Pengantar Kuliah

Perbengkelan Pertanian
Rabu, 22 Januari 2014

Bahan Kuliah Perbengkelan Pertanian by :
Tamaria Panggabean, S.TP., M.Si
 Tujuan mata kuliah perbengkelan
diberikan kepada mhs TP:
1. Pengenalan fungsi bengkel.
2. Pengenalan alat-alat perbengkelan.
3. Pengenalan penggunaan alat-alat
perbengkelan.
4. Pengenalan beberapa proses
pengerjaan bahan.

Materi yang akan dipelajari :
1. Pendahuluan
2. Bangunan Bengkel
3. Keselamatan Kerja di Bengkel
4. Kerja Bangku
5. Kerja Tempa
6. Alat Pemotong Logam (bubut)
7. Alat Pemotong Logom (oxy acetylene)
8. Mid Semester
Lanj. Materi yang akan dipelajari :
9. Alat Pengerjaan Kayu
10. Elemen Penyambungan Logam
11. Las Listrik
12. Las Acetylene
13. Instalasi Listrik
14. Manajemen Bengkel
15. Lingkungan Kerja Bengkel
16. Ujian Akhir Semester
Apa definisi
bengkel ?
Gambar. Bengkel
Definisi Bengkel :
adalah tempat (bangunan atau ruangan)
untuk perawatan / pemeliharaan,
perbaikan, modifikasi alat dan mesin,
tempat pembuatan bagian mesin dan
perakitan alat dan mesin.
Fungsi Bengkel :
Sebagai pusat penyelenggaran
pemeliharaan dan perawatan untuk
menjaga kondisi alat mesin ataupun
bangunan pertanian supaya selalu dalam
keadaan siap pakai.
Apa saja
pekerjaan
dalam bengkel ?
Gambar. Perkejaan
Bengkel
Pekerjaan Dalam Bengkel
 Perawatan alat dan mesin : cek rutin, ganti
oli, dan lain-lain.
 Perbaikan alat dan mesin.
 Pembuatan komponen alat dan mesin
untuk penggantian.
 Perakitan alat dan mesin.

Apa saja modal
dalam pendirian
bengkel ?
Modal pendirian bengkel
1. Peralatan (perkakas) secukupnya sesuai
kebutuhan setempat.
2. Bangunan / gedung tempat dilakukan
kegiatan.
3. Persediaan suku cadang untuk yang
biasanya sering memerlukan
penggantian.

Lanj. Modal pendirian bengkel
4. Bahan-bahan untuk perawatan misalnya
cadangan oli dan sebagainya.
5. Bahan-bahan untuk pembuatan
komponen.
6. Tenaga terdidik / trampil sesuai
keperluan.

Fungsi bengkel sebagai bangunan
Fungsi bengkel sebagai bangunan
1. Tempat pemeliharaan/perbaikan alsin,
pembuatan komponen dan perakitan
alsin
2. Penyimpanan suku cadang
3. Penyimpanan perkakas perbengkelan
4. Penyimpanan bahan-bahan, logam dan
sebagainya, untuk kegiatan perbengkelan
5. Penyimpanan bahan untuk perawatan
alsin.

Apa saja
syarat lokasi
bengkel ?
Syarat Lokasi Bengkel :
1. Cukup luas, shg sesuai dgn jenis-jenis
kegiatan didalamnya dan sesuai utk
tempat menaruh atau menyimpan
barang, perkakas atau bahan
perbengkelan.
2. Bengkel harus diletakan sedemikian shg
mudah dicapai, baik utk memasukan
maupun utk mengeluarkan alsin
pertanian.

