You are on page 1of 43

HASIL PEMETAAN

PENERAPAN MTBS
DI 8 PUSKESMAS
KOTA MEDAN
TAHUN 2007

Restauran The Traders, 28 Agustus
2007
I. PENDAHULUAN
Latar Belakang

 70 % kematian balita disebabkan oleh :
- pneumonia - campak
- diare - gizi buruk
- malaria

 Di Kota Medan :
- Penyebab kematian bayi baru lahir adalah asfiksia (2006)
- Penyebab kematian bayi dan balita adalah diare (2006)

 WHO & UNICEF mengembangkan MTBS sebagai salah satu
Evidence Based Intervention terhadap upaya percepatan
penurunan kematian bayi dan balita.

 Penerapan MTBS di Indonesia sejak 1997, tetapi penerapannya di
lapangan masih kurang

 Dari 39 Puskesmas yang ada di Kota Medan baru 11 Puskesmas
yang sudah melaksanakan MTBS, sedangkan penerapannya masih
sangat kurang.
Gambaran Umum
 Geografis
Kota Medan terletak di Prop. Sumatera Utara dengan luas wilayah
265,10 Km2 dan terletak pada 2°27 - 2°47 Lintang Utara dan
98°35 - 98°44 Bujur Timur.
Batas wilayah Kota Medan :
- Bagian Utara : berbatasan dengan Selat Malaka
- Bagian Timur : berbatasan dengan Kab. Deli Serdang
- Bagian Selatan : berbatasan dengan Kab. Deli Serdang
- Bagian Barat : berbatasan dengan Kab. Deli Serdang

 Demografis
Jumlah kecamatan di Kota Medan : 21 Kecamatan
Jumlah kelurahan di Kota Medan : 151 Kelurahan
Jumlah penduduk di Kota Medan : 2.067.287 jiwa
Jumlah bayi : 49.011 jiwa
Jumlah balita : 106.117 jiwa
Fasilitas Kesehatan di Kota Medan
 Puskesmas rawat inap : 11 unit
 Puskesmas non rawat iap : 28 unit
 Puskesmas pembantu : 41 unit
 Puskesmas yg sudah melaksanakan MTBS : 11 unit
 RS Pemerintah : 2 unit
 RS ABRI : 4 unit
 RS BUMN : 2 unit
 RS Swasta : 67 unit
 Rumah Bersalin : 215 unit
 Balai pengobatan : 175 unit
 Posyandu : 1373 unit

Tenaga Kesehatan di Dinas Kesehatan Kota Medan
 S2 : 16 org
 Dokter spesialis : 6 org
 Dokter umum : 113 org
 SKM : 23 org
 Bidan : 308 org
 Perawat : 354 org
 AKPER : 155 org
 AKBID : 19 org
 TPG : 49 org
TUJUAN
 Umum : Diperolehnya gambaran riil penerapan MTBS
di 8 Puskesmas melalui proses monitoring
dan evaluasi
 Khusus :
1. Diperolehnya data tenaga terlatih, fasilitas dan sarana
pendukung MTBS di 8 Puskesmas
2. Diperolehnya data cakupan pelayanan bayi dan balita
dengan pendekatan MTBS di 8 Puskesmas
3. Diperolehnya informasi permasalahan penerapan
MTBS dan alternatif pemecahan masalahnya
SASARAN
 8 Puskesmas di Kota Medan, yaitu :
Puskesmas Padang Bulan, Darussalam,
Sunggal, Helvetia, Kampung Baru, Kota
Matsum, Pasar Merah, dan Belawan
 Dokter Puskesmas di 8 Puskesmas
 Penanggung jawab program MTBS di 8
Puskesmas
 Tenaga kesehatan yang sudah dilatih
MTBS di 8 Puskesmas
Sejarah Singkat Penerapan MTBS
di Kota Medan
Tahun/Jumlah Modul Pelatih Tempat Penyelenggara Sumber
Pusk/Nama pelatihan dana
Pusk

2003 Dari Propinsi Pusat dan Medan DinKes Propinsi APBD
4 Pusk (7 modul,1 Propinsi Propinsi
buku bagan,
1.P.Bulan
1 buku foto)
2.Kota Matsum
3.M.Denai
4.Belawan
5.Teladan

Juni 2006 Dari Propinsi Propinsi Medan DinKes Propinsi APBD
4 Pusk (7 modul,1 Propinsi
buku bagan,
1.P.Bulan
1 buku foto)
2.Kota Matsum
3.M.Denai
4.Belawan
Lanjutan Sejarah Singkat Penerapan
MTBS

