You are on page 1of 37

SISTEM

REPRODUK
SI PRIA
EDY
RAMDHANI, dr

SISTEM REPRODUKSI PRIA
SISTEM REPRODUKSI PRIA
Sistem reproduksi pria terdiri dari :
1. Testis
Testis menghasilkan Spermatozoa dan hormon.
2. Saluran kelamin
3. Kelenjar tambahan
Saluran kelamin dan kelanjar tambahan
menghasilkan sekret yg dibantu kontraksi otot
polos akan mendesak spermatozoa kearah
luar. Sekret ini juga menyediakan bahan
makanan bagi spermatozoa waktu berada dlm
Sal. Reproduksi. Spermatozoa bersama sekret
sal.kelamin & klj. Tambahan membentuk
Semen (latin = benih).

SISTEM REPRODUKSI PRIA

tersusun dari jaringan berserat kolagen padat.  Setiap lobulus terdapat 1-4 Tubulus Seminiferus yg terpendam dlm jaringan ikat longgar yg banyak pembuluh darah.a Lapisan parietal dan lapisan Viseral yang berlapis dua. bermigrasi selama perkembangan fetus dan turun ke dalam Skrotum pada ujung Funikulus Spermatikus.TESTIS A. • Tunika albigunea. yang memproduksi hormon Androgen Testis. KAPSUL Testis tertutup kapsul jaringan penyambung yaitu: • Kantung serosa (Tunika Vaginalis) b’asal dari peritoneum yg t. limfe.  Tunika Albugenia menebal pd permukaan posterior m’btk mediastinum testis. Skrotum berperanan dalam memelihara testis pada suhu di bawah suhu intra-abdomen . dari situ terjulur Septa Fibrosa ke dalam kelenjar yg membaginya menjadi ± 250 kompartemen piramidal yg disbt: Lobulus Testis. saraf dan sel interstisial (Leydig). Tubulus Seminiferus menghasilkan sel kelamin pria yaitu Spermatozoa.  Testis berkembang secara retroperitoneal dlm dinding dorsal rongga abdomen.

. Sel-sel ini membelah beberapa kali dan akhirnya berdiferensiasi meghasilkan spermatozoa.  Epitel tubulus seminiferus t.  Tubulus seminiferus terdiri atas:  lapisan jaringan ikat fibrosa  lamina basalis  Epitel germinal kompleks (seminiferus). Panjang seluruh tubulus testis mencapai 250 m.a 2 jenis sel yaitu:  Sel–sel yg merupakan garis turunan spermatogenik (sel –sel pembentuk sperma)  Sel Sertoli (sel–sel penyokong). Sel-sel turunan spermatogenik tersebar dalam 4-8 lapisan yang menempati ruangan antara lamina basalis dan lumen tubulus. Pada ujung setiap tubulus lumennya menyempit. TUBULUS SEMINIFERUS  Bergaris tengah 150-250 µm dan panjang 30-70 cm.B.

Spermiogenesis Selama fase ini spermatid mengalami Sitodiferensiasi rumit menghasilkan Spermatozoa. . Spermatositogenesis Selama fase ini Spermatogenium membelah menghasilkan Spermatosit 2. 3.Spermatogenesis yang terdiri atas 3 fase yaitu: 1. Meiosis Selama fase ini spermatosit mengalami dua kali pembelahan secara berturutan menghasilkan Spermatid.

 Yang paling dekat letaknya pada bagian luar dinding tubula adalah spermatogonium (sel–sel benih primordial). garis tengahnya 7-8 µm dengan nukleus –yang berkromatin padat. jarang terlihat karena berumur pendek yang berada pada fase interfase segera memasuki meiosis kedua menghasilkan Sprematid merupakan sel yang lebih kecil. dan dalam tubula tampak sel–sel spermatogenik pada berbagai tahap perkembangan. bergaris tengah 12 µm dgn inti mengandung kromatin pucat.  Selanjutnya bermitosis menjadi Sprematogonium tipe A (sel induk untuk garis keturunan Spermatogenik) atau berdiferensiasi selama siklus mitotik menjadi Spermatogonium tipe B (sel progenitor) yang berdiferensiasi menjadi Spermatosit primer yang kemudian mengalami pembelahan/ miosis pertama membentuk spermatosit sekunder.  Bila kematangan seksnya mulai. testis mengandung spermatogonia yang mudah terlihat. Pada waktu lahir.  Epitelnya terletak pada lamina basalis yang dikelilingi oleh suatu kapsula yang terdiri dari jaringan penyambung fibroelastin. sel – sel leydignya menjadi lebih mencolok. kemudian menghilang dan muncul kembali pada awal permulaan pubertas. .

