You are on page 1of 16

Kezia Handari P.

/ 14
Rachel Fellensia / 19
Sandra Adinda/ 22
Ulil Hikmah F./ 27
Sebelum zaman Tumanurung ada 4 raja yang pernah
mengendalikan Gowa yaitu Batara Guru, saudara Batara
Guru (tidak diketahui nama aslinya), Ratu
Sapu/Marancai, dan Karaeng Katangka (tidak diketahui
nama aslinya).
Pada awalnya di daerah Gowa terdapat 9 komunitas
bercorak Hindu meliputi Tombolo, Lakiung, Parang-
Parang, Data, Agangjene, Saumata, Bissei, Sero, dan
Kalili yang disebut Bate Salapang (Sembilan Bendera).
Setelah pemerintahan Karaeng Katangka maka 9
komunitas komunitas tersebut bergabung menjadi
pemerintahan federasi yang diketuai Paccalaya melalui
cara damai maupun paksaan.
Dengan adanya dakwah Datori Bandang dan Datori
Sulaiman maka Sultan Allaudin (Raja Gowa) masuk
islam diikuti rakyatnya.


Kerajaan Gowa Tallo
lebih dikenal dengan
Kerajaan Makasar.
Terletak di Sulawesi
Selatan dengan ibu kota
Makasar yang dulu
disebut Ujung pandang

1. Tunipalangga
-Menaklukan banyak wilayah (Bajeng, Lengkese, Lamuru,
Wajo, Suppa, dll.)
-Menciptakan jabatan Tumailalang.
-Menetapkan sistem resmi ukuran berat dan pengukuran.
-Pertama kali memasang meriam di benteng besar.
-Pertama kali membuat dinding batu bata mengelilingi
Gowa dan Sombaopu.
-Penguasa pertama yang didatangi orang asing (Melayu)
-Penyusun siasat perang yang cerdas, pekerja keras,
narasumber.
-Menggabungkan
kekuatan kerajaan-
kerajaan kecil di
Indonesia Timur untuk
melawan kompeni.
-Mengadakan Perdamaian
Bongaya
-Dijiluki Ayam Jantan
dari Timur
- Kerajan Gowa Tallo
mencapai puncak
kejayaan.

Dipimpin oleh seorang Raja
- Raja yang paling dikehendaki dan memenuhi syarat adalah
golongan Karaeng Tiino yaitu ayah ibunya bangsawan dan
keturunan langsung Tumanurunga ri Tamalate (Raja I)
- Cara pelantikan raja ada 2 :
a. Nilati (dilantik) : seorang Karaeng Tiino
b. Nitogasa (ditugaskan) : bukan Karang Tiino
Pembantu Raja
1. Pabbicara Butta (Juru Bicara Tanah/Negeri)
2. Tumailalang Towa (Tu=Orang; Ilalang=Dalam; Towa=Tua)
3. Tumailalang Lolo (Tu=Orang; Ilalang=Dalam; Lolo=Muda)

Bate Salapanga (Bate=Panji/Bendera; Salapanga=9)
-Merupakan lembaga perwakilan rakyat.
-Mula-mula bernama Kasuwiang Salapanga
(Kasuwiang=Mengabdi; Salapanga=9)
-Berjumlah 9 orang.
-Pemerintah federasi
-Berwenang memilih Raja tapi tidak membuat UU
Pabbicara Butta
-Merupakan perdana menteri, mahapatih, dan mangkubumi,
wali/pemangku Raja jika putera mahkota belum cukup usia.
Tumailalang Towa
-Menyampaikan dan meneruskan perintah Raja kepada Bate
Salapanga, Distrik/Kep.Wilayah, Bate ana Karaeng, dll.
-Menjaga kesungguhan jalannya pemerintahan.
-Memimpin sidang penting.

