You are on page 1of 21

REFERAT

“DIABETES MELITUS”
OLEH :
Franky D. I. Hutapea, Sked

PEMBIMBING :
dr. Rudyanto, SpPD
PENDAHULUAN
• Epidemi Penyakit Tidak Menular

 Penyebab kematian terbesar

 Karena Perubahan Gaya Hidup

• Sekitar 50% belum terdiagnosis, 2/3 yang
terdiagnosis  Pengobatan, 1/3 terkendali.

• Komplikasi dapat dicegah dengan Kontrol
Glikemik yang optimal
KLASIFIKASI (WHO 1985)
• I. DM
1. IDDM (Insulin Dependent DM)  DM tipe 1
2. NIDDM (Non Insulin Dependent DM)  DM
tipe 2
3. Bila meragukan tipe 1 atau 2 disebut :
Questasional DM
4. MRDM (Malnutrition Related DM)
a. Fibrocalculous Pancreatic DM (FDPD)

b. Protein Deficient Pancreatic DM (PDPD)
KLASIFIKASI (WHO 1985)
5. Other types of DM associated with certain
condition and syndromes

• II. Impaired Glucose Tolerance (GTG = DM
Chemical = DM Latent)

• III. Gestasional DM (DM hanya pada waktu
hamil saja)
PENYEBAB
• Kombinasi Gaya Hidup dan Faktor Genetik
- Kegemukan
- Kegiatan Fisik menurun
- Asupan Gizi yang tidak baik
- Stress
- Urbanisasi

• Kondisi Medis : Obat-obatan, Diabetes
Gestasional
TANDA dan GEJALA
• Poliuria, Polidipsia, Polifagia, dan Berat badan
turun.

• Gejala lain : Riwayat Penglihatan Kabur,
Gatal-gatal, Neuropati Perifer, Infeksi Vagina
Berulang, dan Kelelahan.

• Banyak orang tidak mengalami gejala.
PATOFISIOLOGI
• Resistensi insulin  Insulin tidak dapat
bekerja optimal pada sel target (otot, lemak,
hepar).

• Disfungsi sel β pankreas  Tidak mampu
mensekresi insulin sehingga terjadi gangguan
metabolisme glukosa.

DIAGNOSIS
I. DM :
a. Gejala-gejala DM dengan
b. Salah satu : GDP ≥ 120 mg/dl; 2 J PP > 200
mg/dl; atau glukosa GDA ≥ 200 mg/dl
II. DM :
a. Tidak terdapat gejala-gejala DM, tetapi
b. Terdapat dua hasil dari : GDP > 120 mg/dl,
2 J PP > 200 mg/dl, atau GDA ≥ 200 mg/dl
III. GTG : GDP < 120 mg/dl dan 2 J PP antara
140-200 mg/dl


DIAGNOSIS
• Bila meragukan : GDP > 120 mg/dl dan 2 J PP
> 200 mg/dl  Periksa Ulang, Diet KH > 150
g/hari minimal 3 hari.
• Kemungkinan hasil :
a. GDP 120 mg/dl dan 2 J PP > 200 mg/dl,
atau apabila hasilnya memenuhi kriteria I dan
II.
b. GTG apabila hasil cocok dengan kriteria III

PENCEGAHAN
• Pengaturan Nutrisi
• Olahraga yang teratur
• Perubahan gaya hidup yang intensif
• Diet tinggi sayuran hijau
• Pembatasan konsumsi gula

• Pasien GTG, diet dan olahraga saja atau
dikombinasikan metformin atau acarbose dapat
menurunkan risiko terjadi diabetes.
KOMPLIKASI
• Akut DM :
1. Hipoglikemia
2. Ketoasidosis :
- Ketoasidosis Diabetikum (KAD)
- Hiperosmolar non ketotik (HONK)
KOMPLIKASI
• Kriteria KAD :
- Klinis : adanya riwayat DM, kesadaran
menurun, nafas kussmaul, tanda-tanda
dehidrasi
- Faktor pencetus yang biasa menyertai :
infeksi akut, IMA, stroke
- Laboratorium : GD > 250 mg/dl, asidosis
metabolik (ph < 7,3 ; bikarbonat < 15 meq/L ;
ketosis [ketonemia dan keonuria] )
KOMPLIKASI
• Kriteria HONK :
- Orang tua > 40 tahun
- Adanya hiperglikemia disertai osmolaritas
darah yang tinggi > 320 Osm
- Tanpa disertai asidosis dan ketosis
KOMPLIKASI
• Kronik DM :
1. Komplikasi Vaskuler
a. Mikrovaskuler
◦ Mata : - Retinopati
- Neurophati (non poliferatif/proliferatif)
- Macular edema
- Katarak
- Glaukoma
◦ Neuropati : - Sensorik dan motorik (mononeurophati
dan polyneuropathy)
- Autonomik
b. Makrovaskuler
- Penyakit jantung koroner
- Penyakit pembuluh darah Peripheral
- Penyakit Cerebrovasculer
KOMPLIKASI
• Kronik DM :
2. Nonvaskuler komplikasi
a. Gastrointestinal : Diare
Gastroparesis
b. Genitourinary : Disfungsi ereksi
Ejakulasi retrograde
c. Manifestasi dermatologik
3. Ulkus Diabetikum

KOMPLIKASI
• Nefropati DM
Kriteria :
- DM ( > 5 tahun)
- Retinopati diabetikum
- Macroalbuminuria > 300 mg/dl/24 jam, 3-4x
pemeriksaan selang 2 minggu
• Macam NDM :
- Tipe glomerulonefritis  Reaksi imunologis
- Tipe Sindrom nefrotik  Reaksi
glomerulosklerosis

KOMPLIKASI
• Neuropati Otonom :
- Inkontinensia alvi
- Diare (beri codein sulfat 3x1 untuk
memperlambat peristaltik)
- Impotensi
• Resiko neuropati perifer kaki :
- Hilangnya fungsi sensoris
- Adanya Ulkus DM

KOMPLIKASI
• Ulkus Diabetik
Patofisiologi :
1. Angiopati  sumbatan  gangren 
gangren kering.
- Pulsasi arteri dorsalis pedis (-)
- Sensibilitas (+)
2. Neuropati  disuse atropi  kaki yang
atropi akan mendapat tekanan berlebihan
 Nekrosis  gangren (Gangren basah).
- Pulsasi arteri dorsalis pedis (+)
- Sensibilitas (-)

KOMPLIKASI
• Terapi DM dengan komplikasi Ulkus
adalah insulin, karena insulin bersifat
anabolik agent  baik untuk
pembentukan jaringan, apalagi jika
disertai underweight.
• Sedangkan diet yang digunakan
adalah diet B dengan penambahan
100 kalori.


PENATALAKSANAAN
• Pentalogi Terapi DM
Primer : - Diet
- Latihan Fisik
- Penyuluhan
Sekunder : - Obat Hipoglikemik
(OAD&Insulin)
PROGNOSIS
• Prognosis baik selama terapi
adekuat pada fase I dan II, dan
selama tidak ada lain yang fatal
(sepsis, syok, septik, infark
miokard akut, trombosis dan lain-
lain).