You are on page 1of 19

Nurul Ilmia

102011382
Glaukoma Akut Sudut Tertutup
Anamnesis
 Keluhan saat ini (PC, presenting complaint)
 Tentukan apakah PC bersifat akut atau bersifat kronik
 Anamnesis keluhan saat ini (HPC, history of the
presenting complaint)
 Kapan pertama kali gejala timbul?
 Terus-menerus atau hilang timbul?
 Berapa banyak serangan atau periode?
 Adakah gambaran penyerta?
 Memburuk, sama, atau membaik?
 Riwayat Keluarga (FH, family history)
 Riwayat ocular yang lalu (POH, past ocular history)
 Riwayat medis yang lalu (PMH, past medical history)
 Obat-obatan
 Riwayat sosial
Pemeriksaan Fisik Mata
 Tes ketajaman penglihatan
 Pemeriksaan lapang pandang
 Reaksi pupil
 Gerakan mata
 Kelopak mata
 Eversi Kelopak Mata Atas
 Retina
Pemeriksaan Penunjang
 Goldmann applanation tonometry
 Goniosopy
 Fundus photography
 Slit lamp
 Automated Static Perimetry

 Uji Lain pada glaukoma
1. Uji Kopi
2. Uji Minum Air
3. Uji Steroid (merupakan uji untuk glaukoma
herediter)
4. Uji variasi diurnal
5. Uji Kamar Gelap

WD
Glaukoma Akut Sudut
Tertutup
Glaukoma Primer Sudut
Tertutup
• Ada 2 dari gejala berikut: nyeri
okuler, mual/muntah, dan
riwayat dari penglihatan kabur
disertai dengan halo
• Paling tidak 3 dari tanda-tanda
berikut ini: tekanan intraokuler
>21 mmHg, injeksi
konjungtiva, edema epitelial
kornea, pupil dilatasi yang
non-reaktif, dan ruang yang
lebih dangkal akibat oklusi
• Khas: pasien biasanya di
dalam berusia tua, menderita
hiperopia, dan tidak memiliki
riwayat glaukoma
• etiologi tidak pasti
• orang yang telah memiliki
bakat bawaan glaukoma
• Gejala yang ditimbulkan
kurang lebih namun dengan
intensitas lebih ringan.

DD
Phacolytic Glaucoma Phacomorphic Glaucoma
• Glaukoma sekunder sudut
terbuka dengan tanda-tanda
dan gejala klinik glaukoma
akut, sudut bilik mata terbuka
lebar dan lensa dengan
katarak hipermatur disertai
masa seperti susu di dalam
bilik mata depan.
• Khas riwayat kehilangan
penglihatan yang lambat dapat
selama kurun bulan maupun
tahun sebelum terjadi onset
akut dari nyeri dan kemerahan
• Glaukoma sekunder sudut
tertutup yang diakibatkan oleh
katarak intumesens
• bilik mata yang dangkal pada
kedua mata sedang pada
katarak intumesen kelainan
sudut h
• Faktor predisposisi glaukoma
jenis ini ialah katarak
intumesen, katarak traumatik,
dan katarak senile yang
berkembang cepatanya pada
satu mata
Gejala Klinis
 mata merah dengan penglihatan turun mendadak
 tekanan intraokuler meningkat mendadak
 nyeri yang hebat
 melihat halo di sekitar lampu yang dilihat
 terdapat gejala gastrointestinal berupa mual dan
muntah
 kelopak mata bengkak
 kornea suram dan edem
 COA dangkal
 iris sembab meradang
 pupil melebar dengan reaksi terhadap sinar yang
lambat
 papil saraf optic hiperemis
Fisiologis
Patofisiologi
 Glaukoma sudut tertutup dengan block pupil
meliputi faktor yaitu aposisi lensa dan iris
pencembungan iris perifer dan predisposisi
anatomi mata  bagian anterior iris perifer
menyumbat trabekulum.
 Patofisiologi glaukoma sudut tertutup tanpa block
pupil terjadi melalui 2 mekanisme yaitu
mekanisme penarikan
 Anterior: iris perifer ditarik kearah depan menutup
trabekulum karena kontraksi membrane eksudat
inflamasi atau serat fibrin.
 Posterior: iris perifer mencembung kearah depan
karena lensa vitreus atau badan siliaris.

