You are on page 1of 13

ANALISA

ANALISASISTEM
SISTEM TENAGA
TENAGA

YANG DIPELAJARI DALAM ANALISA SISTEM TENAGA :

• ANALISA ALIRAN DAYA

• ANALISA HUBUNG SINGKAT

• ANALISA STABILITAS SISTEM
ANALISA
ANALISASISTEM
SISTEM TENAGA
TENAGA
• ANALISA ALIRAN DAYA
ANALISA YANG MEMPELAJARI ALIRAN ARUS BEBAN PADA
SETIAP CABANG SALURAN, (TRAFO, TRANS DAN DIST).
UNTUK : MENGETAHUI ARUS BEBAN YENG MENGALIR
SEBELUM ARUS BEBAN YANG SESUNGGUHNYA, SEHINGGA
DAPAT DIKETAHUI UKURAN KAPASITAS SALURAN
• ANALISA HUBUNG SINGKAT
ANALISA YANG MEMPELAJARI ARUS KONTRIBUSI TIAP
CABANG & TEGANGAN NODE SAAT GANGGUAN H . S
UNTUK : DIGUNAKAN PADA SETELAN RELAI (OC, DISTANCE)
• ANALISA STABILTAS SISTEM
ANALISA YANG MEMPELAJARI KELAKUAN SISTEM SESAAT
SETELAH TERJADI PERUBAHAN DIDALAM SISTEM, MISAL :
- SESUDAH TERJADI PELEPASAN BEBAN.
- SESUDAH TERJADI PELEPASAN PEMBANGKIT
- SESUDAH TERJADI GANGGUAN HUBUNG SINGKAT
KESEMPATAN INI DIBAHAS HANYA ANALISA HUBUNG SINGKAT
ANALISA
ANALISASISTEM
SISTEM TENAGA
TENAGA

ANALISA HUBUNG SINGKAT

BESAR ARUS HUBUNG SINGKAT DITITIK GANGGUAN, DICARI

- ARUS KONTRIBUSI PADA TIAP CABANG
- TEGANGAN TIAP NODE/ BUS DIDALAM SISTEM

GANGGUAN HUBUNG SINGKAT

• 3 FASA

• 2 FASA

• 1 FASA KETANAH
ANALISA
ANALISASISTEM
SISTEM TENAGA
TENAGA

GANGGUAN HUBUNG SINGKAT 3 FASA
Z
A
IA IA = E A / Z
EA
IA + IB + IC = 0
N

C EC EB Z
IB = E B / Z

B IB
Z
IC = EC / Z
IC
Impedansi Z di masing –masing fasa dialiri arus dengan arah sama dengan arah
ggl yang dibangkitkan pada masing-masing fasa
Perhatikan Gambar diatas  mirip dengan kondisi gangguan tiga fasa
Besar arus gangguan masing- masing fasanya dihitung dengan rumus :

E FASA
I3FASA =
Z1
ANALISA
ANALISASISTEM
SISTEM TENAGA
TENAGA
GANGGUAN H.S 2 FASA
Z
I1 A Pada kondisi ini fasa A dan B
I2 I dibebani oleh impedansi Z yang
terhubung seri
EA
I2
Sehingga arus I yang mengalir
N
I1 dihitung dengan rumus :
I=V:Z
C EC EB Z I
Tegangan yang digunakan adalah
B tegangan antara fasa A dan fasa B
I2 I1 (VAB )
Z

Impedansinya adalah impedansi yang menghubungkan fasa A dan fasa B
Arus yang mengalir di Impedansi yang terhubung di fasa A urutannya sama
dengan urutan tegangan yang dibangkitkan di fasa A (urutan positif)
Arus yang mengalir di Impedansi yang terhubung di fasa B urutannya ber-
lawanan dengan urutan tegangan yang dibangkitkan di fasa B (urutan negatif)

Bentuk rangkaian sedemikian sama dengan kondisi gangguan dua fasa, sehingga
VAB √3*Vph
I 2FASA = atau I 2FASA =
(Zpos + Zneg ) (Zpos + Zneg )
ANALISA
ANALISASISTEM
SISTEM TENAGA
TENAGA

Gangguan H.S 1 Fasa ketanah
Z
A Uraian mengenai gangguan
satu fasa ketanah perlu per-
I hatian karena agak sulit
I1
EA
I1 N Z I Pertama :
Arus mengalir dari sumber
C EC EB yang urutannya sama dengan
urutan tegangan (mis fasa A)
I1 B
Urutan positif
Urutan positif ini yang mendorong
arus ke rangkaian terturup

Adanya arus itu, timbul fluks yang searah dengan fluks yang dibangkitkan di
Generator, lihat gambar fluks
ANALISA
ANALISASISTEM
SISTEM TENAGA
TENAGA

Generator 3 Fasa Belitan
Fasa A Fluks yang timbul
akibat arus yang
sama urutannya
dengan urutan te-
gangan fasa A

Fluks tersebut -
berputar melalui
Fasa B dan C

Di Fasa B dan C
akan melawan Fluks
yang dibangkitkan -
di Fasa 2 tersebut
(Negatif)
Belitan
Fasa C
Jadi ada hambatan
tambahan.

