You are on page 1of 38

Mekanisme Pelaksanaan

Kajian Lingkungan Hidup Strategis



Batam 27 – 28 Agustus 2014

1
Kementerian Lingkungan Hidup
Rekomendasi perbaikan untuk pengambilan keputusan
kebijakan, rencana dan/atau program yang
mengintegrasikan prinsip pembangunan berkelanjutan
Perumusan alternatif penyempurnaan kebijakan, rencana
dan/atau program
Pengkajian pengaruh kebijakan, rencana dan/atau
program terhadap kondisi lingkungan hidup di suatu
wilayah
Identifikasi masyarakat & pemangku
kepentingan lainnya
Identifikasi isu-isu PB yg relevan &
signifikan di wilayah perencanaan

Telaah pengaruh kebijakan, rencana
dan/atau program terhadap kondisi
lingkungan hidup di suatu wilayah
Identifikasi muatan kebijakan, rencana
dan/atau program yg berpotensi
menimbulkan pengaruh thd isu-isu PB
Mekanisme dan Proses
Pelaksanaan KLHS
Pelingkupan
(scoping)
Kondisi
Lingkungan
Hidup
Wilayah
(base line
data)
UU 32/2009, PermenLH
09/2011
Perancangan
3
Perancangan
Proses
• Merancang agar prinsip pembangunan berkelanjutan menjadi dasar dan
terintegrasi dalam KRP
Pengkajian
Pengaruh KRP
• identifikasi dan perumusan isu strategis pembangunan berkelanjutan
• identifikasi materi muatan KRP yang berpotensi menimbulkan dampak
dan/atau risiko terhadap kondisi lingkungan hidup;
• telaahan pengaruh KRP terhadap kondisi lingkungan hidup.
perumusan alternatif muatan
KRP yang berpotensi
menimbulkan dampak
dan/atau risiko LH




• dibuat secara tertulis dan disertai penjelasan pertimbangan dari
masing-masing alternatif
Mekanisme Pelaksanaan KLHS
Perancangan Proses KLHS /Pemahaman Konteks
KRP/ Integrasi KLHS dalam KRP

• Agar proses KLHS dapat berjalan efektif, maka proses
KLHS perlu dirancang dengan baik dan jelas;
• Sangat penting untuk memahami proses
penyusunan/evaluasi KRP, agar kita dapat mengintegrasikan
KLHS dengan proses dan prosedur penyusunan KRP;
• Pengintegrasian ini meliputi:
1) Integrasi proses/prosedural;
2) Integrasi substansial/logika.

4
Perancangan KLHS
Hal-hal yang diperhatikan dalam perancangan KLHS:
• Kejelasan maksud dan tujuan KLHS
• Mekanisme pelaksanaan KLHS direncanakan dan
dirancang sesuai dengan KRP
• Proses perencanaan KRP dipertimbangkan dalam
merancang proses KLHS
• KLHS dilakukan sebagai bagian integral dari proses
penyusunan KRP
• Jika pelaksanaan proses KLHS sebagai bagian
integral dari proses penyusunan KRP tidak terjadi,
maka perlu kejelasan interaksi antara proses
penyusunan KRP dan KLHS
5
proses untuk menetapkan acuan
penelaahan pengaruh KRP terhadap
kondisi lingkungan hidup
Pengkajian Pengaruh KRP terhadap kondisi lingkungan hidup di suatu wilayah
6
dilakukan dengan menghimpun
masukan dari masyarakat dan pemangku
kepentingan yang didasarkan pada
data, pendapat pakar dan/atau
analisis ilmiah
Hasil identifikasi isu strategis pembangunan berkelanjutan
meliputi:
• penurunan atau terlampauinya kapasitas daya dukung dan
daya tampung lingkungan hidup untuk pembangunan;
• penurunan kinerja layanan jasa ekosistem;
• peningkatan intensitas dan cakupan wilayah bencana banjir,
longsor, kekeringan, atau kebakaran hutan dan lahan;
• penurunan mutu dan ketersediaan sumber daya alam;
• penurunan ketahanan dan potensi keanekaragaman hayati;
• peningkatan kerentanan dan kapasitas adaptasi terhadap
perubahan iklim;
• peningkatan jumlah penduduk miskin atau penurunan
penghidupan sekelompok masyarakat;
• peningkatan risiko terhadap kesehatan dan keselamatan
masyarakat; dan/atau
• isu strategis pembangunan berkelanjutan lainnya.
Hasil identifikasi isu strategis
pembangunan berkelanjutan
dirumuskan secara terfokus menurut
prioritas para pemangku kepentingan
dengan mempertimbangkan unsur-
unsur:
• karakteristik wilayah;
• tingkat pentingnya potensi
dampak;
• keterkaitan antar isu strategis
pembangunan berkelanjutan;
• keterkaitan dengan materi muatan
KRP; dan
• unsur-unsur lainnya sesuai dengan
perkembangan ilmu pengetahuan.
Identifikasi dan perumusan isu strategis pembangunan berkelanjutan
Pengkajian Pengaruh KRP terhadap kondisi lingkungan hidup di suatu wilayah
Identifikasi dan perumusan isu strategis pembangunan berkelanjutan
Tujuan
 Dipakai sebagai referensi ketika
menelaah KRP
 Penetapan isu-isu pembangunan
berkelanjutan yang meliputi
aspek sosial, ekonomi dan
lingkungan hidup atau
keterkaitan antar ketiga aspek
tersebut
 Penentuan fokus kajian sebagai
bagian pengarusutamaan
kepentingan lingkungan hidup
dalam pembangunan
berkelanjutan
 Membantu penentuan capaian
tujuan pembangunan
berkelanjutan

