You are on page 1of 40

Oleh

:
Balladona Inno Centia, S.Ked

Pembimbing:
dr. Sahid Suparasa Sp.PD
LAPORAN KASUS
HEPATITIS VIRUS AKUT A & B
1
IDENTITAS
 Nama : Sdr. Bayu Chandra Kusuma
 No. Reg : S-14-03-038173
 Jenis Kelamin : Laki-laki
 Umur : 22 tahun
 Alamat : Jln. Pulorejo I – Pralon – Mojokerto
 Agama : Islam
 Suku : Jawa
 Bangsa : Indonesia
 Tanggal MRS : 8 Maret 2014
 Tanggal KRS : 12 Maret 2014
2
ANAMNESA
 Keluhan Utama :
Badan Panas

 RPS :
-Badan Panas (+) sejak 2 hari.
-Mata kuning sejak 1 hari.
-Mual (+) sejak + 1 minggu. Muntah (-).
-Pusing (+) hilang timbul sejak + 1 minggu
-Nafsu makan menurun sejak +1 minggu. Minum dbn

3
-Badan terasa lemah dan pegal-pegal sejak +1
minggu. Terutama 2 hari SMRS.
-Nyeri perut (-). Mules (-). Mencret (-).
-Batuk (-). Pilek (-). Sesak (-)
-BAB dbn / BAK pekat seperti teh

ANAMNESA
4

 Riwayat Penyakit Dahulu :
-Hipertensi (-) disangkal
-Diabetes Melitus (-) disangkal
-Alergi (-)
-Maag (-)

 Riwayat Penyakit Keluarga :
Tidak ada keluarga yang sakit seperti ini

5
 Riwayat Pengobatan :
Paramex, bila pusing

 Riwayat Kebiasaan :
-Merokok sejak SMP
-Minum Alkohol sejak SMA
-Jarum suntik (-)

 Riwayat Masuk RS
1x,Saat masih SD, diagnosis Tifus




6
PEMERIKSAAN FISIK
 KU : Lemah
 GCS : 4-5-6
 Tek. Darah: 120/70 mmHg
 Heart Rate: 87x/menit, amp: kuat, reguler
 Temperatur: 38
o
C
 RR : 19x/menit, teratur
 Kepala : B/U. Simetris. a(-)/i(+)/c(-)/d(-)
 Leher : Pemb. KGB(-). JVP tdk meningkat
7
 Thorax : Simetris. Retraksi (-)
 Cor : S1/S2 tunggal. Murmur (-). Gallop(-)
 Pulmo : Ves/Ves. Ronki -/-. Wheezing -/-
 Abdomen : Datar. Soepel. BU (+) Normal.
Meteorismus (-) Nyeri tekan (-)
 Hepar : Teraba 3 cm dac, batas tajam
 Lien : TTB
 Extremitas: Akral hangat +/+. Edema -/-. Kuning
seluruh tubuh
8
PEMERIKSAAN FISIK
PEMERIKSAAN PENUNJANG
DARAH LENGKAP :

Leukosit : 9000 / mm
3
Hb : 14,7 g/dl
Trombosit : 187.000/mm
3
GDA : 89 mg/dl
9
Direct Bilirubin : 8,29 mg/dl
Indirect Bilirubin : 3,11 mg/dl
SGOT : 267 U/L
SGPT : 701 U/L
Trigliserides : 225 mg/dl
10
Assesment :
 Observasi Ikterus+Hepatomegali dd.-Hepatitis A
-Hepatitis B
-Kolesistisis
-Kolangitis
-Kolelitiasis
11
Planing Diagnosa
 Ig.M anti HAV
 Ig. G anti HAV
 Hbs. Ag
12
Planing Terapi
 Infus PZ 16 tpm
 TKTP NT
 Inj. Ketorolax 3x1 ampul
 Inj. Ranitidin 2x1 ampul
 Antasid 3x1 tab
13
Follow UP (8 Maret 2014)
S O A P
-Panas (+)
-Mata kuning.
-Mual (+)
-Pusing (+)
-Muntah (-).
-Badan lemah dan
pegal-pegal
-Nafsu makan
menurun/ minum
dbn
-Nyeri perut (+)
-Mules (-).
-Mencret (-).
-Batuk (-).
-Sesak (-)
-BAB dbn / BAK pekat
seperti teh

