PEMBACAAN SADT

HARUN NURRACHMAT

Tahap-Tahap Pembuatan SADT dan Penilaiannya
1.Persiapan Kaca Objek
Untuk menghilangkan debu dan lemak :
-Digosok kuat-kuat dengan HCl 1N / H2SO4,atau
-Direndam beberapa jam(> 12 Jam) dalam campuran
ether dan alkohol sama banyak
2.Bahan Pemeriksaan
-Terbaik darah segar
-Darah yang dicampur dengan antikoagulan EDTA
(1,50 ± 0,25 mg /ml darah )
3.Pembuatan hapusan (Two-Slides/Wedge Method)
-Letakkan 1 tts kecil darah, tengah kaca objek, sekitar 12 cm dari salah satu ujungnya
-Tanpa menunggu,letakkan kaca objek lain (kaca
pendorong) membentuk sudut sekitar 45° dengan kaca
objek

Pada saat ini.Tetesan darah akan menyebar sepanjang sepanjang kaca pendorong.-Dorong ke belakang sehingga menyentuh tetesan darah tadi. partikel-partikel air akan terlihat setelah pewarnaan.buat hapusan dengan cepat namun halus (gerakan rata) -Panjang hapusan yang baik sekitar 3-4 cm -Ketebalan yang baik bila dibagian kepala:ertrosit bertumpuk.namun ke arah ekor : eritrosit hanya bersinggungan 4. jika pengeringan tidak sempurna.Pengeringan -Hapusan darah segera di keringkan pada suhu kamar untuk mencegah distorsi eritrosit. .

maka plasma akan menyebabkan latar belakang berwarna kebiruan -Pastikan sediaan hapus benar-benar kering sebelum memasukkannya kedalam larutan fiksasi -Fiksasi dilakukan dengan merendam sediaan dalam methanol selama 10-20 menit.karena aston akan menyebabkan terbentuknya vakuola-vakuola pada eritrosit .5.Fiksasi -Segera setelah kering.sediaan hapus segera difiksasi.Methanol yang digunakan harus bebas dari aseton.Bila hapusan dibiarkan tanpa fiksasi lebih dari 1 hari.

Azure B (trimethylthionin) yang bersifat basa b.yang mempersulit melihat adanya benda-benda inklusi dalam sel .DNA dan RNA Eosin akan mewarnai komponen sel yang bersifat basa : granula eosinofil dan hemoglobin -lamanya pengecatan 15-20 menit -Pewarnaan yang terlalu lama akan menimbulkan endapan.Eosin Y (tetrabromofluorescein) yang bersifat asam Azur B akan mewarnai komponen sel yang bersifat asam : kromatin.6.Pewarnaan -Rutin yang dipakai adalah pewarnaan Romanowsky -Komponen utama : a.

monosit biru abu-abu pucat -Inti : neutrofil dan limfosit biru keunguan tua.tidak bergaris-garis.Pewarnaan -Secara makroskopis sediaan berwarna pink -Bebas dari endapan kelebihan zat warna -Eritrosit berwarna orange/pink -Granula:neutrofil keunguan/kebiruan.Leukosit tidak bertumpuk pada kepala maupun ekor 4.Sediaan Apus Yang Baik 1. limfosit biru cerah. eosinofil orange sampai pink.Lebih dari setengah hapusan harus cukup tipis.rata.tidak bergelombang dan tidak berlubang-lubang 2. monosit ungu cerah -Trombosit mengandung granul yang pusatnya berwarna merah keunguan dikelilingi halo berwarna biru cerah . dimana eritrosit hanya bersinggungan satu sama lain.Hapusan terakhir 1-2 cm sebelum ujung kaca objek 3. namun tidak bertumpukan 5. basofil biru tua/ungu -Sitoplasma: neutrofil pink pucat.Permukaan licin.

parasit 3.Morfologi sel Darah Pembesaran 100X (Obyektif) 1.Periksa adanya sel-sel asing.Penegasan 2.Estimasi jumlah Trombosit (Barbara Brown) .Orientasi seluruh lapangan pandang 2.Estimasi Jumlah Leukosit Pembesaran 40 X (Obyektif) 1.Bangunan Khas 3.Pembacaan Preparat Apus Darah Tepi Pembesaran 10 X (Obyektif) 1.Hitung Jenis Leukosit 2.

.

SAMA Z. EVEN. LEBIH LONGGAR DIBANDING Z. TAK TERATUR. TIDAK PADAT. TIDAK BERTUMPUKAN . IV ( 9 % ) . RATA . II ( 18 % )  ZONE V : Z. BADAN.  ZONE I : Z. TIPIS. REGULER. IRREGULER. ROULEAUX. BERGEROMBOL. SANGAT TIPIS .TEBAL. BERDESAK – DESAKAN ( 14 % )  ZONE III : Z.( 11% )   ZONE VI : Z. PADAT BERGEROMBOL ( 3 % )  ZONE II : Z. TAK RATA.II & Z.  DIBEDAKAN 3 BAGIAN ( KEPALA. LUAS ( 45 % )  ZONE IV : Z. BENTUK MASIH ASLI / UTUH. OVER LAPING . TIDAK BERDESAKAN . TIPIS. & EKOR ) SELURUH BADAN DIBAGI 6 ZONE BERDASARKAN SUSUNAN SDM.

