You are on page 1of 22

Manajemen Strategis

:

Strategi-strategi
dalam
Tindakan
Kelompok 3

Dian Nurfadilah
Marina Dwi Arindini
Sari Dwi Hariyati
Irman
AKUNTANSI IIIB

Balanced Scorecard
Balanced Scorecard merupakan sebuah teknik evaluasi dan
pengendalian strategi.
• Dinamakan Balanced Scorecard karena keyakinan mengenai

kebutuhan perusahaan untuk “menyeimbangkan” ukuran-ukuran
finansial yang sering kali secara ekslusif digunakan dalam evaluasi dan
pengendalian strategi dengan berbagai ukuran nonfinansial seperti
kualitas produk dan layanan konsumen.
• Aspek Balance Scorecard :
– Keuangan

– Pelanggan
– Proses Bisnis
– Pembelajaran & Pertumbuhan

> Tujuan membantu para pemangku kepentingan (stakeholder) dalam memahami peran mereka dalam masa depan organisasi. dan seluruh organisasi dievaluasi. menantang. > Tujuan berperan sebagai standar yang dengannya individu. mungkin untuk dicapai. hierarkis. dan kongruen antar unit organisasional. > Tujuan juga mengarahkan serta memungkinkan sinergi organisasional. . realistis. > Tujuan menetapkan prioritas organisasional dan merangsang kerja serta pencapaian. > Tujuan juga menyediakan landasan bagi pengambilan keputusan yang konsisten oleh para manajer yang memiliki nilai dan sikap berbeda-beda. divisi. dapat dimengerti. kelompok. > Tujuan menyediakan landasan untuk merancang pekerjaan dan mengatur berbagai aktivitas yang akan dijalankan di suatu organisasi. departemen. dapat diukur.Tujuan Jangka Panjang > Tujuan harus kuantitatif.

dan seterusnya. margin laba yang lebih besar. yang lebih tinggi. biaya yang lebih rendah dibandingkan pesaing. kualitas produk yang lebih tinggi dibandingkan pesaing. . • Tujuan strategis mencakup hal-hal seperti pangsa pasar yang lebih besar. waktu pengiriman yang lebih cepat dibandingkan pesaing. waktu rancangan ke pasar yang lebih singkat dibandingkan pesaing. arus kas yang membaik. petumbuhan laba. cakupan geografis yang lebih luas dibandingkan pesaing. dividen.Tujuan Keuangan dan Tujuan Strategis • Tujuan keuangan mencakup hal-hal yang berkaitan dengan pertumbuhan pendapatan.

Penetrasi Pasar 5.Jenis-jenis Strategi Strategi-strategi alternatif yang dapat dijalankan sebuah perusahaan yang dikategorikan menjadi 11 tindakan: 1. Integrasi Horizontal 4. Pengembangan Produk 7. Pengembangan Pasar 6. Integrasi ke Belakang 3. Likuidasi . Penciutan 10. Diversifikasi yang Terkait 8. Diversifikasi yang Tak Terkait 9. Divestasi 11. Integrasi ke Depan 2.

• Integrasi ke Belakang (backward integration) adalah sebuah strategi yang mengupayakan kepemilikan atau kendali yang lebih besar atas pemasok perusahaan. . • Integrasi Horizontal (horizontal integration) mengacu pada strategi yang mengupayakan kepemilikan atau kendali yang lebih besar atas pesaing perusahaan.Strategi-strategi dalam Integrasi • Integrasi ke Depan (forward integration) berkaitan dengan usaha untuk memperoleh kepemilikan atau kendali yang lebih besar atas distributor atau peritel.

