Oleh : Deski S.C.

P Made - 0961050085

 Multiple myeloma merupakan keganasan hematologi yang

berasal dari sumsum tulang; merupakan tumor primer tulang
yang paling sering dan ditandai dengan adanya proliferasi sel
plasma yang berasal dari sel B limfosit. Sel plasma berperan
dalam pembentukan sistem imunitas tubuh dengan
membentuk imunoglobulin yang dapat membantu melawan
infeksi.Sebagai tumor primer tulang lokasi yang paling
banyak dikenai adalah tulang aksial (cranium, vertebra,
costa, dan pelvis) namun pada dasarnya semua tulang juga
dapat terlibat.

 Setelah sumsum tulang dcostantikan oleh sel plasma ganas,

sel normal sumsum tulang terdepresi, sel hemopoietik
normal terdestruksi, akhirnya sumsum tulang mengalami
kegagalan total, destruksi matriks tulang menimbulkan
osteosklerosis, lesi osteolitik, fraktur patologis, dan nyeri
tulang.

INSIDEN DAN EPIDEMIOLOGI
 Multiple myeloma menempati urutan kedua dari
kelompok kanker darah
 Berdasarkan American Cancer Society (ACS),
pada akhir tahun 2009 diperkirakan ada 20.000
kasus baru dan pada 2010 diperkirakan hampir
11.000 kematian akibat MM.
 Frekuensi laki-laki dengan perempuan sekitar 2:1
dan seiring dengan meningkatnya angka
harapan hidup, kasus MM semakin meningkat

karena MM cenderung terjadi pada dekade 5-7
kehidupan

ETIOLOGI

1. Paparan
radiasi

2. Genetik

3.Onkogen

 Beberapa sisi tulang

iga patah
 Lesi destruktif iga

dengan komponen
jaringan lunak di iga
VII lateral
 Gambaran

lusen
pada scapula kanan

 Gambaran foto PA,

lusen pada scapula
kanan

 Beberapa gambaran
lucen bulat dalam
tengkorak , sangat

kompatibel
myeloma

dengan

 Foto skull lateral yang

menggambarkan
sejumlah
lesi
litik
“punch out lesion” yang
khas pada calvaria,
yang
merupakan
karakteristik
dari
gambaran
multiple
myeloma.

 Sebuah
gambaran
lucen 6,5mm bulat
terlihat pada tulang
femur
distal
dan
berdekatan
dengan

korteks
lateral
diaphysis distal.

 Foto
femur
menunjukkan adanya
endosteal
scalloping
(erosi pada cortex
interna) pada pasien

dengan
myeloma

multiple

 Foto
pelvic
yang
menunjukkan
fokus
litik kecil yang sangat
banyak
sepanjang
tulang pelvis dan femur

yang sesuai dengan
gambaran
multiple
myeloma.

CT thorax
 Demineralisasi
difus
dan lesi litik yang
terlihat pada hampir
seluruh
dada,
konsisten
dengan

multipel myeloma
 Kompresi dari vertebra

T9. dengan deformitas

 Terdapat sebuah lesi
3.5x1.8cm terdapat di
lateral, tepat iga VIII
dengan asosiasi massa
jaringan lunak pada
dinding dada yang

menyebabkan
kerusakan kortikal dan
fraktur patologis

 Lytic expansile mass dari

C5. Pada CT Scan
tranversal
C5
menunjukkan
adanya
perluasan massa jaringan
lunak (expansile softtissue
mass)
pada
sepanjang sisi kanan
Vertebra
Cervikal
5
dengan kerusakan tulang
terkait

 Potongan sagital T1 –
gambaran
weighted
pada vertebra lumbalis
menunjukkan adanya
infiltrasi difus sumsum
yang disebabkan oleh
multiple myeloma.

 Pada T10 terdapat adanya

focal mass-like lesion yang
menunjukkan
suatu
plasmacytoma.
 Foto potongan sagital T1
weighted-MRI pada lumbarsakral
memperlihatkan
adanya diffusely mottled
marrow yang menunjukkan
adanya diffuse involvement
pada sumsum tulang dengan
multiple myeloma. Juga
didapatkan
gambaran
fraktur
kompresi
pada
seluruh
vertebra
yang
tervisualisasi.

A.Foto polos lateral
view vertebra lumbal
memperlihatkan
beberapa lesi litik,
salah satunya di L5
(panah)
B.MDCT terlihat lesi
yang sama pada foto
polos di L5 (panah)
C.MRI
T1-weigted
potongan
sagital
terlihat
signal
homogen pada L5
tanpa lesi fokal

 FDG PET scan pada
pasien
multiple
myeloma
dengan
difuse yang berat
disertai focal disease.

1. Metastase Tumor

 Foto

pelvic
pada
metastasis
tumor
payudara ke tulang
memberikan
gambaran osteolytic.

Metastase Tulang
 Bone
scan
pada
penderita
kanker
payudara,
tampak
peningkatan
uptake
pada vertebra dan

pelvis

Metastase Tulang

 Bone scan pada pasien
dengan kanker prostat,
tampak peningkatan
uptake pada vertebra,
pelvis dan extremitas

2. Osteoblastoma
 Gambaran

radiologik
terlihat gelembung khas
berupa
defek
pada
korteks anterior tibia.
Mungkin pula ditemukan
penebalan dari tulang
sekitarnya.
Lesi
radiolusen mengelilingi
bagian tulang yang
sklerosis, dan terdapat
juga
lesi-lesi
kecil
dengan gambaran yang
serupa.