Tahun/Jumlah Modul Pelatih Tempat Penyelenggara Sumber
Pusk/Nama pelatihan dana
Pusk
September 2006 Dari Kab. Propinsi Medan DinKes Kota APBN /
6 Pusk. Medan Dekonsent
rasi
1.Darussalam
2.Pasar Merah
3.Pulo Brayan
4.Sunggal
5.Kampung Baru
6.Helvetia
Kebijakan

Mendekatkan pelayanan kesehatan ibu, bayi
baru
lahir dan anak yang berkualitas kepada
masyarakat
METODE DAN CARA PENGUMPULAN
DATA
 Pengumpulan data dengan menggunakan instrumen/formulir dalam
pedoman nonitoring, evaluasi dan pemetaan penerapan MTBS
DepKes 2007

 Pengisian formulir pertama kalinya dilakukan di tingkat Puskesmas
oleh pengelola kegiatan Puskesmas bersama timnya

 Verifikasi kemudian dilakukan oleh tim Kabupaten/Kota dan
disupervisi oleh tim propinsi

 Pengisian/pengumpulan data penerapan di tingkat Kabupaten/Kota

 Kompilasi data Puskesmas ke dalam matriks Kabupaten/Kota

 Analisa hasil pemetaan
DATA PENERAPAN MTBS
BERDASARKAN PUSKESMAS

1. DATA INPUT
Persentase tenaga yang telah dilatih
MTBS

100

90

80

70

60

50

40

30

20

10

0
Sudah dialtih MTBS Belum dilatih MTBS
Dokter 9,1 90,9
Bidan 20,3 79,7
Perawat 8,7 91,3
Persentase jumlah tenaga seluruhnya (dokter,
bidan, perawat) yg sudah dilatih MTBS

90

80

70

60

50

40

30

20

10

0
Sudah dilatih MTBS Belum dilatih MTBS

Jlh tenaga seluruhnya 12,3 87,7
Persentase Puskesmas yang mendapat
pemantauan pasca pelatihan

100

90

80

70

60

50

40

30

20

10

0
Tdk dilakukan pemantauan pasca
Dilakukan pemantauan pasca plthan
plthan

Puskesmas 0 100
Persentase tenaga terlatih yang
melaksanakan MTBS

100

90

80

70

60

50

40

30

20

10

0
Yg melaksanakan MTBS Yg tdk melaksanakan MTBS

Tenaga terlatih 100 0
Persentase tenaga yang sudah dilatih sebagai
fasilitator MTBS

100

90

80

70

60

50

40

30

20

10

0
Sudah dilatih fasilitator Belum dilatih fasilitator

Jumlah tenaga 7,7 92,3
BAHAN, ALAT DAN KEBIJAKAN
Persentase Puskesmas yang sudah
mempunyai ruangan khusus MTBS

100

90

80

70

60

50

40

30

20

10

0
Sdh mempy ruangan khusus Blm mempy ruangan khusus

Puskesmas 0 100
Persentase Puskesmas yang sudah
mempunyai alat penunjang MTBS (pengukur
tinggi/panjang badan)

100

90

80

70

60

50

40

30

20

10

0
Sdh mempy pengukur tinggi/pjg bdn Blm mempy pengukur tinggi/pjg bdn

Puskesmas 100 0
Persentase Puskesmas yang mempunyai
tensimeter dengan manset anak

50

45

40

35

30

25

20

15

10

5

0
Sdh mempy tensimeter dgn manset Blm mempy tensimeter dgn manset
anak anak

Puskesmas 50 50
Persentase Puskesmas yang sudah
mempunyai
ARI Timer

70

60

50

40

30

20

10

0
Sdh mempy ARI Timer Blm mempy ARI Timer

Puskesmas 62,5 37,5
Persentase Puskesmas yang sudah ada
dukungan operasional untuk kunjungan
rumah (MTBM)

100

90

80

70

60

50

40

30

20

10

0
Sdh ada dukungan operasional Blm ada dukungan operasional

Puskesmas 0 100
Persentase Puskesmas yang sudah ada
inovasi membuat formulir pelaporan MTBS

100

90

80

70

60

50

40

30

20

10

0
Sdh membuat form pelaporan Blm membuat form. Pelaporan

Puskesmas 0 100
KETERSEDIAAN OBAT
Persentase jenis obat yang tersedia

70

60

50

40

30

20

10

0
Tersedia Tidak tersedia

Jenis obat 68,1 31,9
PERSENTASE KETERSEDIAAN OBAT
100
90
80
70
60
50
40
30
20
10
0
Cuk up Kurang Tidak ada

