You are on page 1of 28

INSOMNIA

DISUSUN OLEH:
FAUZUL AZMI, S. Ked
10 100 1067
 
PEMBIMBING:
dr.Mustafa M. Amin, Med Kj, Sp. Kj

FISIOLOGI TIDUR
Fase Tidur  susunan saraf pusat masih bekerja dimana
neuron-neuron di substansia retikularis ventral batang otak
melakukan sinkronisasi
 Terletak pada substansia ventrikulo retikularis batang
otak yang disebut sebagai pusat tidur (sleep center).
 Bagian susunan saraf pusat yang menghilangkan
sinkronisasi/ desinkronisasi terdapat pada bagian rostral
batang otak disebut sebagai pusat penggugah (arousal
center).

Tidak dibagibagi dalam stadium seperti dalm tidur NREM . Tipe Rapid Eye Movement (REM) 2. • Tidur NREM yang meliputi 75% dari keseluruhan waktu tidur dan dibagi emnjadi 4 stadium. Keadaan tidur normal antara fase NREM dan REM terjadi secara bergantian antara 4-6 kali siklus semalam.PEMBAGIAN TIDUR • Tidur Dibagi Menjadi 2 Tipe Yaitu: 1. Sedangkan tidur REM meliputi 25% dari keseluruhan waktu tidur. Tipe Non Rapid Eye Movement (NREM) • Fase awal tidur didahului oleh fase NREM yang terdiri dari 4 stadium. lalu diikuti oleh fase REM.

atau delta sleep.5 siklus perdetik.5 hingga 2. yaitu 45% dari keseluruhan waktu tidur. sehingga sukar dibangunkan Stadium 4 • berlangsung 13% dari keseluruhan waktu tidur. Gambaran EEG hampir sama dengan stadium 3 dengan perbedaan kuantitatif pada jumlah gelombang delta. bervoltase rendah. EEG menggambarkan gelombang bervoltase tinggi dengan frekuensi 0. lambat. EEG menggambarkan gambaran kumparan tidur yang khas. atau Slow Wave Sleep (SWS) . Orang tidur dengan sangat nyenyak. dan trifasik yang dikenal sebagai kompleks K. yang disebut gelombang teta Stadium 2 • berlangsung paling lama. orang dapat dibangunkan dengan mudah Stadium 3 • berlangsung 12% dari keseluruhan waktu tidur. yaitu gelombang delta.PEMBAGIAN TIDUR (NREM) PEMBAGIAN KETERANGAN Stadium 1 • berlangsung selama 5% dari keseluruhan waktu tidur. Pada stadium ini. Stadium 3 dan 4 juga dikenal dengan nama tidur dalam. Stadium ini dianggap stadium tidur paling ringan. EEG menggambarkan gelombang yang berbentuk pilin (spindle shaped) yang sering dengan frekuensi 12 sampai 14 siklus perdetik. dengan frekuensi 3 sampai 7 siklus perdetik.

PEMBAGIAN TIDUR (REM) .

terus meningkat sepanjang malam dan menghilang pada jam 9 pagi. .POLA SIKLUS BANGUN dan TIDUR * Kadar melatonin dalam darah mulai meningkat pada jam 9 malam.

sebaliknya bila siang hari tidak ada kegiatan dan cenderung tidak aktif. Melatonin menurun dengan meningkatnya umur. . ekskresi kortisol dan GH serta perubahan temperatur tubuh berfluktuasi dan kurang menonjol. sedangkan tidur stadium 1 dan 2 lebih lama. Bila siang hari sibuk dan aktif sepanjang hari. malamnya akan sulit tidur.5 Pada usia lanjut. pada malam hari tidak ada gangguan dalam tidurnya.PERUBAHAN TIDUR AKIBAT PROSES MENUAAN • • • Orang usia lanjut mengalami waktu tidur yang dalam lebih pendek.

. disertai rasa tidak nyaman setelah episode tidur tersebut.DEFINISI INSOMNIA  Menurut DSM-IV.  The International Classification of Diseases mendefinisikan Insomnia sebagai kesulitan memulai atau mempertahankan tidur yang terjadi minimal 3 malam/minggu selama minimal satu bulan  Menurut The International Classification of Sleep Disorders. insomnia adalah kesulitan tidur yang terjadi hampir setiap malam. Insomnia didefinisikan sebagai keluhan dalam hal kesulitan untuk memulai atau mempertahankan tidur atau tidur non-restoratif yang berlangsung setidaknya satu bulan dan menyebabkan gangguan signifikan atau gangguan dalam fungsi individu.

penyakit.KLASIFIKASI INSOMNIA Dalam ICD 10. gangguan tidur (insomnia) dibagi menjadi 4 tipe yaitu: • Gangguan tidur yang berkorelasi dengan gangguan mental lain • Gangguan tidur yang disebabkan oleh kondisi medis umum • Gangguan tidur yang diinduksi oleh bahan-bahan atau keadaan tertentu • Gangguan tidur primer (gangguan tidur tidak berhubungan sama sekali dengan kondisi mental. ataupun obat-obatan. . kualitas dan waktu tidur) Parasomnias (ada episode abnormal yang muncul selama tidur seperti mimpu buruk. berjalan sambil tidur. dll) Dalam DSM IV.) Gangguan ini menetap dan diderita minimal 1 bulan. insomnia dibagi menjadi 2 yaitu: • Organik • Non-organik • • Dyssomnias (gangguan pada lama.

.Lanjutan...

PENYEBAB INSOMNIA .

perceraian atau kehilangan pekerjaan.. dapat menyebabkan insomnia. • Kecemasan Dan Depresi:Hal ini mungkin disebabkan ketidakseimbangan kimia dalam otak atau karena kekhawatiran yang menyertai depresi. atau keluarga dapat membuat pikiran menjadi aktif di malam hari. • Stres: Kekhawatiran tentang pekerjaan.. obat alergi. • Obat-obatan: Beberapa resep obat dapat mempengaruhi proses tidur. termasuk beberapa antidepresan. stimulan (seperti Ritalin) dan kortikosteroid. Peristiwa kehidupan yang penuh stres.Lanjutan. obat jantung dan tekanan darah. . seperti kematian atau penyakit dari orang yang dicintai. sehingga sulit untuk tidur. kesehatan sekolah.

stroke. gagal jantung. • Kondisi Medis: Jika seseorang memiliki gejala nyeri kronis. kemungkinan mereka untuk mengalami insomnia lebih besar dibandingkan mereka yang tanpa gejala tersebut. kanker. Kondisi ini dikaitkan dengan insomnia akibat artritis. • Kafein. Nikotin merupakan stimulan yang dapat menyebabkan insomnia. penyakit Parkinson dan penyakit Alzheimer. Nikotin Dan Alkohol: Kopi. . penyakit paruparu. cola dan minuman yang mengandung kafein adalah stimulan yang terkenal. gastroesophageal reflux disease (GERD).Lanjutan. teh. tetapi mencegah tahap lebih dalam tidur dan sering menyebabkan terbangun di tengah malam. kesulitan bernapas dan sering buang air kecil... Alkohol adalah obat penenang yang dapat membantu seseorang jatuh tertidur.

Lanjutan. • “Belajar” Insomnia: Hal ini dapat terjadi ketika Anda khawatir berlebihan tentang tidak bisa tidur dengan baik dan berusaha terlalu keras untuk jatuh tertidur.. seperti ketika mereka menonton TV atau membaca.. mengatur siklus tidur-bangun. sehingga sulit untuk tidur. • Perubahan Lingkungan Atau Jadwal Kerja: Kelelahan akibat perjalanan jauh atau pergeseran waktu kerja dapat menyebabkan terganggunya irama sirkadian tubuh. metabolisme. Kebanyakan orang dengan kondisi ini tidur lebih baik ketika mereka berada jauh dari lingkungan tidur yang biasa atau ketika mereka tidak mencoba untuk tidur. Ritme sirkadian bertindak sebagai jam internal. . dan suhu tubuh.

FAKTOR RESIKO .

sering berkeringat pada malam hari dan hot flashes sering mengganggu tidur. termasuk depresi. kecemasan.. insomnia meningkat sejalan dengan usia. Memiliki Gangguan Kesehatan Mental: Banyak gangguan. Menjadi miskin atau pengangguran juga meningkatkan risiko terjadinya insomnia. Perubahan hormon selama siklus menstruasi dan menopause mungkin memainkan peran. gangguan bipolar dan posttraumatic stress disorder.. . stress jangka panjang seperti kematian orang yang dikasihi atau perceraian. Perjalanan jauh (Jet lag) dan Perubahan jadwal kerja: Bekerja di malam hari sering meningkatkan resiko insomnia. Selama menopause. • • • • • Wanita: Perempuan lebih mungkin mengalami insomnia. mengganggu tidur.Lanjutan. Stres: Stres dapat menyebabkan insomnia sementara. dapat menyebabkan insomnia kronis. Usia Lebih Dari 60 Tahun: Karena terjadi perubahan dalam pola tidur.

TANDA DAN GEJALA • • • • • • • • • Kesulitan untuk memulai tidur pada malam hari Sering terbangun pada malam hari Bangun tidur terlalu awal Kelelahan atau mengantuk pada siang hari Iritabilitas. depresi atau kecemasan Konsentrasi dan perhatian berkurang Peningkatan kesalahan dan kecelakaan Ketegangan dan sakit kepala Gejala gastrointestinal .