yang mencakup: (1) Pembentukan Akrosom (2) Pemadatan dan pemanjangan nukleus (3) Pembentukan flagellum (4) Kehilangan sebagian besar sitoplasma. .Spermiogenesis adalah proses pematangan Spermatid menuju pada pembentukan permatozoa.

Fase Golgi Spermatid menunjukkan suatu nukleus besar letaknya sentral. Alat golgi supranuklear (letaknya diatas nukleus) yang menonjol.Spermiogenesis dapat dibagi menjadi 3 fase yaitu: 1. Granula (butiran) yang tanpak dalam vesikel ini bergabung untuk membentuk satu granula Akrosom yang terdapat di dalam Vesikel Akrosom . sejumlah besar mitokondria dan sepasang sentriola. terdiri dari lamel – lamel (selaput) dan vesikel – vesikel (gelembung).

2.l: Hialuronidase Neuroaminidase Fosfatase asam Sebuah protease yang memiliki aktivitas mirip Tripsin. . Enzim-enzim ini dikenal melepaskan sel dari korona radiata dan mencernakan Zona Pelusida yang mengelilingi ovum.     Fase Akrosomal Vesikel dan Granula Akrosom menyebar untuk menutupi belahan anterior dari inti yang memadat disebut Akrosom yang mengandung beberapa enzim hidrolitik a.

Sentriola lain berpindah kearah permukaan sel memberikan annulus (cincin) yang melingkari filamen – filamen aksial yang membujur.Selama fase ini kutub anterior sel mengandung akrosom berorientasi ke arah basis tubulus seminiferus. inti menjadi lebih padat dan matang. Nukleusnya mengecil ukurannya. Didaerah ini mitokondrianya menjadi tersusun dalam bentuk spiral dan menjadi selubung mitokondria dari bagian tengah sperma yang sedang berkembang . Differensiasi selanjutnya terdiri dari pemasangan selubung filamen mengelilingi filamen – filamen aksial dari flagellum. menjadi pipih dan memanjang dan kemudian dikenal sebagai kepala sperma. Dari salah satu sentriol membentuk flagelum. Perkembangan ekornya berupa pergeseran Sitoplasma dan penyusunan kembali mitokondria ke daerah diantara sentriola dasar dan annulus.

Sperma mamalia terdiri dari tiga komponen utama : kepala. leher dan ekor. Fase Pematangan Sitoplasma residu difagositosis oleh sel Sertoli. pengelupasan sitoplasma dan jembatan sitoplasma m’akibatkan pemisahan Spermatid. .3.

.

. Jumlah sel –sel induk yang memasuki pembentukan sperma dan jumlah yang bertahan hidup untuk membentuk sperma masak merupakan proses kedua dalam proses produksi sperma. Pemeliharaan sumber – sumber sel yang kontinu untuk memasuki spermatogenesis 2. Proses yang pertama meliputi pembaharuan terus menerus dari populasi sel – sel induk (spermatogonia) dengan pertumbuhan mitose berulang – ulang. Proses ini diatur oleh FSH (folicle stimulting hormone) dari kelenjar hipofisis anterior dan androgen.PENGATURAN PRODUKSI SPERMA Proses ini dapat ditinjau dalam dua tahap yaitu: 1. Pembentukan sperma.