ZONA IV & V .PEMILIHAN DAERAH PEMBACAAN .PERTIMBANGAN DISTRIBUSI JENIS SEL AXIS TEPI .

Poikilositosis 3.Susunan .Anisositosis 2.Warna 4.Morfologi Eritrosit 1.Benda Inklusi 5.

NORMOSIT .

ANISOSITOSIS .

POIKILOSITOSIS .

PEWARNAAN ERITROSIT KROMASI BERDASARKAN DIAMETER “CENTRAL PALLOR” (DAERAH PUCAT DI TENGAH) .

NORMOKROM NORMOKROM CP < ½ DIAMETER ERITROSIT .

HIPOKROM .

POLIKROMASI WARNA ERITROSIT NORMAL + KEBIRUAN (RETIKULOSIT) .

RETIKULOSIT .

MEGALOSIT .

MIKROSIT .

BENTUK ERITROSIT  OVALOSIT  ELIPTOSIT  “TEAR DROP CELL”  SEL BURR  SEL TARGET  AKANTOSIT  SFEROSIT  “BLISTER CELL”  STOMATOSIT  “HELMET CELL”  SEL CERUTU  FRAGMENTOSIT  SEL SICKLE (SABIT) .

BENTUK NORMOSIT NORMAL CENTRAL PALLOR DIAMETER :1/3 DARI DIAMETER SEL .

SEL TARGET PENYAKIT HATI POST SPLENECTOMI THALASSEMIA .

SFEROSIT  SFEROSIT HEREDITER  ANEMIA HEMOLITIK IMUN  KELAINAN HATI  DIC  PENGHANCURAN CEPAT DI RES .

ELIPTOSIT ELIPTOSITOSIS HEREDITER DEFISIENSI BESI .

DEFISIENSI Fe .SEL CERUTU CIGAR CELL AN.

STOMATOSIT     STOMATOSITOSIS HEREDITER ANEMIA HEMOLITIK IMUN KELAINAN HATI ALKOHOLISME .

Sickle cell disorders .

ACANTOSIT KELAINAN PARENSIM HATI POST SPLENECTOMI ABETALIPOPROTEINEMIA KERACUNAN ALKOHOL .

TTP ) .KATUB JANTUNG BUATAN .HEMOLITIK MIKROANGIOPATI .SEL FRAGMENT .AN.KATUB JANTUNG BUATAN .COMBUTIO SEL LEPUH (BLISTER ) .COMBUTIO .ANEMIA HEMOLITIK MIKROANGIOPATI ( DIC.

Fe MYELOFIBROSIS . DEF.AN.

SEL BURR UREMIA ULCUS DENGAN PERDARAHAN Ca LAMBUNG .

SEL KRENASI MENGKERUT ok CAIRAN HIPERTONIS .

Benda Inklusi Eritrosit .

) • INTOKSIKASI Pb • THALASSEMIA • AN. SIDEROBLASTIK POST SPLENECTOMI . MEGALOBLASTIK BENDA PAPPENHEIMER GRANULA –GRANULA SIDEROTIK. WARNA GELAP KECIL.BULAT & JUMLAH 1-2. CAT PEARL : (+) AN.BASOPHILIK STIPLING GRANULA – GRANULA KEBIRUAN TERSEBAR RATA CAT PEARL: ( .

1-2 BUAH  AN.MEGALOBLASTIK  HEMOGLOBINOPATI .HEMOLITIK  POST SPLENECTOMI  AN.HOWELL JOLLY BENDA HOWELL JOLY : SISA INTI NORMOBLAST BENTUK SFERIS BULAT HITAM.

MEGALOBLASTIK . BENTUK SFERIS BULAT HITAM. SISA INTI  POST SPLENECTOMI  AN. 1-2 BUAH.”8”.HEMOLITIK  AN. TALI LASO.CINCIN CABOT CINCIN CABOT : BENTUK SPT CINCIN.

EKSENTRIK BCB : ( + ) TAK TERLIHAT dg CAT ROMANOVSKY .BENDA HEINZ BENDA SFERIS IRREGULER.

.

Susunan Eritrosit .

V Pd: Cold Aglutinin . ZONE VI.AUTO AGLUTINASI SALING BERGEROMBOL BATAS TAK JELAS DILIHAT DI EKOR.

FORMASI ROULEAUX TERSUSUN spt UANG LOGAM yg RUBUH. VI ( NORMAL DI ZONE III ) Pd: Myeloma Multipel . BATAS JELAS FORMASI ABNORMAL PADA ZONE V .

