Teknologi Sediaan Padat “Tablet Lepas Lambat”

Kelompok IV S1B Desi Rahmawati Helmi Indah Puspa Dewi Laila Rahmah Muhammad Ardan Retri Atika Suci P Rizki Duratul Hikma S

Batasan Permasalahan
• Faktor-faktor pengembangan sediaan 1. Sifat fisikokimia 2. Sifat biologi • Perhitungan dosis • Contoh formula 1. Formulasi per tablet 2. Pembuatan • Evaluasi

Faktor-faktor Pengembangan Sediaan
Sifat Biologis: 1) Waktu paruh biologis Waktu paruh biologis bertujuan menetapkan tingkatan terapi jangka waktu lama. Waktu paruh pendek akan mengurangi frekuensi dosis. Obat-obat dengan waktu paruh panjang lebih dari 8 jam tidak dipakai dalam bentuk sediaan berkelanjutan karena efeknya sendiri sudah berkelanjutan, seperti digoksin, warfarin dan fenitoin. 2) Absorbsi Absorbsi bertujuan untuk memperoleh keadaan dimana rata - rata pelepasan jauh lebih rendah dibandingkan rata - rata absorbsi. 3) Metabolisme Obat - obat yaang dimetabolisme sebelum absorbsi baik pada lumen atau jaringan usus dapat menunjukkan ketersediaan hayati yang menurun.

Sifat fisikokimia: 1) Ukuran dosis 2) Kelarutan Senyawa dengan kelarutan yang sangat rendah (< 0. 3) Koefisien partisi Senyawa dengan koefisien partisi yang rendah akan mengalami kesulitan menembus membran sehingga bioavaibilitasnya rendah.01 mg/ml) sudah bersifat lepas lambat. 4) Stabilitas Obat yang tidak stabil dalam usus halus akan menunjukkan penurunan bioavaibilitas jika diberikan dalam bentuk sediaan lepas lambat. pelepasan obat dari bentuk sediaan dalam cairan gastrointestinal dibatasi oleh kecepatan disolusinya. .

• Pada umumnya orang mengartikan sediaan obat waktu panjang adalah bahan obat yang dimodifikasi sedemikian. sehingga biotransformasi dan eliminnasinya dihambat dan dengan demikian menunjukkan suatu waktu paruh biologis yang panjang .Dosis • Lama Kerja Obat adalah berbeda-beda meskipun mereka pada umumnya hanya berjumlah menitan atau beberapa jam.

• Pada sediaan obat diperlambat. . pelepasan bahan obat distimulasi dan dikendalikan melalui usaha teknologi farmasi. sehingga tingkat darah yang dibutuhkan dipertahankan tetap selama ruang waktu yang panjang.

• Dari sediaan obat bahan aktif dibuat diterima pada suatu konsentrasi melalui takaran awal oleh tubuh. yang memberikan kerja farmakodinamik yang dikehendaki. dan menjamin takaran tunggal suatu pemeliharaan konsentrasi optimal secara farmakologis untuk suatu waktu tertentu selama waktu kerjanya . sustained action).• Jenis sustained release (sinonim: pembebasan bahan aktif berlanjut.

. bagian awal  yang mengandung tekanan awal. yang cepat memberikan konsentrasi bahan aktif yang dikehendaki seperti takaran tunggal Do dan • Yang mengandung bagian depo dengan takaran pemeliharaan (Dm) yang mana pembebasan prinsip aktif konsentrasi ini dengan kecepatan konstan dipertahankan selama ruang waktu yang dikehendaki. Di pendukung.• Dalam suatu sediaan depo per oral ideal harus mengandung 2 bagian: • 1.

.

• Tablet sustained relesase diformulasikan di mana bahan-bahan aktif dilingkupi dengan lapisan matriks tak larut sehingga proses pelarutan bahan obat terjadi melalui suatu lubang pada matriks. Formulasi Sediaan Tablet Lepas Lambat . matriks dibuat mengembang menjadi bentuk gel sehingga obat terlebih dahulu akan larut pada matriks kemudian keluar melalui lapisan matriks terluar. • Pada beberapa formulasi.

.

• Molekul obat yang besar. . • Bahan-bahan obat yang absorbsinya lambat • Volume distribusi obat yang terlalu tinggi • Obat dengan waktu paro yang panjang dan dosis yang besar tidak cocok untuk dijadikan sediaan pelepasan terkendali. • Bahan-bahan obat dengan koefisien difusi kecil. • Bahan-bahan obat yang tidak stabil terhadap saluran pencernaan.Bahan-Bahan Obat yg Tidak Cocok • Bahan-bahan obat yang memiliki kelarutan terlalu rendah ataupun terlalu tinggi di dalam air.

obat ada dalam persen yang lebih kecil agar matriks memberikan perlindungan yang lebih besar terhadap air dan obat berdifusi keluar secara lambat. • Umumnya. Terdapat 3 golongan bahan penahan yang digunakan untuk formulasi tablet dengan matriks: .Matriks • Matriks adalah zat pembawa padat yang di dalamnya obat tercampur secara merata. Suatu matriks dapat dibentuk secara sederhana dengan mengempa atau menyatukan obat dan bahan matriks bersama sama.

