Managemen Eksplorasi

Geofisika
“PENGADAAN”

KELOMPOK 3
WULAN SALLE KARURUNG
AZALIATUL HIDAYAH
REZKY SHAKIAH PUTRI
MATRA D. SURBAKTI
ANGGUN
YERMIA T.

Pendahuluan
Manajemen

sumber daya manusia adalah suatu
fungsi dalam organisasi yang mengusahakan
pengolahan sumber daya manusia dalam rangka
mencapai tujuan individu, organisasi dan
masyarakat.
Penerapan fungsi manajemen ke dalam fungsi
operatif daripada pengadaan, pengembangan dan
pemeliharaan tenaga kerja dengan maksud untuk
mencapai tujuan individu, organisasi dan
masyarakat.
Fungsi operasional dalam Manajemen Sumber
Daya Manusia merupakan basic (dasar)
pelaksanaan proses MSDM yang efisien dan efektif
dalam pencapaian tujuan organisasi/perusahaan.

(the right man in the right place). Fungsi Pengintegrasian adalah kegiatan untuk mempersatukan kepentingan perusahaan dan kebutuhan karyawan. Fungsi Pengembangan adalah proses peningkatan ketrampilan teknis. Fungsi Pemeliharaan adalah kegiatan untuk memelihara atau meningkatkan kondisi fisik.penempatan. Pendidikan dan latihan yang diberikan harus sesuai dengan kebutuhan pekerjaan masa kini maupun masa depan. orientasi. .dan induksi untuk mendapatkan karyawan yang sesuai kebutuhan perusahaan.seleksi .Fungsi operasional tersebut terbagi 5 (lima). dan moral karyawan melalui pendidikan dan pelatihan. Fungsi Kompensasi adalah pemberian balas jasa langsung dan tidak lansung berbentuk uang atau barang kepada karyawan sebagai imbal jasa (output) yang diberikannya kepada perusahaan. sehingga tercipta kerjasama yang serasi dan saling menguntungkan. secara singkat sebagai berikut: Fungsi Pengadaan adalah proses penarikan . Prinsip kompensasi adalah adil dan layak sesuai prestasi dan tanggung jawab karyawan tersebut. mental dan loyalitas karyawan agar tercipta hubungan jangka panjang.teoritis.konseptual.

Jenis pengadaan Pengadaan barang dan jasa Pengadaan tenaga kerja .

BPMIGAS serta para stakeholder tersebut dapat dikategorikan sebagai pelanggan eksternal fungsi pengadaan KKKS yang harus dipenuhi kebutuhannya sesuai perannya masingmasing. .Contoh kasus KKS merupakan kontrak antara BPMIGAS dan Kontraktor untuk mencari dan mengembangkan cadangan hidrokarbon diwilayah kontrak tertentu sebelum berproduksi secara komersial.

kualitas. secara efektif dan efisien dengan persyaratan dan kondisi kontrak yang jelas serta dapat dipertanggungjawabkan. waktu dan tempat yang tepat. BPMIGAS telah mengeluarkan Pedoman Tata Kerja No. harga. 007/PTK/VI/2004 yang bertujuan agar kegiatan pengadaan oleh KKKS dapat memperoleh barang/jasa yang dibutuhkan. dalam jumlah. sesuai ketentuan dan prosedur yang berlaku. .Pengadaan Dalam KKS Dalam pelaksanaan kegiatan pengadaan barang dan jasa.