B12 / Asam Folat) Hiposegmentasi (Anomali Pelger Huet) .IV  Normoblas dilaporkan / 100 lekosit  AMN Dilaporkan / 100 Lekosit  Pelaporan tentang adanya :     Granula toksik Vakuolisasi Hipersegmentasi (def.MENILAI GAMBARAN LEKOSIT  Estimasi jumlah lekosit  Melakukan hitung jenis sel / 100 lekosit Zona VI . Vit.

ZONA IV & V .PEMILIHAN DAERAH PEMBACAAN .

Hitung Jenis Leukosit Distribusi Sel (Preparat Apus) -Limfosit -Monosit -Neutrofil : Di Tengah : Di Tepi/Ekor : Di Tepi/Ekor .

.

.

.

Neutrofil segmen darah tepi Ciri-ciri  Ukuran sel: 14 .20 m  Bentuk sel: oval atau bulat  Warna sitoplasma: pink  Granularitas: sedikit azurofilik neutrofilik  Bentuk inti: berlobus(N < 5 lobus)  Tipe kromatin: padat  Ratio inti/sitoplasma: rendah atau sangat rendah  Nukleolus: tak terlihat  Persentase:  darah: 50 .20 % Fungsi Pertahanan thd infeksi akut  fagositosis .70 %  sumsum tulang: 5 .

20 % .5% sumsum tulang5 tulang5 . semicircular  Tipe kromatin: padat  Ratio inti/sitoplasma: rendah atau sangat rendah  Nukleolus: tak terlihat  Persentase: darah: 2 .Neutrofil batang dalam darah tepi Ciri-ciri :  Ukuran sel: 14 .  Bentuk inti: lonjong.20 m  Bentuk sel: oval atau bulat  Warna sitoplasma: pink  Granularitas: sedikit azurofilik neutrofilik.

peny parasit .Eosinofil matur dalam darah tepi Ciri-ciri  Ukuran sel: 15 .25 m  Bentuk sel: oval atau bulat  Warna sitoplasma: pucat. ditutupi granul  Granularitas: eosinofilik (orange-red)banyak  Bentuk inti: lobulated.4 % sumsum tulang < 2 % Daya fagositosis & gerak lambat Me pd : alergi. semicircular  Tipe kromatin: padat  Ratio inti/sitoplasma: rendah atau sangat rendah  Nukleolus: tak tampak  Persentase darah: 1 .

Eosinofil matur dalam darah tepi .

Menutup inti  Bentuk inti: bentuk oval pada basofil muda dan berbentuk lobular pada basofil dewasa  Tipe kromatin: padat.1 % sumsum tulang < 1 % Fungsi tdk jelas. ukuran bervariasi. berisi heparin. pucat  Ratio inti/sitoplasma: rendah atau sangat rendah  Nukleolus: tak tampak  Persentase: darah 0 . ditutupi granul dan nukleus  Granularitas: Granularitas: basofilik gelap. sering ditemukan bersama eosinofil . sifat fagositik (-).Basofil dalam darah tepi Ciri-ciri :  Ukuran sel: 12 .18 m  Bentuk sel: bulat atau oval  Warna sitoplasma: merah jambu.

20 % Gerak aktif Peran  faktor imunologik Catatan: Limfosit kecil dalam darah.Juga ada satu skistosit.Persentase: .15 m .darah: 20 .Limfosit dalam darah tepi Ciri-ciri : .Bentuk inti: bulat atau agak oval -Tipe kromatin: homogen.40 % .Granularitas: tidak ada . kadang-kadang oval .Nukleolus: tidak terlihat. .Ukuran: 10 .sumsum tulang: 5 . kadangkadang hampir tidak terlihat .Bentuk: bulat.Warna sitoplasma: biru . satu nukleolus kecil . padat -Rasio inti/sitoplasma: tinggi atau sangat tinggi .

bervakuola Bentuk nukleus tidak teratur Daya fagositik Daya imunologik .Monosit dalam darah tepi Ciri-ciri : Sel besar Bentuk tdk bulat Sitoplasma ungu / biru halus.

EOSINOFILIA
- ALERGI
- INVESTASI PARASIT

GRANULASI TOKSIK

HIPERSEGMENTASI NETROFIL

ANEMIA PENISIOSA

PELGER HUET .

MENILAI GAMBARAN TROMBOSIT  ESTIMASI JUMLAH TROMBOSIT : pembesaran objektif 100 x X per lapangan pandang x 20.000 Normal : 8 – 20 trombosit / lapangan pandang  TROMBOSIT BESAR / “GIANT THROMBOCYTE” .

TROMBOSIT NORMAL .

TROMBOSITOPENIA .

TROMBOSITOSIS .

.

TANPA AGREGASI .

AGREGASI TROMBOSIT .