Matriks tidak larut tetapi dapat terkikis Matriks jenis ini mengontrol pelepasan obat melalui difusi pori dan erosi. . Matriks hidrofilik Polimer hidrofilik selulosa biasanya digunakan sebagai bahan pengisi berdasarkan sistem matriks yang ditablet. Tablet yang dibuat dari bahan ini dirancang untuk tetap utuh dan tidak pecah dalam saluran cerna. mampu memuat dosis dalam jumlah yang besar. etil selulosa dan kopolimer akrilat telah banyak digunakan sebagai bahan dasar dalam pembuatan tablet lepas lambat. malam carnauba. stearil alkohol. sederhana. erosi tablet. Efektivitas dari system matriks hidrofilik ini didasarkan pada proses hidrasi dari polimer selulosa. Bahan-bahan yang termasuk dalam golongan ini adalah asam stearat. b. inert Polimer inert yang tidak larut seperti polietilen. pembentukan gel pada permukaan polimer. Matriks tidak larut. dan pelepasan obat yang berkesinambungan. polivinil klorida.Matriks yang sering digunakan dalam sediaan lepas lambat salah satunya Na CMC.a. relatif murah dan aman. dan polietilen glikol. c.

Kecepatan pe larutan atau laju pelarutan adalah kecepatan melarutnya zat padat di da lam pelarut. Obat dalam bentuk serbuk yang didispersikan secara merata dalam matriks diasumsikan melarut dalam matriks dan berdifusi keluar dari permukaan matriks.Pelepasan Obat dari Matriks • Disolusi adalah suatu proses zat padat masuk ke dalam pelarut sehingga terlarut. Proses ini dikendalikan oleh afinitas zat padat terhadap larutan. Pada waktu obat dilepaskan jarak tempuh obat untuk difusi keluar dari permukaan tablet semakin lama semakin besar dan batas daerah penyusun dari matriks yang mengandung obat akan bergeser ke arah sentral tablet .

yaitu bahanbahan padat. Penyalutan • Penyalutan ini berfungsi mengendalikan ketersediaan bahan aktif dalam bentuk larutan. cairan bahkan gas pun dapat dijadikan kapsul (encapsulated) dengan ukuran partikel mikroskopik. • Penyalutan serbuk bahan aktif dapat dilakukan dengan metode mikroenkapsulasi. dengan membentuk salutan tipis wall (dinding) sekitar bahan yang akan dijadikan kapsul .Cara Pembuatan Sediaan Tablet Lepas Lambat 1.

polimer membran tidak bersifat mengembang . Sistem Membran Terkontrol • Dalam sistem ini membran berfungsi sebagai pengontrol kecepatan pelepasan obat dari bentuk sediaan. Sistem matriks Pencampuran dengan matriks adalah dengan mencampurkan bahan obat yang akan dibuat sediaan lepas lambat. digabungkan dengan bahan lemak atau bahan selulosa. 3. Berbeda dengan sistem matrik hidrofil.2. kemudian diproses menjadi granul yang dapat dimasukkan dalam kapsul atau ditablet.

• Membran dalam sistem ini berfungsi sebagai pengontrol kecepatan disolusi dari bentuk sediaan. • Agar obat dapat berdifusi keluar maka membran harus bersifat permeable terhadap obat misalnya dengan hidrasi air di saluran gastrointestinal. • Obat yang terlarut dalam komponen membran seperti plasticizer tidak seperti sistem matriks hidrofil. polimer membran tidak bersifat mengembang dan tidak mengalami erosi. .

4. Pembentukan Kompleks Bahan obat tertentu jika dikombinasi secara kimia dengan zat kimia tertentu lainnya membentuk senyawa kompleks kimiawi. hal ini tergantung pada pH sekitarnya. yang mungkin hanya larut secara perlahan-lahan dalam cairan tubuh. .

• Obat dimasukkan dalam suatu tablet inti yang bersifat larut air dan dapat melarutkan obat ketika kontak dengan air. • Tablet inti disalut dengan suatu membran semipermiabel (dapat melewati air yang masuk ke dalam tablet inti dan melarutnya). . Sistem pompa osmotik (osmotic pump) • Pelepasan obat dari sistem pompa osmotik dikontrol oleh suatu membran yang mempunyai satu lubang (hole).5. • Ketika tablet inti terlarut maka timbul tekanan hidrostatik dan menekan larutan obat keluar melewati lubang membran.

