs BETA
Arus KOLEKTOR IC (mili Amper)
B
E
T
A
BD 139
4
0 5 10 15 20 25 30 35 40 45 50
140
160
180
200
220
240
260
280
300
ARUS KOLEKTOR vs BETA
Arus KOLEKTOR IC (mili Amper)
B
E
T
A
BC 108
BC 109
5
0 5 10 15 20 25 30 35 40 45
40
60
80
100
120
140
160
180
ARUS KOLEKTOR vs BETA
Arus KOLEKTOR IC (mili Amper)
B
E
T
A
2N 2222
6
0 5 10 15 20 25 30 35 40 45 50
0.62
0.64
0.66
0.68
0.7
0.72
0.74
0.76
0.78
0.8
ARUS KOLEKTOR vs VBE
Arus KOLEKTOR IC (mili Amper)
T
e
g
a
n
g
a
n

B
a
s
i
s

E
m
i
t
e
r

V
B
E

(
V
o
l
t
)
7
RANGKAIAN

R
1
R
E
R
2
R
C
C
1
C
2
I
C
8
RANGKAIAN

R
1
R
2
R
C
C
2
I
C
V
CE
R2 min (R2 << R1)
Transistor OFF
IB =0  IC = 0
VCE = VCC
R2 max (mis : R2 = R1)
Transistor JENUH
IB =besar  IC = | IB
VCE = 0,2 atau 0,3 Volt
IB
9
TRANSISTOR JENUH
• V
CE
= 0,2 – 0,3 Volt

• Penyebabnya :
• Arus basis I
B
yang terlalu besar
atau
• R
C
yang terlalu besar
10
DRIVER LED
V
CC
Deretan pulsa
• Deretan pulsa
membuat
transistor On
dan OFF
LED
R
DIODA
CE LED CC
I
V V V
R
÷ ÷
=
11
DRIVER RELAY
V
CC
RELAY
DIODA
freewheel
Relay membutuhkan arus
sekitar 50 sampai
100 mili Amper
R
B
JENUH B
BE CC
B
I
V V
R
÷
×
÷
=
2
I
B-JENUH
= arus basis
yang membuat transistor
dalam kondisi jenuh.
12
RELAY
13
TRANSISTOR DARLINGTON
UNTUK DRIVER RELAY DAN LED
14
• DRIVER MOTOR
PENGGERAK MOTOR DC
V
CC
Deretan pulsa
• Deretan pulsa
membuat
transistor On
dan OFF
Dioda freewheel
Motor DC
15
• Pengubah DC ke DC dengan
menggunakan chopper.
CHOPPER
Tegangan DC CHOPPER Keluaran Chopper
A
B
ON
• Dengan mengubah duty cycle maka
besar tegangan keluaran dapat diubah.
OFF
16
CATU DAYA DC
1. Hampir semua peralatan elektronis membutuhkan
sumber DC yang stabil. Baterei yang biasa digunakan
untuk keperluan ini terbatas daya yang disimpannya.
2. Contoh :
 Baterei alkalin 9 V akan habis dalam satu hari pada
arus 100 mA.
 Aki mobil akan habis dalam 12 jam pada 1 A.
3. Salah satu catu daya yang sederhana adalah terbuat
dari dioda penyearah, trafo, dan filter serta untai
regulator.
17
Bahasan Utama
• Catu Daya Analog
– Review penyearahan dan filtering
– Review dioda zener sebagai regulator
tegangan
– Regulator tegangan dengan Transistor seri
– Regulator arus transistor
– IC regulator tegangan (mis. 78/79XX, LM317)


18
Diagram kotak catu daya
19
CATU DAYA
TAK
TEREGULASI
I
L
CR
V
fC
I
V
0
4 , 2
3 4
= == A Ripple
Ada dua persamaan :
diode peak
V V DC V 2 ) (
0
÷ =
V A
f
T
2
1
2
=
V
0

Pilihan kapasitor tergantung pada ripel yang
diijinkan dan arus yang mengalir
Lihat buku : Boylestad, hal. 894
20
Penyearah jembatan
4 , 1 2 ÷ =
s P
V V
|
|
.
|

\
|
÷ =
F L
P
dc
C R
V V
00417 , 0
1
F L
P
r
C R
V
V
0024 , 0
=
V
t
21
Penyearah separoh gelombang
7 , 0 2 ÷ =
S P
V V
|
|
.
|

\
|
÷ =
F L
P dc
C R
V V
00833 , 0
1
F L
P
r
C R
V
V
0048 , 0
=
V
t
22
Penyearah gelombang penuh
7 , 0 707 , 0 ÷ =
s P
V V
|
|
.
|