 Merupakan sel yang tak teratur memanjang.  Nukleusnya terletak di basal atau agak jauh dari dasar sel.SEL SERTOLI  Didalam dinding Tubulus Seminiferus terdapat sel – sel penunjang (sel sertoli).  Membran nukleusnya mempunyai alur spiral yang membujur. dasarnya terletak pada membran dasar dan puncaknya berbatasan dengan lumen.  Diatas nukleus. mempunyai bentuk lonjong berwarna pucat dan mengandung kromatin yang tersebar secara halus dan biasanya satu atau beberapa nukleus menyerap warna secara tidak merata dengan inti asidofil dan tepi yang basofil. disamping mitokondria seringkali ada suatu struktur kristaloid yang hanya ditemukan pada sel sertoli manusia.  Tonjolan sel sertoli membentuk perintang diantara lapisan atas spermatogonia dan spermatid. .

 Sel sertoli cukup tahan terhadap banyak zat beracun dan pengaruh proses tua .  Sel sertoli juga dihubungkan oleh Taut Rekah yang mengadakan ikatan ion dan kimia dari sel-sel. sehingga sel benih pria terlindungi dari agen yang dapat merusak. turunan dari spermatogonia berhasil menembus tautan ini dan masuk dalam kompartemen Adluminal. Sel sertoli yang berdekatan diikat oleh Taut kedap yang terdapat pada tingkat Spermatogonia yang terdapat dalam Komparteman Basal yang berhubungan langsung dengan materi yang ada dalam darah.  Selama proses spermatogenesis. Pada tahap ini Spermatogenesis berikutnya dilindungi terhadap produk yang ikut dengan darah oleh Sawar TestisDarah yang dibentuk oleh taut kedap di antara sel-sel sertoli.

. Sel Sertoli dapat mengkonversi testosteron menjadi estradiol. Sel Sertoli juga mensekresikan Inhibin yang menekan sintesis FSH dan pelepasannya.Sel Sertoli mempunyai 4 fungsi utama. melindungi dan mengatur nutrisi spermatozoa yang berkembang. berfungsi untuk memekatkan testosteron dalam tubulus seminiferus karena diperlukan untuk spermatogenesis. dengan mempengaruhi keadaan metabolisme sel sertoli. yaitu: • Menunjang. • Produksi hormon Anti Mullerian Merupakan glikoprotein yang bekerja selama perkembangan embrional untuk memudahkan regresi saluran Muller dalam fetus laki-laki. FSH mempengaruhi jumlah sel yang akan menjadi sel sperma yang masak. • Fagositosis • Sekresi Sekresi sebuah protein pengikat androgen oleh sel sertoli berada dibawah kendali hormon pituitari (FSH) dan hormon testoteron.

seperti protein darah. Kapiler testis adalah jenis bertingkap dan memungkinkan perpindahan makromolekul secara bebas.C. sel jaringan ikat prakembang. saraf. . pembuluh darah dan limfe. sel mast dan makrofag. Selama pubertas muncul sel tambahan berbentuk bulat atau poligonal dan memiliki inti di pusat dan sitoplasma eosinofilik dengan banyak tetes lipid sel tersebut adalah Sel Interstisial atau sel Leydig. JARINGAN INTERSTISIAL Celah diantara tubulus seminiferus dalam testis diisi kumpulan jaringan ikat. Jaringan ikat terdiri atas berbagai jenis sel antara lain Fibroblast.

 Ukuran dan sekresi leydig ada dibawah kontrol hormon pituitari LH (hormon luteinisasi/ ICSH (interstitial cell stimulating hormon pada laki – laki). Mitokondriumnya berbentuk tongkat dengan diameter yang bervariasi. .d tubula–tubula yang saling berhubungan. t’susun dlm lapisan – lapisan tipis sepanjang pembuluh darah.  Menghasilkan hormon pria Testosteron berfungsi untuk perkembangan ciri kelamin pria sekunder. luas yang t.  Sifat yang paling mencolok dari sitoplasma sel leydig adalah terdapatnya retikulum endoplasma halus.SEL LEYDIG  Sel leyding terdapat pada jaringan pengikat longgar.

.