Isu strategis harus dinyatakan secara
eksplisit, sehingga karakteristiknya jelas
Isu strategis dinyatakan secara lengkap
beserta atributnya, seperti besaran,
lokasi, luasan, durasi, intensitas,
frekuensi, dan lainnya
Isu strategis dapat dikelompokkan
menjadi isu bersama (yang diketahui dan
dirasakan secara umum) dan isu spesifik
(isu penting yang belum tentu diketahui
publik secara umum).
Tips:
1) Identifikasikan isu-isu PB yang strategis dan selektif;
2) Gunakan data kondisi lingkungan hidup wilayah (baseline data – termasuk data yang lampau, saat ini dan
proyeksi yang akan datang, bila diperlukan);
3) Pilih isu yang strategis dan mempertimbangkan masukan masyarakat dan pemangku kepentingan lainnya

Kelompok Isu Strategis
(dikaitkan dgn Ps 16 UU32/2009 &
penjelasan Ps 15 ay 2 huruf b yang
relevan)
Penjelasan Singkat/Logis
(uraian tentang penyebab, intensitas, sebaran dampak, dsb)
Ketersediaan air bersih Keterbatasan sumberdaya air dan pasokannya,
Penurunan debit mata air atau sungai,
Kualitas air dari sumber dan alirannya,
Prosentase jangkauan pasokan air bersih,
Kebocoran distribusi yang tinggi
Banjir dan genangan Peningkatan jumlah lokasi terlanda banjir dan tergenang,
Peningkatan lama genangan,
Peningkatan tinggi genangan,
Peningkatan luas lahan terbangun,
Hilangnya waduk dan situ,
Peningkatan kejadian banjir dan genangan
Dsb
8
Contoh Isu Strategis Lingkungan Hidup

untuk menentukan
materi muatan KRP
yang perlu ditelaah
pengaruhnya terhadap
kondisi lingkungan
hidup.

9
dilakukan melalui
penelaahan terhadap
keseluruhan materi
muatan KRP atau
indikasi materi muatan
KRP yang masih
berada dalam tahap
rancangan awal
Identifikasi materi muatan KRP yang berpotensi menimbulkan dampak dan/atau risiko
terhadap kondisi lingkungan hidup
Identifikasi materi
muatan KRP
mempertimbangkan
isu strategis
pembangunan
berkelanjutan.
Pengkajian Pengaruh KRP terhadap kondisi lingkungan hidup di suatu wilayah
Tips:Pahami tujuan dan fokus KRP
1) Pahami muatan KRP - Untuk RPJP/RPJM dan RTRW, cakupan materinya umumnya
lebih jelas, sementara untuk KRP lain tidak ada standarnya;
2) Cermati muatan KRP yang memiliki potensi dampak dan risiko lingkungan.

