You are on page 1of 27

OLEH KELOMPOK 2

DEFINISI
Demensia merupakan sindrom yang ditandai oleh berbagai gangguan fungsi kognitif tanpa gangguan kesadaran. Gangguan fungsi kognitif antara lain pada intelegensi, belajar dan daya ingat, bahasa, pemecahan masalah, orientasi, persepsi, perhatian dan konsentrasi, penyesuaian, dan kemampuan bersosialisasi. (Arif Mansjoer, 1999)

Demensia adalah gangguan fungsi intelektual tanpa gangguan fungsi vegetatif atau keadaan terjaga. Memori, pengetahuan umum, pikiran abstrak, penilaian, dan interpretasi atas komunikasi tertulis dan lisan dapat terganggu. (Elizabeth J. Corwin, 2009)

ETIOLOGI a. Infeksi 1) Neurosifilis 2) Tuberkolosis 3) Penyakit virus


d. Lesi desak ruang 1) Hematoma subdural 2) Tumor 3) Abses

b. 1) 2)

Gangguan metabolik Hipotiroidisme Keseimbangan elektrolit

c. Defisiensi zatzat makanan 1) Defisiensi vitamin B12 2) Defisiensi Niamin 3) Defisiensi Korsakoff (tiamin) g. Gangguan vaskuler 1) Embolus serebral 2) Vaskulitis serebral

e. f. 1) 2) 3)

Infark otak Zat-zat toksik Obat-obatan Alkohol Arsen

Lain-lain 1) Penyakit Parkinson 2) Penyakit Wilson 3) Penyakit Huntington 4) Depresi 5) Cedera kepala sebelumnya

Lima puluh sampai enam puluh persen penyebab demensia adalah penyakit Alzheimer. Alzhaimer adalah kondisi dimana sel syaraf pada otak mati sehingga membuat signal dari otak tidak dapat di transmisikan sebagaimana mestinya (Grayson, C. 2004). Penderita Alzheimer mengalami gangguan memori, kemampuan membuat keputusan dan juga penurunan proses berpikir.

Tanda dan Gejala a. Hilangnya memori (tahap awal kehilangan memori yang baru seperti lupa sedang memasak makanan di kompor, tahap selanjutnya kehilangan memori masa lalu seperti melupakan nama anak-anak, pekerjaan). b. Penurunan fungsi bahasa (melupakan nama bendabenda umum seperti kursi atau meja, palilalia [mengulangi suara], dan mengulang kata-kata yang didengar [ekolalia]). c. Kehilangan kemampuan untuk berpikir abstrak dan merencanakan, memulai, mengurutkan, memantau, atau menghentikan perilaku yang kompleks (kehilangan fungsi eksekutif): klien kehilangan kemampuan untuk melakukan aktivitas perawatan diri.

Klasifikasi Menurut kerusakan struktur otak a. Tipe Alzheimer Lima puluh sampai enam puluh persen penyebab demensia adalah penyakit Alzheimer. Alzhaimer adalah kondisi dimana sel syaraf pada otak mati sehinggamembuat signal dari otak tidak dapat di transmisikan sebagaimana mestinya(Grayson, C. 2004). Penderita Alzheimer mengalami gangguan memori,kemampuan membuat keputusan dan juga penurunan proses berpikir. b. Demensia vascular Demensia tipe Vaskuler, disebabkan oleh gangguan sirkulasi darah di otak. Dan setiap penyebab atau faktor resiko stroke dapat berakibat terjadinya demensia,. Depresi bisa disebabkan karena lesi tertentu di otak akibatgangguan sirkulasi darah otak, sehingga depresi itu dapat didiuga sebagaidemensia vaskuler.

