You are on page 1of 51

dr. Ety Retno Setyowati,M.Kes.

,SpPK, MARS

Cairan Sendi
Definisi

Transudat dari plasma yang memiliki BM yg


lebih tinggi, saccharide rich molecules,
terutama hyaluronat, diproduksi oleh sel
sinoviosit B (fibroblast like synoviocyte)
Normal:

Komposisi cairan plasma


Tidak mengandung debris
Keadaan Artritis:
volumenya akan bertambah sehingga dapat
diaspirasi
3

Fungsi utama cairan sendi


Mendistribusikan sari makanan ke

rawan sendi
Sebagai cairan pelumas untuk
mencegah pergesekan sendi

NILAI NORMAL CAIRAN SENDI


Netrofil
7% (0-25%)
Limfosit
24% (0-75%)
Monosit
48% (0-75%)
Makrofag
10% (0-26%)
Sinoviosit
4% (0-25%)
Hyaluronat
3 mg/mL
Volume
< 4 mL

INDIKASI PEMERIKSAAN CAIRAN SENDI


Keadaan terdapat penambahan jumlah
cairan sendi (efusi)
Adanya perubahan fisik akibat efusi, misal
pembengkakan sendi

TEKNIK PENGAMBILAN CAIRAN


SENDI (Arthocentesis)

ALAT & BAHAN


Spuit & jarum disposable
19/21 : sendi besar; 23/25 : sendi kecil
Pulpen
Anastetik lokal: lidokain / semprotan
etilklorida
Kapas & alkohol, kain kasa, larutan
pembersih kulit
Tabung penampung

Jumlah cairan berkisar 10-20 ml


Tabung yg dibutuhkan

tabung I: tanpa antikoagulan


makroskopik, viskositas dan tes musin
tabung II:antikoagulan EDTA
mikroskopik, hitung jenis lekosit
tabung III: steril
Heparin/ EDTA
mikrobiologi
tabung IV: tanpa antikoagulan
tes kimia dan imunologi
10

Analisis sinovial meliputi:


Makroskopik
1.Volume
2.Warna
3.Kejernihan
4.Viskositas
5.Bekuan musin
6.Bekuan spontan
11

Mikroskopik
1.Hitung lekosit
2.Jenis sel
3.Kristal

12

TES KIMIA
1.Glukosa
2.Enzim: Laktat dehidrogenase (LDH)
TES SEROLOGI
1.Faktor Rematoid (RF)
2.C-Reactive Protein (CRP)
3.Antinuclear Antibodies (ANA)

13

TES MIKROBIOLOGI
1.Pengecatan Gram
2.Pengecatan BTA
3.Kultur

14

MAKROSKOPIK

15

1. VOLUME
Jumlah cairan, menunjukkan derajat

keradangan penyakit
Digunakan sebagai bahan
perbandingan dengan hasil
pengambilan sebelumnya (aspirasi
serial kearah prognosis)

16

2. WARNA
Tidak berwarna kekuningan,
kuning, coklat, coklat tua, hijau,
merah / putih
Tergantung pada: jumlah lekosit,
eritrosit, agen infeksius

17

Synovial fluid:
Bloody

A. Normal

B.

18

Synovial fluid inclusions. A. Ground pepper


ochronotic
shards. B. Rice bodies fibrin-enriched synovium

19

3.

KEJERNIHAN
Ditunjukkan dengan terbacanya huruf
yang ditempatkan dibelakang tabung
gelas
Bila tidak terbaca:
menunjukkan himpunan sel radang
atau berbagai partikel seperti fibrin,
amiloid, debris yg terkadang sulit
dibedakan dengan pus
20

21

4. VISKOSITAS

Cairan dengan viskositas normal


(kelompok non inflamasi)
Sulit ditekan keluar
Dapat membentuk rentangan benang 7-10
cm atau lebih
Cairan dengan viskositas rendah
(kelompok inflamasi)
Mudah menetes seperti air
Dalam cairan bernanah keadaannya lebih
kental (jumlah lekosit)
22

23

5. BEKUAN MUSIN (MUCIN CLOT)


Buat larutan asam asetat 7N dari 40,8ml
asam asetat glasial & 100 ml air
4 ml air aquades + cairan sendi 1 ml +
1 tetes asam asetat 7N

