You are on page 1of 39

PSIKOFARMAKA

HIPOTESIS BIOLOGIS PADA
PENYAKT JIWA
Kekurangan transmisi aminergik di SSP
kemungkinan merupakan penyebab depresi, jika
berlebihan dapat menyebabkan mania.
Kemungkinan terdapat keadaan dimana
aktivitas fungsional dopamin berlebihan dlm
sistem limbik atau korteks serebri pd
skizofrenia.

PENDAHULUAN

Dopamin

berperan dalam

mengatur

fungsi-fungsi

motorik,

regulasi status emosional, dan pembelajaran banyak perilaku.

Sintesis dopamin: tyrosin → L-DOPA → dopamin

Dopamin yg dilepaskan akan mengalami beberapa keadaan:
-

mengalami pemecahan oleh COMT / MAO

-

mengaktivasi reseptor presinaps

-

mengalami ambilan kembali

-

mengaktivasi reseptor postsinaps

Gangguan pd jalur ini menimbulkan gangguan kognitif.  Jalur Mesokortikal Jalur dari badan sel di daerah ventral tegmental batang otak ke daerah korteks serebri.  Jalur Nigrostriatal Dari badan sel substansia nigra ke striatum.JALUR UTAMA DOPAMIN  Jalur Mesolimbik Jalur dari badan sel di daerah ventral tegmental batang otak ke daerah limbik.  Jalur Tuberoinfundibular Berperan dalm menghambat sekresi prolaktin. Berperan dalam mengontrol gerakan motorik. . Jalur ini diduga berperan dalam perilaku emosional.

Reseptor D2.RESEPTOR DOPAMIN    Reseptor D1 dan D5 menstimulasi pembentukan cAMP dgn mengaktivasi protein G stimulator. jika berikatan dgn dopamin akan mengurangi sintesis atau pelepasan dopamin yang berlebihan. dan D4 menghambat pembentukan cAMP dgn mengaktivasi protein G inhibitor. D3. Reseptor D2 terletak di presinaps. .

respons nyeri.SEROTONN (5-HT) 5-HT ditemukan dalam knsentrasi tiggi pada selsel enterokromafin diseluruh sal. dan pada SSP didaerah tertentu.  Sintesis: triptofan → 5 hidroksitriptofan → 5 hidroksitriptamin  Neuron triptaminergik ditemukan di pons dan batang otak. GI. suhu.  Sejumlah besar fungsi otak dipengaruhi oleh 5HT (tidur. platelet. dan sekresi hormon)  . kognisi. nafsu makan. aktivitas motorik. persepsi sensoris. perilaku seksual.

RESEPTOR 5-HT 5-HT mempunyai 14 subtipe reseptor. berhubungan dengan mood dan ansietas.  Subtipe reseptor 5-HT1 terdiri dari A-F. Diduga terlibat dalam pengaturan suhu.  .

Obat Antipsikosis / Neuroleptik 2. Obat untuk menangani gangguan jiwa dibagi menjadi 4 kategori: 1. Obat Antidepresan (Obat Peningkat Mood) 3. Obat Antimania (Obat Penstabil Mood) 4. Obat Antiansietas .

OBAT ANTIPSIKOSIS .

  Obat anti-psikosis merupakan pilihan pertama dalam menangani skizofreni. halusinasi. . gangguan proses dan isi pikiran. Obat antipsikosis disebut juga neuroleptik karena memiliki beberapa efek samping yang memberi gambaran seperti gangguan neurologis. mengurangi delusi.

KLASIFIKASI Obat-obat antipsikosis dibagi dalam 2 kelompok :   Obat Anti-Psikosis Tipikal (Typical Anti Psychotics)  Obat Anti-Psikosis Atipikal (Atypical Anti  Psychotics)  .

OBAT ANTI-PSIKOSIS TIPIKAL Dopamin Antagonis (DA)  Efektif untuk gejala POSITIF (waham. inkoheren. disorganisasi tingkah laku).  . halusinasi.

No Golongan Nama Obat Sediaan Dosis Anjuran 1. Fenotiazin Klorpromazin Tablet 25 & 100 mg.5 & 5 mg 5-15 mg/hari Injeksi 5 mg/ml 2-5 mg (IM) setiap 4-6 jam . Butirofenon Halloperidol Tablet 50 dan 100 mg 150-600 mg/hr Tablet 1 mg dan 5 mg 10 -15 mg/hari Tablet 2. 150 – 600 mg/hr Injeksi 25 mg/ml 50-100mg (IM) setiap 4-6 jam Tioridazin Trifluoperazin Perfenazin Flufenazin 2. 1. 4. 5 mg 10-15 mg/hari Tablet 0.5.5 mg. 8 mg 12-24 mg/hari Tablet 2.

apatis. respon emosi minimal. pasif. Olanzapin 5-10 mg/hari 3. Risperidon 2-6 mg/hari 2.OBAT ANTI-PSIKOSIS ATIPIKAL Serotonin Dopamin Antagonis (SDA)  Efektif untuk gejala NEGATIF (afek tumpul. 2. abulia).  No Nama Obat Sediaan Tablet 1. 3 mg Dosis Anjuran 1. menarik diri. Klozapin 150-450 mg/hari .