Pengkajian Psikososial Sosial Jelaskan kemampuan sosialisasi klien pada saat sekarang, sikap klien pada orang lain, harapan klien dalam melakukan sosialisasi, kepuasan klien dalam sosialisasi,dll. Identifikasi Masalah Emosional Pertanyaan Tahap I oApakah klien mengalami sukar tidur ?ya oApakah klien sering merasa gelisah ?ya oApakah klien sering murung atau menangis sendiri ?tidak oApakah kien sering was-was atau kuatir ? ya Lanjutkan ke petanyaan tahap 2 jika jawaban ya lebih dari atau sama dengan 1 Petanyaan Tahap 2 oKeluhan lebih dari 3 bulan atau lebih dari 1 kali dalam 1 bulan ? oAda masalah atau banyak pikiran ? oAda gangguan/masalah dengan anggota keluarga ? oMenggunakan obat tidur/penenang atas anjuran dokter?ya oCenderung mengurung diri ? Bila lebih dari atau sama dengan 1 jawaban ya MASALAH EMOSIONAL POSITIF (+)

Pengkajian spiritual Kaji agama, kegiatan keagamaan, konsep/keyakinan klien tentang kematian, harapan-harapan klien, dll.

NO 1.

KRITERIA Makan

DENGAN BANTUAN 5

MANDIRI

KETERANGAN Frekwensi : 3x sehari Jenis : nasi

2.

Minum

Frekwensi : 5gelas Jenis : air putih

3. 4. 5.

Berpindah dari kursi roda ke tempat tidur, sebaliknya Personal toilet (cuci muka, menyisir rambut, gosok gigi)

5 0 Frekwensi :

Keluara masuk toilet (mencuci pakaian, menyeka tubuh, 5 menyiram)

6. 7. 8. 9. 10.

Mandi Jalan di permukaan datar Naik turun tangga Mengenakan pakaian Kontrol BAB

5 0 5 5 5

Frekwensi :

Frekwensi : Konsistensi :

11.

Kontrol BAK

Frekwensi : Warna :

12.

Olahraga/latihan

Frekwensi : Jenis :

13.

Rekreasi/pemanfaatan waktu luang

Frekwensi :

Interprestasi hasil : 55 (KETERGANTUNGAN TOTAL) Skor 130 : Mandiri Skor 65-125 : Ketergantungan sebagian Skor < 65 : Ketergantungan total

Pengkajian Status Mental

BENAR SALAH S B S B
B B S S B S

NO 01 02 03 04
05 06 07 08 09 10

PERTANYAAN Tanggal berapa hari ini? Hari apa sekarang ini? Apa nama tempat ini ? Dimana alamat Anda?
Berapa umur Anda ? Kapan Anda lahir ? (minimal tahun lahir) Siapa presiden Indonesia sekarang? Siapa presiden Indonesia sebelumnya? Siapa nama ibu Anda? Kurangi 3 dari 20 dan tetap kurangi sampai tiga kali pengurangan

= 5

= 5

Score total = Interprestasi hasil : Salah 0-3 : Fungsi intelektual utuh Salah 4-5 : Kerusakan intelektual ringan Salah 6-8 : Kerusakan intelektual sedang Salah 9-10 : Kerusakan intelektual berat.

Identifikasi aspek kognitif dari fungsi mental dengan menggunakan MMSE (Mini Mental Status Exam)
NO ASPEK NILAI NILAI KLIEN 5 4 Menyebutkan dengan benar : KRITERIA KOGNITI MAKSIMAL F 1 Orientasi

o
o o o o Orientasi 5 4

Tahun
Musim Tanggal Hari Bulan

Dimana kita sekarang berada ) o Negara ..

o
o o o 2 Registrasi 3 2

Propinsi .
Kota PSTW/desa/kampung.. Wisma/alamat .

Sebutkan nama 3 obyek (oleh pemeriksa) 1 detik untuk mengatakan masing-masing obyek. Kemudian tanyakan kepada klien ketiga obyek tadi. (untuk disebutkan) o o o Obyek .. Obyek .. Obyek ..

3 Perhatian dan Kalkulasi

5 2 Minta klien untuk memulai dari angka 100 kemudian dikurangi 7 sampai 5 kali/tingkat o 93 o 86 o 79 o 72 o 65

4 Mengingat 3 1 Minta klien untuk mengulangi ketiga obyek pada No.2 (registrasi) tadi. Bila benar, 1 point untuk masing2 obyek.

