You are on page 1of 51

UNSUR UNSUR

TEKNIK KIMIA
Unsur-unsur teknik kimia terdiri dari :
 1. fakta yg teramati ( observed facts )
 2. hukum dasar ( basic law )
 3. teori ( theory )
 4. teknik atau kemahiran ( technique )
 5. alat ( tool )


1. fakta yang teramati.
Fakta adalah sesuatu yg benar-benar ada.
Fakta yang diamati membentuk data dan
uraian yang teliti tentang kejadian.
Seorang sarjana teknik kimia dalam hampir
semua tahap profesinya, menyadari bahwa
masalah yg ia harus selesaikan mempunyai
dasar yg berupa fakta yang diamati.
Misalnya :
*penurunan aktifitas katalis didalam
laboratorium,
*Kegagalan kolom destilasi komersial
untuk dioperasikan memenuhi
spesifikasi.

Fakta semacam itu adalah fakta yang
sedang terjadi yang harus dijelaskan.
Cari korelasinya atau tidak
membenarkannya. Adalagi fakta
umum yang telah lebih dikenal dan
yang secara teratur digunakan oleh
sarjana teknik kimia.

Termasuk dalam fakta terakhir adalah
konstanta fisika dan kimia dari
persenyawaan atau bahan-bahan yang
diperlukan untuk perhitungan-perhitungan.

2. hukum dasar.
Hukum dalam pengertian ilmiah ialah
suatu ungkapan dari suatu aturan
atau hubungan peristiwa yg sejauh
diketahui orang bersifat tidak berobah
dalam kondisi tertentu.
Beberapa hukum dasar yg dipakai di teknik
kimia :
1. neraca material dan energi :
• a. kekekalan massa ( lavoisier ) dan
kekekalan energi ( hk.I termodinamika )
• b. hubungan stoichiometri.
• c. hukum termokimia (hk. Hess)
2. termodinamika & kinetika terpakai :
• a. tiga hukum termodinamika
• b. kreteria kesetimbangan (gibbs
duhem)
• c. aturan fasa dari gibbs.
• d. hukum Le chatelier, vant hoff

3. satuan operasi.
a. hukum newton ttg viskositas.
b. hukum hooke ttg elastisitas
c. hukum newton ttg gesekan
d. hukum newton ttg gravitasi
e. hukum pertama fick ttg difusi
f. hukum fourier ttg konduksi panas
g. hukum ohm
h. hukum plank
i. hukum kirchoff
j. hukum wien ttg pergeseran panjang
gelombang cahaya
k.kekekalan momentum, massa & energi
l. hukum le-chatelier
m.kreteria kesetimbangan
n. prinsip ttg keserupaan (kemiripan)

Dari daftar tersebut ada dua kesimpulan :
• 1. hanya beberapa hukum dasar saja
yang sering digunakan diteknik kimia
• 2. hukum dasar yg biasa digunakan di
teknik kimia sendiri tidak mempunyai
hukum dasar serupa.


3. teori.
Teori adalah hipotesa yg telah menjalani
pembuktian (verifikasi) dan yang dapat
diterapkan pada banyak macam peristiwa
(penomena) yang serupa.
Kata hipotesa dan teori sering dipakai saling
bergantian akan tetapi pada umumnya
hipotesa mencakup sesuatu hal yg tentatif
disebabkan karena kekurangan kenyataan
atau bukti.

