You are on page 1of 19

EPISODE MANIK

Oleh
Erni D. F. Simbolon
 Episode manik merupakan bagian dari
gangguan suasana perasaan (Mood[Afektif]).
 Gangguan afektif adalah gangguan dengan
gejala utama adanya perubahan suasana
perasaan (mood) atau afek, biasanya ke arah
depresi (dengan atau tanpa ansietas yang
menyertainya) atau ke arah elasi (suasana
perasaan yang meningkat).
 Gangguan afektif dibedakan atas :
 Episode tunggal atau multipel
 Tingkat keparahan gejala
 Mania dengan gejala psikotik, mania tanpa gejala
psikotik, hipomania
 Depresi ringan, sedang, berat tanpa gejal psikotik,
berat dengan gejala psikotik
 Dengan atau tanpa gejala somatik
Hipomania
 Hipomania adalah derajat yang lebih ringan
daripada mania yang kelainan suasana
perasaan (mood) dan perilakunya terlalu
menetap dan menonjol sehingga tidak dapat
dimasukkan dalam siklotimia, namun tidak
disertai halusinasi atau waham.
 Gangguan ini biasanya mulai pada usia 20-an
(laki-laki : perempuan = 1: 1)

Gejala-gejala Hipomania
Gambaran emosi
 Mood meningkat, eforia
 Emosi labil
 Perubahan sementara yang cepat menjadi
depresi akut
 Iritabilitas, toleransi terhadap frustasi rendah
 Menuntut dan egosentrik
Gambaran kognitif
 Harga diri meningkat, grandiositas
 Gangguan bicara
 Kata-kata berirama dan diucapkan dengan keras
(klanging)
 Desakan pembicaraan
 Lompat gagasan
 Kadang-kadang inkoheren
 Daya nilai buruk, disorganisasi
 Paranoia
 Waham dan/ atau halusinasi

Gambaran fisiologik
 Tenaga meningkat
 Insomnia, kebutuhan tidur berkurang
 Nafsu makan menurun
Tanda mania
 Agitasi psikomotor
Pedoman Diagnosis
 Beberapa diantara sifat-sifat tersebut di atas,
sesuai dengan suasana perasaan (mood) yang
meninggi atau berubah dan peningkatan
aktivitas, seharusnya ada selama sekurang-
kurangnya beberapa hari berturut-turut, pada
suatu derajat intensitas dan yang bertahan
melebihi apa yang digambarkan bagi
siklotimia
Mania Tanpa Gejala Psikotik
 Suasana perasaan (mood) meninggi tidak
sepadan dengan keadaan individu, dan dapat
bervariasi antara keriangan (seolah-olah bebas
dari masalah apapun) sampai keadaan eksitasi
yang hampir tidak terkendali.
 Elasi (suasana perasaan yang meningkat) itu
disertai dengan enersi yang meningkat,
sehingga terjadi aktivitas berlebihan, percepatan
dan kebanyakan bicara, dan berkurangnya
kebutuhan tidur.
 Pengendalian yang normal dalam kelakuan
sosial terlepas, perhatian yang terpusat tak
dapat dipertahankan, dan seringkali
perhatian sangat mudah dialihkan.
 Harga diri membumbung, dan pemikiran
yang serba hebat dan terlalu optimistis
dinyatakan dengan bebas.

 Mungkin terjadi gangguan persepsi, seperti
apresiasi warna terutama yang menyala/ amat
cerah (dan biasanya indah), keasikan (mengikat
perhatian) pada rincian sehalus-halusnya
mengenai permukaan dan penampilan barang,
dan hiperakusis subjektif.
 Individu itu mungkin mulai dengan pelbagai
rencana yang tidak praktis dan boros,
membelanjakan uang secara serampangan, atau
menjadi agresif, bersifat cinta kasih, atau
berkelakar dalam situasi yang tidak tepat.
 Suasana perasaan (mood) yang tampil pada
beberapa episode manik lebih banyak mudah
tersinggung dan curiga daripada elasi.
 Serangan pertama paling banyak muncul
pada usia antara 15 dan 30 tahun, namun
dapat terjadi pada setiap usia antara akhir
masa kanak sampai dasawarsa ketujuh atau
kedelapan
Pedoman Diagnostik
 Episode seharusnya berlangsung sekurang-
kurangnya satu minggu dan cukup berat
sehingga mengacaukan seluruh atau hampir
seluruh pekerjaan biasa dan aktivitas sosial.
 Perubahan suasana perasaan (mood) seharusnya
disertai dengan enersi yang meninggi dan
beberapa gejala disebut di atas (khususnya
percepatan berbicara, kebutuhan tidur yang
berkurang, grandiositas, dan terlalu optimistis).
Mania Dengan Gejala Psikotik
 Gambaran klinis merupakan bentuk mania yang
lebih berat daripada keadaan yang digambarkan
pada mania tanpa gejala psikotik.
 Harga diri yang membumbung dan gagasan
kebesaran dapat berkembang menjadi waham,
dan iritabilitas serta kecurigaan menjadi waham
kejar. Pada kasus berat, waham kebesaran atau
religious tentang identitas atau peranan
mungkin mencolok, dan gagasan yang takabur
dan percepatan bicaranya mengakibatkan
individu tidak dapat dipahami lagi.
 Aktivitas dan eksitasi fisik yang hebat dan
terus-menerus dapat menjurus kepada agresi
dan kekerasan; pengabaian makan, minum,
dan kesehatan pribadi dapat berakibat
keadaan dehidrasi dan kelalaian diri yang
berbahaya

Terapi
 Bila hipomanik, gunakan terapi berobat jalan
dan bekerja sama dengan keluarga.
Pertimbangkan antipsikotok dosis rendah,
jangka pendek (misal, haloperidol 2-5 mg/
hari) tetapi andalkan litium atau
antikonvulsan jangka panjang.

 Bila manik, hendaklah dirawat
 Obati segera dengan antipsikotik (dosis besar
mungkin dibutuhkan misal, haloperidol 10-40
mg, selama 24 jam pertama). Pertimbangkan
penggunaan tambahan benzodiazepine pada
tahap awal.
 Bersikaplah santai, masuk akal, dan terkontrol.
Obati dalam lingkungan yang tenang dan
stimulus minimal.
 Mulailah dengan litium karbonat sebanyak 30%
pasien manik, tetap mengalami simptomatik
parsial, meskipun dengan litium. Bila litium
gagal, pertimbangkan karbamazepin, asam
valproat, atau salah satu antikonvulsan lain.
Meskipun dengan terapi yang baik, hasil terapi
jangka panjang masih buruk.
THANKZ!!!