Evaluasi Sediaan Tablet Lepas Lambat • Tujuan: Memeriksa apakah tablet memenuhi persyaratan resmi (Farmakope) atau non resmi (Non Farmakope) atau tidak. .

Uji pelepasan obat secara in vitro . Uji kekerasan d. Keseragaman zat aktif g. Uji friksibilitas f. Keseragaman kandungan h.• Evaluasi Tablet Lepas Lambat. meliputi: a. Keseragaman bobot b. Uji friabilitas e. Keseragaman ukuran c.

kemudian diukur kekerasannya dengan alat Stokes Mensato. Keseragaman bobot 3. Keseragaman ukuran 20 tablet diambil secara acak. Setiap tablet diukur diameter dan tebalnya dengan jangka sorong. .Prosedur Evaluasi 1. Kekerasan yang ideal 10 Kg/cm2. Kekerasan tablet 20 tablet diambil secara acak. Diameter tablet tidak boleh lebih dari tiga kali dan tidak kurang dari 11/3 tebal tablet. 2. Tekanan yang diperlukan untuk memecahkan tablet terukur pada alat dengan satuan Kg/cm2.

lalu dibersihkan dari debu dan ditimbang (W1 ) c. Indeks friabilitas (f) = (W0 – W1) x 100% 5. Masukkan tablet kedalam alat. kemudian jalankan selama 4 menit dengan kecepatan 25 rpm. c.4. kemudian tablet dibersihkan dari debu dan ditimbang (W1 ). Friksibilitas = (W0 – W1 )/ W1 x 100% . b. 20 tablet diambil secara acak di bersihkan dari debu. tablet dikeluarkan. Friabilitas a. Friksibilitas a. Alat diputas 25rpm selama 4 menit. hentikan alat. Bersihkan 20 tablet dari debu kemudian ditimbang (Wo). b. kemudian ditimbang (W0 ). kemudian dimasukkan ke dalam friksibilator. Setelah 4 menit.

6.5o C. dan jalankan alat pada laju kecepatan seperti yang tercantum pada monografi . Masukkan 1 tablet kedalam alat. hilangkan gelembung udara dari permukaan sediaan. Uji disolusi Masukkan sejumlah volume media disolusi sesuai monografi alat dipasang dan biarkan media hingga mencapai suhu 37o + 0.

Absorpsi obat dari sediaan pelepasan lambat yang maksimal 2.Pengembangan Sediaan Tablet Lepas Lambat • Pengembangan sediaan pelepasan lambat bertujuan : 1. Meminimalisir variabilitas antar pasien .

obat-obat dalam sediaan pelepasan lambat dianggap sebagai obat baru.• Pada pengembangan sediaan pelepasan lambat. yang dapat merubah laju absorpsi obat dan kadar obat dalam darah. . pendekatan yang dilakukan adalah dengan memodifikasi laju pelepasan obat dengan manipulasi farmasetika. dan variabilitas tidak meningkat. sehingga harus memenuhi persyaratan keamanan dan khasiat obat secara klinik. • Oleh karena itu harus ada jaminan dan bukti ilmiah bahwa efektivitas absorpsi obat tidak terganggu.

• Sama seperti obat baru dalam bentuk sediaan konvensional. . persetujuan terhadap sediaan pelepasan lambat berdasarkan pada evaluasi khasiat dan keamanan secara klinik dan bukti karakteristik pelepasan lambatnya.

Kelarutan zat aktif dalam berbagai pH 2. t1/2 biologik 3. Paling tidak harus diketahui halhal sebagai berikut. Hubungan antara konsentrasi zat aktif dalam darah dan efek terapetik . Bagian saluran cerna yang merupakan tempat penyerapan optimum 5. yaitu : 1. Kemungkinan penyerapan pada bagian saluran cerna tertentu 4. Ketersediaan hayati absolute sediaan oral 6.• Langkah pertama adalah mengetahui apakah sediaan dengan pelepasan zat aktif yang terkendali telah terbukti. Dengan pengenalan sifat fisika kimia zat aktif dapat diprakirakan efek farmakologik dan farmakokinetiknya.

• Langkah kedua adalah mendapatkan parameter farmakokinetik yang diperlukan untuk menghitung jumlah obat yang diberikan pada tahap awal dan pada tahap pelepasan terkendali. Langkah ketiga adalah pemilihan bentuk sediaan yang sesuai dengan pelepasan terkendali yang optimum. Setiap bentuk sediaan berbeda harus diuji pelepasan zat aktif in vitro dan in vivo. .

dengan demikian perubahan pemakaian zat tambahan atau cara pembuatan sediaan akan disesuaikan dengan skema pelepasan terhadap laju pelepasan yang dikehendaki. . • Langkah terakhir adalah melakukan uji klinik untuk membuktikan kesahihan bentuk sediaan.• Langkah keempat adalah menetapkan laju pelepasan zat aktif dari sediaan.