Dr. Ahmad Zulfan Hendri, Sp.

U
syamil117@yahoo.com

SIRKUMSISI
 Berasal dari bahasa Latin:
circum: around, caedere: to cut

 Di AS: tindakan/ prosedur pembedahan terbanyak
yang dilakukan (pada tahun 1995, 64% neonatus
disirkumsisi)


SIRKUMSISI DAN KESEHATAN
 Anak yang tidak disirkumsisi mempunyai risiko
infeksi saluran kemih (ISK) 3-10 kali lebih tinggi
dibandingkan anak yang disirkumsisi pada tahun
pertama kehidupan
 Risiko kanker penis meningkat pada pria yang tidak
disirkumsisi  higien yang buruk
 Kejadian balanopostitis lebih tinggi pada pria yang
tidak disirkumsisi (3%-10%)
 Risiko tertular HIV berkurang hingga 70% pada pria
yang disirkumsisi
ANATOMI
ANATOMI
ANATOMI
a: arteri pudenda interna,;b: n. pudenda
interna; c: arteri kavernosa,;d: arteri
dorsalis penis; e: n. dorsalis penis
INDIKASI
 Medis:
- Fimosis sekunder/ patologis
- Kelainan kongenital yang rentan terhadap terjadinya
ISK (misal vesicoureteral reflux)
- Balanopostitis
- ISK yang disertai demam

 Agama/ sosial
Fimosis
Fisiologis
Patologis
KONTRAINDIKASI
 Hipospadia
 Epispadia
 Chordee (kurvatura) penis
 Webbed penis
 Penis yang terbenam (buried/ hidden/ concealed penis)
 Mikropenis
 Intersex/ disorder of sex development (DSD)
 Gangguan hemostasis/ perdarahan (relatif )
Hipospadia
Epispadia
KURVATURA PENIS
(CHORDEE)
TORSIO PENIS
PENIS
“TERBENAM”
Webbed penis
Intersex (DSD)
Congenital Adrenal Hyperplasia
LANGKAH-LANGKAH SIRKUMSISI
 Anamnesis dan pemeriksaan fisik
 Persiapan alat
 A- dan antisepsis
 Anestesi
 (Dorsumsisi dan) sirkumsisi
 Pasca tindakan dan follow up


ANAMNESIS DAN PEMERIKSAAN
FISIK
ANAMNESIS
1. Indikasi sirkumsisi
2.Riwayat penyakit dahulu: penyembuhan luka
3. Ada tidaknya kontra indikasi

PEMERIKSAAN FISIK
1. Kondisi umum
2. Pemeriksaan lokal (genitalia eksterna):
- Lokasi orifisium uretra eksterna
- Panjang penis
- Kulit prepusium
- Pemeriksaan genitalia lain (testis, skrotum)
Retraksi Kulit Prepusium
Retraksi Kulit Prepusium
PERSIAPAN ALAT
 SET BEDAH MINOR
 KASSA STERIL
 POVIDONE IODINE, ALKOHOL
 SARUNG TANGAN STERIL
 KAIN/ DUK BERLUBANG
 SET ANESTESI
 BENANG: RAPID ABSORBABLE


A- DAN ANTISEPSIS
 Cuci tangan
 Sarung tangan steril
 Povidone iodine dan alkohol
 Kain/ duk berlubang
ANESTESI
Anestesi infiltrasi dan blok
penis :
- Lidokain 2% (tanpa
adrenalin)
- Dosis maksimal lidokain

ANESTESI
 Anestesi umum
 untuk anak yang tidak koperatif

 Anestesi kaudal
 anestesia intra dan
pascaoperatif

(DORSUMSISI DAN) SIRKUMSISI
 Retraksi dan pisahkan
kulit prepusium dan
glans sampai korona,
 Perhatikan letak
orifisum uretra eksterna
dan bentuk glans penis
 Dorsumsisi pada pukul
12 hingga tampak sulkus
koronarius
(DORSUMSISI DAN) SIRKUMSISI
 Lakukan sirkumsisi
secara melingkar sekitar
5 -10 mm dari glans
 Kontrol perdarahan
(jahitan atau kauter)
 Jahitan aproksimasi
dengan benang rapid
absorbable (plain cat gut,
chromic cat gut, atau
monocryl)

TEKNIK SIRKUMSISI LAIN
TEKNIK SIRKUMSISI LAIN

Klem Mogen
TEKNIK SIRKUMSISI LAIN
Klem Gomco
TEKNIK SIRKUMSISI LAIN
Klem Plastibell
TEKNIK SIRKUMSISI LAIN
Smart clamp
PASCA TINDAKAN DAN FOLLOW UP
 Rawat terbuka vs tertutup
 Salep antibiotik
 Analgetik:
- Parasetamol/ ibuprofen
KOMPLIKASI SIRKUMSISI
 Perdarahan, terutama a.
frenulum  0,2%-5%
- Umumnya minor
- Tekan atau jahitan
hemostasis
 Infeksi < 1%
 Kulit prepusium yang
dieksisi tidak adekuat 
skin tags, fimosis sekunder
 Kulit prepusium yang
dieksisi terlalu banyak 
buried / trapped penis
 Amputasi glans/ penis


Komplikasi
Fimosis pasca
sirkumsisi
Infeksi
Akibat sirkumsisi dengan “laser”
TERIMA KASIH