Lanj. Syarat lokasi bengkel
3. Diletakkan pada jalur lalu lintas yang
selalu dilalui petani.
4. Keadaan lingkungan yang sesuai, al :
aman dari banjir, pembuangan air
mudah, terlindung dari angin yg kuat,
cukup ruang utk kemungkinan
perluasan.
Apa langkah
awal sebelum
adanya bengkel?
Langkah awal sebelum adanya
bengkel :
Memanfaatkan bangunan yang jarang
dipakai, seperti garasi atau tempat yang
ada, memanfaatkan koleksi perkakas yang
dapat dikembangkan dari waktu ke waktu.
Pengadaan barang
Prosedur utk pemilihan dan pembelian
barang- barang keperluan bengkel :
1. Siapkan daftar barang2x yang sudah
dimiliki dan dalam keadaan baik.
2. Siapkan daftar barang2x yang sangat
dibutuhkan.
3. Tetapkan barang-barang tambahan
yang segera dibeli.
Lanj. Pengadaan barang
4. Pisahkan mana barang2x yang dapat
dibuat sendiri.
5. Pilih barang2x yang bermutu baik.
6. Secara bertahap, selanjutnya dapat
dibeli barang2x kebutuhan bengkel
seluruhnya.
 Barang yg pertama harus tersedia di
bengkel adalah lemari2x penyimpanan
alat perkakas baik utk kayu maupun
logam.
 Peralatan yang dapat dibuat dibengkel itu
sendiri al : bangku kerja, rak, standar
pembantu kerja gergaji, landasan (anvil),
standar utk ragum ekor dari kayu, lemari
utk menyimpan perkakas.
Apa saja alat dan mesin
perkakas yang tersedia
di bengkel sederhana ?
Alat dan mesin perkakas yang tersedia
di bengkel sederhana
1.Perkakas untuk memutar mur, baut,
sekrup, misalnya: obeng, kunci inggris,
kunci pas, kunci kurung, kunci sok, kunci
ring, kunci L.
2.Perkakas untuk membantu memegang
benda kerja, misalnya bermacam tang,
catut, tanggam.
3.Perkakas untuk meratakan, menghaluskan
atau menggerus permukaan logam,
misalnya bermacam kikir, gerinda.

Lanj Alat dan mesin perkakas ....
4. Perkakas untuk membuat lubang, ialah
bor dengan berbagai ukuran.
5. Perkakas untuk memotong, ialah
berbagai macam gergaji dan gunting.
6. Perkakas untuk memukul, berupa
bermacam palu beserta landasannya.
7. Perkakas untuk membuat bentuk bulat,
ialah bubut.

8. Peralatan las dan solder untuk
penyambungan logam.
9. Alat-alat bantu seperti alat ukur (meteran,
penggaris, alat pengukur kerenggangan
[filler gauge], alat penera jarak ulir,
jangka sorong, dsb, jangka, penggores
dan penakik permukaan logam (drip),
busur derajat, penyiku.

Lanj Alat dan mesin perkakas ....
Perkakas untuk bengkel yang lebih
lengkap :
1. Mesin penekuk / melipat lembaran
logam.
2. Mesin pembuat alur pada permukaan
logam
3. Mesin pembuat roda gigi.
4. Peralatan cor logam
5. Peralatan tempa.
6. Kompresor udara.
7. Mesin pres lembaran logam.

Menyusun perkakas
 Menyusun peralatan harus didilakukan
sedemikian rupa shg memudahkan
pelaksanaan kerja, ruang bagian
tengah harus merupakan daerah terbuka.
 Peralatan spt : garpu, sekop, cangkul
dapat digantungkan pada dinding.
Persediaan dan penyimpanan bahan
Barang-barang yang harus tersedia :
I. Pertukangan kayu :
1. Berbagai ukuran papan dan balok.
2. Berbagai ukurun paku.
3. Berbagai ukuran skrup.
4. Lem, ampelas dsb
II. Pengecatan :
1. Lap
2. Dempul
3. Terpentin
4. Bahan pengencer (thiner)
5. Pernis
6. Cat pewarna
III. Pengerjaan Logam :
1. Batangan logam plat1/4”-3/8”tebal
2. Batangan logam 1/4”-1/2”diameter
3. Baut bermacam ukuran
4. Baut mesin
5. Ring plat
7. Pena belah (split pen)
8. Daun gergaji besi
9. Mur
10. Minyak mesin
11. Minyak bubut
12. Paku keling
13. Timah patri
14. Elektoda las
15. Kawat las karbit
16. Bubuh soldir (flux)
Lanj. Penyimpanan bahan
 Bahan dan perlengkapan disimpan
sedekat mungkin dgn tempat kegiatan
akan dilaksanakan.
 Bahan yg bentuknya kecil, spt : mur, skrup
dll disimpan dalam botol selai atau
kaleng2x bekas makanan.

