You are on page 1of 47

Malrotasi Usus

Mulfa Satria Asnel
dr. Jon Effendi, SpB, SpBA (K)

Definisi

Malrotasi = gagalnya proses rotasi dan fiksasi
selama perkembangan embriologi usus
tengah.
Volvulus = obstruksi usus yang disebabkan
oleh terpuntirnya usus.

Embriologi Usus tengah

Perkembangan usus  elongasi, rotasi, fiksasi
Minggu ke-5 hingga minggu ke-10

.

Etiologi   Belum diketahui Gangguan pada proses rotasi usus .

Klasifikasi    Non-rotasi Rotasi tidak lengkap Rotasi terbalik .

.

Epidemiologi      Terdapat pada 0. 1 dari 6000 kelahiran hidup menunjukkan gejala klinis.5 – 1 % populasi. Pria : wanita  2:1 50-75%  1 bulan pertama 90%  1 tahun pertama .

  Malrotasi terjadi bersamaan dengan omfalokel. atrea bilier. kelainan anorektal. dan hernia diafragmatik kongenital. anomali jantung dan ortopedi. Juga berhubungan dengan Hirschsprung. . gastroskisis.

konstipasi Penemuan secara tidak sengaja (asimptomatik) .Manifestasi Klinis  Bentuk manifestasi :     Obstruksi duodenum oleh Ladd’s Band Volvulus usus tengah Gejala kronis : nyeri perut.

Manifestasi Klinis     Muntah hijau Kolik abdomen Distensi abdomen Tanda iritasi peritoneum .

.

.

.Pemeriksaan radiologi  Foto polos abdomen :   Double bubble sign dengan gelembung udara minimal di bagian distal obstruksi. Air-fluid level di proksimal duodenum dan lambung.

.

 Kontras :  Barium meal  jarang dilakukan. resiko aspirasi    Duodenojejunal junction di sebelah kiri Pada volvulus  corkscrew sign Barium enema  Sekum terletak di kuadaran kanan atas .

.

.

Tatalaksana  Persiapan prabedah :     Puasa Dekompresi Maintenance cairan dan elektrolit Bedah : Ladd’s procedure .

.

.

.

Registrasi : 92 11 74 Tanggal Masuk : 27 Agustus 2015 .Laporan Kasus        Nama : Elis Widya Ningsih Umur : 12 tahun 1 bulan Tanggal Lahir : 11 Agustus 2003 Jenis Kelamin : Perempuan Alamat : Luhak nan duo. Pasaman Barat No.

. Keluhan Utama Muntah yang bertambah sering sejak 3 hari yang lalu.Riwayat Perjalanan Penyakit   Anamnesis dilakukan secara alloanamnesis oleh ibu kandung pasien.

namun bertambah sering sejak 3 hari ini. Nyeri dirasakan 2-3 kali dalam sebulan. berwarna kuning kadang kehijauan. nyeri dirasakan hampir di seluruh perut namun paling dirasakan disekitar pusat dan ulu hati. jumlah sebanyak sekitar 2 sendok makan hingga seperempat gelas. Muntah berisi sisa makanan. Nyeri perut berulang sejak 3 bulan yang lalu. dan muntah tidak menyemprot. .  Muntah yang bertambah sering sejak 3 hari yang lalu. frekuensi muntah saat ini 3-4x/hari. Muntah sudah ada sejak 13 hari yang lalu. hilang timbul tanpa diberi obat.

Namun sekarang anak makan hanya mau 2 kali sehari dan menghabiskan sekitar setengah porsi biasanya. Nafsu makan berkurang sejak sakit. Sebelum sakit anak makan 3 kali sehari dapat menghabiskan satu porsi orang dewasa per kali makan. terakhir berat ditimbang 22 kg. Berat badan tertinggi 25 kilogram sekitar dua bulan yang lalu. .

dan sesak nafas tidak ada Perdarahan dari hidung. warna. . dan frekuensi biasa Buang air besar konsistensi. pilek. dan warna biasa. jumlah. gusi. atau mengeluarkan pasir dan batu tidak ada Riwayat nyeri pinggang tidak ada Buang air kecil jumlah.        Demam tidak ada Kejang tidak ada Batuk. Buang air besar terakhir dua hari yang lalu. dan saluran cerna tidak ada Riwayat buang air kecil keruh.