• Pengembangan produk (product development) adalah sebuah strategi yang mengupayakan peningkatan penjualan dengan cara memperbaiki atau memodifikasi produk atau jasa yang ada saat ini. • Pengembangan pasar (market development) meliputi pengenalan produk atau jasa yang ada saat ini ke wilayah-wilayah geografis yang baru. .Strategi-strategi Intensif • Penetrasi pasar (market penetration) adalah strategi yang mengusahakan peningkatan pangsa pasar untuk produk atau jasa yang ada di pasar saat ini melalui upaya-upaya pemasaran yang lebih besar.

Bisnis dikatan terkait ketika rantai nilai bisnis memliki kesesuaian strategis lintas bisnis yang bernilai secara kompetitif. .Strategi Diversifikasi Terdapat 2 jenis umum strategi-strategi diversifikasi (diversification strategies): Terkait dan tak terkait. bisnis dikatakan tak terkait ketika rantai nilai bisnis sangat tidak mirip sehingga tidak ada hubungan lintas bisnis yang bernilai secara kompetitif.

. • Ketika produk yang baru namun terkait dapat ditawarkan dengan harga yang sangat bersaing.Diversifikasi Terkait Pedoman tentang kapan diversifikasi terkait dapat menjadi sebuah strategi yang sangat efektif: • Ketika organisasi berkompetisi di sebuah industri yang tidak mengalami pertumbuhan atau yang pertumbuhannya lambat. • Ketika menambahkan produk yang baru namun terkait akan secara signifikan mendongkrak penjualan saat ini.

• Pedoman tentang kapan diversifikasi tak terkait dapat menjadi sebuah strategi yang sangat efektif: – Ketika organisasi bersaing di sebuah industri yang sangat kompetitif dan/atau tidak mengalami pertumbuhan sebagaimana diindikasikan oleh margin laba dan pengembalian industri yang rendah. – Ketika industri dasar suatu organisasi mengalami penurunan dalam penjualan laba tahunan. – Ketika organisasi memiliki peluang untuk membeli bisnis tak terkait yang menarik secara investasi. . – Ketika pasar yang ada sudah jenuh dengan produk organisasi saat ini.Diservikasi Tak Terkait Perusahaan yang menjalankan diversifikasi tak terkait terus menerus mencari di berbagai industri yang berbeda perusahaan-perusahaan yang dapat diakuisisi dalam suatu kesepatakan dan memiliki potensial untuk menghasilkan pengembalian atas investasi yang tinggi.

untuk kekayaan berwujudnya. • Likuidasi (liquidation) yaitu menjual seluruh aset perusahaan. secara terpisah-pisah. .Strategi Defensif • Penciutan (retrenchment) terjadi manakala sebuah organisasi melakukan pengelompokan ulang melalui pengurangan biaya dan aset untuk membalik penjualan dan laba yang menurun. Likuidasi merupakan pengakuan kekalahan dan konsekuensinya bisa menjadi sebuah strategi yang sulit secara emosional. Divestasi sering dipakai untuk mendapatkan modal guna akuisisi atau investasi strategis lebih jauh. • Divestasi (divestiture) adalah menjual satu divisi atau bagian dari suatu organisasi.

5 Strategi Generik Michael Porter > Tipe 1: Strategi Kepemimpinan Biaya – Biaya Rendah > Tipe 2: Strategi Kepemimpinan Biaya – Nilai Terbaik > Tipe 3: Strategi Diferensiasi > Tipe 4: Strategi Fokus – Biaya Rendah > Tipe 5: Strategi Fokus – Nilai Terbaik .

2. Memperbarui keseluruhan rantai nilai perusahaan untuk mengeliminasi atau memangkas aktivitas-aktivitas yang menambah biaya. Terdapat dua cara untuk mencapai hal tersebut: 1.Strategi Kepemimpinan Biaya (Tipe 1 dan Tipe 2) Untuk menjalankan strategi kepemimpinan biaya secara berhasil. . sebuah perusahaan harus memastikan bahwa total biaya di seluruh rantai nilainya lebih rendah dari total biaya pesaing. Menjalankan aktivitas-aktivitas rantai nilai secara lebih efektif daripada pesaing.

