You are on page 1of 8

Perhitungan Beban Kerja Guru

(Mempermudah Data Validasi PTK)
PERHITUNGAN BEBAN KERJA GURU UNTUK MEMBANTU
KELENGKAPAN PENGISIAN DATA PTK (BEBAN KERJA GURU)
SEBAGAI BAHAN RUJUKAN PADA DAPODIK 2013 JENJANG SMP
(UU Guru dan Dosen dan PP nomor 74 Tahun 2008, tentang pemenuhan
beban mengajar guru)

1. Guru tanpa tugas tambahan adalah 24 s.d 40 jam tatap muka dalam 1
minggu (Psl 52 (2)), dilaksanakan minimal 6 jam tatap muka pada sekolah
tempat tugas sebagai guru tetap (Psl 52 (3))
2. Guru yang mendapat tugas tambahan :
1. Kepala sekolah minimal 6 jam tatap muka dalam 1 minggu atau
membimbing minimal 40 orang siswa bagi kepala sekolah yang berasal
dari guru BK/konselor (Psl 54 (1))
2. Wakil kepala sekolah minimal 12 jam tatap muka dalam 1 minggu atau
membimbing minimal 80 orang siswa bagi kepala sekolah yang berasal
dari guru BK/konselor (Psl 54 (2))
3. Kepala perpustakaan minimal 12 jam tatap muka dalam 1 minggu (Psl
54(2 )
3. Guru BK membimbing minimal 150 siswa per tahun pada satu atau lebih
sekolah (Psl 54 (5))
WAKIL KEPALA SEKOLAH
1. Jumlah wakil kepala sekolah maksimal 4 orang yang terdiri dari Urusan
Kurikulum, Urusan Kesiswaan, Urusan Sarana Prasarana, dan Urusan
Hubungan Masyarakat (Instrumen PK tugas tambahan guru pada
Permendiknas Nomor 35 Tahun 2010)
2. Berdasarkan Permendiknas Nomor 19 Tahun 2007 (Standar
Pengelolaan):
1. SD tidak memiliki wakil kepala sekolah
2. SMP memiliki 1 wakil kepala sekolah
3. SMA memiliki 3 wakil kepala sekolah (Kurikulum, Kesiswaan, dan
Sarana Prasaran
4. SMK memiliki 4 wakil kepala sekolah (Kurikulum, Kesiswaan,
Sarana Prasarana, dan Hubungan Industri)



WAKIL KEPALA SEKOLAH, Lanjutan.................
Berdasarkan SK Dirjen Dikdasmen Depdiknas RI Nomor
541/C.C3/Kep/MN/2004 tentang Pedoman Tipe SMP:

1) Tipe A (≥ 27 rombel).............: memiliki 3 wakil kepala sekolah
2) Tipe A1 (24-26 rombel)........: memiliki 2 wakil kepala sekolah
3) Tipe A2 (21-24 rombel)........: memiliki 2 wakil kepala sekolah
4) Tipe B (18-20 rombel)..........: memiliki 2 wakil kepala sekolah
5) Tipe B1 (15-19 rombel)..........: memiliki 2 wakil kepala sekolah
6) Tipe B2 (12-14 rombel)..........: memiliki 1 wakil kepala sekolah
7) Tipe C (9-11 rombel).............: memiliki 1 wakil kepala sekolah
8) Tipe C1 (6-8 rombel).....: tidak memiliki wakil kepala sekolah
9) Tipe C2 (3-5 rombel).....: tidak memiliki wakil kepala sekolah
WAKIL KEPALA SEKOLAH, Lanjutan.................
Permendiknas Nomor 19 Tahun 2007 dan SK Dirjen Dikdasmen
Depdiknas RI Nomor 541/C.C3/Kep/MN/2004 :

1. SMA/SMK memiliki 4 wakil kepala sekolah (Kurikulum,
Kesiswaan, Sarana Prasarana, dan Hubungan Masyarakat)
2. SMP berdasarkan tipe sekolah:
(1) Tipe A (≥ 27 rombel) : memiliki 4 wakil kepala sekolah
(2) Tipe A1 (24-26 rombel) : memiliki 3 wakil kepala sekolah
(3) Tipe A2 (21-24 rombel) : memiliki 3 wakil kepala sekolah
(4) Tipe B (18-20 rombel) : memiliki 3 wakil kepala sekolah
(5) Tipe B1 (15-19 rombel) : memiliki 3 wakil kepala sekolah
(6) Tipe B2 (12-14 rombel) : memiliki 2 wakil kepala sekolah
(7) Tipe C (9-11 rombel) : memiliki 2 wakil kepala sekolah
(8) Tipe C1 (6-8 rombel) : memiliki 1 wakil kepala sekolah
(9) Tipe C2 (3-5 rombel) : memiliki 1 wakil kepala sekolah
3) SD tidak memiliki wakil kepala sekolah sekolah
KEPALA PERPUSTAKAAN
(Permendiknas Nomor 25 Tahun 2008 Tentang Standar Tenaga
Perpustakaan Sekolah/Madrasah)
Setiap sekolah/madrasah untuk semua jenis dan jenjang dapat
mengangkat kepala perpustakaan, jika memiliki:
1. Tenaga perpustakaan sekolah/madrasah lebih dari satu
orang, disepakati : minimal 1 orang
2. Rombongan belajar (rombel) lebih dari enam, disepakati:
minimal 6 rombel
3. Koleksi minimal 1000 (seribu) judul materi perpustakaan,
disepakati : minimal 500 judul

KETENTUAN KEPALA LABORATORIUM/BENGKEL
(Permendiknas Nomor 24 Tahun 2007 Tentang Standar Sarana Prasarana)

SEKOLAH DASAR
1. Laboratorium IPA dapat memanfaatkan ruang kelas.
2. Sarana laboratorium IPA berfungsi sebagai alat bantu mendukung kegiatan dalam
bentuk percobaan.
3. Setiap satuan pendidikan dilengkapi sarana laboratorium IPA

SEKOLAH MENENGAH PERTAMA
1. Ruang laboratorium IPA berfungsi sebagai tempat berlangsungnya kegiatan
pembelajaran IPA secara praktek yang memerlukan peralatan khusus.
2. Ruang laboratorium IPA dapat menampung minimum satu rombongan belajar
3. Rasio minimum luas ruang laboratorium IPA 2,4 m/peserta didik. Untuk
rombongan belajar dengan peserta didik kurang dari 20 orang, luas minimum
ruang laboratorium 48 m2 termasuk luas ruang penyimpanan dan persiapan 18
m2. Lebar minimum ruang laboratorium IPA 5 m.
4. Ruang laboratorium IPA dilengkapi dengan fasilitas untuk memberi pencahayaan
yang memadai untuk membaca buku dan mengamati obyek percobaan.
5. Tersedia air bersih.
6. Ruang laboratorium IPA dilengkapi sarana
KETENTUAN KEPALA LABORATORIUM/BENGKEL
Hal hal yang menyangkut Laboratorium
1. Di SMP/SMA/SMK jika terdapat laboratorium bahasa dan atau
komputer dapat diakui

2. Kepala Laboratorium diakui jika:
1. Memiliki ruangan laboratorium tersendiri
2. Memiliki sarana dan prasarana sesuai SPM
3. Memiliki/menyelenggarakan administrasi laboratorium,
seperti struktur
4. organisasi, buku agenda praktik, daftar inventaris/bahan
lab,