You are on page 1of 32

Balai Pengobatan dan

Klinik

Balai Pengobatan
Tempat

pemeriksaan kesehatan di bawah pengawasan mantri
kesehatan/ tenaga medis dan merupakan tempat untuk memberikan
pelayanan medik dasar secara rawat jalan. ( permenkes no. 920 tahun
1986 )

Kuratif dan preventif
Contoh :
Balai Pengobatan Penyakit Paru-Paru ( BP4 )
Balai Pengobatan Mata
Balai Pengobatan Anak
Balai Pengobatan Gigi
dll

SYARAT DISELENGGARAKAN BALAI
PENGOBATAN (PERMENKES no. 920 THN 1986,
Pasal 10 )
1) Balai Pengobatan diselenggarakan oleh yayasan atau

perorangan, dengan persyaratan sebagai berikut :
a. Dipimpin oleh minimal seorang paramedis yang
berpengalaman dibawah pengawasan, bimbingan, dan
pembinaan seorang dokter yang mempunyai Surat
Ijin Praktek (SIP) sebagai penanggung jawab;
b. Mempunyai satu tempat praktek yang menetap dan
terdiri dari ruang periksa, ruang tunggu, dan ruang
kamar mandi/WC;

Mempunyai fasilitas peralatan diagnostik dan terapi sederhana sesuai kewenangan perawat dan peralatan darurat sederhana serta menyediakan obat untuk keperluan medik dasar. 920 THN 1986. 2) Dalam pelaksanaan sebagaimana dimaksud ayat (1) dapat dibantu oleh beberapa tenaga paramedis dan perawatan atau administrasi. .SYARAT DISELENGGARAKAN BALAI PENGOBATAN (PERMENKES no. Pasal 10 ) c.

Surat permohonan yang ditujukan kepada Kepala Sudin Yankes Kodya Jakarta Selatan diatas materai Rp. Foto kopi tanda daftar yayasan dari Dinas Sosial DKI Jakarta atau terdaftar untuk badan hukum pada Menkeh & HAM . PT. Pemilik bisa perorangan atau badan hukum (Yayasan.SYARAT PENDIRIAN BALAI PENGOBATAN (SUBDINKES JAKSEL) 1.-. Foto kopi AD/ART Yayasan / Badan Hukum 3.6000. Koperasi atau Perkumpulan) 2.

KTP pemilik bangunan yg masih berlaku dan Foto kopi sertifikat tanah bila bukan milik sendiri .SYARAT PENDIRIAN BALAI PENGOBATAN (SUBDINKES JAKSEL) 4. Foto kopi izin lokasi (izin peruntukan) dari Dinas Tata Kota 6. Foto kopi sertifikat tanah 5. Foto kopi perjanjian kontrak bangunan minimal 6 tahun.

Peta lokasi & denah ruangan . Foto kopi IMB atau IPB 8. Surat pernyataan pemohon yg menyatakan akan tunduk serta patuh kepada peraturan yg berlaku diatas materai yang berlaku 11.SYARAT PENDIRIAN BALAI PENGOBATAN (SUBDINKES JAKSEL) 7. Surat keterangan domisili sarana kesehatan dari Lurah setempat 10. Foto kopi persetujuan tetangga yg diketahui Lurah setempat 9.

Surat pernyataan tidak melakukan rawat inap & tindakan aborsi diatas materai yang berlaku .SYARAT PENDIRIAN BALAI PENGOBATAN (SUBDINKES JAKSEL) 12. Surat pernyataan kesediaan dokter penanggung jawab diatas materai yang berlaku dan foto kopi KTP yang masih berlaku 14. Surat pernyataan bersedia bekerjasama dg Puskesmas Kelurahan & diketahui oleh Puskesmas Kecamatan setempat diatas materai yang berlaku 13.

SIPTM (Surat Izin Praktek Tenaga Medis) dan SPTP(Surat Persetujuan Tempat Praktik) di lokasi tersebut . dilengkapi dengan: . Struktur organisasi & tata kerja / laksana disertai nama petugas dan hubungan pemilik dan pengelola 16. Tenaga medis (dokter / dokter gigi): SP. Daftar ketenagaan dilampiri SK pengangkatan petugas dan susunan personalia.SYARAT PENDIRIAN BALAI PENGOBATAN (SUBDINKES JAKSEL) 15.