Catatan: Dalam banyak kasus substansi/materi KRP begitu banyak dan tentunya tidak perlu
ditelaah semuanya tergantung pada potensi dampak dan risiko lingkungan
10
Tujuan
Agar dapat lebih fokus, menelaah substansi KRP yang benar-benar
mempunyai kemungkinan dampak signifikan terhadap pembangunan
berkelanjutan
Identifikasi materi muatan KRP yang berpotensi menimbulkan dampak dan/atau risiko
terhadap kondisi lingkungan hidup
Pengkajian Pengaruh KRP terhadap kondisi lingkungan hidup di suatu wilayah
 Tujuan identifikasi KRP dalam konteks penyusunan KRP:
mengetahui & menentukan muatan dan substansi rancangan kebijakan, rencana, dan/atau program
yang perlu ditelaah pengaruhnya terhadap lingkungan hidup dan diberi muatan pertimbangan aspek
pembangunan berkelanjutan.
 Tujuan identifikasi KRP dalam konteks evaluasi KRP:
mengevaluasi muatan dan substansi kebijakan, rencana, dan/atau program yang telah
diimplementasikan yang memberikan pengaruh terhadap lingkungan hidup.
Adakah muatan RTRW yang berpotensi
menyebabkan kejadian seperti banjir,
longsor dan kekeringan ?
Apakah muatan RTRW yang berpotensi
menyebabkan terjadinya kerusakan dan
pencemaran lingkungan ?
Adakah muatan RTRW yang berpotensi
menyebabkan sulitnya dipenuhi
kebutuhan masyarakat akan sumber daya
alam yang mendasar seperti bahan
pangan dan air bersih ?
Adakah muatan RTRW yang berpotensi
menyebabkan gangguan terhadap
ekosistem yang berfungsi lindung ?
Adakah muatan RTRW yang berpotensi
menyebabkan terjadinya gangguan
terhadap kehidupan makhluk hidup lain
dan keseimbangannya dengan kehidupan
manusia ?
Contoh identifikasi muatan RTRW yang relevan dengan isu strategis
(tergantung kepada isu strategisnya), antara lain:
Bagian muatan
RTRW yang
mana yang
relevan dengan
isu strategis
tersebut ?
Menjadi bahan
masukan untuk
telaahan
pengaruh RTRW
Terkait dengan daya dukung dan daya tampung
lingkungan hidup, kinerja layanan /jasa
ekosistem, potensi kenekaragaman hayati,
penurunan mutu dan kelimpahan sumber daya
alam dll (Pasal 16 dan Penjelasan Pasal 15 UU
32/2009)
dilakukan untuk
mengetahui potensi
pengaruh KRP
terhadap kondisi
lingkungan hidup
12
Telaahan pengaruh KRP
didasarkan pada keterkaitan
antara:
• hasil perumusan isu
strategis pembangunan
berkelanjutan;
• hasil identifikasi
materi muatan KRP yang
berpotensi menimbulkan
dampak negatif terhadap
kondisi lingkungan hidup
Telaahan pengaruh KRP terhadap kondisi lingkungan hidup
Hasil telaah
pengaruh KRP
menjadi dasar
perumusan
alternatif
penyempurnaan
KRP
Pengkajian Pengaruh KRP terhadap kondisi lingkungan hidup di suatu wilayah
13
Telaahan pengaruh KRP terhadap kondisi lingkungan hidup
Pengkajian Pengaruh KRP terhadap kondisi lingkungan hidup di suatu wilayah
1
• kapasitas daya dukung dan daya tampung lingkungan hidup;
2
• perkiraan mengenai dampak dan risiko lingkungan hidup;
3
• kinerja layanan/jasa ekosistem;
4
• tingkat efisiensi pemanfaatan sumber daya alam;
5
• tingkat kerentanan dan kapasitas adaptasi terhadap perubahan iklim;
6
• tingkat ketahanan dan potensi keanekaragaman hayati.
14
Telaahan pengaruh KRP terhadap kondisi lingkungan hidup
Pengkajian Pengaruh KRP terhadap kondisi lingkungan hidup di suatu wilayah
a
• fokus telaahan berdasarkan kekhususan jenis dan
tema KRP;
b
• tingkat kemajuan penyusunan KRP yang masih
berupa rancangan;
c
• relevansi dan kedetilan informasi yang dibutuhkan
untuk menelaah setiap isu strategis yang telah
dirumuskan;
d
• relevansi dan kedetilan informasi yang diharapkan
untuk memberikan masukan penyempurnaan
kepada KRP;
e
• ketersediaan data serta kesesuaian teknik
penelaahan


Lingkup,
metoda dan
kedalaman
telaahan
pengaruh KRP
terhadap
kondisi
lingkungan
hidup
ditentukan
oleh :