RPD : HT (-) DM(-)
Alergi (-) Maag (-)
R.Obat : Paramex
R.Kebiasaan :
Merokok, Minum2
alkohol dan
jamu2an
-KU :Lemah
-GCS : 4-5-6
-VS:
TD: 120/70 mmHg
HR: 87x/menit, reg
T: 38
o
C
RR : 19x/menit
-K/L: a(-)/i(+)/c(-)/d(-)
-Thorax: Simetris. Ret (-)
-Cor: S1/S2 tunggal.
Murmur (-). Gallop(-)
-Pulmo: Ves/Ves.
Rn -/-. Wh -/-
-Abdomen:Soepel. BU (+)
dbn. Met (-) Nyeri tekan
(+) hip D + Epigastrium
-Hepar: Teraba 3 cm dac,
batas tajam
-Lien: TTB
-Ext: Akral hangat +/+.
Edema -/-. Kuning seluruh
tubuh
-Murphy’s Sign (-)
LAB : Ig.M anti HAV :
Positif (+)
Ig.G anti HAV : Positif (+)
Hbs.Ag : Positif (+)




Hepatitis virus akut A +
Virus B
-Infus PZ 16 tpm
-Diet TKTP NT
-Inj.Ketorolax 3x1 ampul
-Inj. Ranitidin 2x1 ampul
-Antasid 3x1 tab

14
Pemeriksaan Penunjang
Ig.M anti HAV : Positif (+)
Ig.G anti HAV : Positif (+)
15
Pemeriksaan Penunjang
Hbs.Ag : Positif (+)
16
Follow Up (10 Maret 2014)
S O A P
-Panas (+)
-Mata kuning.
-Pusing (-)
-Mual (+)
-Muntah (-).
-Badan masih lemah
-Nafsu makan
menurun/ minum
dbn
-Nyeri perut (+)
-BAB dbn / BAK
kuning dbn

RPD : HT (-) DM(-)
Alergi (-) Maag (-)
R.Kebiasaan :
Merokok, Minum2
alkohol dan
jamu2an

-KU :Lemah
-GCS : 4-5-6
-VS:
TD: 110/80 mmHg
HR: 80x/menit, reg
T: 37,2
o
C
RR : 18x/menit
-K/L: a(-)/i(+)/c(-)/d(-)
-Thorax: Simetris. Ret (-)
-Cor: S1/S2 tunggal.
Murmur (-). Gallop(-)
-Pulmo: Ves/Ves.
Rn -/-. Wh -/-
-Abdomen:Soepel. BU
(+) dbn. Met (-) Nyeri
tekan (+) hipocondr D +
Epigastrium
-Hepar: Teraba 3 cm
dac, batas tajam
-Lien: TTB
-Ext: Akral hangat +/+.
Edema -/-. Kuning
seluruh tubuh


Hepatitis virus akut A
+ Virus B +
dislipidemia

P.Dx : UL
P.Tx :
-inf. Futrolit : PZ = 1:1
-Diet TKTP NT
-Inj. Cefoperazone
2x1
-Inj. Ranitidin 2x 1
amp
-Neurobion 5000 1
amp drip
-Antasid 3x C1
-Inj. Ketorolax 3x1
amp
17
Follow Up 11 Maret 2014
S O A P
-Panas (-)
-Mata kuning.
-Pusing (-)
-Mual (-)
-Muntah (-).
-Badan masih
lemah, bisa
duduk n jalan
-Makan/Minum baik
-Nyeri perut (+)
berkurang
-BAB dbn / BAK
kuning dbn

RPD : HT (-) DM(-)
Alergi (-) Maag (-
)R.Kebiasaan :
Merokok, Minum2
alkohol dan
jamu2an


-KU :Lemah
-GCS : 4-5-6
-VS:
TD: 120/80 mmHg
HR: 80x/menit, reg
T: 36
o
C
RR : 19x/menit
-K/L: a(-)/i(+)/c(-)/d(-)
-Thorax: Simetris. Ret(-)
-Cor: S1/S2 tunggal.
Murmur (-). Gallop(-)
-Pulmo: Ves/Ves.
Rn -/-. Wh -/-
-Abdomen:Soepel. BU
(+) dbn. Met (-) Nyeri
tekan (+) hipocondr D
+ Epigastrium
-Hepar: Teraba 3 cm
dac, batas tajam
-Lien: TTB
-Ext: Akral hangat +/+.
Edema -/-. Kuning
seluruh tubuh
LAB : UL (Bil= +2;
Urobilin= +)



Hepatitis virus akut
A + Virus B +
dislipidemia


P.Dx :
SGOT/SGPT, Bil.
Direct dan Total
Bilirubin

P.Tx :
-inf. Futrolit : PZ =
1:1
-Diet TKTP NT
-Inj. Cefoperazone
2x1
-Inj. Ranitidin 2x 1
amp
-Neurobion 5000 1
amp drip
-Antasid 3x C1
-Inj. Ketorolax 3x1
amp