SIK atau SIPP di lokasi tersebut Paramedis perawat gigi: Foto kopi ijazah.SYARAT PENDIRIAN BALAI PENGOBATAN (SUBDINKES JAKSEL)  Paramedis perawat: Foto kopi ijazah. Daftar peralatan medis dan non medis . SIP. SIPG dan SIK (bagi BPG) Non medis: Foto kopi ijazah 17. Daftar obat-obatan yg disediakan 18.

21.SYARAT PENDIRIAN BALAI PENGOBATAN (SUBDINKES JAKSEL) 19. 20. 22. Daftar jenis pelayanan disertai tarif pelayanan dan jam buka Jadwal dokter bertugas Pas foto dokter yang bertugas 3 X 4 sebanyak 2 lembar Laporan bulanan terakhir jumlah kunjungan dan jenis penyakit serta foto kopi izin dan Surat Keputusan Penyelenggaraan Sarana Pelayanan yang sudah habis masa berlakunya (bagi perpanjangan izin) .

Struktur Organisasi Balai Pengobatan Struktur organisasi: Dibentuk berdasarkan kemampuan (sumber daya) Balai Pengobatan tsb & besaran masalah yang ada dalam masyarakat. minimal terdiri dari : Kepala Bagian Fungsional Seksi A Bagian Tata Usaha Seksi B Seksi C .

Mengawasi secara tidak langsung balai pengobatan yang bernaung di bawahnya pimpinannya melalui pimpinan balai pengobatan . · Pengawasan dan pengadaan obat. dibawa oleh pasien dari bagian medis. · Bertanggung jawab atas semua biaya yang masuk dan biaya yang keluar. · Pengorganisasian dalam balai pengobatan · Menerima resep yang · Memberikan pelayanan medis kepada pasien dengan sebaikbaiknya. · Penyusunan kepegawaian. · Menerima pendaftaran pasien yang ingin berobat.Menandatangani dokumen penting.. · Membuat resep untuk pasien. mengkoordinasi serta mengawasi seluruh aktifitas balai pengobatan. · Mengelola. · Membuat laporan bulanan data pasien berobat. · Memberikan penjelasan kepada pasien mengenai obat yang diberikan .

.

diselenggarakan oleh lebih dari satu jenis tenaga kesehatan dan dipimpin oleh seorang tenaga medis Promotif. 28 tahun 2011  pasal 1 : fasilitas pelayanan kesehatan yang menyelenggarakan pelayanan kesehatan perorangan yang menyediakan pelayanan medis dasar dan atau spesialistik. dokter gigi atau dokter gigi spesialis. dokter spesialis. rehabilitatif. preventif.Klinik Permenkes No. kuratif. . Tenaga medis yang terlibat: dokter.

Permenkes No. 28 tahun 2011  Klinik dibagi menjadi 2 : Klinik Utama Klinik yang menyelenggarakan pelayanan medik spesialistik atau pelayanan medik dasar dan spesialistik  Pimpinan Klinik : dokter spesialis / dokter gigi spesialis  Tenaga medis : satu orang dokter spesialis dari masing-masing spesialisasi sesuai jenis pelayanan yang diberikan Klinik Pratama  Klinik yang menyelenggarakan pelayanan medik dasar  Pimpinan Klinik : dokter atau dokter gigi  Tenaga medis : minimal dua dokter dan/atau dokter gigi .

prasarana. home care Persyaratan klinik  lokasi. pemerintah daerah. dan rehabilitatif  rawat jalan. atau masyarakat Menyelenggarakan pelayanan kesehatan yg bersifat promotif.Dapat diselenggarakan oleh pemerintah. dan ketenagaan Harus dilengkapi peralatan medis dan nonmedis . rawat inap. one day care. bangunan dan ruangan. preventif. peralatan. kuratif.

TINDAKAN YANG BOLEH DAN TIDAK BOLEH DILAKUKAN KLINIK .

TINDAKAN YANG BOLEH DAN TIDAK BOLEH DILAKUKAN KLINIK .

TINDAKAN YANG BOLEH DAN TIDAK BOLEH DILAKUKAN KLINIK .

