KEGAWATDARURATAN

SYOK ANAFILAKSIS



dr. MH. Sudjito, SpAn.KNA
Lab/SMF Anestesiologi & Reanimasi
FK UNS / RSUD Dr. Moewardi Surakarta
PPGD bagi perawat
Solo, 28 Nop – 3 Des 2005
GAWAT DARURAT
DALAM DUNIA KEDOKTERAN
• Tidak dapat diramal
• Datang mendadak
GAGAL NAPAS AKUT
SYOK HIPOVOLEMIK
KEMATIAN
 Ana : melawan
Filaksis : perlindungan

 Anafilaksis X Profilaksis

 Sindroma klinik dg tanda khas
 Perubahan yang mendadak
dan dramatik pada
permeabilitas vaskuler
 Hiperaktifitas bronkhial

REAKSI ANAFILAKSIS

 Suatu reaksi imunologis  interaksi
yang berkelanjutan dari :
• Antigen (Allergen)
• Antibodi kelas IgE (Reagin)
• Sel efektor spesifik
( Basofil dan mast cell)

 Yang menimbulkan sintesis dan
pelepasan beberapa mediator

 Pemberian antibiotika golongan
penicillin

REAKSI ANAFILAKTOID

 Klinis-serupa reaksi anafilaksis
 Tidak jelas kaitan dgn antibodi
 Tidak dapat dibuktikan antibodi
IgE berperan
 Bahan radiokontras yang
mengandung yodium

MEDIATOR
Tabel :
Beberapa mediator utama pada anafilaksis dan efeknya
MEDIATOR EFEK
Histamin - Vasodilatasi
- Kenaikan permeabilitas kapiler
- Bronkhokonstriksi
Chemotactic faktor Leukotriens - Khemotaksis dari eosinofil & netrofil
- Bronkhokontriksi
- Kenaikan perbeabilitas kapiler
- Vasokontriksi koroner
- Gangguan inotropik
Prostaglandins - Kenaikan permeabilitas kapiler
- Bronkhospasme
- Hipertensi pulmoner
- Vasodilatasi
PAF - Aggregasi platelet, leukosit
- Bronkhospasme
- Kenaikan permeabilitas kapiler
Kinins - Kenaikan permeabilitas kapiler
- Vasodilatasi
TABEL :
TANDA & GEJALA ANAFILAKSIS
SISTIM GEJALA TANDA
Pernapasan  Dyspnea
 Rasa tak enak di dada
 Batuk-batuk
 Bersin-bersin
 Wheezing
 Edema larynx
 Edema paru berat
 Distress napas akut
Kardiovaskuler  Pusing
 Malaise
 Rasa tertekan retro
sternal
 Disorientasi
 Diaforesis
 Penurunan kesadaran
 Hipotensi – syok
 Takhikardia
 Penurunan tahanan pembuluh darah
sistemik
 Arrest jantung
Kulit  Gatal-gatal
 Rasa panas
 Urtikaria
 Flushing
 Edema perioral, periobital
Pencernaan  Mual-mual  Tumpah, diarhoea
 Nyeri abdominal
 Menghambat sintesis & lepasnya
mediator
 Blokade reseptor jaringan terhadap
mediator yang lepas
 Mengembalikan fungsi organ
terhadap pengaruh mediator
PRINSIP TERAPI
 Katekolamin = adrenalin

 Penghambat fosfodiesterase
( aminofillin )

 Antihistamin

 Kortikosteroid

O B A T
 PERSIAPAN
1. Persiapan mental, pengetahuan
dan ketrampilan
2. Persiapan fasilitas, alat dan obat

 RENCANA PENGOBATAN
Lihat tabel
Tabel :
Penanganan reaksi anafilaktif dan anfilaktoid
TINDAKAN DERAJAT
 Baringkan dalam posisi syok, alas keras
 Bebaskan jalan napas
 Adrenalin 1 : 1000 0,25 ml (0,25 mg) subkutan
R
I
N
G
A
N


S
E
D
A
N
G



B
E
R
A
T
 Suplemen oksigen
 Adrenalin
1 :1000 0,25 ml (0,25 mg) IM sedang atau
 1 : 10000 2,5 ml-5ml (0,25-0,5mg) IV (berat)
 Aminofilin 5-6 mg/kgBB IB (bolus), diikuti 0,4-0,9
mg/kg/menit per drip
 Monitor pernapasan dan hemodinamika
 Kalau perlu dan memungkinkan, rujuk perawatan intensif

Basic dan Advanced Life Support (RJPO)
Arrest
Napas
jantung
Terima kasih
……