\
|
÷ =
F L
P
dc
C R
V V
00417 , 0
1
F L
P
r
C R
V
V
0024 , 0
=
V
t
23
Rumus lainnya…………. .
Mengatur pers. sebelumnya: V
P
= V
dc
+ 1,736 V
r

Tegangan ripel dalam prosen:
100 % x
V
V
ripple
dc
r
=
Dioda harus mampu menahan arus surja:
W
P
surge
R
V
I =
R
W
adalah hambatan belitan trafo :
FL
FL NL
W
I
V V
R
÷
=
24
Perbandingan beberapa jenis
penyearah
1. Penyearah separoh gelombang hanya
membutuhkan satu dioda tetapi ripelnya dua
kali lipat terhadap jenis lain.

2. Penyearah gelombang penuh membutuhkan
trafo dengan tap ditengah.

3. Penyearah jembatan merupakan yang terbaik,
walaupun membutuhkan 4 buah dioda.
25
Mengapa regulator diperlukan ?


1.Karena ada variasi tegangan
masukan (dari sumber AC) yang
tak terduga.


2.Ada pembebanan yang bervariasi
terhadap waktu.
26
Regulasi Tegangan
i
o
V
V
V mV
A
A
= ) / ( tegangan Regulasi
o i
o
V
x
V
V
regulasi
100
%
A
A
=
Merupakan ukuran efektifitas suatu regulator tegangan
untuk mempertahankan tegangan keluaran terhadap
perubajhan tegangan sumber.
27
Regulasi beban
Merupakan kemampuan regulator untuk mempertahankan
tegangan keluaran walaupun ada perubahan arus beban
L
o
I
V
A mV
A
A
= ) / ( beban Regulation
o L
o
V
x
I
V 100
beban regulasi %
A
A
=
28
Spesifikasi lain
Definisi regulasi tegangan :
100 (%) tegangan regulasi x
V
V V
FL
FL NL
÷
=
Kemampuan mengurangi ripel tegangan keluaran :
) (
) (
log 20 ) ( ripel penolakan
in r
out r
V
V
dB ÷ =
Hambatan regulator :
O
A
A
=
L
o
s
I
V
R
29
Regulator tegangan yang
menggunakan Dioda Zener
Rangkaian
Karakteristik I-V
I
ZM

30
Regulator Dioda Zener
• V
Z
tergantung pada arus I dan suhu.

• Dioda Zener dengan tegangan rated < 6 V
mempunyai koefisien suhu negatif; untuk yang > 6
V mempunyai koefisien positip.

• Agar V
o
tetap, I
ZT
bervariasi dalam menanggapi
perubahan I
L
atau V
i
. Misal, bila R
L
membesar, I
L

menurun, maka I
ZT
harus membesar untuk
mempertahankan arus yang lewat R
s
tetap.
Karena tegangan pada R
s
tetap, maka V
o
tetap.
31
Rumus dalam untai regulator
R
s
menentukan arus bias zener, I
ZT
:
L ZT
Z i
Rs
Z i
s
I I
V V
I
V V
R
+
÷
=
÷
=
Untuk nilai V
i
yang tetap, tetapi R
L
bervariasi :
ZM Rs
Z
L
Z
L
Z i
Z s
Rs
Z
L
I I
V
I
V
R
V V
V R
I
V
R
÷
= =
÷
= =
(min)
. max
. min
32
Rumus (lanjutan)
Untuk R
l
yang tetap, tetapi V
i
bervariasi :
L ZM R
Z s R i
Z
L
s L
i
I I I where
V R I V
V
R
R R
V
+ =
+ =
+
=
(max)
(max)
. max
. min
Tegangan riak output pada regulator dengan zener :
) ( ) (
//
//
in r
s Z L
Z L
out r
V
R R R
R R
V
+
= R
Z
= hambatan ac
dioda zener
33
REGULATOR TEGANGAN
DENGAN TRANSISTOR SERI
Regulator sederhana dapat
diperbaiki dengan
penambahan transistor
V
BE
= V
Z
- V
L
, maka setiap
pengurangan/ penambahan V
L

akan di imbangi dengan
penambahan atau pengurangan
I
E
. Arus DC dalam rangkaian
sbb :
R
V V
I
R
V V
R
V
I
Z i
R
L
BE Z
L
L
L
÷
=
÷
= = ;
I
L
= h
FE
I
B
; I
ZT
= I
R
- I
B

