You are on page 1of 20

Ca.

Endometrium
Deri Edianto
Insiden
 Negara maju : kanker ginekologi tertinggi
 Amerika : 361.000 kasus/tahun
65.000 kematian/tahun
 Peningkatan penggunaan estrogen
 Pola makan (obesitas)
Epidemiologi
 Terjadi pada masa reproduktif dan
menopause
 Usia tersering: 50 – 59 thn
 Pil kontrasepsi kombinasi : melindungi
 Lama pemakaian sekurangnya 12 bulan
 Masih melindungi hingga 10 tahun kemudian
 Merokok : risiko ↓
Faktor risiko
 Unopposed estrogen
– Terapi hormonal (estrogen)
– Obesitas
– Nulli para
– Menopause terlambat
 Hipertensi
 Diabetes mellitus
 Faktor melindungi:
– Merokok
– Kontrasepsi oral
Diteksi dini
 Metode skrining masal:
– Metode yang ideal(-)
– Tidak cost effective
 Skrining dilakukan bila :
– Wanita pasca menopause dengan perdarahan
– Wanita pasca menopause pengguna estrogen
– Riwayat keluarga HNPCC
– Wanita perimenopause dengan siklus anovulasi
– Penderita PCO
– Haid lama dan banyak
– Perdarahan antar haid
 Cara :
– Kuretase bertingkat
– Paps smear (kurang efektif)
Symptom
 Perdarahan pervaginam
 Terutama wanita pasca menopause
 Intermenstrual bleeding
 Perdarahan haid banyak dan lama
Wanita yang dicurigai
 Pasca menopause dengan :
– Perdarahan pervaginam
– Pyometra
– Paps smear dijumpai sel sel endometrium
 Intermenstrual bleeding
 Perdarahan haid banyak
 Perdarahan abnormal dengan riwayat
anovulasi
Diagnosa
 Kuretase bertingkat
 Histeroskopi dapat membantu
 Pemeriksaan histopatologi
 Sistoskopi/rektoskopi pada stadium lanjut
Stadium FIGO 1971
(clinical staging)
 Melalui pemeriksaan ginekologik
 Dalam narkose
 Sondase uterus
 Masih digunakan pada kasus unoperable
Stadium FIGO 1988
(surgical staging)
 Ia G1,2,3.: tumor terbatas pada endometrium
 Ib G1,2,3.: invasi < ½ miometrium
 Ic G1,2,3.: invasi > ½ miometrium
 IIa G1,2,3.: keterlibatan endoserviks
 IIb G1,2,3.: invasi stroma serviks
 IIIa G1,2,3.: invasi sampai serosa uterus dan/atau
adnexa dan/atau sitologi peritoneal positive
 IIIb G1,2,3.: metastase vagina
 IIIc G1,2,3.: metastase KGB pelvis/paraaorta
 IVa G1,2,3.: invasi mukosa kandung kemih atau rektum
 IVb G1,2,3.: metastase jauh termasuk intra abdominal
atau KGB inguinal
Pola penyebaran
 Penyebaran langsung
 Exfoliasi melalui tuba
 Penyebaran lymphatic
 Penyebaran hematogen

Pola penyebaran
 Penyebaran langsung:
– Pola penyebaran paling sering
– Menembus miometrium sampai serosa
– Sampai serviks dan vagina
 Penyebaran transtubal:
– Sel tumor pada bilasan peritonium
– Menyebar keseluruh abdomen
 Penyebaran limfatik:
– Ke KGB pelvis dan paraaorta
– Penyebaran vagina (tanpa keterlibatan serviks)
 Penyebaran hematogen
– Metastase jauh
Patologi
 Jenis histologi yang sering : adenokarsinoma
 Lesi awal dapat fokal atau difus
 Bermula dari hiperplasia atipik
 Dapat juga bermula dari endometrium atropik
 Ukuran uterus dapat membesar
Sub tipe histologi karsinoma
endometrium
 Endometrioid
 Adenosquamous
 Musinous
 Papillary serous
 Clear cell
 Lain-lain
Faktor prognostik
 Usia
 Jenis histologi
 Diferensiasi histologi
 Stadium
 Invasi miometrium
 LVI
 Sitologi peritonium
 Reseptor estrogen/progesteron
 Metastase KGB
 Metastase adnexa
 Ukuran tumor
 Ploiditas
 Jenis terapi
Bokhman : dua tipe ca. endometrium
 Tipe I
– Obesitas
– Hiperlipidemia
– Tanda-tanda hiperestrogen
 Unovulatory bleeding
 Infertil
 Menopause terlambat
 Hiperplasia endometrium
Bokhman : dua tipe ca endometrium
 Tipe II
– Tanpa stimulasi estrogen
– Poorly differentiated
– Invasi miometrium lebih dalam
– Tidak sensitif dengan progestin
– Sering metastase KGB
– Prognosa lebih jelek
Terapi
 Surgical staging
– TAH
– BSO
– Sitologi peritonium
– Biopsi KGB
 Kombinasi radiasi pada stadium > I
 Radiasi pra operatif tidak efektif
 Radiasi adjuvant untuk kasus dengan faktor
prognostik jelek
 Radiasi primer untuk kasus unoperable
 Chemoterapi + hormonal untuk kasus berulang
Rekurensi
 80% terjadi dalam 3 tahun pertama
 Terapi sangat individual
 Terapi hormonal
 Kemoterapi