You are on page 1of 24

LASER

Hasto Harsono
Lies Setyorini
Muhammad Rafdi
Pramitasari

Definisi
• LASER merupakan singkatan dari Light
Amplification by Stimulated Emmision of
Radiation.
• Merupakan mekanisme suatu alat yang
memancarkan radiasi elektromagnetik, melalui
proses amplifikasi optikal dari photon yg bersifat
monokromatis

Einstein 1917 • 1947. Willis E Lamb & RC Rutherford emisi terstimulasi pada spektrum Hirogen • 1959.Sejarah • Teori dasar oleh A. Gordon Gould: istilah LASER • Ali Javan: Lser Gas • Robert N Hall: Laser dioda • Laser untuk omersial: barcode scanner (1974) .

karbondioksida. • Sumber energy (arus listrik. Panjang gelombang yang keluar dari laser tergantung pada medium aktif yang tereksitasi. . helium-neon. Beberapa contoh lasing media : helium-kadmium. cair atau gas) yang memungkinkan emisi panjang gelombang. uap air. Tiap jenis lasing media akan menghasilkan panjang gelombang yang berbeda-beda. krypton. hidrogen sianida dan juga bahan pewarna organik. pompa lampu atau reaksi kima). argon.Cara Kerja Laser Laser memiliki 3 baguian pokok: • Medium aktif/lasing media (padat. • Resonant cavity dengan output coupler. hidrogen fluorida.

.

Panjang Gelombang Laser pada Umumnya .

Hal ini dikenal sebagi fenomena quantum yang ditemukan oleh Albert Einstein sebagai pemberi ide awal sinar laser. . dan Pulsed pumping. Ada beberapa jenis pulsed laser berdasarkan mekanisme kerjanya yaitu Q switching. Mekanisme dari produksi radiasi laser bergantung pada emisi yang distimulasi. Modulasi emisi ini ternyata dapat diatur menjadi gelombang yang terus menerus / continous atau gelombang yang terputus – putus / denyutan / modulated atau pulsed. dimana energi diekstraksi dari transisi atom atau molekul. Untuk gelombang yang kontinu atau CW satuannya adalah Joule/cm2 sedangkan satuan untuk gelombang yang terputus-putus satuannya adalah W/cm2. Keuntungan dari menggunakan pulsed laser adalah tenaga yang lebih besar / high peak power. kemudian resonant cavity meresonansikan emisi tadi berulang – ulang dengan menggunakan optical amplifier kemudian keluar dari alat sebagai sinar laser. Mode locking.Sumber energy memberikan tenaga yang kemudian masuk ke medium aktif dimana terjadi amplifikasi emisi.

hene. seperti klorin dan fluorin. kripton atau xenon. laser yg tidak solidstate. dicampur dengan gas inert seperti argon. seperti sumber penulisan dalam beberapa printer laser atau CD player . •Laser Gas (helium dan helium-neon. CO2 laser memancarkan energi jauh dr inframerah. kadang-kadang disebut dioda laser. Mereka dapat dibangun menjadi array yang lebih besar. Laser neodymium-yag memancarkan cahaya inframerah pada 1. Perangkat elektronik yg menggunakan ini umumnya sangat kecil dan menggunakan daya yang rendah. seperti rhodamine 6g. Ketika lased. Ketika elektrik dirangsang. merupakan laser gas yang paling umum) memiliki output utama dari lampu inframerah. dan digunakan untuk memotong material keras. •Laser Excimer (nama ini berasal dari istilah excited dan dimers) menggunakan gas reaktif. •Dye laser menggunakan pewarna organik kompleks.Jenis Laser •Solid-state laser material telah dikuatkan terdistribusi dalam matriks padat (seperti ruby atau neodymium: yttrium-aluminium garnet laser yag). dalam larutan cair atau suspensi sebagai media penguat. dimer menghasilkan cahaya dalam kisaran ultraviolet. •Semiconductor laser.064 nanometer (nm). molekul pseudo (dimer).