Ampicilin inj. 0 0 100
Ampicilin kap. 12,5 37,5 50
Ampicilin syr. 37,5 37,5 25
Oralit 62,5 37,5 0
Cairan infus 0 12,5 87,5
DZP & Fenob arb .inj. 0 0 100
2. DATA PROSES
Persentase penatalaksanaan
MTBS
100
90
80
70
60
50
40
30
20
10
0
Ya Tidak

Pusk.dgn pelay.MTBS setiap hari 37,5 62,5
Pusk. yg melayani slrh bayi/balita 0 100
sakit dgn MTBS
Pusk.yg melakukan KN dgn form. 12,5 87,5
MTBM
Pusk. yg melakukan sosialisasi 50 50
ke masy
3. DATA OUTPUT
Persentase Cakupan Kunjungan MTBS/MTBM
Menurut Puskesmas
18

16

14

12

10

8

6

4

2

0
Darussal K.Matsu Psr
Sunggal Helvetia Kp.Baru P.Bulan Belawan
am m Merah

Cakupan kunj. MTBM 0 3,6 11,5 0,6 0 0 5,7 5,2
Cakupan kunj.MTBS 11,7 1,2 17 8,9 0,5 0,2 7,5 2,3
Proporsi penyakit menurut Puskesmas
kelompok umur 1 hr – 2 bln
60

50

40

30

20

10

0
Ggn Mslh
GGn Hipoter Inf.Bak Ikterus Keluha
Kejang sal.cer Diare BBLR menyu
nafas mia teri pat. n lain
na sui

Proporsi penyakit 0 30,8 0 0 0 0 57,7 3,9 5,7 1,9
Proporsi penyakit menurut Puskesmas
kelompok umur 2 bln – 5 thn
50

45

40

35

30

25

20

15

10

5

0
Pneum Campa Inf.telin Gizi Anemi Keluha
Diare Malaria DBD BGM
onia k ga buruk a berat n lain

Proporsi penyakit 9,5 45,1 0 0,8 0,8 2,8 8,5 0,1 10,7 21,7
Persentase cakupan kunjungan pelayanan
MTBS

4,5

4

3,5

3

2,5

2

1,5

1

0,5

0
Dilayani dgn MTBM Dilayani dgn MTBS Dirujuk

Total 4,2 4 1,5
Data jumlah Puskesmas yang sudah
menerapkan MTBS

100

90

80

70

60

50

40

30

20

10

0
Sdh menerapkan MTBS Belum menerapkan MTBS

Puskesmas 100 0
ANALISIS MASALAH BERDASARKAN DATA
PENERAPAN MTBS DI 8 PUSKESMAS
HASIL MONITORING
A.INPUT
 Tenaga kesehatan 1. Kurangnya tenaga kesehatan yang
yg sudah dilatih dilatih MTBS
2. Petugas yang sudah dilatih belum
terampil
3. Petugas yang sudah dilatih ada yang
memegang tugas rangkap
4. Petugas yang sudah dilatih ada yang
pindah
5. Kesempatan utk mengikuti pelatihan
MTBS terbatas karena :
- Pelatihan bertahap
- Kurangnya dana
HASIL MONITORING

Alur pelayanan 1. Alur pelayanan MTBS belum
MTBS terpampang di Puskesmas
2. Penggunaan alur pelayanan MTBS
sangat mendukung dalam pelayanan
MTBS
Bahan, alat dan 1. Belum ada ruangan khusus untuk
kebijakan yang pemeriksaan MTBS, masih bergabung
menunjang MTBS dengan ruangan lain
2. Sarana dan prasarana yang
menunjang MTBS masih kurang
(belum lengkap)
HASIL MONITORING
Ketersediaan
obat 1. Ketersediaan obat penunjang MTBS
penunjang MTBS kurang lengkap (sebagian jenis obat
belum ada)
B.PROSES
Penatalaksanaan 1. Pelayanan MTBS tidak dilaksanakan
MTBS setiap hari dan belum semua
bayi/balita sakit dilayani dengan
MTBS karena :
a. Keterbatasan jumlah tenaga
terlatih
b. Waktu pelayanan MTBS terlalu
lama
sehingga pasien merasa bosan
c. Petugas masih kurang paham
menentukan klasifikasi penyakit
HASIL MONITORING
 Kunjungan rumah Kunjungan rumah belum dilaksanakan
oleh petugas karena :
 Dana transportasi untuk kunjungan
rumah masih terbatas
 Kurangnya tenaga terlatih MTBS