Aspek Kajian Contoh Analisis
1. Kapasitas daya dukung
dan daya tampung
lingkungan hidup untuk
pembangunan
Daya Dukung
 Ketersediaan lahan mendukung perkembangan
kebutuhan lahan di perkotaan
 Kemampuan sumber daya air menyediakan air untuk
kebutuhan air bersih perkotaan, dlsb
 Biocapacity vs ecological footprint
Daya Tampung
 Kemampuan media air mengasimilasi beban pencemar
 Kemampuan fasilitas pembuangan sampah menampung
produksi sampah domestik dan komersial di perkotaan,
dlsb
2. Perkiraan mengenai
dampak dan resiko
lingkungan hidup
 Perubahan mendasar terhadap komponen fisik
lingkungan hidup seperti tanah, air, dan udara, disamping
komponen biologi (flora & fauna), dan sosial ekonomi,
budaya, kelembagaan
 Analisis risiko perubahan secara mendasar komponen
lingkungan dari suatu kegiatan pembangunan
Analisis setiap aspek kajian (Ps 16 UUPPLH No 32/2009)
sebagai pertimbangan pengkajian pengaruh KRP
15
Aspek Kajian Contoh Analisis
3. Kinerja layanan/jasa
ekosistem
 Analisis layanan jasa/produk yang didapat dari ekosistem,
seperti sumberdaya genetika, makanan, air, dsb.
 Analisis layanan dari manfaat yang didapat dari
pengaturan ekosistem, seperti atauran tentang
pengendalian banjir, erosi, dampak perubahan iklim, dsb.
 Analisis layanan dari manfaat yang tidak bersifat
material/terukur dari ekosistem seperti pengkayaan spirit,
tradisi, pengalaman batin, nilai-nilai estetika dan
pengetahuan
 Analisis layanan pendukung kehidupan dari jasa
ekosistem yang diperlukan manusia seperti produksi
biomasa, oksigen, nutrisi, air dsb.
4. Efisiensi pemanfaatan
suberdaya alam
 Analisis neraca pemanfaatan sumberdaya dengan
memperhatikan potensi stock/ cadangan sumberdaya
alam
 Analisis nilai manfaat sumberdaya alam melalui valuasi
ekonomi
16
Aspek Kajian Contoh Analisis
5. Tingkat kerentanan dan
kapasitas adaptasi terhadap
perubahan iklim
Analisis dampak perubahan perubahan iklim yang semakin
memburuk terhadap sumberdaya alam dan kemampuan
untuk menyesuaikannya, misal penurunan produksi
komoditi pertanian dan kemampuan petani (kalender
tanam) beradaptasi perubahan musim hujan dan kemarau
6. Tingkat ketahanan dan
potensi keanekaragaman
hayati
Analisis kecenderungan perubahan potensi
keanekaragaman hayati, misal pengukuran indeks
keanekaragaman hayati, tingkat kepunahan, kemerosotan
dan kerusakan keanekaragaman hayati
17
Perumusan Alternatif Penyempurnaan KRP
18
Tujuan perumusan alternatif penyempurnaan KRP adalah untuk
mengembangkan berbagai alternatif perbaikan muatan KRP dan
menjamin pembangunan berkelanjutan.
Rumusan alternatif muatan KRP merupakan alternatif terpilih
yang telah diintegrasikan ke dalam KRP.

Alternatif muatan KRP perlu dikuatkan dengan
pertimbangan keterkaitan, keseimbangan dan keadilan
dari aspek-aspek pembangunan berkelanjutan.
Bentuk Alternatif Penyempurnaan
• perubahan tujuan atau target-target KRP yang ada;
• perubahan strategi pencapaian target KRP;
• perubahan atau penyesuaian ukuran, skala, dan lokasi KRP yang lebih
memenuhi pertimbangan pembangunan berkelanjutan;
• proses, metode, perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang lebih
memenuhi pertimbangan pembangunan berkelanjutan;
• penundaan, perbaikan urutan, atau mengubah prioritas pelaksanaan KRP;
• pemberian arahan atau rambu-rambu untuk mempertahankan atau
meningkatkan fungsi ekosistem; dan/atau
• pemberian arahan atau rambu-rambu mitigasi yang diperkirakan akan
berdampak pada lingkungan hidup.

19
Contoh Rangkuman Alternatif Penyempurnaan KRP

20
KRP
Pengaruh
terhadap
Lingkungan Hidup
Alternatif Penyempurnaan
/Perbaikan KRP
Perbaikan
Rumusan
Kebijakan
Perbaikan Muatan
Rencana
Perbaikan Materi
Program
Misalnya:
Rencana
jalan TOL
Mengurangi jasa
ekosistem:
Penyediaan/
produksi pangan
Misalnya:
Peningkatan
dan
pemanfaatan
jalur kereta api
Misalnya:
Dialihkan pada
wilayah yang tidak
terdapat sawah
atau pertanian
produktif
Misalnya:
Ditunda
Pelaksana-annya
Penjaminan Kualitas KLHS
Penjaminan Kualitas KLHS
• Pembuat KRP wajib melakukan penjaminan
kualitas KLHS melalui penilaian mandiri
• Penjaminan kualitas KLHS dilakukan untuk
memastikan bahwa proses KLHS sudah
dilaksanakan sesuai mekanisme

Penjaminan kualitas KLHS mencakup:
a. pelaksanaan proses KLHS; dan
b. penggunaan metode KLHS
Pendokumentasian KLHS
• Susunan umum penulisan Dokumen KLHS mencakup :
a) Gambaran relevansi KRP sehingga perlu KLHS
b) Gambaran proses pelaksanaan KLHS dan partisipasi masyarakat
c) Gambaran pengintegrasian hasil KLHS ke dalam KRP


