You are on page 1of 19

Mardiyyah Nodriati

09310156
Pembimbing :
dr. Eka Handayani, M.Ked (OG), Sp OG

KEPUTIHAN
REFERAT
DEFINISI
 Keputihan (leukorea, fluor albus) merupakan gejala
keluarnya cairan dari vagina selain darah haid.
 Sering terjadi ialah akibat infeksi bakteri, jamur, dan
parasit.

ETIOLOGI
 Infeksi Mikroorganisme Infeksi yaitu bisa bakteri,
jamur, dan parasit.
 Adanya benda asing

Keganasan/ Neoplasia

Menopouse
 Penggunaan obat – obatan.

Klasifikasi Keputihan
Keputihan
Fisiologis Patologis
Infeksi
Non
infeksi
Keputihan fisiologis
 Leukorrhea fisiologis terdapat pada keadaan sebagai berikut:


Bayi baru
lahir
Pakaian
Stress
emosional
Gangguan
kondisi tubuh
Hamil
Rangsangan
seksual
Saat ovulasi
Sebelum dan
sesudah haid
Keputihan Patologis
Leukorrhea
patologis
Non infeksi
Infeksi
EPIDEMIOLOGI
 leukorea patologis pada wanita hamil adalah vaginosis
bakterial (50%) yang kejadiannya dua kali lebih sering
dari kandidiasis vaginal
 kandidiasis vulvovaginal yang menyerang sekitar 75%
wanita selama masa reproduksi

PATOFISIOLOGIS
 Organ yang paling sensitif dan rawan pada tubuh wanita
adalah organ reproduksi dan merupakan organ yang paling
rawan dibanding organ tubuh yang lainnya. Keputihan
(Fluor albus) merupakan salah satu tanda dan gejala
penyakit organ reproduksi wanita, di daerah alat genitalia
eksternal bermuara saluran kencing dan saluran
pembuangan sisa-sisa pencernaan yang disebut anus.
Apabila tidak dibersihkan secara sempurna akan
ditemukan berbagai bakteri, jamur dan parasit, akan
menjalar ke sekitar organ genitalia. Hal ini dapat
menyebabkan infeksi dengan gejala keputihan. Selain itu
dalam hal melakukan hubungan seksual terkadang terjadi
pelecetan, dengan adanya pelecetan merupakan pintu
masuk mikroorganisme penyebab infeksi penyakit
hubungan seksual (PHS) yang kontak dengan air mani dan
mukosa
GAMBARAN KLINIS
 Keputihan yang disertai rasa gatal, ruam kulit dan
nyeri.
 Sekret vagina yang bertambah banyak
 Rasa panas saat kencing
 Sekret vagina berwarna putih dan menggumpal
 Berwarna putih kerabu-abuan atau kuning dengan
bau yang menusuk

PEMERIKSAAN PENUNJANG
Pemeriksaan darah lengkap, pemeriksaan
biokimia dan urinalisis.
Tes serologis
Kultur urin Pemeriksaan PH vagina.
Sitologi vagina Penilaian swab
Kultur sekret vagina Pulasan dengan pewarnaan gram
Radiologi Pap smear
Ultrasonografi (USG) Biopsi
Vaginoskopi Test biru metilen
Sitologi dan biopsy jaringan abnormal
DIAGNOSA
Anamnesa:
 Usia remaja
 Usia tua
 Metode kontrasepsi yang dipakai
 Kontak seksual
 Perilaku
 Sifat leukorea
 Kemungkinan hamil atau menstruasi
 Masa inkubasi

Pemeriksaan fisik dan pemeriksaan dalam
 Ciri-ciri duh tubuh di alat reproduksi wanita tersebut
yang akan disesuaikan dengan penyebabnya


Pemeriksaan laboratorium:
 Penentuan pH,
 Penilaian sediaan basah,
 Pewarnaan gram, kultur,
 Pemeriksaan serologis,
 Tes pap smea


DIAGNOSA BANDING

Ca cervix

Infeksi Chlamydia

Atropi vaginitis

Gonorrhea

PENGOBATAN
 Farmakologi
 Pengobatan keputihan tergantung dari penyebab infeksi
seperti jamur, bakteri atau parasit
 Umumnya diberikan obat-obatan untuk mengatasi
keluhan dan menghentikan proses infeksi sesuai dengan
penyebabnya

Tujuan pengobatan yaitu:
 Menghilangkan gejala
 Memberantas penyebabnya
 Mencegah terjadi infeksi ulang
 Pasangan diikutkan dalam pengobatan


 Keputihan fisiologis : Tidak ada pengobatan khusus,
penderita diberi penerangan untuk menghilangkan
kecemasannya.
 Keputihan Patologis : Tergantung penyebabnya.

 Non Farmakologi
 Memakai alat pelindung
 Pemakaian obat atau cara profilaksis
 Pemeriksaan dini

KOMPLIKASI

Infertilitas

Toxic shock syndrome

Polip servikalis
 kelahiran prematur

PROGNOSIS
 Akibat keputihan ini sangat fatal bila lambat ditangani
 Vaginosis bakterial 70 – 80%,
 Kandidiasis 80 – 95%,
 Trikomoniasis 95%.

KESIMPULAN
 Keputihan merupakan kesehatan reproduksi yang
sering terjadi pada remaja sedang mengalami pubertas
dan suatu masalah yang berhubungan dengan organ
seksual wanita.
 Keputihan adalah pengeluaran cairan dari alat
genitalia yang tidak berupa darah. Secara etiologi
keputihan sampai sekarang masih sangat bervariasi
sehingga disebutkan multifaktorial.

 Penelitian tentang kesehatan reproduksi
menunjukkan bahwa 75% wanita di dunia pasti
mengalami keputihan paling tidak sekali seumur
hidup dan 45% diantaranya dapat mengalami
keputihan sebanyak 2 kali atau lebih.
6
Di Indonesia
sendiri sekitar 75% wanita pernah mengalami
keputihan. Dan sekitar 70% remaja putri di Indonesia
mengalami masalah keputihan.