ASMA

Indah Yuliana, S. Si, Apt
Pengertian
 ASMA berasal dari bhs. Yunani artinya
Terengah-engah
 Ada yg menyebutnya bengek..yg seringkali
berlatarbelakang alergi
 Bronkhitis umumnya disebabkan oleh infeksi
bakteri
 Asma/bengek dan Bronkhitis termasuk PPOK
(Peny. Paru Obstruktif Kronik)/COPD (Chronic
Obstructive Pulmonary Diseases)

 ASMA ATAU BENGEK adalah suatu penyakit
peradangan steril (dan alergi) kronis yg
bercirikan serangan sesak napas akut secara
berkala, mudah tersengal-sengal, disertai
batuk dan hipersekresi dahak
 Asma bersifat Reversibel dan serangan
biasanya berlangsung beberapa menit
sampai beberapa jam
 Status Asthmathicus adalah keadaan asma
yang hebat yakni penciutan bronkus menjadi
lebih kuat dan bertahan lebih lama, tak bisa
berbicara lancar karena napas tersengal-
sengal dan tachycardia.
 Takikardia adalah denyut jantung yang lebih
cepat daripada denyut jantung normal.
 Jantung orang dewasa yang sehat biasanya
berdetak 60 sampai 100 kali per menit ketika
sedang beristirahat.
 Asma Alergi adalah asma yang disebabkan
oleh alergen (misalnya bulu binatang,
makanan, dsb)
 Biasanya turunan dari keluarga yg punya
riwayat alergi baik ekzema maupun rinitis
alergi
 Yg bisa dilakukan hanya mengkondisikan
keadaan sekitar dengan penderita asma tsb
 Asma Bronkial adalah peny. Saluran napas yg
ditandai dgn serangan mendadak,
dispnea,batuk, serta mengi.
 Dispnea atau sesak nafas dapat didefinisikan
sebagai ketidak nyamanan dalam bernafas
yang bersifat subjektif dengan kualitas dan
intensitas keluhan yang bervariasi.
 Serangan ini dapat berlangsung singkat atau
berhari-hari

Terjadinya asma
 Pada suatu serangan asma, otot polos di
bronkus mengalami kejang dan jaringan yg
melapisi saluran udara mengalami
pembengkakan krn adanya inflamasi dan
pelepasan lendir ke dlm saluran udara. Hal ini
memperkecil saluran
udara(bronkhokonstriksi) yg mengakibatkan
penderita berusaha sekuat tenaga untuk
bernapas.
 Sel dalam saluran udara yg namanya mastosit
dan eosinofil mengeluarkan bahan berupa
histamin dan leukonutrien yg menyebabkan
kontraksi otot polos, peningkatan pembentukan
lendir dan perpindahan leukosit tertentu ke
bronkus.
 Mastosit melakukan itu karena adanya
rangsangan dari benda asing,
 Hal serupa terjadi apabila penderita stres,
cemas, berada dlm cuaca dingin dan olahraga
berlebihan
 Pd asma akut berat, pasien harus diberi
oksigen dan salbutamol atau terbutalin
secara nebulisasi dan diikuti kortikosteroid
dosis tinggi
 Untuk dewasa prednisolon per oral 30-60mg
atau hidrokortison inj 200 mg iv
 Untuk anak dianjurkan parenteral

PENYEBAB ASMA
 Gangguan kronis pada paru-paru yg ditandai
dengan sesak napas
 Penderita asma mempunyai saluran napas yg
sangat sensitif, bereaksi dgn cara menyempit
atau mengkerut jika terjadi iritasi shg
menyulitkan keluar masuknya udara
 Gejala : bersin, batuk, napas pendek dan
dada sesak
Pemicu serangan asma
 Udara dingin
 Debu
 Asap
 Keletihan/gejolak emosi
 Alergi
 Infeksi Saluran Napas
Bagaimana mengetahui asma akan
kambuh
 Peak Flow Meter
 Ditiup untuk mengukur puncak ekspirasi
(embusan napas)
 Jika kemampuan tiup menurun, maka asma
akan kambuh dan penderita segera
mengambil obatnya.

Pencegahan Serangan
 Berhenti merokok, krn asap rokok meny.
Penciutan bronkus dan memperburuk asma,
terutama pd anak yg terkena asap rokok
 Menyingkirkan semua rangsangan luar,
terutama hewan piaraan. Rumah musti bersih
supaya bebas tungau
 Lingkungan udara sebaiknya hangat dan
lembap daripada dingin dan kering

OBAT ASMA
1. RHINITIS
- radang membran mukosa hidung yg
ditandai dgn bersin, gatal, hidung
berlendir, dan kongesti
- rhinitis terjadi karena hidung menghirup
alergen yg dapat merangsang sel mast utk
mengeluarkan histamin yg akan
menyebabkan konstriksi bronkus.

- Terapi Rhinitis :
a. Pemberian antihistamin oral yang
dikombinasikan dengan dekongestan.
contoh antihistamin : Difenhidramin,
Klorfeniramin, Loratadine, Terfenadin,
dan Astemisol.
contoh Dekongestan : Fenilefrin,
pseudoefedrin, oksimetazolin
b. Kortikosteroid
- jika antihistamin sudah tidak efektif
- lebih diutamakan bentuk sediaan nasal spray
untuk mengurangi efek samping sistemik
kortikosteroid
- contoh : beklometason, flutikason, dan
triamsinolon

2. BRONKODILATOR
- obat yg punya efek mendilatasi atau
relaksasi bronkus
- digunakan sebagai anti asma
- ada 2 macam yaitu : agonis ß2 dan
antagonis kolinergik serta obat gol.
xantin
a. Agonis ß2
- Dpt diberikan per oral, inhalasi atau injeksi
- Tgtg dari kecepatan dan lamanya efek yg
diharapkan
- Inhalasi agonis ß2 adalah terapi yg paling
efektif utk spasme bronkus akut dan
mencegah serangan asma yg dipicu oleh
kelelahan
 Mekanisme kerja obat :
reseptor ß2 yg tdp di Bronkus jika dirangsang
akan menyebabkan dilatasi.
Perangsang reseptor ß ada 2 yaitu yg selektif
(hanya ß2 ) dan non selektif (ß1 dan ß2).
Agonis ß2 lebih disukai krna hanya
mendilatasi bronkus tanpa merangsang ß1.
ß1 bs meningkatkan frek.dan kekuatan
denyut jantung
 Contoh agonis ß selektif yg sering digunakan
sbg bronkhodilator adalah ;
- albuterol
- terbutalin
- salmeterol
- salbutamol
- fenoterol
b. Metil Xantin
- yg digunakan sbg bronkhodilator adalah
TEOFILIN
- Mekanisme Kerja : Teofilin bekerja
menghambat fosfodiesterase, suatu
enzim seluler