• Dokumen KLHS menjadi informasi pendukung bagi sistem evaluasi dan
pengendalian & akuntabilitas kinerja serta menjadi salah satu acuan
dalam pemeriksaan kinerja
Dokumen KLHS memuat proses, substansi dan pengintegrasian KLHS ke
dalam KRP, antara lain:
• hasil identifikasi dan perumusan isu strategis pembangunan
berkelanjutan;
• hasil identifikasi muatan KRP yang berpotensi berpengaruh negatif
terhadap kondisi lingkungan hidup;
• telaahan pengaruh KRP terhadap kondisi lingkungan hidup;
• rumusan alternatif penyempurnaan KRP;
• laporan pengintegrasian hasil KLHS pada KRP;
• proses keterlibatan masyarakat dan pemangku kepentingan;
• rangkaian urutan tahapan pelaksanaan KLHS yang dikerjakan;
• laporan pembahasan dan kesimpulan dari setiap tahapan pelaksanaan
KLHS; dan
• laporan hasil penjaminan kualitas KLHS

23
Pendokumentasian KLHS
24
Pendokumentasian KLHS
Susunan penulisan dokumen KLHS, terdiri dari:
• Pendahuluan yang menjelaskan latar belakang, tujuan dan
sasaran;
• Gambaran Profil Wilayah Kajian dan Konteks Rancangan KRP
yang akan dikaji;
• Metoda, Kerangka Kerja dan Dokumentasi Hasil KLHS yang
mencakup tahap persiapan, pelingkupan, identifikasi dan analisis,
pengkajian, perumusan dan rekomendasi;
• Hasil yang Direkomendasikan dan Pengintegrasiannya ke dalam
Muatan KRP; dan
• Lampiran rekaman proses pelaksanaan KLHS yang menjelaskan
apakah rangkapan pekerjaan telah dilaksanakan sesuai prosedur
yang berlaku.
Tujuan rekomendasi adalah mengusulkan perbaikan
muatan KRP berdasarkan hasil perumusan alternatif
penyempurnaan KRP.

Rekomendasi perbaikan rancangan KRP ini dapat berupa:
 perbaikan rumusan kebijakan;
 perbaikan muatan rencana;
 perbaikan materi program.

25

REKOMENDASI PERBAIKAN KRP
DAN PENGINTEGRASIAN HASIL KLHS

26
Rekomendasi Perbaikan KRP dan Pengintegrasian Hasil KLHS
1. Rekomendasi perbaikan atau penyempurnaan KRP berdasarkan
alternatif penyempurnaan KRP (dan/atau termasuk
mitigasinya) pada tahap sebelumnya
2. Rekomendasi merupakan pilihan yang bersifat saling
menguntungkan di antara berbagai kepentingan dalam lingkup
memperbaiki rumusan, muatan, dan materi KRP
3. Rekomendasi memberikan manfaat yang lebih luas bagi
keberlanjutan pembangunan
4. Rekomendasi sesuai dengan urgensi, konteks dan situasi KRP
5. Rekomendasi mengusulkan alternatif dan mitigasi yang
rasional dan dapat dilaksanakan dalam batasan sumber daya
yang ada

Urgensi Rekomendasi
1. Rekomendasi yang baik dan diterima menjadi tolok
ukur efektifitas/keberhasilan KLHS (instrumen untuk
perbaikan KRP);

2. Rekomendasi menjadi semacam ‘muara’ proses KLHS
yang sistematis dan partisipatif;

3. Rekomendasi jangan hanya menjadi ‘macan kertas’ –
harus diterima oleh pengambil keputusan;

4. Dalam kasus KLHS yang dilakukan ‘bersamaan’
dengan proses perumusan KRP, maka rekomendasi
bersifat ‘iteratif’ dengan proses perumusan KRPnya.

27
PENYUSUNAN REKOMENDASI
• Rekomendasi diangkat dari alternatif penyempurnaan
KRP terpilih dari sudut pandang/aspek nilai:











• Substansi rekomendasi perbaikan diwujudkan dalam
rumusan/bunyi peraturan (Perda atau peraturan kepala
daerah)
28
Aspek Nilai Alternatif-1 Alternatif-2
Alternatif yg
direkomendasikan
• Keterkaitan
(antar-sektor/wil.)
  
• Keseimbangan
(antara sosial,
ekonomi & LH)
• Keadilan (akses
masy. thd SDA)
Kiat Dalam Perumusan Rekomendasi
1. Rekomendasi yang disampaikan memberikan manfaat
yang lebih luas bagi keberlanjutan pembangunan
2. Rekomendasi yang disampaikan sesuai dengan
urgensi, konteks dan situasi kebijakan, rencana
dan/atau program diusulkan
3. Alternatif yang direkomendasikan rasional dan
dapat dilaksanakan dengan ketersediaan sumber
daya yang ada; dan
4. Rekomendasi disampaikan secara jelas kepada
pengambil keputusan
5. Perlu ketrampilan komunikasi dan persuasi yang
efektif.