Spermatozoanya berjalan kebagian proximal dari sistem saluran testis yang terletak dalam mediastinum organ itu spermatozoa melintasi leher tubula seminifera yang lurus kedalam rete testis. yang terdiri dari ruangan halus yang menduduki sebagian dari mediastinum. TUBULUS REKTUS Dari Tubulus Seminiferus yang berbentuk lengkungan. Tubulus Rektus ini dikenali oleh hilangnya sel Spermatogenik secara berangsur. bagian awal hanya terdiri dari sel sertoli sebagai unsur dinding dan diikuti epitel kuboid yang ditunjang jaringan ikat padat. .  Tubulus Rektus mencurahkan isinya ke Rete Testis. kedua ujungnya berhubungan dengan Rete Testis dengan perantaraan Tubulus Rektus.SALURAN KELAMIN INTRATESTIS 1.

 Waktu yang diperlukan oleh sperma untuk berjalan mencapai duktus eferens yang mengosongkan isinya kedalam sebuah duktus tunggal (duktus epididimis).2.otot polos yang bertanggung jawab dalam produksi gelombang peristaltik yang berjalan sepanjang tubula dengan kecepatan sekitar 15 detik sekali.  Tubula – tubula dikelilingi oleh otot. terletak dalam medaistinum yaitu penebalan Tunika Albuginea. DUKTULUS EFFERENS  Dari Rete Testis muncul 10-20 duktuli eferentes yang terdiri atas kelompok sel kuboid tanpa silia diselingi sel bersilia yang bergerak ke arah epididimis. 3.  Selama perjalanan sperma relatif tidak bergerak dan ditransport dengan kombinasi antar kontraksi otot dan gerakan cairan. Duktulus eferens berangsur bersatu membentuk Duktus Epididimidis . Aksi adukan dari silia dalam saluran melakukan pencampuran yang kontinu antara sperma dan cairan yang disekresi oleh testis dan sistem saluran. RETE TESTIS Rete testis dilapisi dengan epitel kubis rendah.  Sel tanpa silia mengabsorbsi banyak cairan yang disekresikan tubulus seminiferus.

t. maupun sel silindris bersama – sama membentuk suatu permukaan lumen yang licin. terbungkus kapsul jaringan penyambung. Bagian epididimis dimana duktus eferens mengosongkan isinya disebut kepala dan bagian yang berbaur dengan duktus deferens disebut ekor.  Permukaan epididimidis ditutupi mikrovili panjang dan bercabang tidak teratur disebut Stereosilia. .  Epitelnya bertingkat silindris bersilia t. sel otot polos yang kontraksi peristaltiknya membantu mendorong sperma sepanjang saluran. DUKTUS EPIDIDIMIDIS  Epididimis terletak dekat testis dan dikelilingi oleh suatu lipatan dari tunika vaginalis.d satu tubula panjang yang tergulung panjang ± 4-6 m.SALURAN KELUAR KELAMIN 1.  Sel-sel ini ditunjang oleh Lamina Basalis yang dikelilingi jaringan ikat longgar dengan banyak kapiler darah.a sel basal kecil.

dan sel epitel silindris utama yang melewati epididimis membutuhkan androgen untuk memelihara bentuk maupun sekresi dan absorbsi mereka.  Susunan sekresi epididimis berubah dari permulaan sampai akhir. .  Lingkungan epididimidis menunjang pendewasaan sperma. Sperma berada dalam epididimis selama 1 sampai 3 minggu. dan selama waktu ini terjadi perubahan dalam penampilan. dan kepekaan terhadap suhu dan fungsi metabolisme. dan epitelnya menjadi lebih tebal di daerah duktus deferens. Peranan epididimis dalam menunjang pemasakan sperma tergantung androgen. kemampuan gerak. ukuran. daya tembus membran. Suplai darah dari kepala dan ekor epididimis lebih melimpah daripada dalam bagian yang lebih proximal dari saluran reproduksi laki-laki dan menunjang sekresi cairan aktif oleh sel yang melapisi lumen. yang menjadi maksimal ketika epididimis masuk ke duktus deferens. Suatu perubahan terjadi pada tebalnya selaput otot.