18
Pemeriksaan Penunjang
-Bilirubin = + 2
-Urobilin = +

Sedimen Urin
-Leukosit = 2-3/lp
19
Follow Up 12 Maret 2014
S O A P
-Merasa sehat
-Panas (-)
-Mata kuning.
-Mual (-)
-Muntah (-).
-Makan/Minum baik
-Nyeri perut (-)
-BAB dbn / BAK
kuning dbn
RPD : HT (-) DM(-)
Alergi (-) Maag (-)
R.Kebiasaan :
Merokok, Minum2
alkohol dan
jamu2an


-KU :Cukup
-GCS : 4-5-6
-VS: TD: 120/70 mmHg
HR: 77x/menit, reg
T: 36
o
C
RR : 20x/menit
-K/L: a(-)/i(+)/c(-)/d(-)
-Thorax: Simetris. Ret(-)
-Cor: S1/S2 tunggal.
Murmur (-). Gallop(-)
-Pulmo: Ves/Ves.
Rn -/-. Wh -/-
-Abdomen:Soepel. BU
(+) dbn. Met (-) Nyeri
tekan epigastrium
-Hepar: Teraba 3 cm
dac, batas tajam
-Lien: TTB
-Ext: Akral hangat +/+.
Edema -/-. Kuning
seluruh tubuh
LAB :
SGOT = 67 U/L
SGPT = 246 U/L
Direct.Bil = 2,93 mg/dl
Indirect. Bil = 7,06
mg/dl




Hepatitis virus akut
A + Virus B +
dislipidemia

-KRS
- Antasid Syr 3xC1
-Multivit 2x1tab
-KIE
20
Pemeriksaan Penunjang
SGOT = 67 U/L
SGPT = 246 U/L
Direct.Bil = 2,93 mg/dl
Indirect. Bil = 7,06 mg/dl

21
DISKUSI
HEPATITIS VIRUS A DAN VIRUS B
Hepatitis adalah sebuah keadaan inflamasi pada jaringan
hepar yang disebabkan oleh beberapa virus, agen infeksius
lain (bakteri/parasit), toksin, obat-obatan, alkohol.
Hepatitis Virus A (hepatitis infeksiosa) adalah infeksi
sistemik akut pada hepar yang disebabkan oleh virus
Hepatitis A, sementara Hepatitis B (hepatitis serum)
disebabkan oleh virus Hepatitis B yang tidak saja
menimbulkan hepatitis akut, tetapi juga bisa menimbulkan
penyakit hati kronik (Soeparman, 1987)
22
ETIOLOGI
 Virus Hepatitis A merupakan virus RNA dan termasuk golongan
enterovirus yang berdiameter 27 nm, virus ditemukan pada masa
prodormal dan terlihat dengan pemeriksaan mikroskop elektron pada
feces. Antigen virus hepatitis A dan antibodi (anti-HA) dapat dideteksi
dengan pemeriksn imunodifusi, imunoelektroforesis, uji komplemen
fiksasi dan radioimmunoassay. (Soeparman, 1987)
23
Virus Hepatitis B
 Virus hepatitis B merupakan virus DNA
bercangkang ganda dengan ukuran 42 nm dan
memiliki lapisan permukaan (surface) dan inti
(core)
24
PATOLOGI
 Lesi morfologik hepatitis A dan hepatitis B pada
hati sering kali sama yaitu berupa illfiltrasi
panlobular oleh sel mononuklear, nekrosis sel
hati, hiperplasi sel Kupffer, dan berbagai tingkat
kolestasis.
 Regenerasi sel hati sering dengan adanya
pembelahan sel, sel multinuklear dan
pembentukan rosetes. Juga tampak sel
menggelembung dan degenerasi asidofilik
(Soeparman, 1987)
25
EPIDEMOLOGI

