Analisis Diskriminan

Multi Kelompok

Masalah Kelompok 1  X ? Kelompok 2 Kelompok k .

Contoh Data Hipotetis .

Pemecahan (1) .

Dengan kriteria : JK A  JK D maksimum. .Pemecahan (2) Cari fungsi : Z  w1 X 1  w2 X 2 yang dapat membedakan kelompok.

Mulai dari fungsi diskriminan pertama : Z1  w11 X 1  w21 X 2 lihat Gambar 9.115  atau   46 .115  0. Pilih sudut antara garis Z1 dengan X1 (  1 ) yang memaksimumkan  1 lihat Tabel 9.721 .115  1 3.115  0.2 (hlm. Maksimun dicapai pada sudut 1  46 . 290).115   180   226 .Pemecahan (3) 1. 2. Nilai koefisien fungsi diskriminan : w11  cos46.2 (hlm. 291).693 w21  sin 46.

721 X 2 yang hanya bisa membedakan kel. .693 X 1  0. Fungsi diskriminan : Z1  0.Pemecahan (4) 4. 1 dan 4.

Perlu dicari fungsi lain yang didasarkan nilai ekstrim lain dari  . 7. Dari Tabel 9.115 atau 316. . Fungsi diskriminan ke-dua : Z 2  cos136.Pemecahan (5) 5.2.693X 2 lihat Gambar 9.115(136. 6.374 terjadi pada   136.2. nilai ekstrim tersebut adalah 1  16 .115  180).115X 1  sin 136.115X 2  0.721X 1  0.

• Batasannya adalah skor diskriminan tidak berkorelasi. • Untuk data yang lain belum tentu. .Pemecahan (5) Catatan : • Untuk kasus ini kedua fungsi diskriminan saling ortogonal.

 ditentukan sehingga    t  maksimum  W   -1 8.1. W  SSCP dalam kelompok    t B 7. 10. Fungsi diskriminan :   X  t t t ' 2.Pendekatan Analitik (1) t 1. Total Kuadrat :    X  X  t   t  t    XX    T t 3. Solusi nontrivial : W -1 B  I  0   nilai eigen dari W-1 B. . Terdapat min k . T  XX  B  W  Total SSCP    5.    9. B  SSCP di antara kelompok 6.   0  W B  I   0  sistem persamaan homogen. p  solusi bukan nol.

ij   X irs X jrs  X ir . 2. W   S r matrik p  p r 1 dengan elemen matriks S r nr sr ..... / nr s 1 .k. i  1.2. B matrik p  p dengan elemen bij   nr X ir  X i X ir  X j  k r 1 k 3. ni merupakan ukuran sampel dari pop.Pendekatan Analitik (3) 1. X jr .

Pendekatan Analitik (4) Untuk kasus 2 kelompok dapat ditunjukkan : bij  n1n2 X i1  X i 2 X j1  X j 2  n1  n2 ni X i1  n2 X i 2 Catatan/petunjuk : X i  n1  n2 Sehingga SSCP antar kelompok dapat ditulis      n1n2  B X1  X 2 X1  X 2 n1  n2 dlm hal parameter diketahui n1n2     t 1   2 1   2  B n1  n2  t lihat soal 8. 276) .9 (hlm.

UJi Keberartian FD Misal 1 .  . p ( k 1) . 2 . r nilai eigen tdk nol dari W B. 1 H 0 : semua fungsi diskriminan tdak siginfikan H1 : plg sedikit satu fungsi diskriminan siginfikan Statistik Penguji secaraserempak: r V  N  1   p  K  / 2 ln 1  m  ~  p2 ( k 1) m 1 Tolak H 0 jika V  V .

m : Vm  N  1   p  k  / 2ln 1  m  ~  p2 k 2 m .UJi Keberartian FD (2) Statistik penguji untuk fd ke .

• Buat variabel kriteria boneka sebanyak q= k-1 buah dengan skorm sama untuk suatu kelompok.FD Kanonik (1) • Andaikan terdapat k kelompok dg p variabel pembeda. • Contok jika terdapat lima kelompok .

FD Kanonik (2) • Buat kombinasi linear Z  u1 X 1  u2 X 2  _   u p X p W  v1 X 1  v2 X 2  _   v p X p • Prinsipnya cari koreasi Z dan W agar korelasi maksimum. • Matriks SSCP gabungan  S pp S  S qp S pq   S qq  .

• Nialai eigen terbesar 12 merupakan kuadrat maksimum r yang disebut korelasi ZW kanonik.FD Kanonik (2) • Hitung 1 pp 1 qq A  S S pq S S pq • Hitung nilai eigen  2 dan vektor eigen u dari A . .

Related Interests