Nubuat Simeon

“Sesungguhnya Anak ini ditentukan untuk menjatuhkan dan membangkitkan banyak orang di Israel dan untuk menjadi suatu tanda yang menimbulkan perbantahan” (Lukas 2:34)

Kesaksian (tentang) Yesus
 Masa Yesus berkarya (th. 30an): Yesus mewartakan Injil,

mengajar dan menyembuhkan; sengsara, wafat dan bangkit.  Masa jemaat Kristen awal (th. 30-70an): umat hidup bersama (koinonia), melayani (diakonia), merayakan (leiturgia), mewartakan (kerygma), memberi kesaksian (martyria), mengajarkan (catechesis) misteri iman yang mereka terima dari Yesus. Beredar surat-surat Paulus (Th. 50-60an/70) dan kemungkinan besar juga kumpulan sabda Yesus (?).  Masa penulisan Injil-injil (th. 70-100an): Markus (Roma? Th. 70?), Matius (Syria-Palestina; Th. 80-90?), Lukas (Antiokhia? Th. 80-90?), Yohanes (Asia Kecil? Th. 90-100?). Juga Kis, Ibr, Yak, 12Pt, 1-3Yoh, Yud, dan Wahyu.

Refleksi iman dalam penulisan
"Iman pasca Kebangkitan menerangi ingatan (kenangan) tentang yang telah dilihat dan didengar selama Yesus berkarya" (bdk. Yoh 2:22) Selama Yesus Wafat & Iman Pengisaha berkarya Bangkit PascaKeb n gk Yesus Membersihkan Wafat &Mengutus Diwartakan Bait Allah Bangkit Roh Kudus Murid-2 Melihat & Melihat & Mengingat Menyeleksi Mendengar Mendengar Memahami Mewartaka & Percaya n Menuliskan

SIFAT INGATAN MANUSIA
INGATAN BUKAN CUMA REPRODUKTIF TAPI JUGA REKONSTRUKTIF:

"I was a boy looking at a tree"  "I am a man who was a boy looking at a

tree" ataukah  "I am a man who REMEMBERS being a boy looking at a tree"

Apakah INJIL itu?
INJIL BUKAN "BIOGRAFI" TAPI "KRISTOLOGI DALAM BENTUK NARASI“  Injil merupakan hasil refleksi iman dalam terang Roh Kudus  Mengenai pribadi dan karya Yesus yang diwartakan melalui kisah-kisah.  Masing-masing Penginjil dalam terang Roh Kudus mengolah bahan-bahan tradisional dari Masa hidup dan karya Yesus maupun Masa pewartaan para Rasul,  Dan menyampaikan kisahnya sesuai dengan jemaat yang diberi pewartaan tentang Yesus yang telah bangkit.  Yang dikisahkan bukanlah lagi Yesus di masa lalu melainkan Yesus yang tetap hidup dan berkarya sepanjang masa.

Fungsi Kisah
KISAH BUKAN CUMA "JENDELA" TAPI "CERMIN“ Jendela ke Masa Lalu: Lewat kisah, kita dapat mengetahui tentang kejadian di masa lalu Cermin bagi Masa Kini: Lewat kisah, kita dapat pula bercermin diri mencari makna kisah itu bagi kita di masa kini. Implikasi bagi cara kita membaca/menafsirkan Injil: metode diakronis (ilmu sejarah, arkeologi dll.) dan synkronis (analisa narasi, tafsir kontekstual, bacaan rohani dll).

Dalam proses waktu terjadi refleksi makin mendalam mengenai Yesus

Faham extra-kanonik tentang Yesus (abad 2-7)
MENOLAK KEILAHIAN YESUS: Ebionisme (th. 70-abad 7): Kaum “miskin” (“ebionit”) Yahudi Qumran bergabung dgn. gol. Yahudi Kristen; taat Taurat, anti Paulus. Yesus manusia diangkat sbg. “Putera Allah” pada pembaptisan; mempengaruhi Islam. Adoptionisme (abad 2): Yesus cuma manusia, diangkat sbg. Putera Allah, tapi bukan Allah menurut kodratnya.  Arianisme (abad 3): Faham Arius, imam dari Mesir : Putera Allah bukan Allah sejati, tapi makhluk pengantara di antara Allah-Bapa dan seluruh alam ciptaan.