Aduk segera menggunakan batang gelas

Baca hasil
Normal: bekuan kenyal dalam cairan jernih
24

Mucin clot test of normal synovial


fluid.
25

QUALITATIVE MUCIN PRECIPITATION TEST


A-Normal Clot
B-Fair Clot
CPoor.
26

6.BEKUAN MUSIN SPONTAN


Biarkan sampel selama 1 jam lihat
bekuan atau tidak
Normal: tidak membeku
Kebanyakan cairan sendi patologik
akan membeku spontan,cepat dan
besar bekuan yang sesuai dengan
tingkat keradangan

27

28

MIKROSKOPIK

29

1. HITUNG SEL

Cairan jernih: encerkan dgn NaCl 0,9% /


metilen biru
cara: 2 ml cairan diinkubasi dengan 150
IU hialuronidase selama 1 jam pada 37OC
Cairan kental: encerkan dgn bufer
hialuronidase
Cairan byk eritrosit: encerkan dgn HCl 1%

30

Perhitungan diferensial leukosit


Normal:
- Neutrofil 20%
- Limfosit 15%
- Monosit & makrofag65%
- Eusinofil 2%

31

JENIS SEL

Cairan disentrifus apus di kaca obyek


biarkan kering fiksasi dgn metil alkohol
selama 5 menit tetesi MGG (may
Grunwald Giems) / Wright diamkan 1-2
menit tambah larutan buffer pH 6,6
diamkan 3 menit, buang sisa larutan
warnai dgn Giemsa biarkan 5-10 menit
cuci air mengalir keringkan baca
mikroskop

32

Normal cellular elements found in synovial fluid include


(A)
neutrophils,
(B)
lymphocytes,
(C)
monocytes/histiocytes, and (D) synovial lining cells.
A few red blood cells are almost always present in
joint effusions (WrightGiemsa).

33

Tart cell: a macrophage containing a


phagocytized
nucleus that retains some nuclear detail (Wright
Giemsa).
34

Lipid-laden macrophage in synovial fluid


(WrightGiemsa)

35

LE cell (arrow) is a neutrophil containing a


phagocytized homogeneous nucleus (Wright
Giemsa)
36

Reiter cell (center) is a macrophage that


has phagocytosed one or more
neutrophils.
37

KRISTAL

Cairan disentrifus 1- 2 tetes di letakkan


diatas kaca obyek Tutup dengan kaca
penutup baca dgn mikroskop biasa atau
lebih baik mikroskop polarisasi

38

39

Monosodium Urate Cystals


(MSU)

40

Synovial fluid with acute inflammation and monosodium


urate crystals. The needle-shaped crystals demonstrate
negative
birefringence, because they are yellow when aligned with the
compensator filter and blue when perpendicular to the filter
(WrightGiemsa stain and

41

Calcium pyrophosphate dihydrate


crystals (CPPC)

42

Synovial fluid with acute inflammation and calcium


pyrophosphate dihydrate crystals. The rhomboidal
intracellular crystal (center) demonstrates positive
birefringence, because it is blue when aligned with the
compensator filter (WrightGiemsa stain and
polarized/compensated light).

43

44

45

PERLU PERHATIAN
1.Bahan aspirasi cairan sendi diambil dengan
semprit ukuran 20mL
2.Empat group analisis cairan sendi
Non inflamasi, inflamasi, purulen dan perdarahan
Sebut: volume, warna, kejernihan, hitung lekosit dll
3. Pada kasus sendi yg bengkak mendadak (akut),
nyeri dan kemerahan perlu:
pemeriksaan makroskopis
pemeriksaan mikroskopis: kristal dgn metode Filter
analyzer & Polarizer pada mikroskop sinar
(pembesaran 40x)
- Kristal urat monosodium (MSU) pada Gout
- Kristal calcium pirofosfat dihidrat (CPPD) pada
pseudo gout
46

4. Interpretasi utama analisis cairan sendi

- identifikasi kristal
- Jumlah lekosit
5. Cairan sendi purulen dengan jumlah
lekosit >100.000 mm3, >75% PMN perlu
kultur disertai tes sensitivitas antibiotik
6. Kesimpulan mengarah ke diagnosis
banding group I, II, III atau IV

47

48

49

50

51