29
Ringkasan Perumusan Perbaikan KRP
Komponen KRP
yang prioritas
untuk diperbaiki
Isu strategis
yang prioritas
Mitigasi yang
diperlukan
Alternatif
penyempurnaan KRP
Rekomendasi
(1) (2) (3) (4) (5)
A
Pembangunan
jalan tol
Kecukupan air
Keanekaragam
an hayati
Alih fungsi
lahan produktif
Jalur jalan tol
diupayakan tidak
memanfaatkan area
resapan air, lahan
produktif atau
sawah beririgasi
teknis dan kawasan
konservasi atau
kawasan lin-dung.
1. Pengalihan jalur jalan
tol
2. Tidak menempatkan
pintu keluar/ masuk
jalan tol di dekat area
konservasi
Pengalihan jalur
jalan tol serta
tidak
menempatkan
pintu keluar/
masuk jalan tol di
dekat area konser-
vasi
B
(contoh
komponen lain)
...dst
30
Mekanisme pelibatan masyarakat dan pemangku kepentingan lainnya dapat
dilakukan melalui publikasi, dialog, diskusi atau konsultasi publik dll.

Tips:
1) Representatif;
2) Selektif – sesuai konteks KRPnya;
3) Proses komunikasinya lancar, terbuka, dan demokratis;
4) Perlu moderator yang efektif;
5) Didokumentasikan dengan baik

31
T
U
J
U
A
N
1. Menentukan secara tepat pihak-pihak yang akan dilibatkan dalam
pelaksanaan KLHS
2. Menjamin diterapkannya azas partisipasi
3. Menjamin bahwa hasil perencanaan dan evaluasi KRP memperoleh
legitimasi atau penerimaan oleh publik
4. Agar masyarakat dan pemangku kepentingan mendapatkan akses untuk
menyampaikan informasi, saran, pendapat, dan pertimbangan tentang
pembangunan berkelanjutan melalui proses KLHS
Keterlibatan Masyarakat
• Keterlibatan Masyarakat dilakukan melalui partisipasi dan peran
masyarakat.
• Pada dasarnya untuk menjamin hak-hak masyarakat berpartisipasi dalam
proses KLHS
Proses identifikasi masyarakat/pemangku kepentingan dalam KLHS
Integrasi KLHS dan KRP
1. KLHS harus diintegrasikan dengan KRP, karena KLHS
merupakan instrumen/sarana untuk perbaikan KRP;

2. Tidak ada KLHS yang berdiri sendiri (gentayangan);

3. Integrasi KLHS dan KRP dilakukan baik dari sisi
‘proses’ ‘dokumen’ dan ‘substansi.’

4. Integrasi harus tetap bersifat kritis (critical engagement)
33
Proses dan Prosedur RPJM Provinsi/Kabupaten/Kota
34
Kondisi Eksisting dan Kecenderungan
Evaluasi kondisi eksisting dan kecenderungan 5
tahun terakhir
Kinerja pembangunan 5 tahun terakhir
Isu strategis pembangunan 5 tahun yang akan datang
Rencana Pembangunan Jangka Menengah
Visi antara (5 tahun)
Misi antara (5 tahun)
Strategi pembangunan (elaborasi misi jangka
menengah)
- Kebijakan pembangunan
- Indikator kinerja program (kuantitatif dan/atau
kualitatif untuk 5 tahun)
Kebijakan keuangan dan pembiayaan pembangunan
- Makro ekonomi (PDRB dan target
pertumbuhan ekonomi)
- Struktur perekonomian
- Investasi
- Perspektif pendapatan prov/kab/kota
- Pola distribusi pendapatan
- Pengelolaan anggaran pembiayaan
Program dan pembiayaan program pembangunan

RPJP pada level tinggi
RTRW Prov/Kab/Kota
Visi Misi
Gubernur/Bupati/Walikot
a terpilih
Legal Drafting
Biro Hukum
Pemda
Prov/Kab/Kota
Alternatif 1
Evaluasi dan penetapan
melalui keputusan
Gubernur/Bupati/Walikota
Alternatif 2
Evaluasi dan persetujuan
melalui perda
Provinsi/Kabupaten/Kota
DPRD
Provinsi/Kabupaten/Kota
Evaluasi dan Persetujuan
Kementerian Dalam Negeri
Keputusan
Gubernur/Bupati/Walikota
Perda RPJM Daerah
Provinsi/Kabupaten/Kota
NASKAH AKADEMIK
Proses dan Prosedur RPJM Provinsi/Kabupaten/Kota
35
Kondisi Eksisting dan Kecenderungan
Evaluasi kondisi eksisting dan kecenderungan 5
tahun terakhir
Kinerja pembangunan 5 tahun terakhir
Isu strategis pembangunan 5 tahun yang akan datang
Rencana Pembangunan Jangka Menengah
Visi antara (5 tahun)
Misi antara (5 tahun)
Strategi pembangunan (elaborasi misi jangka
menengah)
- Kebijakan pembangunan
- Indikator kinerja program (kuantitatif dan/atau
kualitatif untuk 5 tahun)
Kebijakan keuangan dan pembiayaan pembangunan
- Makro ekonomi (PDRB dan target
pertumbuhan ekonomi)
- Struktur perekonomian
- Investasi
- Perspektif pendapatan prov/kab/kota
- Pola distribusi pendapatan
- Pengelolaan anggaran pembiayaan
Program dan pembiayaan program pembangunan