.

MENOLAK DUA KODRAT-SATU PRIBADI YESUS: Nestorianisme (abad 6-sampai sekarang): Faham Nestorius, Patriakh Konstantinopel: Yesus punya dua kodrat dan dua pribadi yang terpisah; Sabda Ilahi dalam Yesus tak tersentuh oleh penderitaan. Gereja Nestorian tersebar di Siria, Arab, India, Tiongkok, dan Amerika. Monophysitisme/Euthychianisme (abad 5 sampai sekarang): Faham rahib Euthykes: kodrat manusiawi Yesus lebur dalam kodrat ilahi menjadi satu kodrat (monos=satu; physys=kodrat). Dianut oleh Gereja Koptik, Etiopia, Armenia, Siria. Monothelitisme: satu kehendak dalam Yesus.

MENOLAK KEMANUSIAAN YESUS: Doketisme (abad 2): Faham bahwa Yesus Putera Allah bukan sungguh-sungguh manusia, tapi hanya tampak (=dokein, bhs. Yun) sebagai manusia. Gnostisisme (dlm. kekristenan sejak abad 2 dst): Faham bahwa keselamatan dicapai lewat pengetahuan (=gnosis); dunia/materi/daging dipandang rendah dan dipertentangkan dengan roh. Mendasari Injil/teks “apokrif”/rahasia (a.l. Injil Thomas, Yudas, Maria M). Apollinarianisme (abad 4): Faham Apollinaris, Uskup Laodicea: Yesus tidak seutuhnya manusia; roh manusia-Nya digantikan oleh roh ilahi; Ia punya tubuh dan jiwa manusia, tapi tak punya roh manusia.

Tanggapan Gereja atas faham extra-kanonik tentang Yesus
Mengutuk sebagai ajaran sesat/bidah: Konsili Nicea (th. 324): Melawan Arianisme. Syahadat. Konsili Konstantinopel I (th. 381): Melawan Apolloniarisme. Syahadat Panjang (Nicea-Konstantinopel) Konsili Efesus (th. 431): Melawan Nestorianisme. Konsili Chalsedon (th. 451): Melawan Monophysitisme / Eutychianisme. Dua kodrat tak lebur dan tak terpisah. Konsili Konstantinopel II (th. 680): Melawan Monothelitisme. Sinode Frankfurt (th. 794): Melawan Adoptionisme.

Yesus tetap diperbantahkan
Perkembangan tertentu dalam ilmu tafsir KS:

historis-kritis abad 19-20, Jesus Seminar, dll. Penemuan teks-teks kuno: Qumran, Nag Hammadi. Teks-teks extrakanonik ttg. Yesus dari abad 2 dst. PB (dari abad 1) lebih dapat dipercaya secara historis. Buku-buku berpretensi ilmiah: Holy Blood, Holy Grail, The Da Vinci Code, Dinasti Yesus, Makam Keluarga Yesus, dll. Mempertentangkan Yesus dan Gereja: Jesus Yes, Church No, SelamatkanYesus dari orang Kristen.

Musti bagaimana?
Tak reaktif: “Tuhan tidak perlu dibela” (Gus Dur) Mendalami dan menghayati iman gerejani &

pribadi: “Apa kata orang tentang Aku? Tapi menurut kamu, siapakah Aku ini?” (Yesus dalam Injil-injil kanonik) Mendasarkan diri pada pengalaman konkret perjumpaan pribadi dengan Yesus yang hidup sekarang dan selamanya: dalam doa pribadi dan komunitas/gereja.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful