You are on page 1of 16

Anatomi Payudara

Geulissa
1210211194

Hayoooo tadi mikir apa….

• Payudara (buah dada) atau
kelenjar mammae adalah
salah satu organ reproduksi
pada wanita yang berfungsi
mengeluarkan air susu.
• Payudara terdiri dari
lobules-lobulus yaitu
kelenjar yang menghasilkan
ASI, tubulus atau duktus
yang menghantarkan ASI
dari kelenjar sampai pada
puting susu (nipple).


Payudara terletak pada
hermithoraks kanan dan kiri
dengan batas-batas yang
tampak dari sebagai berikut:

- Batas Superior : iga II atau III

- Batas Inferior: iga VI atau VII

- Batas Medial: pinggir sternum

- Batas Lateral: garis aksillars
anterior
Pada payudara
terdapat tiga bagian
utama, yaitu :
• Korpus (badan), yaitu
bagian yang membesar.
• Areola, yaitu bagian yang
kehitaman di tengah.
• Papilla atau puting, yaitu
bagian yang menonjol di
puncak payudara.


Korpus

Alveolus, yaitu unit terkecil yang
memproduksi susu. Bagian dari
alveolus adalah sel Aciner,
jaringan lemak, sel plasma, sel
otot polos dan pembuluh darah.

Lobulus, yaitu kumpulan dari
alveolus.

Lobus, yaitu beberapa lobulus
yang berkumpul menjadi 15-20
lobus pada tiap payudara.
ASI dsalurkan dari alveolus ke
dalam saluran kecil (duktulus),
kemudian beberapa duktulus
bergabung membentuk saluran
yang lebih besar (duktus
laktiferus).

Areola

Sinus laktiferus, yaitu
saluran di bawah areola
yang besar melebar,
akhirnya memusat ke
dalam puting dan
bermuara ke luar. Di
dalam dinding alveolus
maupun saluran-saluran
terdapat otot polos yang
bila berkontraksi dapat
memompa ASI keluar.


• Papilla
Bentuk papilla mammae
ada empat,

• Bentuk papilla mammae
normal
• Bentuk papilla mammae
pendek
• Bentuk papilla mammae
panjang
• Bentuk papilla mammae
terbenam/ terbalik


Vaskularisasi • Arteri

Payudara mendapat aliran darah dari:
• Cabang-cabang perforantesa mammaria interna.
Cabang-cabang I, II, III, IV, V dari a. mammaria interna
menembus di dinding dada dekat tepi sternum pada
interkostal yang sesuai, menembus m. pektoralis
mayor dan memberi aliran darah pada tepi medial
glandulla mamma.
• Rami pektoralis a. thorako-akromialis. Arteri ini
berjalan turun di antara m. pektoralis minor dan m.
pektoralis mayor. Pembuluh ini merupakan pembuluh
utama m. pektoralis mayor, arteri ini akan
memberikan aliran darah ke glandula mamma bagian
dalam (deep surface)
• A. thorakalis lateralis (a. mammae
eksternal). Pembuluh darah ini berjalan turun
menyusuri tepi lateral muskulus (otot = m) pektoralis
mayor untuk mendarahi bagian lateral payudara.
• A. thorako-dorsalis. Pembuluh darah ini merupakan
cabang dari a. subskapularis. Arteri i memberikan
aliran darah ke m. latissmus dorsi dan m. serratus
magnus. Walaupun arteri ini tidak memberikan
pendarahan pada glandula mamma, tetapi sangat
penting artinya, karena pada tindakan radikal
mastektomi, pendarahan yang terjadi akibat
putusnya arteri ini sulit dikontrol, sehingga daerah ini
dinamakan “ the bloody angel”.

• Vena


Pada daerah payudara terdapat tiga grup vena:

a. Cabang-cabang perforantes v. mammaria interna

Vena ini merupakan vena yang tersebar pada
jaringan payudara yang mengalirkan darah dari
payudara dan bermuara pada v. Mammaria interna
yang kemudian bermuara pada v. minominata.

b. Cabang-cabang v. aksillaris,

yang terdiri dari v. thorako-akromialis. v. thoraklais
lateralis dan v. thorako-dorsalis.

c. Vena-vena kecil bermuara pada v. interkostalis

Vena interkostalis bermuara pada v. Vertebralis,
kemudian bermuara pada. Azygos (melalui vena-
vena ini, keganasan pada payudara akan dapat
bermetastase langsung ke paru).

Sistem Limfatik Pada Payudara

a. Pembuluh Getah bening

- Pembuluh getah bening aksilla:
Pembuluh getah bening aksilla ini
mengalirkan getah bening dari daerah-
daerah sekitar areola mamma, kuadaran
lateral bawah dan kuadaran lateral atas
payudara

- Pembuluh getah bening mammaria interna:
Saluran limfe ini mengalirkan getah bening
dari bagian dalam dan medial payudara.
Pembuluh ini berjalan di atas fasia pektorlais
lalu menembus fasia tersebut sistem
pertorntes menembus m. pektrolis mayor.
Kemudian berjalan ke medial bersama-sama
dengan sisitem pertorntes menembus m.
interkostalis dan bermuara ke dalam kelenjar
getah bening mamaria interna.



Dari kelenjar mammaria interna, getah
bening menglilr melalui trunkus limfatikus
mamaria interna. Sebagian akan bermuara
pada v. kava, sebagian akan bermuara ke
duktus thorasikus (untuk sisi kiri) dan duktus
limfatikus deksrta(untuk sisi kanan)

Pembuluh getah bening di daerah tepi
medial kuadran medial bawah payudara.
Pembuluh ini berjalan bersama-sama vasa
epigastrika superior, menembus fasia rektus
dan masuk ke dalam kelenjar getah bening
preperikadial anterior yang terletak di tepi
atas diafragma, di atas ligmentum falsiform.
Kelenjar getah bening ini juga menampung
getah bening dari diafragma, ligamentum
falsiforme dan bagian antero superior hepar.
Dari kelenjar ini, limfe mengalir melalui
trunkus limfatikus mammaria interna.
Kelenjar getah bening aksilla

Terdapat enam grup kelenjar getah bening aksilla:
• Kelenjar getah bening mammae eksterna. Untaian
kelenjar ini terletak di bawah tepi lateral m.
pektoralis mayor, sepanjang tepi medial aksilla.
Grup ini dibagi dalam 2 kelompok:
- Kelompok superior, terletak setinggi ingerkostal II-
III
- Kelompok inferior, terletak setinggi interkostal IV-
V-VI
• Kelenjar getah bening scapula. Terletak sepajang v.
subskapularis dan thoralodoralis, mulai dari
percabangan v. aksillaris mejadi v. subskapularis,
sampai ke tempat masuknya v. thorako-dorsalis ke
dalam m. latissimus dorsi.
• Kelenjar getah bening sentral (central nodes).
Terletak di dalam jaringan lemak di pusat aksila.
Kadang-kadang beberapa di antaranya terletak
sangat superficial, di bawah kulit dan fasia pada
pusat aksila, kira-kira pada pertengahan lipat aksila
depan dan belakang. Kelenjar getah bening ini
adalah kelenjar getah bening yang paling mudah
diraba dan merupakan kelenjar aksilla yang
terbesar dan terbanyak jumlahnya.

• Kelenjar getah bening interpektoral (rotters nodes).
Terletak antara m. pektoralis mayor dan minor,
sepanjang rami pektoralis v. thorako-akromialis.
Jumlahnya satu sampai empat buah.
• Kelenjar getah v. aksillaris. Kelenjar-kelenjar ini
terletak sepanjang v. aksillaris bagian lateral, mulai
dari white tendon m. laitssimus dorsi sampai ke
sedikit medial dari percabangan v. aksillaris-
v.thorako akromialis.
• Kelenjar getah bening subklavikula. Terletak di
sepanjang v.aksillaris, mulai dari sedikit medial
percabangan v.aksillaris-v.thorako-aktomialis sampai
dimana v. aksillaris menghilang di bawah tendo
m.subklavius. kelenjar ini merupakan kelenjar aksilla
yang tertinggi dan termedial letakya. Semua getah
bening yang berasal dari kelenjar-kelenjar getah
bening aksilla masuk ke dalam kelenjar ini. Seluruh
kelenjar getah bening aksilla ini terletak di bawah
fasia kostokorakoid.
• Kelenjar getah bening prepektoral, Kelenjar getah
bening ini merupakan kelenjar tunggal yang kadang-
kadang terletak di bawah kulit atau di dalam
jaringan payudara kuadran lateral atas disebut
prepektoral karena terletak di atas fasia pektoralis.
• Kelenjar getah bening interna, Kelenjar-kelenjar ini
terdapat di sepanjangt trunkus limfatikus mammaria
interna, kira-kira 3 cm dari tepi sternum, terletak di
dalam lemak di atas fasia endothoraiska. Pada sela
tiga, diperkiran jumlahnya sekitar 6-8 buah.