Klinik .

obat – obatan dasar dan rawat jalan Pelayanan medis dasar ( klinik pratama ) dan / atau spesialistik ( klinik utama ) Obat – obatan : esensial dan life saving Berdasarkan PERMENKES 920/MENKES/PER/XII/196 Berdasarkan PERMENKES 28/ MENKES/PER/I/2011 Pelayanan kuratif dan preventif pelayanan promotif. pemerintah daerah. atau masyarakat Dipimpin oleh min 1 paramedis perawatan berpengalaman Dipimpin seorang tenaga medis ( dokter. gawat darurat sederhana. dan rehabilitatif Hanya pasien rawat jalan Pelayanan rawat jalan. ODC. dokter spesialis. preventif. kuratif.Balai Pengobatan VS Klinik Diselenggarakan oleh yayasan atau perorangan Diselenggarakan oleh pemerintah. dan / atau home care Pelayanan sesuai jam kerja Pelayanan 24 jam / sesuai jam kerja . dokter gigi. atau dokter gigi spesialis ) Peralatan diagnostik. rawat inap.

 Karena itu. . yaitu masalah limbah dari usaha kesehatan tersebut.  Limbah yang dapat merusak lingkungan hidup terutama adalah limbah infeksius. Kemudian dinas lingkungan hidup setempat akan meninjau dan menyetujui pembuatan usaha tersebut.Implikasi terhadap Perizinan Pembuatan Klinik / Usaha  Beberapa kegiatan klinik/ balai pengobatan dapat berdampak pada lingkungan. wajib dipikirkan dan dituliskan dampak lingkungan yang terjadi serta cara pengelolaan dampak lingkungan tersebut.

13 tahun 2010  Sehubungan denga Surat Pernyataan Kesanggupan Pengelolaan dan Pemantauan Lingkungan Hidup (SPPL)  SPPL adalah pernyataan kesanggupan penanggung jawab usaha dan/atau kegiatan untuk melakukan pengelolaan dan pemantauan lingkungan hidup atas dampak lingkungan hidup dari usaha dan/atau kegiatannya di luar usaha dan/atau kegiatan yang wajib AMDAL atau UKL-UPL.Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup no. .

.Analisis Mengenai Dampak Lingkungan Hidup (AMDAL) Kajian mengenai dampak penting suatu usaha dan/atau kegiatan yang direncanakan pada lingkungan hidup yang diperlukan bagi proses pengambilan keputusan tentang penyelenggaraan usaha dan/atau kegiatan.

.Upaya Pengelolaan Lingkungan Hidup dan Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup (UKL – UPL) Pengelolaan dan pemantauan terhadap usaha dan/atau kegiatan yang tidak berdampak penting terhadap lingkungan hidup yang diperlukan bagi proses pengambilan keputusan tentang penyelenggaraan usaha dan/atau kegiatan.

CONTOH SPPL: .

.

spesimen. dan lain-lain Sumber limbah: •Limbah infeksius (ekskresi. jaringan busuk) •Limbah tajam (jarum bekas alat suntik) •Limbah plastik •Limbah jaringan tubuh Jenis limbah klinis: • Limbah sitotoksik (teratogenik.Pengelolaan Limbah Klinis Pemisahan sampah infeksius dan sampah domestik. mutagenik) • Limbah kimia (bekas reagen/sampel) • Limbah radioaktif • Limbah domestik • Limbah laundry . pemusnahan sampah infeksius dengan insenerator.

mengubah. kesehatan kenyaman dan lingkungan. memperluas. mengurangi.Peranan IMB dan Sertifikat IMB (Izin Mendirikan Bangunan) adalah izin yang diberikan kepala daerah kepada pemilik bangunan untuk membangun baru. aspek planologis. . dan/atau merawat bangunan sesuai dengan persyaratan administratif dan persyaratan teknis yang berlaku Izin ini dapat diterbitkan bila rencana bangunan dinilai telah sesuai dengan ketentuan yang meliputi aspek pertanahan. teknis.

Untuk mendirikan dan menyelenggarakan klinik harus mendapat izin dari pemerintah daerah kabupaten / kota setelah mendapatkan rekomendasi dari dinas kesehatan setempat. yang akan dikeluarkan setelah klinik tersebut memenuhi ketentuan persyaratan klinik. .Peranan IMB dan Sertifikat Menjadi salah satu syarat dalam mendirikan bangunan balai pengobatan.

THANK YOU .