You are on page 1of 14

definisi

• Distonia adalah kelainan gerakan dimana
kontraksi otot yang terus menerus
menyebabkan gerakan berputar dan berulang
atau menyebabkan sikap tubuh yang
abnormal. Gerakan tersebut tidak disadari dan
kadang menimbulkan nyeri, bisa mengenai
satu otot, sekelompok otot (misalnya otot
lengan, tungkai atau leher) atau seluruh
tubuh.
Etiologi
• Para ahli yakin bahwa distonia terjadi karena
adanya kelainan di beberapa daerah di otak
(ganglia basalis,talamus, korteks serebri),
dimana beberapa pesan untuk
memerintahkan kontraksi otot diolah.
Diduga terdapat kerusakan pada
neurotransmiter
Gejala
• kemunduran dalam menulis (setelah menulis beberapa
baris kalima),
• kram kaki dan kecenderunagn tertariknya satu kaki keatas
atau kecenderungan menyeret kaki setelah berjalan atau
berlari pada jarak tertentu.

• Leher berputar atau tertarik diluar kesadaran penderita,
terutama ketika penderita merasa lelah.

• tremor dan kesulitan berbicara atau mengeluarkan suara.


Klasifikasi
• Distonia generalisata, mengenai sebagian besar
atau seluruh tubuh
• Distonia fokal, terbatas pada bagian tubuh
tertentu
• Distonia multifokal, mengenai 2 atau lebih
bagian tubuh yang tidak berhubungan
• Distonia segmental, mengenai 2 atau lebih
bagian tubuh yang berdekatan
• Hemidistonia, melibatkan lengan dan tungkai
pada sisi tubuh yang sama, seringkali merupakan
akibat dari stroke.

Distonia torsi
• distonia generalisata yang jarang terjadi dan
bisa diturunkan, biasanya berawal pada masa
kanak-kanak dan bertambah buruk secara
progresif.
Penderita bisa mengalami cacat yang serius
dan harus duduk dalam kursi roda
Tortikolis spasmodik
• Menyerang otot-otot di leher yang
mengendalikan posisi kepala, sehingga kepala
berputar dan berpaling ke satu sisi. Selain itu,
kepala bisa tertarik ke depan atau ke belakang.
• Tortikolis bisa terjadi pada usia berapapun,
meskipun sebagian besar penderita pertama kali
mengalami gejalanya pada usia pertengahan.
• Sekitar 10-20% penderita
mengalami remisi (periode bebas gejala) spontan,
tetapi tidak berlangsung lama.
Blefarospasme
• Gejala awalnya bisa berupa hilangnya
pengendalian terhadap pengedipan mata.
Pada awalnya hanya menyerang satu mata,
tetapi akhirnya kedua mata biasanya terkena.
Kejang menyebabkan kelopak mata menutup
total sehingga terjadi kebutaan fungsional,
meskipun mata dan penglihatannya normal.

Distonia kranial
• distonia yang mengenai otot-otot kepala,
wajah dan leher.
Distonia oromandibuler
• menyerang otot-otot rahang, bibir dan lidah.
Rahang bisa terbuka atau tertutup dan
penderita mengalami kesulitan berbicara dan
menelan.

Disfonia spasmodik
• Melibatkan otot tenggorokan yang
mengendalikan proses berbicara.
Juga disebut disfonia spastik atau distonia
laringeal, yang menyebabkan kesulitan dalam
berbicara atau bernafas.
Sindroma Meige
• adalah gabungan
dari blefarospasme dan distonia
oromandibuler, kadang-kadang
dengan disfonia spasmodik.
Kram penulis
• merupakan distonia yang menyerang otot
tangan dan kadang lengan bawah bagian
depan, hanya terjadi selama tangan digunakan
untuk menulis.
Distonia dopa-responsif
• merupakan distonia yang berhasil diatasi dengan
obat-obatan.
Salah satu variannya yang penting adalah distonia
Segawa
Mulai timbul pada masa kanak-kanak atau
remaja, berupa kesulitan dalam berjalan.
Pada distonia Segawa, gejalanya turun-naik
sepanjang hari, mulai dari kemampuan gerak di
pagi hari menjadi ketidakmampuan di sore dan
malam hari, juga setelah melakukan aktivitas.