Susunan saraf

• Susunan saraf payudara berasal dari cabang
cutaneneous cervical dan saraf thorako
spinal.
• Cabang saraf ketiga dan keempat cutaneus
dari plexus cervicalis, melewati bagian
anterior, berakhir di jajaran tulang tiga yang
kedua. Cabang-cabang ini menyuplai sensor
ke bagian payudara atas, saraf thoracic
spinal, T3, T6 membentuk saraf intercostals
dan bercabang dari otot peectoralis major
dekat sternum untuk mensuplai sensor ke
bagian lateral payudara.
• Percabangan T2 memasuki bagian atas tubuh
saraf interkostobrachial dan mensuplai
sensor ke aksila. Susunan saraf areola dan
puting susu disuplai oleh saraf parikang
thoracic yang bercabang-cabang dengan
bentuk membulat.

Laktasi

• Masing-masing payudara terdiri atas sekitar
20 percabangan duktus yang terbuka melalui
sinus ke atas permukaan putting susu.
Terdapat benang-benang penyangga dari
jaringan fibrosa yang melekatkan ke dinding
dada, dan terdapat banyak sel-sel lemak di
antara lobulus.

• Sistem duktus telah terbentuk dengan baik
setelah pubertas, karena keterlibatan
estrogen, tetapi sekretorius asini hanya
berkembang pada kehamilan di bawah
pengaruh kadar progesterone yang tinggi.
Prolaktin, suatu hormon dari kelenjar
hipofisis, meningkatkan aksi baik pada
estrogen maupun progesterone.

• Setelah kelahiran anak, penurunan kadar
estrogen dan progesterone menyebabkan
peningkatan sekresi prolaktin dan hal ini
merangsang sekresi air susu ibu oleh kelenjar
asini. Sekresi yang pertama dihasilkan adalah
kolostrum cairan yang kaya akan protein yang
mengandung antibody. Setelah hari ketiga
terbentuk laktasi normal.

• Penghisapan bayi pada payudara merangsang
puting susu menyebabkan refleks sekresi dari
hormon oksitosin dari kelenjar hipofisis
anterior. Oksitosin menyebabkan kontraksi
serat-serat otot polos di sekitar asini dan air
susu dengan cepat diejeksikan dari putting
susu. Suatu refleks yang dikenal sebagai
“letdown” terbentuk pada beberapa hari
pertama menyusui tetapi dengan jelas
dipengaruhi oleh emosi. Pelepasan oksitosin
juga membantu uterus untuk berkontraksi
sehingga uterus kembali ke ukuran
normalnya.

• Prolaktin, suatu hormon yang disekresi oleh
glandula pituitaria interior, penting untuk
produksi air susu ibu, tetapi walaupun kadar
hormon ini di dalam sirkulasi maternal
meningkat selama kehamilan, bekerjanya
hormon ini dihambat oleh hormon plasenta.
Dengan lepasnya / keluarnya plasenta pada
akhir proses persalinan, maka kadar estrogen
dan progesteron berangsur-angsur turun
sampai tinfkat dapat dilepaskannya dan
diaktifkannya prolaktin.


• Terjadinya suatu kenaikan pemasokan darah
beredar lewat payudara dan dapat diekstaksi
bahan penting untuk pembentukan air susu.
Globulin, lemak dan molekul-molekul protein
dari darah sel-sel sekretoris akan
membengkakkan acini dan
mendorongkannya menuju ke tubuli laktifer.

• Kenaikan kadar prolaktin akan menghambat
ovulasi dan dengan demikian juga
mempunyai fungsi kontrasepsi, tetapi ibu
perlu memberikan air susu 2 sampai 3 kali
setiap jam agar pengaruhnya benar-benar
efektif.

• Dua faktor yang terlibat dalam mengalirkan
air susu dari sel-sel sekretorik ke papilla
mamae: tekanan dari belakang dan efek
neurohormonal.

Sumber
• Sobotta
• Anatomi klinik snell
• Google.com
• Gag.com