.

• Dalam bidang elektronika. serta untuk pengeboran. • Dalam bidang komunikasi. • Dala bidang fotografi. laser mampu menghasilkan bayangan tiga dimensi dari suatu benda. laser solid state berukuran kecil digunakan dalam system penyimpanan memori optik dalam computer. . disebut holografi. sinar laser bermanfaat untuk pengelasan. sinar laser berdaya tinggi dapat digunakan untuk mengukur jarak Bumi Bulan dengan teliti. • Pada bidang astronomi.Manfaat Laser • Pada bidang industri. pemotongan lempeng baja. laser berfungsi untuk memperkuat cahaya sehingga dapat menyalurkan suara dan sinyal gambar melalui serat optik.

Tetapi Ada Dan Digunakan Untuk Mesin Kecil 30-100 W Pembedahan CO2 100-3000 Pembedahan CO2 Dan Laser Ini Digunakan Untuk Pemotongan Di Pabrik W 5 kW 100 kW Daya Pengeluarannya Mencapai 1 Cm/Bar Digunakan Dalam Bidang Persenjataan .Kekuatan 1-5 mW 5 mW Kegunaan Laser penunjuk Perangkat CD-ROM 5-10 mW DVD player atau perangkat DVD-ROM 100 mW Kecepatan Tinggi Pembakaran Citra CD-RW 250 mW Pemakai Pembakaran DVD-R 16x Membakar Kotak Perhiasan Dengan Diska Didalamnya Selama 4 Detik 400 mW 1W 1-20 W Percetakan DVD Piringan Ganda 24x Laser Hijau Digunakan Didalam Piringan Holographic Versatile Disc (HVD) Tidak Dijual Umum.

315 µm-103 µm. dimana protein jaringan mengalami denaturasi akibat suhu yang meningkat akibat penyerapan energi dari laser. secara teoritis dapat meningkatkan atau memperbesar intensitas cahayanya yang masuk di retina dibandingkan cahaya yang berasal dari sumber cahaya biasa dan bahkan lebih besar dari cahaya yang masuk saat melihat ke arah matahari langsung. Hal ini dapat menyebabkan kebutaan yang permanen • Cedera termal/panas. Biasanya terjadi pada pajanan radiasi laser lebih dari 10 mikrodetik dan dengan panjang gelombang 0. . Penyebab utama kerusakan jaringan akibat laser adalah karena panas.Efek Biologis Radiasi Laser • Cedera pada mata : radiasi laser yang cukup kuat.

Faktor yang Menentukan Derajat Cedera Mata oleh Laser • Beberapa faktor yang menentukan derajat cedera pada mata dari sinar laser: • Ukuran Pupil . • Pulse Repetition Rate – Semakin cepat repetisi maka . • Panjang gelombang .menentukan dimana simpanan energi dan berapa dalam. . semakin besar kerusakan karena suhu kesetimbangan harus tercapai untuk dapat terjadi kerusakan. • ukuran Retina Image . • Pulse Duration . semakin sedikit kesempatan untuk pembuangan panas dan pemulihan.Semakin pendek waktu semakin besar kemungkinan cedera.Semakin besar ukuran.Menyusutnya diameter pupil mengurangi jumlah total energi yang dikirimkan ke permukaan retina. • derajat pigmentasi – Semakin banyak pigmen (melanin) maka hasil penyerapan panas akan lebihbesar. Ukuran pupil berkisar dari diameter 2 mm di bawah sinar matahari yang cerah dan 8 mm dalam kegelapan (night vision). Tingkat kesetimbangan suhu ditentukan oleh ukuran gambar.

efek bersifat aditif) • Aliran darah jaringan setempat • Luas jaringan yang terkena .Efek Termal Pajanan Laser ditentukan oleh: • Koefisien absorpsi dan distribusi dari jaringan • Besarnya radiasi dari sinar laser • Durasi pajanan dan karakteristik repetisi dari gelombang denyutan yang dipakai (untuk gelombang denyutan.

Pembuatan ventilasi yang adekuat harus dilakukan untuk mengurangi racun noxious dan potensial hazard dari fumes serta asap.Pertimbangan dalam Penggunaan Laser Pertimbangan hygiene industry • Potensial hazard berhubungan dengan udara yang dipadatkan. Bahaya ledakan • Lampu bertekanan tinggi dan filamennya atau alat las dari laser harus dalam keadaan ditutupi dalam sebuah tempat yang dapat menahan tekanan maksimum yang dihasilkan oleh ledakan atau hancuran dari lampu tersebut. bahanbahan kryogenok. Taget laser dan elemen-elemen dari optical yang dapat hancur saat laser bekerja juga harus dalam keadaan . racun dan bahan-bahan karsinogenik serta kebisingan harus dipertimbangkan. yang dikeluarkan saat melakukan pengelasan . pemotongan dan interaksi dari target lainnya oleh laser.

. Bahan-bahan plastic juga termasuk bahan material tertutup. emisi x-ray berhubungan dengan suplai tenaga ber voltasi tinggi harus dirawat sesuai dengan pedoman yang ditetapkan. OSHA PEL’s dan/atau ACGIH TLV’s • • Bahaya radiasi kolateral • Radiasi dihubungkan dengan aktifitas laser atau system laser. lampu pompa dan welding laser harus diberikan perlindungan yang sesuai untuk mengurangi paparan sampai pada level yang telah ditetapkan oleh ANSI Z 136.1. dapat menimbulkan risiko kebakaran jika material tertutup tersebut ter papar radiasi melebihi 10 W/cm2. • • Bahaya elektrikal • • Bahaya kebakaran alat laser • Pembatasan pada sinar laser derajat IV dan penghentian beberapa laser derajat IIIB. tapi bahan-bahan tersebut digunakan dan berpotensi terbakar dan fume beracun yang dikeluarkan sebagai hasil paparan langsung harus dipertimbangkan. contohnya energy frekuensi radio dihubungkan dengan tabung plasma.Pertimbangan dalam Penggunaan Laser • Bahaya radiasi optik non laser • Radiasi ultraviolet dipancarkan dari tabung penembak laser.

kepala berpaling menjauh) melindungi retina dari sinar ini. Dianggap “eye-safe” sehingga tidak diperlukan tindakan pengamanan. barcode scanner. alignment laser. Contoh laser di DVD player.Klasifikasi Bahaya Laser International Electrotechnical Commision (IEC) membagi laser menjadi lima kelas : Kelas 1 • Tidak mengemisikan radiasi laser yang berbahaya dan tidak memberikan bahaya kesehatan.25 detik. mengemisikan energi yang sangat kecil yang tidak akan berbahaya sekalipun semua sinar masuk ke mata manusia dan terfokus pada retina. Contoh laser pointer. Kelas ini memiliki energi (output power) sebesar 1 milliwatt(mW) atau kurang dengan PEL selama 0. Aversion response (reflex kedip. scanner di pusat pembelanjaan Kelas 2 • Laser yang dapat dilihat mata. .

Semua laser dengan rata – rata energy power output melebihi 500mW / 0. bahaya kesehatan kulit.Klasifikasi Bahaya Laser Kelas 3 • Memberikan bahaya bagi mata karena aversion respons tidak cukup cepat untuk melindungi retina mata sehingga dapat memberikan kerusakan kepada jaringan mata lain seperti kornea dan lensa. .5 W masuk dalam kelas ini. Contoh laser untuk penelitian dan laser untuk tujuan militer. Semua laser yang digunakan untuk operasi dan proses industri seperti untuk kegiatan pengelasan / welding atau memotong masuk kedalam kelas ini. • Kelas 3 ini dibagi lagi menjadi kelas 3A dan 3B. Dimana kelas 3A adalah laser yang energy output power sebesar satu hingga lima kali dari AEL (Accessible Emmision Limits) kelas 1 atau kelas 2 namun output irradiance tidak melebihi occupational exposure limit dari kelas yang lebih rendah. Kelas 3A memiliki maximum power output sebesar 5mW dan kelas 3B sebesar 500mW. Kelas 4 • Mempunyai potensi bahaya kebakaran.

.Semua laser kelas 3 dan 4 yang tertutup / enclosed sehingga bahaya energy radiasinya tidak terdeteksi dapat digolongkan menjadi kelas 1. Laser ini disebut juga embedded laser. Laser kelas 4 memberikan bahaya untuk kulit sedangkan laser kelas 1 hingga 3 tidak memberikan bahaya untuk kulit.

Waktu ini sebagai dasar untuk laser kelas 2. waktu optimum yang diperkirakan dari “kasus terburuk / worst case” paparan sinar infra merah ke mata. waktu optimum yang diperkirakan dari “kasus terburuk / worst case” paparan terhadap visible diffuse reflections. waktu yang mewakili 8 jam kerja paparan kerja / occupational exposure. . • 30.12007 • Waktu pengoperasian mesin laser biasanya disesuaikan menjadi : • 0.000 detik. • 600 detik. • 10 detik.Batas Paparan • Maximum Exposure Permissible Limit (MPE) 3 • Detail mengenai MPE diatur dalam standard yang ditetapkan ANSI Z136. contohnya saat sedang melakukan alignment. waktu yang dibutuhkan manusia untuk menghindar dari cahaya yang terang disebut juga aversion response (reflex kedip dan memalingkan kepala).25 detik.

investigasi. • Kehadiran personel lain (buddy sistem) selama pemeliharaan untuk memberikan pertolongan pertama dan untuk meminta bantuan dalam kasus cedera atau kecelakaan. . analisa dan tindakan perbaikan. • Pembentukan Program Jaminan Kualitas termasuk pemeriksaan rutin peralatan laser.Program Keamanan Laser ANZI Z136.3).1 1. • Pelatihan dan pendidikan personel yang terlibat dalam penggunaan dan pemeliharaan laser. • Penetapan wewenang dan tanggung jawab untuk evaluasi dan pengendalian bahaya laser kepada Laser Safety Officer. • Penggantian dan pemeriksaan mata berkala (konsultasikan dengan Standar ANSI Z136. • Pembentukan Komite Keselamatan Laser. • Pemasangan tanda peringatan. Administrasi: • SOP Kebijakan Keselamatan Laser di tempat kerja. • Pengelolaan insiden (near accidents) dan kecelakaan termasuk pelaporan.

.Kontrol Teknik • Local exaust fan. jendela otomatis untuk melindungi mata pengguna dari sinar laser yang terpantul).untuk mencegah aktivasi laser oleh orang yang tidak berwenang. • Penutup Jendela (jika perlu) untuk menyerap sinar laser yang tersebar. • Penguncian area pengendalian laser agar orang yang tidak berwenang tidak dapat memasuki area tersebut. • Menghilangkan permukaan ruangan yang reflektif. • Built-in Interlocks akses panel dan penutup otomatis untuk melindungi personil. • Lock and key system. • Fail safe methods (misalnya.

• Sistem ventilasi yang memadai. • Program perlindungan diri termasuk pelatihan dalam pemeliharaan dan penggunaan peralatan pelindung diri. • Pelindung pakaian dan sarung tangan. .Alat Perlindungan Diri • Pelindung mata yang tepat.

Sejak tahun 1975. pemeriksaan mata dan penglihatan secara menyeluruh hanya dilakukan pada kasus trauma dan dicurigai overexposure. WHO merekomendasikan maksimal hanya sampai laser kelas 2 saja. WHO tidak menganjurkan medical surveillance untuk test fungsi mata secara rutin karena paparan laser hanya bersifat akut dan selalu dideteksi secara cepat. . Untuk peralatan komersial yang dijual kepada konsumen. Saat ini.