26
Perbedaan HAV dan HBV
Features HAV HBV
Incubation (days) 15-45, mean 30 30-180, mean 60-90
Onset Acute Insidious or acute
Age Preference Children, young adults Young adults (sexual
and percutaneous)
babbies, toddlers
27
Transmission
Features HAV HBV
Fecal Oral ++++ -
Percutaneous Unusual +++
Perinatal - +++
Maternal-Fetal - + + +
Sexual + ++
Gejala Klinis
Umumnya, hepatitis virus akut A dan B menunjukkan gambaran
klinis yang sama melalui 4 tahap :
 Masa tunas, asimptomatis
 Masa Prodormal/Preikterik : 3-10 hari, rasa lemah, badan panas,
mual sampai muntah, anoreksia, perut kanan nyeri
 Masa ikterik, didahului warna urin berwarna coklat, sklera kuning,
kemudian seluruh badan, puncak ikterus dalam 1-2 minggu,
hepatomegali ringan yang nyeri tekan
 Masa penyembuhan : ikterus berangsur kurang dan hilang dalam
2-6 minggu demikian pula anoreksia, lemah badan dan
hepatomegali.
(PDT RS.DS, 2008)
28
Features HAV HBV
Severity Mild Occasionally severe
Progression to
chronicity
None Occasional (1-10%)
(neonates 90%)
Carrier None 0,1-30%
Fulminant 0,1% 0,1-1%
Cancer None + (neonatal infection)
Prognosis Excellent Worse with age,
debility
Prognosis Excellent Worse with age,
debility
Therapy None Interferon
Laivudine
Adefovir
29
Tjokroprawiro, dkk, 2007
LABORATORIUM
 Masa prodormal : leukosit sering menurun, transaminase serum
meningkat 10-100 kali harga normal sebelum timbul ikterus. Pada
akhir masa ini baru timbul hiperbilirubinuri yang mendahului,
timbulnya ikterus.
 Masa ikterik (masa penyembuhan) : ikterus pada sklera mata terlihat
bila bilirubin serum melebihi 2,5 mg/dl, hiperbilirubinemia biasanya
mencapai puncak sampai sekitar 10 mg/dl dalam 2 minggu,
kemudian berangsur-angsur turun dalam masa penyembuhan
(bil.direct biasanya lebih tinggi sedikit daripada bil.indirect),
transaminase serum biasanya lebih cepat mencapai puncaknya dari
pada bilirubin, tetapi lebih lambat menjadi normal, alkali fosfatase
hanya meningkat sedikit 93 kali normal.
(PDT DR.DS, 2008)
30

31

32

33

34
SEROLOGIS
 Hepatitis A : Ig.M anti HAV dan Ig.G anti HAV
 Hepatitis B : HBsAg, Anti HBs, HBcAg, IgM anti-
HBc, Ig.G anti HBc, HBe Ag, Anti Hbe, HBV
DNA.
35

36
PENATALAKSANAAN
 Tirah baring / bed rest, mobilisasi dimulai jika keluhan berkurang,
bilirubin, dan transaminase serum menurun; aktivitas normal
sehari2 dimulai setelah keluhan hilang dan data lab.normal
 Pengobatan simptomatis.
 Diit khusus tidak ada, yg penting jumlah kalori dan protein
adekuat. Bila pemasukan nutrisi dan cairan kurang akibat mual,
maka perlu ditunjang infus dextrose 10-20%, 1500 kal/hari. Bila
mual muntah, berikan prokinetik.
 Hingga sekarang belum ada pengobatan spesifik untuk hepatitis
virus akut.
 Vitamin dan makanan tinggi kalori dan protein
 Hindari alkohol dan obat-obatan hepatotoksik
37
PENCEGAHAN
 Isolasi ketat, melaksanakan blood and enteric precaution
 Uji saring untuk donor darah
 Pemakaian jarum suntik/alat suntik yang disposable
 Imunoprofilaksis :Hepatitis A
-untuk wisatawan : imunisasi pasif, 3 bulan 0,02 ml/kg (1x), 3 bln 0,06
ml/kg (setiap 4-6 bln)
-untuk penghuni serumah dan kontak seksual, 0,02 ml/kg (1x),
selambatnya 2 minggu setelah kontak
Hepatitis B
-Pra-paparan, vaksin hepatitis B (aktif). Dewasa :1 ml, im bulan 0,1,6.
Anak : 0,5 ml. im bulan 0,1,6
-Vaksin Institut Pasteur, Dewasa : 1 ml, bulan 0,1,2,12. Anak : 1 ml, im
bulan 0,2,12
-Pascapaparan : imunisasi pasif dengan Hep.B Hyperimmune Globulin
(HBIG) Dewasa/Anak 0,06 ml/kg im, diberikan < 24 jam
-Neonatus : 0,5ml im saat lahir, diikuti protokol vaksinasi selambatnya 7
hari pascapaparan

38
PROGNOSIS
 Sebagian besar Hepatitis A sembuh sempurna,
manifestasi klinis penyakit bervariasi tergantung
umur, gizi, dan penyakit lain yang menyertai
 Hepatitis B : 90% sembuh sempurna, 5-10%
berevolusi ke arah kronis, bisa menjadi sirosis atau
kanker hati primer.

KOMPLIKASI
 Kolestasis
 Gagal hati fulminan
 Hepatitis kronis persisten
 Hepatitis kronik aktif
 Karsinoma Hepatoseluler
 Hepatitis aplastic anemia syndrome
39
 
SEKIAN DAN TERIMA KASIH
40