RPJP pada level tinggi
RTRW Prov/Kab/Kota
Visi Misi
Gubernur/Bupati/Walikot
a terpilih
Legal Drafting
Biro Hukum
Pemda
Prov/Kab/Kota
Alternatif 1
Evaluasi dan penetapan
melalui keputusan
Gubernur/Bupati/Walikota
Alternatif 2
Evaluasi dan persetujuan
melalui perda
Provinsi/Kabupaten/Kota
DPRD
Provinsi/Kabupaten/Kota
Evaluasi dan Persetujuan
Kementerian Dalam Negeri
Keputusan
Gubernur/Bupati/Walikota
Perda RPJM Daerah
Provinsi/Kabupaten/Kota
NASKAH AKADEMIK
KLHS
 Kondisi Lingkungan hidup dan kecenderungan 5
tahun terakhir
 Isu strategis lingkungan hidup dan pembangunan
pembangunan berkelanjutan
- pelampauan daya dukung daya tampung
- penurunan kinerja dan kuaitas jasa ekologis
- inefisiensi pemanfaatan SDA
- penurunan keanekaragaman hayati
- dampak dan risiko lingkungan hidup negative
- kerentanan terhadap perubahan iklim
 Pengaruh kumulatif program dan kegiatan utama

ALTERNATIF PROGRAM DAN KEGIATAN
 Alternatif scenario pertumbuhan ekonomi dan
penduduk
 Alternatif program dan kegiatan utama
 Alternatif tahapan pembangunan
 Pengaturan lebih rinci dalam rencana kerja
tahunan
Pengintegrasian KLHS dalam
Perencanaan RPJP
36
KLHS: PENGKAJIAN PENGARUH
 Kondisi lingkungan hidup dan kecenderungannya
 Isu strategis lingkungan hidup dan pembangunan
berkelanjutan
 Muatan yg berpotensi menimbulkan pengaruh thd isu
pembangunan berkelanjutan
 Telaahan pengaruh rencana thd lingkungan
KLHS: ALTERNATIF
 Misi pembangunan jangka panjang
 Strategi pembangunan
 Prioritas pembangunan