5 Bahasa

Tunjukkan pada klien suatu benda dan tanyakan namanya pada klien o (misal jam tangan)

(misal pensil)

Minta klien untuk mengulang kata berikut: tak ada jika, dan, atau, tetapi. Bila benar, nilai satu point. o Pernyataan benar 2 buah: tak ada, tetapi

Minta klien untuk mengikuti perintah berikut yang terdiri dari 3 langkah : Ambil kertas di tangan anda, lipat dua dan taruh di lantai. o o o Ambil kertas di tangan anda Lipat dua Taruh di lantai

Perintahkan pada klien untuk hal berikut (bila aktifitas sesuai perintah nilai 1 point)

Tutup mata Anda

Perintahkan pada klien untuk menulis satu kalimat dan menyalin gambar o o NILAI TOTAL 30 17 Tulis satu kalimat Menyalin gambar

Interprestasi hasil : 17 (KERUSAKAN ASPEK FUNGSI MENTAL BERAT) > 23 : Aspek kognitif dari fungsi mental baik 18-22 : Kerusakan aspek fungsi mental ringan <17 : Kerusakan aspek fungsi mental berat

Pengkajian Keseimbangan Pada Lansia Bangun dari tempat duduk (di masukan dalam analisis) tidak bangun dari tempat duduk dengan sekali gerakan,akan tetapi usila mendorong tubuhnya ke atas dan tangan atau bergerak ke bagian kursi terlebih dahulu, tidak stabil pada saat berdiri pertama kali. (0) Duduk ke kursi (di masukan dalam analisis) Menjatuhkan diri kekursi, tidak duduk di tengah kursi . Ket : harus tanpa lengan dan yang keras (0) Menahan dorongan pada sternum (pemeriksaan mendorong sternum sebanyak 3 kali dengan hati-hati), klien tidak mampu menahan dorongan perawat( 1 ) Klien menggerakan kaki, memegang objek untuk dukungan kaki kaki tidak menyentuh sisi-sisinya. (1) Mata tertutup Lakukan pemeriksaan sama seperti di atas tapi klien di suruh menutup mata (1) Perputaran leher Menggerakan kaki menggengam objek untuk dukungan kaki : keluhan vertigo, pusing atau keadaan tidak stabil (1) Gerakan menggapai sesuatu

Tidak mampu menggapai sesuatu Tidak mampu untuk menggapai sesuatu dengan bahu fleksi sepenuhnya sementara berdiri pada ujung jari-jari kaki,tidak stabil memegang sesuatu untuk dukungan. (0) Membungkuk Tidak mampu membungkuk untuk mengambil objek- objek kecil (misalnya pulpen)dari lantai, memegang sesuatu objek untuk bias berdiri lagi, dan memerlukan usaha-usaha yang keras untuk bangun. (0) Komponen gaya berjalan atau pergerakan. Beri nilai 0 jika klien tidak menunjukan kondisi dibawah ini, atau beri nilai 1 jika klien menunjukan salahsatu dari kondisi di bawah ini: Minta klien untuk berjalan ke tempat yang di tentukan Ragu-ragu, tersandung, memegang objek untuk dukungan (0). Ketinggian langkah kaki (saat melangkah) Kaki tidak naik dari lantai secara konsisten (menggeser atau menyeret kaki), mengankat kaki terlalu tinggi (>5 cm) (0) Kontinuitas langkah kaki (lebih baik di observasi dari samping klien)

Setelah langkah-langkah menjadi konsisten, memulai mengangkat satu kaki sementara kaki yang lain menyentuh lantai (1) Kesimetrisan langkah (lebih baik di observasi dari samping klien), Setelah langkah-langkah awal mnjd tdk konsisten, memulai mengangkat 1 kaki smntra kaki yg lain mnyntuh lntai, Tidak berjalan dalam garis lurus, bergelombang dari sisi ke sisi Penyimpangan jalur pada saat berjalan (lebih baik di observasi di samping klien) tidak berjalan dalam garis lurus, bergelombang dari sisi ke sisi. (0) Berbalik Berhenti sebelum memulai berbalik, jalan sempoyongan, bergoyang , memegang objek untuk dukungan (1) INTERPRETASI HASIL : 6 0-5 : Resiko jatuh rendah 6-10 : resiko jatuh sedang 11-15: resiko jatuh tinggi

