You are on page 1of 19

KRANIAL ARTERITIS

TR 7


GITHA_DIANA
1
ANATOMI
2
NERVUS CRANIALIS
3
PENDAHULUAN
 Kranial Arteritis atau Giant Cell Arteritis dan sering disebut juga dengan
Temporal Arteritis adalah kondisi medis yang ditandai dengan peradangan
pada arteri-arteri sedang dan besar di dalam tubuh. Hal ini biasanya
mengenai arteri-arteri temporal, arteri-arteri yang membawa darah dari
jantung dan berjalan sepanjang leher sampai ke otak. Ketika hal ini terjadi,
hal ini dapat menyebabkan nyeri kepala yang hebat. Akan tetapi, kondisi ini
juga dapat mengenai arteri-arteri sedang sampai besar lainnya di bagian
tubuh yang lain, menyebabkan gejala-gejala, seperti nyeri otot rahang
ketika mengunyah dan nyeri tekan pada tulang tengkorak. Giant cell
arteritis adalah suatu kondisi yang berhubungan dengan usia yang mengenai
orang dewasa di atas usia 50 tahun dan 2-3 kali lebih sering terjadi pada
wanita dibandingkan dengan pria.
4
DEFINISI
 Kranial Arteritis = Giant Cell Arteritis (GCA)
 suatu peradangan pada lapisan arteri - pembuluh
darah yang membawa darah yang kaya oksigen
dari jantung ke seluruh tubuh.
 >> sering peradangan mempengaruhi arteri di
kepala arteritis sel raksasa kadang-kadang
disebut temporal arteritis.

5
EPIDEMIOLOGI
 paling banyak terjadi pada orang dari keturunan
benua Eropa Utara, namun jarang pada orang
kulit hitam dan ASIA.
 Biasanya mengenai orang dewasa pada usia >50
tahun
 paling umum pada orang yang berusia > 75 tahun.
 Perempuan > Laki-laki
6
ETIOLOGI
 Penyebabnya ≠ diketahui, tetapi diduga → respon
kekebalan.

7
FAKTOR RESIKO
Faktor resiko akan ↑ apabila:
 Keturunan Eropa Utara
 ♀
 Usia > 50 tahun

8
PATOFISIOLOGI
 Peradangan yang mempengaruhi pembuluh darah
menengah yang memasok kepala, mata, dan saraf
optik. Arteritis temporal berasal dari vasculopathy
umum mempengaruhi arteri menengah dan besar.
Temporal, sel raksasa, dan arteritis kranial terjadi
ketika ada peradangan dan kematian dari satu atau
lebih arteri. Ia paling umum terjadi di kepala,
terutama di arteri temporal yang cabang dari arteri
karotis leher.

9
GEJALA KLINIS
 Gejala yg >> Umum
 Demam & berkeringat >>
 Nyeri di seluruh tubuh termasuk kepala, leher, bahu, pinggul,
otot dan sendi
 Kehilangan nafsu makan dan ↓ berat badan
 rasa sakit saat mengunyah
 Kelelahan dan kelemahan
 penglihatan kabur atau ganda atau bahkan berkurang atau
hilangnya penglihatan
 Mulut luka dan pendarahan gusi
 Pernapasan terganggu

10
CONT...
 rasa sakit pada rahang, otot-otot pengunyahan
dan lidah bisa terluka jika makan a/ berbicara →
Gejala Khas
11
DIAGNOSIS
 Anamnesis
 Pemeriksaan Fisik
 Pemeriksaan Penunjang
12
PENATALAKSANAAN
 Kebutaan terjadi pada 20% penderita yang tidak
diobati, sehingga pengobatan harus segera
dimulai setelah penyakit ini terdiagnosis.
 Pada awalnya diberikan obat kortikosteroid dosis
tinggi seperti prednison 5 mg tablet dengan dosis
45 mg sehari yang kemudian diturunkan secara
perlahan-lahan sampai 5-10 mg sehari.
13
PENCEGAHAN
 ≠ ada pencegahan Khusus.
14
KOMPLIKASI
 Jika tanpa pengobatan:
 menyebabkan pasien kehilangan penglihatan apabila
penyakit ini sudah mempengaruhi pembuluh darah mata,
 dapat menyebabkan stroke.

 Dengan pengobatan:
 Karena memerlukan obat kortikosteroid dalam jangka
panjang, nanti akan menyebabkan terjadinya komplikasi
yang signifikan misalnya seperti osteoporosis dan ulkus
peptikum.

15
PROGNOSIS
 Penyakit ini dapat disembuhkan, meskipun ada
kemungkinan kambuh.

16
KESIMPULAN
 Cranial Arteritis adalah suatu penyakit yang terutama mengenai orang
berusia lanjut dengan arteri karotis eksterna, dan terutama arteri
temporalis, mengalami peradangan granulomatosa dengan sel-sel raksasa.
Arteritis temporalis (arteritis kranialis) dapat menyebabkan defisit non
reversibel fokal yang parah, dan dapat disembuhkan apabila ditemukan
secara dini. Tanda-tanda awal bersifat nonspesifik dan samar, yang
biasanya menyebabkan diagnosis tertunda. Pengobatan harus segera
dimulai setelah penyakit ini terdiagnosis. Pada awalnya diberikan obat
kortikosteroid dosis tinggi seperti prednison 5 mg tablet, kemudian
setelah keadaan pasien membaik, dosisnya diturunkan secara perlahan-
lahan. Jika penyakit ini tidak segera ditangani maka akan menyebabkan
kebutaan pada pasiennya. Kranial arteritis ini dapat disembuhkan,
meskipun ada kemungkinan untuk kambuh kembali.

17
DAFTAR PUSTAKA
 Anonymous. 19 September 2011. Arteritis Temporal. From:
http://kesehatansaya.com/2011/09/19/arteritis-temporal/. Akses 2
April 2013
 Anonymous. 4 Oktober 2012. Anatomi Fisiologi Otak. From:
http://kristynilansari91.blogspot.com/2012/10/anatomi-fisiologi-
otak.html. Akses: 4 April 2013
 Harsono. 2009. Kapita Selekta Neurologi. Yogyakarta: Gadjah Mada
University Press
 Kowalak, Jenniper P., dkk. 2011. Buku Ajar Patofisiologi. Jakarta: EGC
 Price, Silvia A., dkk. 2006. Patofisiologi Konsep Klinis Proses-Proses
Penyakit. Edisi VI. Jakarta: EGC

18
Thank You

19