You are on page 1of 15

Hipoglikemia

Yoseph A. N.
13.144
Definisi
• Suatu keadaan dimana kadar gula darah turun
hingga di bawah 50-60mg/dL
Epidemiologi
• Neonatus: 1-5/1000 kelahiran hidup
Lahir dari ibu diabetes: 8%-25%
Preterm: 15%
Asimtomatik= 7,5%
• Anak: 2-3/1000 anak
• 90% pasien yang mendapatkan terapi insulin,
pernah hipoglikemi
Etiologi
• Hiper/Hipoinsulinemia= DM, insulinoma,
idiopatik
• Defisiensi enzim hati
• Defisiensi endokrin
• Obat-obat= sulfonilurea, etil alkohol
• Lain= kerusakan hati didapat, renal glukosuria,
malabsorpsi, malnutrisi
Faktor Resiko
• Bayi dari ibu pengidap DM
• Bayi prematur atau lebih bulan
• Pola makan buruk
• Aktivitas berlebih
• Gagal ginjal kronik
• Kontrol DM buruk (bagi pasien DM)
Klasifikasi
Umumnya terdapat 2 klasifikasi:
A. Berdasarkan Gejala Klinis
B. Berdasarkan Kondisi Intake Pasien
Klasifikasi: Berdasarkan Gejala Klinis
• Hipoglikemia Ringan
Simtomatik, dapat diatasi sendiri, tidak/sedikit
gangguan pada aktivitas
• Hipoglikemia Sedang
Simtomatik, dapat diatasi sendiri, mengganggu aktivitas
• Hipoglikemia Berat
Umumnya asimtomatik, karena ada gangguan kognitif
maka tidak dapat diatasi sendiri
▫ Membutuhkan pihak ketiga, namun tidak memerlukan
terapi parenteral
▫ Membutuhkan terapi parenteral
▫ Disertai kejang dan/atau koma
Klasifikasi: Berdasarkan Kondisi Intake
Pasien
• Pasca Makan -> Hiperinsulinemia, intoleransi
fruktosa herediter, idiopatik
• Puasa -> Kurangnya produksi glukosa dan/atau
penggunaan glukosa berlebihan
Manifestasi Klinis
• Lemas
• Gemetar
• Keluar keringat dingin
• Palpitasi
• Tampak cemas dan gelisah
• Pusing
• Pucat

Manifestasi Klinis
Triad Whipple
• Keluhan yang mengarah pada kadar glukosa
plasma darah
• Kadar glukosa darah yang rendah
• Remisi setelah tindakan medis
Penegakkan Diagnosis
• Pemeriksaan kadar gula darah dan px. fisik
• Px. Lab: darah rutin
• CT Scan, PET, MRI
Penatalaksanaan
A. Pasien Kooperatif
• Gula peroral 10-15 gram
• Minuman yang mengandung glukosa 150-250
ml
• 10-20 gram karbohidrat kompleks jika dalam 1-2
jam tidak ada jadwal makan
• Pemeriksaan kadar gula darah tiap 2 jam sampai
gula darah berada di batas normal
Penatalaksanaan
B. Pasien Non-kooperatif
• Tanpa kejang, bolus intravena 200mg/BB
(2ml/kgBB) 10% glukosa
• Ada kejang, 10-25% glukosa, dosis total 1-
2gram/kgBB, dilanjutkan 4-8mg/kgBB/menit

• Injeksi efedrin 25-50mg (bila tidak ada
kontraindikasi pada jantung)
• Glukagon intramuskular 1mg
Prognosis
• Baik jika langsung mendapat tindakan dan/atau
komplikasi penyakit lain
• Pada neonatus, kemungkinan dapat
mengakibatkan kelainan saraf maupun
psikomotorik jangka panjang
• Keterlambatan penanganan dapat menyebabkan
kelainan saraf, penurunan fungsi fisiologis
tubuh, hingga kematian