34
Regulator Tegangan dengan Dioda Zener
Tegangan keluaran : V
out
= V
Z
- V
BE
V
Z
– 0,7.
V
Z
tergantung pada arus yang mengalir lewat dioda.
Tetapi arus basis ini lebih kecil dibanding arus dioda
Zener.
Pemilihan hambatan R tergantung pada arus yang
diinginkan lewat dioda dan arus bebabn.
Bila catu daya harus mengeluarkan arus 1 A maka
arus basis 10 mA, (bila | =100).
Arus dioda zener harus lebih besar lagi, sehingga
perubahannya tak berpengaruh pada tegangan
referensi
Untuk zener 1 W, arus normalnya ~20-50 mA
(untuk 0,5 W, normalnya sekitar puluhan µAs)
U
n
r
e
g
u
l
a
t
e
d

V
i
n

R
R
C

Regulated
V
out

~
35
Regulator Tegangan dengan Dioda Zener
Hambatan R
C
digunakan untuk membatasi
arus saat keluaran terhubung singkat.
Kalau hal itu terjadi maka tak ada regulasi dan
tegangan V
in
muncul antara RC dan R, karena
emiter dan basis ter-grounded.
Agar aman maka saat arus maksimum dibuat
tegangan drop pada R
C
dibuat lebih kecil
dibanding tegangan drop pada R.
Contoh : Bila maksimum arus = 1 A dan
tegangan taktergulasi 5 V lebih besar
dibanding keluaran maka R
C
~ 4.3 V/1 A =
4O. Ini akan membuat BJT berada jauh dari
kondisi jenuh karena arus output kurang dari
V
in
/R
C
.
U
n
r
e
g
u
l
a
t
e
d

V
i
n

R
R
C

Regulated
V
out

36
Regulator Tegangan
dgn Transistor Shunt
V
BE
= V
L
- V
Z
,
Penurunan V
L
Atau penambahan
Akan menambah I
Rs
Atau menurunkan I
Rs
.
V
L
= V
i
- I
Rs
R
s
.
S
BE Z i
Rs
L
BE Z
L
L
L
R
) V V ( V
I ;
R
V V
R
V
I
+ ÷
=
+
= =
I
E
= I
Rs
- I
L
= h
FE
I
ZT

37
REGULATOR TEGANGAN
dgn OP-AMP
Z o
V
R
R
V
|
|
.
|

\
|
+ ~
3
2
1
Series
Shunt
38
Catatan pada Regulator tegangan
dengan Opamp
• Lebih fleksibel dalam perancangan
dibanding regulator dengan IC.
• Elemen yang utama : zener, seri atau
shunt transistor, untai perasa, dan
penguat kesalahan.
• V
o
tergantung R
2
, R
3
, dan V
Z
.
• Konfigurasi shunt kurang efisien karena R
2

bisa menyebabkan ada pembatasan arus
short-circuit.
39
Pembatas arus
Cara ini dapat digunakan untuk mengatasi
arus hubung singkat atau arus lebih pada
regulator seri
4
(max)
7 , 0
R
I
L
=
Arus output
dibatasi :
40
Pembatas arus terlipat balik
Cara lebih baik regulator terhadap arus hubung
singkat dalam melindungi
o L o o B BE
V R I V
R R
R
V V V ÷ +
+
= ÷ = ) (
4
6 5
6
2 2
41
42
Rumus perancangan
pembatas arus terlipat balik
Maksimum arus beban tanpa pembatas arus :
6 4
6 5 5
(max)
) ( 7 , 0
R R
R R V R
I
o
L
+ +
=
Tegangan keluaran pada kondisi pembatasan arus :
L
L
o
R R R R
R R R
V
5 6 4
6 5
) ( 7 , 0
'
÷
+
=
Arus hubung singkat ( bila V
o
= 0) :
6 4
6 5
) ( 7 , 0
R R
R R
I
short
+
=
43
Karakteristik pembatas terlipat
balik
• I
short
< I
L(max)
dan V
o

konstan setelah R
L
>
nilai kritis.

• Untuk perancangan,
• R
5
+ R
6
= 1 kO
• Dan bila I
short
dan
L(max)
ditentukan ,
maka
(max)
4
7 , 0 ) 7 , 0 (
7 , 0
L o short
o
I V I
V
R
÷ +
=
V
o

I
L

44
Regulator arus transistor
Dirancang untuk menjaga arus konstan pada
beban untuk variasi V
i
atu R
L
.
Untuk BJT, V
EB
= V
Z
- V
RE
.
Setiap perubahan I
L
akan diimbang
perubahan yang berlawanan dari
V
EB
,