Beberapa teori yg biasa digunakan di teknik
kimia diberikan dalam daftar berikut :
1. teori adsorbsi (langmuir, vander walls)
2. teori kinetik
3. teori ttg kecepatan reaksi(teory eyring)
4. teori ttg transport phenomena : film
theory, penetration theory, boundary
layer theory.
5. teori tentang yang sesuai
6. teori quantum
Serupa halnya dengan hukum dasar sekali
lagi disini tidak dijumpai daftar yg panjang
bila penemuan hukum dasar lebih banyak
di ilmu pengetahuan dasar, tidaklah
demikian halnya dengan teori, susah untuk
memberikan batasan dimana teori
ditemukan.
Masalah teknik yg mendesak
memerlukan anggapan tentang
keadaan yang tentatif dalam bentuk
hipotesa. Penerapan yg berhasil dari
hipotesa dalam kasus-kasus yang
berbeda-beda mendorong
digunakannya hipotesa itu

secara terus menerus dan lambat laun
hipotesa diangkat menjadi teori.
Beberapa teori dari transport penomena
telah di kembangkan secara itu oleh
sarjana teknik kimia

Khayalan (imagination) memang salah satu
ciri yang sangat baik dari ahli ilmu
pengetahuan terpakai.
ahli-ahli teknologi sejak dulukala telah
menjadi pelopor dalam hal pengembangan
imaginatif, merekalah yang menciptakan
sesuatu tanpa sebelumnya tahu atau
mengerti tentang dasar-dasar bagi
ciptaannya itu.
Untuk itu ia harus mengembangkan
kerangka hipotesa tentang peristiwa yg
berhubungan dengan penemuan itu. Dalam
kurun waktu bertahun-tahun hipotesa yg
lebih berhasil pada akhirnya diangkat
menjadi teori.
Sarjana teknik kimia harus menyadari
bahwa pengamatannya baik yang diperoleh
di laboratorium maupun dipabrik
merupakan sumber bagi teori baru.

4. kemahiran teknik kimia.
Keunikan suatu ilmu pengetahuan terpakai
terletak didalam kemahirannya. Semua
kemahiran tersebut berdasarkan metode
ilmiah yang klasik. Hal-hal yg menghasilkan
keunikan adalah penekanan yang khusus
dengan cara penerapannya.
Kemahiran-kemahiran tersebut jarang
sekali diklasifikasikan secara
sistimatik, padahal banyak masalah
dengan situasi yang tidak
berhubungan dpt di selesaikan
dengan menggunakan kemahiran
yang sama.

Bila seseorang sarjana teknik kimia
tahu tentang jenis-jenis kemahiran
itu, maka ia akan lebih mampu
mencari penyelesaian segala situasi
tanpa menggantungkan secara
berlebihan pada pengalaman.
Kemahiran-kemahiran teknik kimia yang
utama :
1. pembahasan (reasoning) berdasarkan
analisa dan sintesa.
2. pengembangan konsep
3. pembahasan berdasarkan analogi.
4. pembahasan berdasarkan generalisasi
5. pembahasan berdasarkan hipotesa
6. melakukan percobaan
7. mengambil keputusan.

1. analisa dan sintesa.
Keberhasilan penyelesian suatu masalah tergantung
pada identifikasi secara logika fakta-fakta yang
relefan, baik yang sudah diketahui maupun yang
harus ditentukan.
Dapatlah secara pasti dikatakan bahwa
kebanyakan sarjana teknik kimia, termasuk
mereka yang baru lulus, mempunyai kemampuan
menganalisa masalah yang jarang ditandingi oleh
profesi yang ada, atau yang lain.
Hal tersebut agak mengherankan kalau
diingat bahwa kemampuan itu diperoleh
melalui suatu program pendidikan yang
tidak mengajarkan analisa secara khusus.
Rupanya kemampuan itu di peroleh dari
pengulangan secara sadar atau insidental
dari bagian-bagian analisa selama seluruh
jenjang edukasi dan tahapan awal latihan
praktek sarjana teknik kimia.
 Kata-kata seperti :
Pilihlah dasarnya
Buatlah daftar
Dapatkan fakta
Buatlah tabel untuk data.
Adalah langkah-langkah pengarahan yang
dikenal untuk memecahkan masalah secara
baik, yang diperkenalkan kepada sarjana
teknik kimia saat awal kuliahnya dan
berangsur bersifat naluri profesinya.
Analisa adalah menguraikan masalah
menjadi bagian-bagiannya dan menentukan
fakta-fakta dan teori yang relevan, sesudah
berbagai bagian dari masalah tersebut
diselesaikan, dilanjutkan dengan sintesa
yang menggabungkan bagian-bagian ini
menjadi pendekatan dari keadaan yang
nyata. Keberhasilan sintesa ini erat
hubungannya dengan kecerdikan pada saat
melakukan analisa semula.
2. pengembangan konsep.
Tahap penulisan konsep suatu
penyelidikan adalah tahap yang
menentukan di teknik kimia karena
begitu banyak masalah engineering
dapat terpecahkan dengan
penggunaan konsep-konsep yang
tepat.
Jenis konsep utama ialah :
Konsep berdasarkan instuisi(perasaan)
Konsep berdasarkan postulasi
(perumpamaan)