Sosialisasi MTBS 1. Sosialisasi MTBS ke petugas lain di
Pusk sebagian sudah dilakukan
tetapi masih ada dokter, bidan dan
perawat yg belum bisa menerima
MTBS karena masih kurangnya
informasi yang diberikan
2. Sosialisasi MTBS ke masyarakat
sebagian sdh dilakukan tetapi
masih belum maksimal
HASIL MONITORING
Keterkaitan dengan lintas 1. Petugas program terkait
program kadang-kadang tidak
berada di tempat (ke
lapangan)
2. Pelaksanaan kegiatan lain
yang mendukung MTBS
masih kurang, seperti
kunjungan rumah
C.OUTPUT
Cakupan pelayanan  Cakupan pelayanan
MTBM/MTBS masih sangat
rendah karena :
a. Kunjungan bayi muda
sedikit
b. Kunjungan bayi/balita
sakit
lebih banyak ke RS
c. Kurangnya tenaga
HASIL MONITORING
d. Masih kurangnya
sosialisasi
ke masyarakat tentang
pelayanan MTBS
e. Tenaga yang sudah
dilatih
masih kurang terampil
dlm
menentukan klasifikasi
penyakit
f. Waktu pelayanan MTBS
yang lama
g. Kunjungan rumah belum
dilakukan
MASALAH JANGKA JANGKA JANGKA
PENDEK MENENGAH PANJANG
 Kurangnya  Mengadakan  Mengadakan  Menambah
tenaga kalakarya pelatihan MTBS tenaga terlatih
kesehatan MTBS antar bagi petugas Pusk MTBS di setiap
yang sudah sesama yang belum dilatih Puskesmas
dilatih MTBS petugas MTBS
Puskesmas
 Kesempatan  Menambah
untuk dana/anggaran
mengikuti untuk pelaksanaan
pelatihan pelatihan MTBS
terbatas sehingga semua
karena : Puskesmas sudah
a. Pelatihan dilatih MTBS
bertahap
b. Keterbata-
san dana
MASALAH JANGKA JANGKA JANGKA
PENDEK MENENGAH PANJANG
 Petugas yang  Meningkatkan
sudah dilatih pelayanan
masih belum MTBS dan
terampil melakukan
Monev secara
rutin ke Pusk
oleh tim MTBS
Kota Medan

 Petugas yang  Pembagian
sudah dilatih tugas dgn baik
memegang di Pusk
tugas
rangkap
MASALAH JANGKA JANGKA JANGKA
PENDEK MENENGAH PANJANG
 Sarana dan  Pengadaan

prasarana yang MTBS kit
menunjang
MTBS belum
lengkap

 Ruangan MTBS  Menyediakan
masih berga- ruangan
bung dengan khusus untuk
ruangan lain MTBS
MASALAH JANGKA JANGKA JANGKA
PENDEK PANJANG MENENGAH
 Ketersediaan  Mengusulkan
obat penunjang kebutuhan obat
MTBS kurang sesuai dengan
lengkap kebutuhan dan
berkoordinasi
dgn program
terkait
 Sebagian jenis
obat tidak cukup
sesuai kebutuhan
karena perenca-
naan obat kurang
tepat
MASALAH JANGKA JANGKA JANGKA
PENDEK MENENGAH PANJANG
 Belum semua bayi/  Meningkatkan
balita sakit pelayanan
dilayani MTBS
dengan MTBS  Memberikan
 Waktu pelayanan
penyuluhan
MTBS terlalu lama dan
sehingga pasien pengertian kpd
merasa bosan ibu ttg MTBS  Menambah
 Kunjungan rumah  Menambah
tenaga utk
belum dana dilatih MTBS
dilaksanakan utk kunjungan
karena keterbata- rumah
san dana & tenaga
MASALAH JANGKA JANGKA JANGKA
PENDEK MENENGAH PANJANG
 Sosialisasi MTBS  Melakukan

ke masyarakat sosia-
blm dilaksanakan lisasi MTBS ke
masyarakat
pada saat
posyandu dan
kunjungan
 Cakupan rumah  Menambah
pelayanan  Meningkatkan
tenaga yang
MTBS masih pelayanan MTBS dilatih MTBS &
sangat baik di Pusk memberikan
rendah maupun kunj. insentif kpd
rumah petugas MTBS
TERIMA KASIH