45
IC Voltage Regulators
• There are basically two kinds of IC voltage
regulators:
–Multipin type, e.g. LM723C
–3-pin type, e.g. 78/79XX
• Multipin regulators are less popular but
they provide the greatest flexibility and
produce the highest quality voltage
regulation.
• 3-pin types make regulator circuit design
simple.
46
Multipin IC Voltage Regulator
LM 723C Schematic
• The LM723 has an
equivalent circuit that
contains most of the
parts of the op-amp
voltage regulator.
• It has an internal
voltage reference,
error amplifier, pass
transistor, and current
limiter all in one IC
package.
47
Catatan LM723
• 14-pin DIP atau 10-pin, TO-100
• Dapat + atau -, variable or fixed regulated
voltage output
• Max. output current with heat sink is 150
mA
• Drop voltage is 3 V (i.e. V
CC
> V
o(max)
+ 3)
48
LM723
konfigurasi tegangan tinggi
Perlu tambahan transistor luar
detektor arus.
Persamaan :
2
2 1
) (
R
R R V
V
ref
o
+
=
2 1
2 1
3
R R
R R
R
+
=
max
7 . 0
I
R
sens
=
Pilih R
1
+ R
2
= 10 kO,
dan C
c
= 100 pF.
Ganti R1 dengan potensio
agar V
o
variable,
49
LM723
konfigurasi tegangan rendah
sens 5
5 4 o 4
(max) L
R R
) R R ( 7 . 0 V R
I
+ +
=
sens 5
5 4
short
R R
) R R ( 7 . 0
I
+
=
(max) L o short
o
sens
I 7 . 0 ) 7 . 0 V ( I
V 7 . 0
R
÷ +
=
L 4 sens 5
5 4 L
o
R R R R
) R R ( R 7 . 0
' V
÷
+
=
Dalam kondisi terlipat :
2 1
ref 2
o
R R
V R
V
+
=
50
Regulator 3 terminal
tegangan konstan
• Sederhana,
• Standard kemasan transistor TO-3 (20 W) or
TO-220
• Seri 78/79XX untuk 5, 6, 8, 12, 15, 18, or 24 V
output
• Max. arus 1 A (dengan pendingin)
• Ada proteksi termal.
• Drop tegangan 3-V, max. input : 37 V
51
Regulators 78/79XX
• Regulator 78XX / 79XX bisa untuk teg pos/neg
• C
1
untuk menghilangkan efek induktansi
• C
2
memperbaiki transient response.
• Biasanya 1 µF tantalum atau 0.1 µF mica
52
Dual-Polarity Output with 78/79XX
Regulators
53
Regulator 78XX
dengan Pass Transistor
• Q
1
mulai ON saat V
R2
= 0.7 V.
• R2 pilih max shg I
R2
: 0.1 A.
• Disipasi daya Q1
• P = (V
i
- V
o
)I
L
.
• Q
2
untuk proteksi pembatas
arus. ON saat V
R1
= 0.7 V.
• Q
2
harus mampu mengalirkan
arus sampai 1 A;
• max. V
CE2
hanya 1.4 V.

max
1
7 . 0
I
R =
2
2
7 . 0
R
I
R =
54
78XX Floating Regulator
• Untuk output > the
V
reg
sampai 37 V.
• R
1
dipilih shg
R
1
= 0.1 V
reg
/I
Q
,
I
Q
adalah arus kerja
regulator.
2
1
R I
R
V
V V
Q
reg
reg o
|
|
.
|

\
|
+ + =
1
1
2
) (
R I V
V V R
R
Q reg
reg o
+
÷
= atau
55
3-Terminal Variable Regulator
• The floating regulator could be made into a
variable regulator by replacing R
2
with a pot.
However, there are several disadvantages:
– Minimum output voltage is V
reg
instead of 0 V.
– I
Q
is relatively large and varies from chip to chip.
– Power dissipation in R
2
can in some cases be quite
large resulting in bulky and expensive equipment.
• A variety of 3-terminal variable regulators are
available, e.g. LM317 (for +ve output) or LM 337
(for -ve output).
56
LM317 untuk Variable Regulator
Circuit with capacitors
to improve performance
Circuit with protective
diodes
(a) (b)
57
LM317 Circuits
• C
3
untuk mengurangi riak tegangan.
• Dioda proteksi diperlukan saat
pengguanaan untuk arus/tegangan tinggi.
2
1
R I
R
V
V V
adj
ref
ref o
|
|
.
|

\
|
+ + =
Bila V
ref
= 1.25 V,
arus I
adj
biasanya 50 µA).
1
1
2
) (
R I V
V V R
R
adj ref
ref o
+
÷
=
R
1
= V
ref
/I
L(min)
,
I
L(min)
:10 mA.
58
Other LM317 Regulator Circuits
Circuit with pass transistor
and current limiting
Circuit to give 0V min.
output voltage