You are on page 1of 22

DERMATITIS KONTAK ALERGIK

TIARA AYU PRATIWI
1310211201

• Dermatitis kontak adalah kondisi peradangan
pada kulit yang disebabkan oleh faktor
eksternal, substansi-substansi partikel yang
berinteraksi dengan kulit (National
Occupational Health and Safety Commision,
2006).

Berdasarkan patofisiologisnya,
Dermatitis
kontak
Dermatitis
kontak alergika
(imunologis)
Dermatitis iritan
(non
imunologis)
• Dermatitis kontak alergi: (DKA) disebabkan
oleh antigen (alergen) dimana memunculkan
reaksi hipersensitivitas tipe IV (cell-mediated
atau tipe lambat)

• Dermatitis kontak iritan (DKI) disebabkan oleh
iritasi kimia
Dermatitis Kontak Alergi
DEFINISI
Dermatitis kontak alergi adalah dermatitis
yang disebabkan oleh reaksi hipersensitivitas
tipe lambat terhadap bahan-bahan kimia yang
kontak dengan kulit dan dapat mengaktivasi
reaksi alergi (National Occupational Health
and Safety Commision, 2006).
Epidemiologi DKA
Hanya mengenai kulit yg hipersensitif
Bisa mengenai semua usia (dewasa>anak)
DKA : DKI = 20% : 80%
Wanita > pria
Ras kaukasian >>>
Tgt jenis pekerjaan, derajat dan bentuk
industrialisasi negara
ILO (2008)
tukang batu & semen 33%,
pekerja rumah tangga 17%
pekerja industri
logam & mesin 11%
tenaga
kesehatan 1%.
ETIOLOGI

• Alergan , bahan kimia dgn BM 500-1000
dalton
• ex : nikel, karet, kosmetik
• Hapten (alergan yang belum diproses,
bersifat lipofilik) dpt menembus
stratum korneum sehingga mencapai sel
epidermis dibawahnya

nikel Anting, kancing baju, koin, kacamata,
perhiasan
kobal Perhiasan, dental plates, prostesa, semir
sepatu

Paraphenylenediami
ne
Pewarna rambut, henna and tekstile
Mercaptobenzothia
zole
Karet (sepatu boot dan sarung tangan),
kateter, lem
Topical medicated Antibiotik:Neomycin,quinoline,chlora
mphenicol
Wool
alcohols
Lanolin, kosmetik, krim dan
emolien kulit
Emas (gold sodium
thiosulfate)
Perhiasan
PATOGENESIS
Reaksi Hipersensitivitas tipe IV
Fase sensititasi = induksi
Kontak pertama sensitif
Berlangsung 2 -3 minggu
Fase elisistasi
Pajanan ulang dengan alergen yg sama
gejala klinis
Berlangsung 24 – 48 jam


GAMBARAN HISTOPATOLOGIS
• Dermis diinfiltrasi oleh sel inflamasi mononuklear,
terutama pada pembuluh darah dan kelenjar keringat.
• Epidermisnya hiperplastik dengan invasi sel
mononuklear.
• Vesikula dipenuhi dengan granulosit yang
mengandung serosa dan sel mononuklear.
• Dalam sensitivitas kontak Jones-Mote, selain akumulasi
fagosit mononuklear dan limfosit, basofil ditemukan.
Ini merupakan perbedaan penting dari reaksi
hipersensitivitas tipe 1, di mana basofil benar-benar
tidak ada
GEJALA KLINIS
• Penderita pada umumnya mengeluh gatal.
• Akut dimulai dengan bercak eritema berbatas
jelas, kemudian diikuti edema, papulovesikel,
vesikel (Vesikel dapat pecah menimbulkan
erosi dan eksudasi).
• Kronis terlihat kulit kering, berskuama, papul,
batasnya tidak jelas.
Bercak
eritema
DIAGNOSIS
Kriteria diagnosis dermatitis kontak alergik :
1. riwayat kontak  1/>1 kali lama, tetapi
sebelumnya pernah atau sering kontak dengan
bahan serupa.
2. tanda-tanda dermatitis pada tempat kontak.
3. tanda-tanda dermatitis adanya eritema, edema
dan papula disusul dengan pembentukan vesikel
4. Rasa gatal
5. Uji tempel dengan bahan
yang dicurigai hasilnya +


•Dlakukan setelah dermatitisnya sembuh
(tenang), bila mungkin setelah 3 minggu
•Tempat melakukan uji tempel biasanya
di punggung, dapat pula di bagian luar
lengan atas.
LABORATORIUM
• Pengecatan gram dan kultur menyingkirkan
infeksi sekunder (impetiginisasi).
• Jika gatalnya menyeluruh pertimbangkan
scabies setelah mereda patch test (jika
alergen pemicu unknown).

DIAGNOSIS BANDING
• Dermatitus kontak iritan
• Dermatofitosis
• Dermatitis seboroika
• Kandidiasis
PENGOBATAN
Non-medikamentosa
* Mengenali dan menghindari faktor
pencetus
* Perawatan kulit yang sesuai

• MEDIKAMENTOSA
• Gatal : beri antihistamin
• DKA akut derajat sedang-berat dapat
ditambah kortikosteroid oral setara dengan
prednison 20mg/hari dalam 3 hari
• Siklosporin oral

PROGNOSIS
• Prognosis dermatitis kontak alergi umumnya
baik, sejauh bahan kontaknnya dapat
disingkirkan.
• Prognosis kurang baik dan menjadi kronis, bila
bersamaan dengan dermatitis oleh faktor
endogen (dermatitis atopik, dermatitis
numularis, atau psoriasis), atau pajanan
dengan bahan iritan yang tidak mungkin
dihindari (Djuanda, 2003 )