Ketika mencapai kelenjar prostata.l:  Satu lapisan antara yang tebal berbentuk lingkaran/ Sirkuler  Dua lapisan longitudinal membujur tipis. muskularisnya mempunyai tiga lapisan a. Pleksus Pampiniformis dan Saraf.  Ketika ia masuk kedalam substansi prostata. DUKTUS (VAS) DEFERENS  Vas deferens merupakan lanjutan dari duktus epididimis. dilapisi oleh epitel bertingkat silindris dengan stereosilis dan terletak pada lamina propria yang tersusun oleh jaringan ikat dengan banyak serat elastin. suatu struktur yang berdinding tipis dengan mukosa yang terlipat secara kompleks.2. duktus deferens melebar membentuk ampula.  Pada bagian akhir ampula ini bergabunglah Vesikula Seminalis. masing – masing pada permukaan dalam dan luar  Duktus Deferens merupakan bagian dari Funikulus Spermatikus yang mencakup Arteri testikularis. ampulanya menyempit lagi untuk membentuk saluran ejakulasi yang membuka kedalam bagian prostata dari uretra yang disebut Duktus Ejakulatorius .

. Kelenjar – kelenjar ini memproduksi bagian terbesar cairan reproduksi.  Kegiatan sekresi kelenjar ini tergantung dari hormon testikuler.  Terdapat sekumpul otot polos didalam jaringan penyambung yang membantu mengosongkan kelenjarnya dengan cepat sewaktu cairan benih masuk ke dalam uretra. strukturnya m’p’mudah pemekaran kelenjarnya dan perluasan permukaan epitel. Dua kelenjar tambahan pada manusia yang utama adalah: • Vesikula Seminalis • Kelenjar Prostat • Kelenjar Bulbouretral (Kelenjar Cowper).  Epitel sekresi kelenjar ini ditandai adanya lipatan mukosa dan jaringan penyambung longgar yang berbatasan dibawahnya.KELENJAR – KELENJAR TAMBAHAN (ACCESSORY GLANDS) Pada laki – laki terdapat beberapa kelenjar khusus yang berkaitan dengan saluran reproduksi.

Lamina Proprianya banyak mengandung serta elastin dan dikelilingi lapisan otot polos tipis.1.  Lipatan mukosanya. dilapisi Epitel bertingkat Silindris dengan banyak granula-granula sekretoris juga terlihat mikrovili yang melapisi lumen. terletak dekat ampula dari duktus deferens yang berjalan dari masing – masing testis dan membuka kedalam duktus dimana ia menyempit untuk membentuk Ductus Ejakulatorius. .VESIKULA SEMINALIS  Vesikula Seminalis adalah tabung sepanjang 15 cm yang sangat berkelok. Vesikula Seminalis memiliki ultrastruktur sel pembuat protein.

 Inositol.  Prostaglandin yaitu zat yang berpengaruh pada kontraksi otot dan dapat mempengaruhi transpor sperma dalam saluran wanita dan mengandung enzim yang mengkoagulasi cairan mani menjadi mengental dalam saluran wanita. . Tinggi sel epitel dari Vesikula seminalis dan tingkat aktivitas proses sekresi bergantung pada Testosteron. Getah Vesikula kekuningan yang pekat sedikit alkalin dan merupakan sumber energi yang kaya untuk metabolisme sperma. karena mengandung substansi penggiat-Spermatozoa seperti:  Fruktosa  Sitrat. 70% dari ejakulat manusia berasal dari Vesikula Seminalis. fruktosa adalah karbohidrat yang paling banyak.  Cairan Seminalis merupakan sumber energi bagi pergerakan sperma.

saluran keluarnya bermuara ke dalam Uretra Pars Prostatika.  Dikelilingi oleh kapsul jaringan penyambung tipis (Simpai Fibroelastis) dengan banyak otot polos.  Suatu Stroma Fibromuskular banyak mengelilingi kelenjar.  Prostat mempunyai tiga zona yang berbeda yaitu:  Zona Sentralis Zona ini mempunyai epitel bertingkat. sedikit asam dan kaya enzim. meliputi 25% dari volume kelenjar. Prostat memproduksi bagian terbesar dari cairan yang disumbangkan pada cairan mani sewaktu ejakulasi. . Merupakan tempat utama terjadinya kanker Prostat.  Zona Transisional Merupakan tempat Hiperplasia Prostat Beningna (BPH) berasal. Sekresi prostata itu cair. PROSTAT  Merupakan suatu bangunan yang berbentuk biji kacang terdiri kumpulan 30-50 kelenjar Tubulo-Alveolar bercabang.2.  Zona Perifer Zona ini mempunyai epitel biasa . meliputi 70%.