KLHS: REKOMENDASI
• Prioritas pembangunan
PENGUMPULAN DATA & INFORMASI
Gambaran fisik, lingkungan, sumber daya alam,
ekonomi, dan sosial wilayah dan isu perencanaan
tata ruang
37
Pengintegrasian KLHS dalam Penyusunan
Rencana Tata Ruang
KONDISI WILAYAH DAN KECENDERUNGAN
 Wilayah administratif
 Geologi, hidrogeologi, dan bencana geologi
 Hidrologi, sumber daya air, banjir dan genangan
 Sumber daya alam, lingkungan, dan hayati
 Demografi dan kecenderungannya
 Sosial dan budaya
 Ekonomi dan keuangan
 Tingkat kesejahteraan
 Prasarana dan sarana dasar
 Penggunaan lahan
 Konservasi dan kawasan lindung
ANALISIS KECENDERUNGAN DAN PREDIKSI
 Daya dukung dan daya tampung lingkungan
 Keterkaitan antar wilayah
 Keterkaitan intra wilayah
KEBIJAKAN TERKAIT
 RPJP Nasional, Provinsi, Kabupaten/Kota
 RTRW Nasional, Provinsi (berbatasan),
Kabupaten/Kota (dalam Provinsi dan berbatasan)
 Kebijakan Sektoral
SKENARIO DAN KONSEP RENCANA TATA RUANG
RENCANA TATA RUANG
 Tujuan, kebijakan, dan strategi tata runag
 (Arahan) rencana struktur ruang : sistem pusat dan
hirarki infrastruktur
 (Arahan) rencana pola ruang : kawasan lindung dan
budidaya
 Rencana kawasan strategis
 Arahan pemanfaatan ruang
 Arahan pengendalian pemanfaatan ruang
 Kelembagaan dan pengembangan kapasitas
 Pembiayaan pembangunan
Pelibatan peran
masyarakat dan
pemangku kepentingan
(PP No. 68/2010)
Pelibatan peran
masyarakat dan
pemangku kepentingan
(PP No. 68/2010)
PERSIAPAN
 Penganggaran penyusunan RTRW
 Kajian awal
 Perumusan metodologi
 Rencana kerja dan pembentukan tim
Pelibatan peran
masyaratakat
(PP No. 68/2010)
KLHS : ISU STRATEGIS
 Kondisi lingkungan hidup dan kecenderungannya
 Isu strategis lingkungan hidup dan pembangunan
berkelanjutan, terutama terkait perubahan iklim ,
peningkatan GRK, kenaikan muka laut, intensitas dan
frekuensi extreem events; peningkatan intensitas dan
cakupan wilayah bencana banjir, longsor, kekeringan, atau
kebakaran hutan dan lahan; kerusakan, kemerosotan,
kepunahan, atau perubahan signifikan terhadap ekosistem
penyangga keanekaragaman hayati; berkurangnya kawasan
berfungsi lindung; gangguan terhadap ketahanan pangan;
penurunan mutu dan kelimpahan sumberdaya alam;
peningkatan alih fungsi kawasan hutan dan/atau lahan;
peningkatan jumlah penduduk miskin atau penurunan
kesejahteraan masyarakat
KLHS : ANALISIS DAN SINTESIS
- Pelampauan daya dukung dan daya tampung lingkungan
- Dampak dan risiko negatif terhadap lingkungan
- Penurunan kinerja layanan dan jasa ekosistem
- Inefisiensi pemanfaatan sumber daya alam
- Kerentanan kapasitas adaptasi terhadap perubahan iklim
- Penurunan ketahanan keanekaragaman hayati
KLHS : PENGARUH RENCANA TERHADAP LINGKUNGAN
 Skenario perkembangan dan pertumbuhan terhadap daya dukung
lingkungan hidup
 Skenario perkembangan terhadap kerentanan keanekaragaman hayati
 Skenario perkembangan terhadap kinerja dan kualitas jasa ekologis
 Kapasitas adaptasi terhadap bencana letusan gunung dan dampak
ikutannya
 Pengaruh kumulatif dalam konstelasi wilayah sekitarnya dan yang lebih
luas

KLHS : ALTERNATIF DAN EVALUASI RENCANA
 Skenario pertumbuhan ekonomi dan penduduk
 Pusat kegiatan dan intensitasnya
 Sistem dan jaringan transportasi
 Penggunaan lahan
 Alternatif fasilitas dan utilitas dan sumbernya
 Alternatif program pembangunan dan kewilayahan
 Alternatif tahapan pembangunan
38
Pengintegrasian KLHS dalam Peninjauan Kembali RTRW
Naskah Akademik Dan Rancangan Perda
Perda RTRW provinsi/kabupaten/kota
Implementasi program dan kegiatan pembangunan
PENINJAUAN KEMBALI RTRW :
Pengkajian, Evaluasi, Penilaian, dan Rekomendasi
Perbaikan perda dan
penertiban terhadap
pelanggarann RTRW
Revisi RTRW
Proses Birokratik Dan Politik
Program Pembangunan Dan Development
Proposal
Pengendalian Pemanfaatan Ruang
Perijinan, Pengawasan, Penertiban
Monitoring dan Evaluasi
Proses Teknokratik dan Birokratik
Deviasi/simpangan
Satu kali dalam 5 tahun
atau lebih cepat

KAJIAN LINGKUNGAN untuk MUATAN KLHS
 Kajian daya dukung dan daya tampung lingkungan hidup
 Kajian kinerja jasa ekosistem
 Kajian potensi sumber daya alam dan pemanfaatannya
 Kajian keanekaragaman hayati
 Kajian perubahan iklim dan dampaknya terhadap kenaikan
muka laut, kenaikan suhu udara, perubahan cuaca ekstrim
 Kajian potensi sumber daya air, kejadian banjir, longsor, dan
kekeringan
 Kajian kawasan hutan dan pengalihfungsiannya
 Kajian potensi kebakaran hutan dan lahan
 Kajian kesejahteraan masyarakat dan distribusinya
 Kajian tingkat kesehatan masyarakat dan kerentanannya

KLHS
 Pertimbangan dan evaluasi daya dukung dan daya tampung
lingkungan hidup
 Pertimbangan dan evaluasi kinerja dan kualitas jasa ekologis
 Pertimbangan dan evaluasi efisiensi pemanfaatan SDA
 Pertimbangan dan evaluasi tingkat keanekaragaman hayati
 Pertimbangan dan evaluasi dampak dan risiko lingkungan hidup
kumulatif
 Pertimbangan dan evaluasi dampak perubahan iklim