Metode pembuktian ini banyak
dipakai dalam kehidupan sehari-hari
dan dapat merupakan sumber dari
kepalsuan bila digunakan secara
salah.
Tetapi dapat juga merupakan sumber ide
dan hipotesa baru bila dikaji dengan hati
hati. Keadaan yg mendesak mendorong
sarjana teknik kimia utk membandingkan
aspek-aspek suatu masalah yang tidak
terpecahkan dengan aspek-aspek dari
sistim fisik yang lain yang sudah
dimengerti betul.
4. pembahasan berdasarkan
generalisasi.
Kebutuhan yang mendesak dari orang
praktek adalah generalisasi, karena
generalisasi yang berhasil berarti
penghematan waktu yang bertahun-tahun
yang akan diperlukan seandainya setiap ke
jadian harus dicoba.

Dalam metoda industri dibedakan
induksi sempurna dan generalisasi.
Induksi sempurna melibatkan
pengetahuan dari setiap kejadian,
sehingga metoda itu hanya berguna
untuk kasus-kasus sederhana.
Kemahiran generalisasi menggunakan
filsafat yang sama akan tetapi untuk tujuan
yang praktis, generalisasi menggunakan
pengamatan yang secukupnya saja sebagai
dasarnya.
Generalisasi yg berhasil, seperti korelasi
sifat fisik yg digeneralisasikan, telah
terbukti sangat berguna di teknik kimia.
5. pembahasan berdasarkan hipotesa.
Hipotesa adalah tahap pertama menuju
kepenemuan dan ia adalah alat yang
sangat berguna untuk menyelesaikan
masalah. Suatu masalah timbul dan
hipotesa disarankan sesudah masalah itu
dianalisa. Akibat-akibat tertentu dari
hipotesa kemudian diturunkan.
Hasil turunan ini selanjutnya diuji
dengan pengamatan lebih lanjut atau
dengan percobaan yang terencana.

Sarjana teknik kimia menggunakan
kemahiran ini dalam situasi-situasi yang
sangat berbeda-beda seperti
memecahkan kesukaran dioperasi pabrik
dan pengembangan ide untuk penelitian
funda mental. Dalam semua kasus
diperlukan khayalan yang terdisiplin,
hipotesa yang paling bagus tentunya
didasarkan pada pengetahuan yang luas
tentang bidangnya.
Tanpa khayalan pengetahuan itu akan
mandeg dan hanya berguna sebagai alat
untuk memperhalus dan mengungkap
kembali kekurangan-kekurangan yang ada
dari pengetahuan itu. Sarjana teknik kimia
perlu menguasai kemahiran pembahasan
untuk memecahkan masalah rutin, akan
tetapi sebagai tahapan dalam
pengembangan ide baru dan teori yang
berharga.