3.  Dilapisi epitel selapis kuboid pengsekresi lender.  Kelenjar ini mengeluarkan sekretnya sewaktu pembangkitan seks dan berperan sebagai pelumas atau zat penetral dini dari lumen uretra yang keasam asaman. terletak proksimal terhadap Uretra Pars membranacea dan bermuara ke dalamnya. Sel otot rangka dan otot polos terdapat dalam septa yang membagi kelenjar menjadi lobus. . KELENJAR – KELENJAR BULBOURETRAL  Kelenjar–kelenjar bulbouretral bergaris tengah 3-5 mm.

 Mempunyai susunan berbeda dengan plasma darah dan cairan lain. maupun beberapa zat unik seperti spermidin suatu amino dengan bau yang khas. prostata.CAIRAN BENIH (CAIRAN MANI)  Cairan dimana spermanya melayang. mempunyai konsentrasi fruktosa yang tinggi dan asam amino tertentu. berasal dari beberapa kelenjar tambahan maupun dari sel – sel sekresi terisolasi yang melapisi saluran reproduksi laki. dan kelenjar bulbouretral. duktus deferens. Vesikula Seminalis.laki termasuk epididimis. .  Pada pengeluarannya sekresi prostat itu lebih dulu masuk ke dalam uretra lalu diikuti sperma ampula lalu sekresi dari Vesikula Seminalis.

 Kumpulan ventral yang lebih kecil mengelilingi uretra. atau korpus spongiosum Penis .  Kedua kumpulan jaringan erektil dorsal tersambung oleh korpora kavernosa penis.PENIS  Pada irisan penis menunjukkan tiga jaringan erektil. adalah korpus kavernosum uretra. yang masing – masing mengandung sejumlah besar kapiler darah yang beranastosoma.

 Tidak ada korium kulit yang menutupi penis.  Darah dibawa kepenis oleh arteria penis. saraf. Arteri dorsal mengirim cabang – cabangnya ke tunika albuginea dan trabekula kavernosa. dan korpuskulus pacini. Arteri dalam. Cabang – cabang itu membelah dalam kapiler. dan mempunyai epidermis tipis. darahnya mengalir kedalam lakuna jaringan erektil dan kemudian ke pleksus vena pada Tunika albuginea. yakni tunika albiuginea. Badan kavernosa dikelilingi jaringan penyambung padat. . Diluar ini terdapat suatu stroma jaringan penyambung longgar yg m’kdng pembuluh darah. berjalan memanjang dan memberikan cabang – cabang ke ruang kavernosa. bercabang membentuk arteria dorsal dan arteri bagian dalam yang berpasangan.

menyebabkan penis mjd tegar. khususnya dari arteri dalam. meninggalkan ruang itu dengan sudut miring. sedangkan aliran ke vena tetap terbuka. Dalam keadaan penis lemas. pembesarannya menekan ruang di bagian periferi dan merintangi aliran darah. Ruang sentralnya terisi dulu. simpatik dan parasimpatik dan ujung sensoris. Vena – vena yang membuang cairan dari ruang–ruang.  Penis mempunyai suplai melimpah dalam saraf spinal. aliran darah yang masuk berkurang. disebabkan dilatasi arteri yang mensuplai jaringan erektil. aliran darah ke ruang kavernosa sangat meningkat. .Selama perangsangan seks.

SELAM AT BELAJA R !!!!!!! .

• • • • • • • • • • • • • histo Fungsi sel sertoli Penghasil renin(ju Epitel vesikula seminalis & epididimis Pengatur tekanan darah sel seperti magrofag(mesangeal) Fungsi makula densa Yang paling banyak mengkonversikan air(lop ansahendle NaCL paling banyak di reabsorbsi di mana(ansa hendle askenden Letak sel jukstaglomerolus Letak makula densa(tkd Vesikula seminalis menghasilkan apa Struktur apa yang mengandung sedikit alkalis .dan kaya energi(vesikula seminalis .

• Ipd • Pemeriksaa emas pada infeksi .sindroma nefropatik .