Pekerjaan Yang Dilakukan Di Bengkel :

1. Memotong
2. Membuat lubang dan alur
3. Membuat bentuk.
– Meratakan permukaan
– Menekuk/melipat
– Membentuk silinder dengan profil tertentu
– Melengkungkan
– Mencetak bentuk dasar misal cor dan tempa.
4. Menyambung logam

Pemotongan Logam
 Ada tiga cara pemotongan logam, ialah
menggunakan:
1. Gunting, menggunakan prinsip geseran
(shear).
2. Gergaji dan gerinda potong,
menggunakan prinsip gerusan/kikis.
3. Las, menggunakan prinsip pelelehan dan
pembakaran dengan pemanasan.
Gambar. Pemotong Logam
Gergaji dan gerinda potong
 Prinsip kerja gergaji / gerinda potong ialah
pemotongan dengan pengikisan.
 Karakteristik penggunaan gergaji ialah:
Keuntungan: hasil bagus, halus, tidak
merusak bahan, bisa untuk benda pejal
besar, alat awet.
Kekurangan: lambat, melelahkan (khusus
gergaji tangan).
 Gerinda potong digunakan untuk
memotong bahan yang tidak terlalu besar.

Gunting
 Gunting digunakan untuk memotong
logam tipis, dan hanya untuk baja lunak
misal pelat sampai tebal 5 mm, batang
besi sampai diameter 10 mm.
 Macam gunting:
1.Gunting tangan, untuk lembaran yang
sangat tipis 0.5 mm.
2.Gunting lantai, untuk pelat sampai 5 mm
dan batang sampai 10 mm.
3.Tang potong untuk kawat sampai 3 mm.

Pembuatan Lubang
 Pembuatan lubang dapat dilakukan
dengan beberapa cara:
1. Menggunakan bor.
2. Dengan las.
3. Dengan penitik / drip.

Bor
 Bor digunakan untuk pekerjaan antara
lain:
1. Membuat lubang untuk penyambungan
bagian mesin, baik untuk mur-baut
maupun untuk keling/rivet.
2. Membuang sisa baut yang tertinggal di
dalam lubangnya jika terjadi kepala baut
patah.

Penyambungan Logam
Penyambungan logam
 Penyambungan ialah menyatukan, atau
menyambungkan dua bagian komponen,
1. Penyambungan permanen ialah dengan
las.
2. Penyambungan yang tergolong semi
permanen:
a. Keling; b.Lem, dipakai untuk menempel
plat yang tipis; c. Pemuaian
3. Sambungan non permanen dengan mur
baut dan klem.

 Las : Cara penyambungannya yaitu
dengan melelehkan logam dan
menyambungnya menjadi satu.
 Keling : penyambungan menggunakan
bahan penyambung yang ujungnya dibuat
besar dengan pukulan atau tekanan.
 Pemuaian : Penyambungan ini dengan
memanfaatkan pemuaian logam, untuk
memperoleh sambungan yang
kedudukannya mantap jika bagian yang
disambung dapat salah satu berada di
dalam yang lain.
 Lem : Digunakan untuk melekatkan
lembaran yang tipis. Biasanya bagian yang
ditempel adalah bagian yang ringan dan
tidak menyangga beban berat.
 Klem : Dipakai untuk penyambungan yang
memerlukan kerapatan, misal saluran gas
atau cairan.
 Mur-baut : Sambungan dengan mur-baut
dipakai untuk bagian yang kadangkala
perlu dilepas untuk berbagai sebab namun
melepasnya tidak terlalu sering.
Membuat Bentuk Permukaan
Membuat Bentuk Permukaan
 Mesin bubut
Mesin ini bekerja menurut prinsip putaran,
sehingga menghasilkan bentuk yang
konsentrik (memiliki sumbu segaris).
Contoh yang dapat dikerjakan oleh
mesin bubut :
1. Bentuk bulat panjang untuk pembuatan
poros.
2. Bentuk bulat pendek untuk pembuatan
piringan, puli, dsb.
3. Membuat lubang dan alur konsentrik
pada poros, puli, dsb.
4. Bentuk bulat dengan sumbu segaris,
namun memiliki berbagi ukuran diameter.
Lanj...
5. Ulir
6. Bentuk mengerucut (konis).
7. Bentuk bulat dengan permukaan berpola
tertentu, misalnya untuk pembuatan
pegangan kunci sok.
8. Kombinasi dari beberapa bentuk di atas.



Sekian