PERENCANAAN
No Diagnosa keperawatan Tujuan dan kriteria hasil Intervensi 1 Perubahan proses pikir Setelah diberikan tindakan 1. Kembangkan lingkungan yang mendukung dan hubungan klien-perawat yang berhubungan dengan keperawatan diharapkan klien terapeutik perubahan fisiologis mampu mengenali perubahan 1. Kaji derajat gangguan kognitif, seperti perubahan orientasi, rentang perhatian, (degenerasi neuron dalam berpikir dengan KH:kemampuan berpikir. Bicarakan dengan keluarga mengenai perubahan ireversibel) ditandai dengan Mampu memperlihatkan perilaku hilang ingatan atau memori, kemampuan kognitifuntuk hilang konsentrsi, tidak menjalani konsekuensi kejadian 2. Pertahankan lingkungan yang menyenangkan dan tenang mampu yang menegangkan terhadap menginterpretasikan emosi dan pikiran tentang diri 3. Lakukan pendekatan dengan cara perlahan dan tenang stimulasi dan menilai Mampu 4. Tatap wajah ketika berbicara dengan klien realitas dengan akurat. mengembangkan strategi untuk mengatasi anggapan diri yang 5. Panggil klien dengan namanya negative 6. Gunakan suara yang agak rendah dan berbicara dengan perlahan pada klien Mampu mengenali 7. Gunakan kata-kata pendek, kalimat dan Ulangi instruksi tersebut sesuai perubahan dalam berpikir atau kebutuhan tingkah laku dan factor penyebab 8. Berhenti sejenak di antara kalimat/pertanyaan. Beri isyarat tertentu, gunakan kalimat terbuka Mampu memperlihatkan penurunan tingkah laku yang 9. Dengarkan dengan penuh perhatian pembicaraan klien. Interpretasikan tidak diinginkan, ancaman, dan pertanyaan, arti, dan kata. Beri kata yang benar kebingungan 10. Hindari kritikan, argumentasi, dan konfrontasi negative 11. Gunakan distraksi. Bicarakan tentang kejadian yang sebenarnya saat klien mengungkapkan ide yang salah, jika tidak meningkatkan kecemasan Hindari klien dari aktivitas dan komunikasi yang dipaksakan

12.

1. Gunakan hal yang humoris saat berinteraksi pada klien

1. Mengurangi kecemasan dan emosional, seperti kemarahan, meningkatkan pengembangan evaluasi diri yang positif dan mengurangi konflik psikologis
2. Memberikan dasar perbandingan yang akan datang dan memengaruhi rencan intervensi. Catatan: evaluasi orientasi secara berulang dapat meningkatkan respon yang negative/tingkat frustasi 3. Kebisingan merupakan sensori berlebihan yang meningkatkan gangguan neuron 4. Pendekatan terburu-buru menyebabkan klien bingung, kesalahan persepsi/perasaan, terancam 5. Menimbulkan perhatian, terutama pada klien dengan gangguan perceptual 6. Nama adalah bentuk identitas diri dan menimbulkan pengenalan terhadap realita dan klien

1. Meningkatkan pemahaman. Ucapan tinggi dank eras menimbulkan stress/marah yang mencetuskan konfrontasi dan respons marah 2. Seiring perkembangan penyakit, pusat komunikasi dalam otak terganggu sehingga menghilangkan kemampuan klien dalam respons penerimaan pesan dan percakapan secara keseluruhan 3. Menimbulkan respons verbal, meningkatkan pemahaman. Isyarat menstimulasi komunikasi, memberi pengalaman positif

4. Mengarahkan perhatian dan penghargaan. Membantu klien dengan alat bantu proses kata dalam menurunkan frustasi
5. Provokasi menurunkan harga diri dan merupakan ancaman yang mencetuskan agitasi yang tidak sesuai

6. Lamunan membantu dalam meningkatkan disorientasi. Orientasi pada realita meningkatkan perasaan realita klien, penghargaan diri dan kemuliaan (kebahagiaan) personal
7. Keterpaksaan menurunkan keikutsertaan dan meningkatkan kecurigaan, delusi 8. Tertawa membantu dalam komunikasi dan meningkatkan kestabilan emosi