.MEKANISME KERJA  Obat-obat antipsikotik terutama bekerja sebagai antagonis reseptor dopamin dan serotonin di otak.

.

Tidak menekan fungsi intelektual dan koordinasi motorik terganggu minimal. Efek menenangkan dan mengurangi gerakan fisik spontan.EFEK ANTIPSIKOTIK    Mengurangi halusinasi dan agitasi dari skizofren dengan cara menghambat reseptor dopamin sistem mesolimbik otak. .

 Gejala-gejala parkinson yang tidak diinginkan ini disebabkan penghambatan reseptor dopamin dalam jalur nigrostriata. akatisia (kegelisahan motorik) dan diskinesia tardif (postur leher. badan atau ekstremitas yang tidak benar) terjadi pada pengobatan kronis.  .EFEK EKSTRAPIRAMIDAL Gejala parkinson.

EFEK ANTIEMETIK  Kecuali tioridazin. . umumnya obat neuroleptika mempunyai efek antiemetik melalui penghambatan reseptor dopaminergik D2 di daerah picu kemoreseptor medula.

mulut kering. sedasi. sehingga terjadi konstipasi dan retensi urin. bingung dan penghambatan gerakan otot polos pencernaan dan kandung kemih. .EFEK ANTIMUSKARINIK  Penglihatan kabur.

OBAT ANTIDEPRESAN .

dan mencegah kekambuhan depresi. . obsesif-kompulsif. Obat antidepresan ditujukan kepada penderita depresi dan kadang berguna juga pada penderita ansietas fobia.

2.No 1. 4. Golongan Nama Obat Sediaan Dosis Anjuran Antidepresan Amitriptilin Tablet 25 mg 75-150 mg/hari Trisiklik (TCA) Imipramin Tablet 25 mg 75-150 mg/hari SSRI Sentralin Tablet 50 mg 50-150 mg/hari Fluvoxamin Tablet 50 mg 50-100 mg/hari Fluoxetin Kapsul 20 mg 20-40 mg/hari Paroxetin Tablet 20 mg MAOI Atipikal 20-40 mg/hari Fenelzin 30-60 mg/hari Tranilsipromin 20-30 mg/hari Selegilin 10 mg/hari Bupropion 200-300 mg/hr Nefazodon 200-400 mg/hr Trazodon 150-200 mg/hr . 3.

 SSRI hanya memblokade reuptake dari serotonin.MEKANISME KERJA Antidepresan trisiklik (TCA) memblokade reuptake dari norepinefrin dan serotonin yang menuju neuron presinaps.  .  MAOI menghambat pemecahan serotonin dan norepinefrin pada sinaps.  Mianserin dan mirtazapin (golongan atipikal) memblokade reseptor alfa 2 presinaps.

.

.

 Memiliki efek puncak dlm 4-8 jam.  Dimetabolisme oleh hati.  Dimetabolisme di hati.  SSRI diabsorpsi baik stlh pemberian peroral.  MAOI diabsorpsi cepat stlh pemberian peroral.  Diekskresikan melalui ginjal oleh urin. .FARMAKOKINETIK  TCA mudah diabsorpsi karena bersifat lipofilik. dikonjugasikan dgn asam glukoronat.

konstipasi. penglihatan kabur. takikardi.  SSRI : nausea.EFEK SAMPING Trisklik dan MAOI : antikolinergik(mulut kering. disfungsi seksual. retensi urin.  . hipotensi. aritmia). sakit kepala. sinus takikardi) dan antiadrenergik (perubahan EKG.

OBAT ANTIMANIA .

.

.MEKANISME KERJA  Efek antimania lithium disebabkan oleh kemampuannya mengurangi ”dopaminereseptor supersensitivity” meningkatkan ”cholinergic muscarinic activity” dan menghambat pelepasan serotonin.

 Li+ awalnya tersistribusi dalam cairan ekstrasel.  Li+ dieliminasi dlm urin.  .FARMAKOKINETIK Li+ diabsorpsi dengan mudah dan hampir sempurna di saluran GI. kemudian berangsur-angsur berakumulasi di berbagai jaringan.  Perlintasan melalui sawar darh otak berlangsung lambat.

diare. tremor.EFEK SAMPING  Peningkatan konsentrasi Li+ dapat mengakibatkan muntah. aritmia. poliuria. hipotensi. .

OBAT ANTIANSIETAS .

.HIPOTESIS  Menyatakan bahwa aktivitas sistem adrenergik berlebihan atau gangguan pengaturan sistem serotonergik di SSP dapat menimbulkan ansietas.

.

.

 . tetapi meningkatkan kepekaan reseptor GABA terhadap neurotransmitternya sehingga terjadilah hiperpolarisasi. nonadrenergic.MEKANISME KERJA Sindrom ansietas disebabkan hiperaktivitas dari system limbic yang terdiri dari dopaminergic.  Benzodiazepine tidak mengaktifkan reseptor GABA. serotoninergic yang dikendalikan oleh GABAergic yang merupakan suatu inhibitory neurotransmitter.

. sakit kepala. mual muntah. penglihatan kabur. bingung. inkoordinasi motorik.EFEK SAMPING  Pada waktu konsentrasi puncak dlm plasma benzodiazepin dpt menyebabkan pusing. kelelahan.