Epidemiologi
 Di AS, kira-kira 2.2 juta orang pada usia 40 tahun
dan yang lebih tua mengidap glaukoma,
sebanyak 120,000 adalah buta disebabkan
penyakit ini.
 Tiap tahun, ada lebih dari 300,000 kasus
glaukoma yang baru dan kira-kira 5400 orang
menderita kebutaan.
 Glaukoma akut (sudut tertutup) merupakan 10-
15% kasus pada orang Kaukasia. Persentase ini
lebih tinggi pada orang Asia, terutama pada
orang Burma dan Vietnam di Asia Tenggara.
 Glaukoma pada orang kulit hitam, lima belas kali
lebih menyebabkan kebutaan dibandingkan
orang kulit putih.
Etiologi
 Bilik mata anterior yang lebih dangkal,
 Lensa yang berlokasi lebih anterior,
 Axial length mata yang lebih pendek,
 Iris yang tebal,
 Muskulus dilator iris yang terlalu berkembang,
dan sudut yang sempit.
 Pada kasus ini sudut antara kornea dan iris
sangat sempit. Kadang-kadang sudut benar-
benar menutup menghambat aliran akueous
dan TIO akan meningkat dengan cepat.

Penatalaksanaan
 Obat yang menurunkan TIO dengan
meningkatkan aliran keluar
 Latanopros
 Pilokarpin
 Obat yang menurunkan TIO dengan mengurangi
sekresi aqueous
 Timolol
 Brimonidin, dan apraklonidin
 Asetazolamid

 Pada serangan akut sebaiknya tekanan  terlebih
dahulu dengan pilokarpin 2% setiap menit selama 5
menit yang disusul setiap 1 jam selama satu hari.
 Pengobatan topikal diberikan pilokarpin 2%.
Sistemik diberikan intravena karena sering disertai
mual.

Non farmakologi
 Pada glaukoma sudut tertutup, bisa digunakan
laser yttrium aluminium garnet (YAG) untuk
membuat lubang pada bagian pinggir iris.
 Mencegah pergerakan iris ke depan glaukoma
akut dan biasanya disebabkan oleh blok parsial
aliran akueous melalui pupil.
 Pembedahan lain yang dilakukan ialah iridektomi
ketika mata sudah dalam keadaan tenang.
Nasihat pada pasien glaukoma sudut sempit :
 Emosi (bingung dan takut) dapat menimbulkan
serangan akut
 Membaca dekat yang mengakibatkan miosis atau
pupil kecil akan menimbulkan serangan pada
glaukoma dengan blok pupil
 Pemakaian simpatomimetik yang melebar pupil
berbahaya
 Sudut sempit dengan hipermetropia dan bilik mata
dangkal berbahaya memakai obat antihistamin dan
antispasme.

Komplikasi
 Yang paling ditakutkan kebutaan. Oleh karena itu,
kasus ini merupakan suatu kegawatdaruratan
medis.
 Agen topikal yang digunakan untuk mengobati
glaukoma dapat memiliki efek sistemik yang
merugikan, terutama pada lansia. Efek ini dapat
berupa perburukan dari fungsi jantung,
pernapasan atau neurologis.
Prognosis
 Prognosa baik apabila glaukoma akut cepat
terdeteksi dan mendapat terapi yang sesegera
mungkin.
 Sering diagnosa dibuat pada stadium lanjut,
dimana lapangan pandang telah hilang secara
progresif, iris menjadi atrofi dan midriasis pupil
telah menetap.
 Penanganan episode akut yang terlambat
menyebabkan sinekia sudut tertutup permanen
dan bahkan menyebabkan kebutaan permanen
dalam 2-3 hari.