Tumailalang Lolo
-Selalu berada di dekat Raja.
-Menerima usul-usul untuk disampaikan pada Raja.
-Bekerjasama dengan panglima pasukan untuk
membicarakan peperangan.
-Diangkat dan dipecat oleh Raja.
Anrong-guru-Lompona tumak-kajannangnganga
-Merupakan Panglima pasukan perang.
-Menumpas pemberontakan dan pengacau.
-Menjaga keamanan Raja dan keluarga.
Lomo-tumak-kajannangnganga
-Merupakan wakil/pngganti Panglima perang
Anrong-Guru-Lompona tu Bontoalaka
-Merupakan Pemimpin pasukan.
Anrong-gurunna tu bontoalaka
-Bawahan Anrong-Guru-Lompona tu Bantoalaka


Bate-Anak-Karaeng
-Merupakan Raja kecil dari Raja/bangsawan yang
berjasa dan masih berkeluarga dekat dengan Raja yang
berkuasa
-Kedudukannya lebih terhormat dari anggota Bate
Salapanga.
Sabannara/Syahbandar
-Mengurus keluar masuknya perahu di pelabuhan,
pemasukan uang pajak bea cukai, pemasukan untuk
harta kekayaan Raja sendiri.
Qadhi
-Mengurus soal agama, perwakilan, dll.
Karaeng gallarang, Anrong guru, jannang, Pabbicara,
Matowa tugasnya mengepalai pemerintahan wilayah
atau daerah.
Sejak pemerintahan Sultan Alaudin berkembang sebagai
Kerajaan Maritim dan tumbuh pesat pada masa Raja
Muhamad Said.
Ketika pemerintahan Sultan Hassanudin memperluas
wilayah dengan menguasai daerah subur dan yang
menunjang perkembangan.
Berperang dengan VOC karena menolak monopoli. VOC
mengadu domba Gowa Tallo dan daerah bagiannya yaitu
Bone
Perjanjian Bongaya :
1. VOC memperoleh hak monopoli perdagangan di Makasar

2. Belanda dapat mendirikan benteng di Makasar.
3. Makasar harus melepaskan daerah-daerah jajahannya
seperti Bone dan pulau-pulau di luar Makasar.
4. Aru Palaka diakui sebagai Raja Bone.
Ditunjang oleh :
1. Letak yang strategis
2. Memiliki pelabuhan yang baik
3. Jatuhnya Malaka ke tangan Portugis tahun 1511 yang
menyebabkan banyak pedagang-pedagang yang pindah
ke Indonesia Timur
Pusat perdagangan dan pelabuhan Internasional.
Mengembangkan pertanian karena menguasai daerah
subur bagian timur Sulawesi Selatan.
Sebagian besar masyarakat adalah nelayan dan
pedagang.
Kehidupan terikat dengan norma adat yang sakral yang
diatur berdasarkan adat agama islam disebut
Pangadakkang.
Pelapisan sosial yang terdiri atas lapisan atas
(bangsawan) disebut Anakarung/Karaeng, lapisan
masyarakat disebut To Maradeka, dan lapisan bawah
(hamba-sahaya) disebut Ata.
Masyarakat terkenal sebagai pembuat kapal, nama jenis
kapalnya adalah Pinisi yang terkenal sampai
macanegara.
Fort Rotterdam/ Benteng Ujung Pandang
-Dibangun 1545 oleh Raja ke-9 I Manrigau Daeng Bonto
Karaeng Lakiung Tumaparisi Kallona.
-Awalnya tanah liat, pada pemerintahan Raja ke-14 Sultan
Alludin diganti padas dari pegunungan Krast di Maros
-Bentuknya seperti penyu yang hendak merangkak
Masjid Katangka
-Didirikan 1605 M (Masjid tertua di Makasar).
-Mengalami beberapa kali pemugaran.
-Sulit mengidentifikasi bagian paling awal/asli.








Kompleks makan Raja Gowa Tallo
-Dipakai sejak abad XVII-XIX M.

--