6. kemahiran percobaan.
Yang dimaksudkan disini adalah
kemahiran tentang pendekatan
terhadap penyelidikan secara
eksperimental, dan bukannya metode
manipulasi yang biasa dilakukan
dalam percobaan teknik kimia.
Di teknik kimia banyak digunakan
dua kemahiran dasar yang umum
untuk semua penyelidikan ilmiah
yaitu :
a. Penyelidikan dengan dasar
pengendalian variabel.
b. penyelidikan dengan cara mencari
hubungan sebab musabab (causal
relation).
yang pertama adalah khas untuk ilmu
pengetahuan yang eksak dan digunakan
dalam semua yang disebut penyelidikan
teknik kimia yang fundamental. Hal
tersebut memerlukan hipotesa yang
kreatif yang disusun secara hati-hati
untuk sistim yang sedang dipelajari.
Akibat-akibat dari pengambilan hipotesa
tsb diturunkan secara logika &
matematika.
Kemudian dengan cara pengendalian
variabel secara sistematik. Hipotesa itu
dibuktikan kebenarannya. Kemahiran
penyelidikan dengan cara mencari
hubungan sebab-musabab melibatkan
penemuan sebab dan akibat. Prosedur
sebab & akibat ini biasa digunakan bila
diketahui atau di perkirakan adanya
hubungan-hubungan formal yang
jumlahnya tidak banyak.
Metode ini digunakan misalnya bilamana
timbul kesulitan pada suatu prosedur
operasi.
Teknik kimia sangat mengandalkan
kemahiran ini untuk interpretasi data pilot
plant dan dalam pemecahan masalah
sarana teknik pabrik.

7. pengambil keputusan.
Pada seluruh tahap proses pemecahan
masalah dimulai dari analisa, keputusan
-keputusan harus diambil yang bukan saja
menentukan cara penyelesaian tetapi juga
menentukan ketelitian dan kegunaan dari
kesimpulan-kesimpulan, pengambilan
keputusan adalah proses yang logis dimana
penentuan nilai dan ramalan memegang
peranannya.
5. alat (tool)dari teknik kimia.
Beberapa alat teknik kimia ialah :
a. matematika & logika nformal
b. graphika
c. bahasa (tertulis & lisan)
d. pengukuran
e. statistik
f. ekonomi
g. hukum.
Beberapa alat teknik kimia yang tersebut
dalam daftar adalah sama seperti yang
digunakan dalam ilmu pengetahuan murni
dengan pengecualian ekonomi. Ekonomi yg
merupakan alat yg berhar ga di teknik
kimia sering diabaikan dalam ilmu
pengetahuan. Penguasaan yg cukup dari
alat-alat yang disebutkan dalam daftar
adalah perlu untuk memupuk kompetensi
(kemampuan) dalam teknik kimia.
Seorang sarjana teknik perlu mengetahui
bahwa penguasaan alat saja tidak
membuat orang menjadi sarjana teknik.
Alat-alat itu adalah sarana menuju
ketujuan akhir dan tujuan paling akhir itu
adalah produksi barang-barang yang
berguna.
Keberhasilan dalam mencapai tujuan
itu menuntut pengetahuan dan
penerapan yang kompeten tentang
semua unsur teknik kimia berupa ;
fakta yang diamati, hukum dasar
teori, technique dan alat-alat.
Secara periodik kemajuan-kemajuan salah
satu jenis alat tersebut menimbulkan minat
konsentrasi yang berlebihan dan sejalan
dengan itu telah terjadi pengabaian
terhadap hal-hal yang lain.
Matematika merupakan alat ilmia yang
selalu ampuh dan tanpa mengenal
batas waktu, telah mendapat banyak
perhatian karena kemajuan-kemajuan
dibidang komputer, oleh sementara
orang ilmu pengetahuan tentang
komputasi telah dinilai secara
berlebihan.
Perlakuan semacam ini bukan hanya
mengaburkan kegunaan nyata dari
matematika tetapi juga menyebabkan
terjadinya beberapa kepalsuan yang timbul
bila unsur yang penting diabaikan.