– Tingkatan stres psikis.DIAGNOSIS Untuk mendiagnosis insomnia. atau obat terlarang. . dilakukan penilaian terhadap: – Pola tidur penderita. – Riwayat medis. – Pemakaian obat-obatan. – Aktivitas fisik – Diagnosis berdasarkan kebutuhan tidur secara individual. alkohol.

dapat dimasukkan dalam reaksi stres akut (F43.KRITERIA DIAGNOSTIK INSOMNIA NONORGANIK BERDASAR PPDGJ  Hal tersebut di bawah ini diperlukan untuk membuat diagnosis pasti:     Keluhan adanya kesulitan masuk tidur atau mempertahankan tidur.  Kriteria “lama tidur” (kuantitas) tidak diguankan untuk menentukan adanya gangguan.0) atau gangguan penyesuaian (F43. atau kualitas tidur yang buruk Gangguan minimal terjadi 3 kali dalam seminggu selama minimal 1 bulan Adanya preokupasi dengan tidak bisa tidur dan peduli yang berlebihan terhadap akibatnya pada malam hari dan sepanjang siang hari Ketidakpuasan terhadap kuantitas dan atau kualitas tidur menyebabkan penderitaan yang cukup berat dan mempengaruhi fungsi dalam sosial dan pekerjaan  Adanya gangguan jiwa lain seperti depresi dan anxietas tidak menyebabkan diagnosis insomnia diabaikan. Lama gangguan yang tidak memenuhi kriteria di atas (seperti pada “transient insomnia”) tidak didiagnosis di sini. oleh karena luasnya variasi individual.2) .

PENATALAKSANAAN NONFARMAKOLOGI Trap Tingkah Laku : •Edukasi tentang kebiasaan tidur yang baik. •Teknik Relaksasi •Terapi kognitif •Restriksi Tidur •Kontrol stimulus .

. seperti mandi air hangat..Lanjutan. • Relaksasi sebelum tidur. membaca. • Hanya menggunakan tempat tidur hanya untuk tidur. seperti menghindari kebisingan • Olahraga dan tetap aktif. Gaya Hidup Dan Pengobatan Di Rumah • Mengatur jadwal tidur yang konsisten termasuk pada hari libur • Tidak berada di tempat tidur ketika tidak tidur. • Menyiapkan suasana nyaman pada kamar untuk tidur. dan nikotin • Menghindari makan besar sebelum tidur • Cek kesehatan secara rutin • Jika terdapat nyeri dapat digunakan analgesik . • Tidak memaksakan diri untuk tidur jika tidak bisa. seperti olahraga selama 20 hingga 30 menit setiap hari sekitar lima hingga enam jam sebelum tidur. alkohol. latihan pernapasan atau beribadah • Menghindari atau membatasi tidur siang karena akan menyulitkan tidur pada malam hari. • Menghindari kafein.

yaitu golongan phenobarbital atau golongan benzodiazepine (Long acting). dan Estazolam) 2.PENATALAKSANAAN FARMAKOLOGI 1. .Trizolam. Benzodiazepine (Nitrazepam. Obat yang dibutuhkan adalah bersifat “Sleep Maintining AntiInsomnia”. yaitu golongan heterosiklik antidepresan (Trisiklik dan Tetrasiklik)  Misalnya pada gangguan depresi • Broken Insomnia (siklus proses tidur yang normal tidak utuh dan terpecah-pecah menjadi beberapa bagian (multiple awakening). ditinjau dari sifat gangguan tidur : • Initial Insomnia (sulit masuk ke dalam proses tidur) Obat yang dibutuhkan adalah bersifat “Sleep inducing anti-insomnia” yaitu golongan benzodiazepine (Short Acting)  Misalnya pada gangguan anxietas • Delayed Insomnia (proses tidur terlalu cepat berakhir dan sulit masuk kembali ke proses tidur selanjutnya) Obat yang dibutuhkan adalah bersifat “Prolong latent phase Anti-Insomnia”. Non benzodiazepine (Chloral-hydrate. Phenobarbital) Pemilihan obat.

.Lanjutan...

..Lanjutan. .

.Lanjutan..  Kontraindikasi :  Sleep apneu syndrome  Congestive Heart Failure  Chronic Respiratory Disease  Penggunaan Benzodiazepine pada wanita hamil mempunyai risiko menimbulkan “teratogenic effect” (e. Juga benzodiazepine dieksresikan melalui ASI.cleft-palate abnormalities) khususnya pada trimester pertama.g. berefek pada bayi (penekanan fungsi SSP) .

KOMPLIKASI .

Lebih buruk jika gangguan ini disertai skizophrenia .PROGNOSIS • Prognosis umumnya baik dengan terapi yang adekuat dan juga terapi pada gangguan lain spt depresi dll.

TERIMA KASIH .