Ketika ada beberapa cara untuk mencapai diferensiasi produk yang memiliki nilai bagi pembeli. .Strategi Kepemimpinan Biaya Tipe 1 atau Tipe 2 akan sangat efektif dalam kondisi-kondisi sebagai berikut: 1. 2. Ketika persaingan harga antar penjual pesaing sangat ketat. Ketika produk penjual pesaing pada pokoknya sama dan pasokan tersedia dari semua penjual. 3.

Strategi Diferensiasi (Tipe 3) Strategi Diferensiasi Tipe 3 akan sangat efektif dalam kondisi-kondisi sebagai berikut: 1. Ketika tidak banyak perusahaan pesaing yang mengikuti pendekatan diferensiasi serupa. Ketika perubahan tekhnologi berlangsung cepat dan kompetisi terjadi di seputar fitur-fitur produk yang berubah dengan cepat. Ketika kebutuhan dan penggunaan pembeli beragam. . 3. 2.

• Strategi Fokus Berbiaya Rendah (Tipe 4) atau Bernilai Terbaik (Tipe 5) bisa sangat menarik dalam kondisi-kondisi sebagai berikut: 1. Ketika industri memiliki banyak ceruk dan segmen yang berbeda dan dengan demikian.Strategi Fokus (Tipe 4 dan Tipe 5) Sebuah organisasi yang menggunakan strategi fokus mungkin berkonsentrasi pada kelompok konsumen. atau segmen lini produk tertentu untuk dapat dengan lebih baik melayani pasar yang lebih sempit. memungkinkan pelaku strategi fokus memilih ceruk yang relatif menarik dan sesuai dengan sumber daya yang dimilikinya. pasar geografis. 2. . Ketika tidak banyak pesaing berusaha berspesialisasi disegmen target yang sama.

. • Merger terjadi manakala dua organisasi yang berukuran kurang lebih sama bersatu untuk membangun satu unit usaha. Akuisisi (acquisition) terjadi ketika sebuah organisasi yang besar membeli (mengakuisisi) suatu perusahaan yang lebih kecil atau sebaliknya.Sarana-sarana untuk Mencapai Strategi • Saham patungan/Kemitraan (joint venture) adalah strategi populer yang dijalankan manakala dua atau lebih perusahaan membentuk sebuah persekutuan atau perkongsian sementara untuk menindak lanjuti peluang tertentu.

dan seterusnya. Menciptakan konsumen yang benar-benar loyal.Keuntungan-keuntungan Pelaku Utama Menjadi pelaku pertama sangat bagus ketika hal semacam itu: 1. . saluran distribusi baru. Menghasilkan keunggulan biaya atas pesaing dalam hal teknologi baru. 3. 2. Membangun citra dan reputasi perusahaan dengan pembeli. 4. Menyebabkan peniruan atau duplikasi oleh pesaing sulit atau tidak dimungkinkan. komponen baru.

. layanan konsumen. akuntansi. penggajian. seperti sumberdaya manusia.Pengalihkontrakan Alih kontrak proses bisnis ( Bussiness process outsourcing-BPO) adalah bisnis baru yang berkembang dengan pesat yang melibatkan suatu perusahaan untuk mengambil alih operasioperasi fungsional. sistem informasi. dan bahkan pemasaran dari perusahaan lain.

Manajemen Strategi Organisasi Nirlaba dan Organisasi Pemerintah •Lembaga Pendidikan •Organisasi Kesehatan •Badan dan Departemen Pemerintah .

. tetapi perusahaan-perusahaan kecil yang menjalankan manajemen startegis memiliki kinerja yang lebih baik daripada yang tidak melakukannya.Manjemen Strategi di Perusahaan-perusahaan Kecil Manajemen strategis di perusahaan kecil lebih informal daripada di perusahaan besar.

Selesai TERIMAKASIH .