pelaksana. Membina kemampuan berusaha dan memberikan kesempatan berusaha bagi usaha kecil termasuk koperasi kecil. . tertib dan terkendali. Menciptakan iklim persaingan yang sehat. Mengutamakan penggunaan produksi dan kompetensi dalam negeri. Melaksanakan pembayaran kepada Penyedia Barang/Jasa melalui bank yang berada dalam wilaya negara Republik Indonesia. dengan cara meningkatkan transparansi dalam pelaksanaan pengadaan barang/jasa. serta pengawas pengadaan barang/jasa. Mempercepat proses dan pengambilan keputusan dalam pengadaan barang/jasa. Meningkatkan kinerja dan tanggung jawab para perencana.BPMIGAS telah menetapkan kebijakan umum sebagai panduan dalam kegiatan pengadaan barang/jasa yaitu: Melaksanakan seluruh kegiatan pengadaan barang/jasa di dalam wilayah negara Republik Indonesia dan tunduk kepada hukum dan peraturan yang berlaku di negara Republik Indonesia. Memperoleh barang/jasa yang diperlukan secara efektif dan efisien.

Kontraktor KKS wajib menyampaikan Laporan Pelaksanaan Pengadaan ke BPMIGAS. . 007/PTK/VI/2004. Tata cara pengadaannya tetap mengikuti tatacara pengadaan yang diatur dalam PTK No.Kewenangan Pengadaan Kontraktor KKS dalam Tahap Eksplorasi : 1) 2) 3) Kontraktor KKS berwenang untuk melaksanakan dan mengambil keputusan penetapan pemenang dalam melaksanakankegiatan pengadaan barang/jasa.

Lanjut>>> Kontraktor KKS dalam Tahap Produksi: 1) Pengadaan barang/jasa bukan proyek (non project) yang disatukan (bundled) dan proyek (project) 2) Pengadaan barang/jasa bukan proyek (non-project) .

000.000.000.00 (lima puluh miliar rupiah) atau menjadi lebih besar dari US$5.000.00 (dua puluh miliar rupiah) atau lebih besar dari US$2.000.00 (lima juta dolar Amerika Serikat).00 (dua juta dolar Amerika Serikat). sebagai berikut :  Bagi kontrak/SP/PO yang penetapan pemenangnya melalui persetujuan BPMIGAS.  Penetapan pemenang pengadaan dengan nilai per paket pengadaan lebih besar dari Rp50.Tahap kegiatan pengadaan barang/jasa bukan proyek (non project) yang disatukan (bundled) dan proyek (project)  Rencana pengadaan barang/jasa untuk pelelangan.000. total kumulatif penambahan nilai ditambah dengan nilai kontrak awal menjadi lebih besar dari Rp50.000.00 (lima puluh miliar rupiah) atau lebih besar dari US$5.000.000. total kumulatif penambahan nilai lebih besar dari 10% dari nilai kontrak awal atau lebih besar dari Rp50.00 (lima puluh miliar rupiah) atau lebih besar dari US$5.000.  Apabila penetapan dan penunjukan pemenang kontrak awal oleh Kontraktor KKS. dengan nilai per paket rencana pengadaan lebih besar dari Rp20.000.000.00 (lima juta dolar Amerika .000.00 (lima juta dolar Amerika Serikat).000.000.000.000.000. pemilihan langsung/penunjukan langsung.000.  Perubahan lingkup kerja (PLK) atauperubahan jangka waktu kerja (PJWK) yang mengakibatkan penambahan nilai.000.

000.00 (lima juta dolar Amerika Serikat). harus dilaporkan ke BPMIGAS sebagai bahan penelitian.000. Perubahan lingkup kerja (PLK) atauperubahan jangka waktu kerja (PJWK) yang mengakibatkan nilai kumulatif penambahannya lebih besar dari Rp50. dengan nilai per paket rencana pengadaan lebih besar dari Rp20.000.000.000. Berita Acara Evaluasi dan Penetapan Pemenang Pengadaan dengan nilai per paket pengadaan lebih besar dari Rp50. sebelum pelaksanaan harus dilaporkan ke BPMIGAS sebagai bahan penelitian. sebelum dilaksanakan harus dilaporkan secara tertulis ke BPMIGAS.000.000. .000. pemilihan langsung/penunjukan langsung.000.00 (dua juta dolar Amerika Serikat) harus mendapatkan persetujuan BPMIGAS.000.000.000.000.000.00 (lima juta dolar Amerika Serikat). BPMIGAS dapat menyatakan ketidaksetujuannya terhadap rencana pembatalan tersebut.00 (dua puluh miliar rupiah) atau lebih besar dari US$2. sebelum tahap penunjukan pemenang. Pembatalan proses pengadaan yang rencana pengadaannya telah disetujui BPMIGAS.00 (lima puluh miliar rupiah) atau lebih besar dari US$5.00 (lima puluh miliar rupiah) atau lebih besar dari US$5.000.Pengadaan barang/jasa bukan proyek (non-project): Rencana Pengadaan barang/jasa untuk pelelangan.

. Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) pada kontrak-kontrak pengadaan barang dan jasa untuk mendukung kegiatan usaha hulu migas selama tahun 2008 mencapai US$ 2. Produksi dalam negeri yang dimanfaatkan terdiri dari unsur barang senilai US$ 0.3 miliar.6 miliar (30 persen). BPMIGAS bersama para Kontraktor KKS juga berhasil meningkatkan pemanfaatan kompetensi dan produksi dalam negeri.Pemanfaatan Barang dan Jasa Dalam Negeri Sejauh ini pemerintah mengharuskan pengadaan barang dan jasa bagi kegiatan Kontraktor KKS hanya boleh dilakukan oleh perusahaan nasional atau pihak lain yang bermitra dengan perusahaan nasional penyedia barang dan jasa. Dalam rangka memenuhi amanat Undang-Undang Migas. Iklim demikian diharapkan dapat meningkatkan kemampuan teknis pengusaha nasional sehingga dapat bersaing dengan pengusaha sejenis pada tingkat internasional. setara 58 persen dari total komitmen kontrak barang dan jasa.7 miliar (70 persen). dan unsur jasa bernilai US$ 1.

.Realisasi TKDN pada kontrak pengadaan barang dan jasa tahun 2008 tersebut meningkat 54.48 persen dari pencapaian tahun 2007. Realisasi TKDN tahun 2008 juga melampaui target yang ditetapkan dalam blue print BPMIGAS yang mengharuskan TKDN pada usaha hulu migas tahun 2010 mencapai 55 persen.

Selain itu ada juga beberapa metode penetapan sistem pengadaan . seperti : Metode Pemilihan Penyediaan Barang / Jasa Pelelangan Umum dan Pelelangan Sederhana Penunjukan Langsung Pengadaan Langsung Kontes Metode Penyampaian Dokumen Satu Sampul Dua Sampul Dua Tahap .

Metode Evaluasi Pengadaan Sistem Gugur Sistem Nilai Sistem penilaian biaya selama umur ekonomis Metode Penilaian Kualifikasi Prakualifikasi Pascakualifikasi Penyusunan Jadwal Pelaksanaan Pengadaan Penyusunan Harga Perkiraan Sendiri Penyusunan Dokumen Pengadaan Barang / Jasa .

yaitu Pelelangan . dan 8) Sanggahan . Tetapi dari keempat sistem tersebut dapat di simpulkan ke dalam delapan tahapan yang sama . Penunjukan Langsung . Pengadaan Langsung dan Kontes menimbulkan pebedaan dalam tahap pelaksaan Pengadaan Barang / Jasa .Pelaksanaan Pengadaan Barang / Jasa Dari empat sistem yang ada . yaitu : 1) Pengumuman 2) Pendaftaran dan Pengambilan dokumen 3) Rapat Penjelasan 4) Pemasukan Penawaran 5) Pembukaan Dokumen Penawaran 6) Evaluasi Dokumen Penawaran 7) Penetapan dan Pengumuman Pemenang .

Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 54 tahun 2010 agar dapat memberi manfaat maksimal bagi semua pihak . Ketujuh Prinsip tesebut adalah : Efisien Efektif Transparan Terbuka Bersaing Adil / Tidak Diskriminatif Akuntabel   .

Pengadaan tenaga kerja .

.

.

THANK YOU .