Belitan
Fasa B
ANALISA
ANALISASISTEM
SISTEM TENAGA
TENAGA

Gangguan H.S 1 Fasa ketanah
Z Uraian mengenai gangguan
A
satu fasa ketanah perlu per
I0 I2 I = I1+I2+I0
I1 Hatian karena agak sulit.
EA
Pertama :
N
Z I = 3I0 Arus mengalir dari sumber
yang urutannya sama dengan

C EC EB urutan tegangan (mis fasa A)

B Urutan positif
I1 I0 I0 I1
I2 I2
Adanya arus itu, timbul fluks yang searah dengan fluks yang dibangkitkan di
Generator, lihat gambar fluks
Karena aliran fluks di Fasa B dan C ini seolah berlawanan dengan yang dibangkitkan
Dari sisi listriknya seolah terdapat arus yang melawan urutan ggl Fasa B dan C, yang
Kemudian biasa dikenal dengan Urutan Negatif
Karena di Fasa B dan C pada kenyataanya tidak ada arus yang mengalir keluar
maka ada arus lain yang mengkompensirnya yang biasa disebut Urutan Nol.
Vph 3*Vph
I0 = atau I 1FASA = 3*I0 =
( Z1 + Z2 + Z0 ) (Z1 + Z2 + Z0 )
ANALISA
ANALISASISTEM
SISTEM TENAGA
TENAGA

DARI KETIGA MACAM GANGGUAN ITU YANG MUNGKIN TERJADI

DIPEROLEH ADANYA 3 KOMPONEN URUTAN YANG DIPAKAI
UNTUK MEMBANTU PERHITUNGAN HUBUNG SINGKAT, BAIK
GANGGUAN ITU SIMETRIS ( GANGGUAN 3 FASA ) DAN TIDAK
SIMETRIS ( GANGGUAN 2 FASA DAN SATU FASA )

KOMPONEN URUTAN ( POSITIF, NEGATIF ) INI SIMETRIS PADA
TIAP FASANYA, SEDANGKAN KOMPONEN URUTAN NOL YANG
ADA DI KETIGA FASANYA PUNYA SUDUT YANG SAMA (SEFASA)

KOMPONEN URUTAN ( POSITIF, NEGATIF DAN NOL ) BELUMLAH
MEMBERIKAN NILAI TEGANGAN ATAU ARUS TIAP FASANYA

OLEH SEBAB ITU, ADA TOOLS LAIN YANG MEMBANTU, YAITU :

KOFAKTOR a DAN a2 ATAU

PENGGESER SUDUT 120O DAN 240O
ANALISA
ANALISASISTEM
SISTEM TENAGA
TENAGA

Tegangan Node:

Untuk urutan positif : V+ = Vph - I+ * Z+

Z+ Sumber tegangan yang dibangkitkan
oleh Generator hanya Urutan positif
I+ yaitu Vph
Vph V+

Untuk urutan negatif : V- = - I- * Z-

Z-
Karena arus negatif ini dibangkitkan
I- oleh arus yang mengalir, maka pada
V- urutan negatif tidak mengandung
sumber tegangan
ANALISA
ANALISASISTEM
SISTEM TENAGA
TENAGA

Untuk urutan nol : V0 = - I0 * Z0
Z0
Seperti halnya urutan negatif, maka
I0 urutan nol pun dapat diuraikan seperti
urutan negatif
V0

Masing-masing Impedansi urutan tersebut adalah Impedansi ekivalen dari :

Impedansi yang terhubung membentuk seri dan atau paralel. (didalam sistem), seperti

A IX IT bisa I1 Bisa I2 Bisa I0

IY dari hal ini bisa dihitung tegangan A

IT
Dan arus cabang IX dan cabang IY
untuk masing-masing urutan
Z1 Z2 Z0
ANALISA
ANALISASISTEM
SISTEM TENAGA
TENAGA

Setelah Arus dan Tegangan tiap Urutan didapat dengan cara diatas :

Tegangan fasa sudah dapat dihitung dengan cara seperti berikut :

VA = V1 + V2 + V0

V B = a2 * V 1 + a * V 2 + V 0

VC = a * V1 + a2 * V2 + V0

Demikian pula arus fasanya :

IA = I1 + I2 + I0

IB = a2 * I1 + a * I2 + I0

IC = a * I1 + a2 * I2 + I0

Dimana faktor a adalah penggeser fasa 120º Atau = - 0.5 + j1/2 √3
Dan faktor a2 adalah penggeser fasa 240º Atau = - 0.5 – j1/2 √3
ANALISA
ANALISASISTEM
SISTEM TENAGA
TENAGA

PENUTUP

JADI PERSOALAN YANG TIDAK SIMETRIS DALAM SISTEM 3 FASA

DENGAN BANTUAN TEORI DIATAS, 

DISELESAIKAN TAHAP DEMI TAHAP SECARA SIMETRIS
YANG KEMUDIAN DIKEMBALIKAN KEPADA KONDISI
TIDAK SIMETRIS

DAPAT DIBAYANGKAN BETAPA BESAR RAHMAT YANG DITERIMA
OLEH PENEMU TEORI INI, KITA TIDAK TAHU APAKAH MEREKA
BERSYUKUR ! ! ,,

KEPADA KITA SEKARANG INI , SEMOGA KITA MAMPU BERSYUKUR
DENGAN MEMANFAATKAN FASILITAS YANG SUDAH DIGALI OLEH
PENDAHULU KITA