Awalnya pada tanggal 12 Agustus 2015 Pasien dirawat selama 4 hari kemudian pulang kerumah dengan perbaikan. Pasien merupakan rujukan dari RSUD Pasaman Barat. . Selama 4 hari dirumah anak kembali muntah dan dibawa kembali ke RSUD Pasaman Barat dan telah dirawat selama 6 hari sebelum kemudian dirujuk ke RSUP dr M Djamil Padang karena tidak ada perbaikan.

Riwayat Penyakit Dahulu    Pasien tidak pernah mengeluhkan keluhan seperti ini sebelumnya. Pasien tidak pernah dirawat di RS sebelum sakit saat ini Pasien tidak ada kuning saat bayi .

Riwayat penyakit keluarga  Tidak ada anggota keluarga yang mengalami keluhan seperti ini .

pertumbuhan. dan perkembangan dalam batas normal Imunisasi dasar lengkap Higiene dan sanitasi lingkungan cukup .Sosial ekonomi. pekerjaan     Anak seorang pelajar sekolah dasar Riwayat kelahiran. kebiasaan.

massa teraba pada peri-umbilicus. nyeri lepas tidak ada.Pemeriksaan fisik   Status generalis dalam batas normal Status lokalis     Inspeksi : tampak agak cembung tidak ada distensi. pergerakan mengikuti pernapasan. Auskultasi : Bising usus (+) normal Perkusi : Timpani Palpasi : Nyeri tekan tidak ada. . defans muscular tidak ada.

  Diagnosis Kerja Suspek Malrotasi Diagnosis Banding Stenosis Duodenum .

    Laboratorium darah. urin. dan feses rutin Analisa gas darah Barium meal Barium enema .

Rencana Tatalaksana  Perbaiki Keadaan Umum  Laparatomi Eksplorasi  Prognosis  Quo ad Vitam Bonam  Quo ad Functionam dubia ad bonam  Quo ad Sanationam dubia ad bonam .

. Pada laporan kasus tersebut adalah kasus anak perempuan berusia 12 tahun dengan keluhan muntah dan abdominal pain dan didiagnosis dengan suspek malrotasi usus sebelum dilakukan laparatomi eksplorasi. Istilah non-rotasi digunakan bila gangguan terjadi pada tahap pertama dan istilah malrotasi inkomplet dan mixed malrotation digunakan pada gangguan terjadi pada tahap kedua.Diskusi    Malrotasi adalah semua abnormalitas pada posisi usus dan perlekatannya dan termasuk malrotasi atipikal dan variasi lainnya.

Hal ini yang terjadi pada kasus ini. malrotasi lebih umum terjadi pada anak laki-laki daripada anak perempuan. . banyak yang diketahui saat operasi selama prosedur lain atau waktu di otopsi. Malrotasi didiagnosis 50% pada pasien usia sekitar 1 buland dan 75% pada tahun pertama.  Berdasarkan epidemiologi kesalahan rotasi atau fiksasi terjadi pada kira-kira 1 dari 500 kelahiran hidup. Pada anak-anak yang berusia di bawah 1 tahun. Sisanya 25% pada pasien setelah usia 1 tahun dan dewasa. dimana terjadi pada usia 12 tahun. Berbeda dengan kasus ini yang terjadi pada usia 12 tahun dan pada perempuan.

Muntah sudah ada sejak 13 hari yang lalu. Muntah disebabkan akibat adanya obstruksi dari malrotasi usus. Obstruksi oleh karena malrotasi intestinal terjadi karena 3 mekanisme :   Obstruksi duodenum Volvulus mid gut . namun bertambah sering sejak 3 hari ini.   Pasien mengaku mengalami Muntah yang bertambah sering sejak 3 hari yang lalu. dan muntah tidak menyemprot. jumlah sebanyak sekitar 2 sendok makan hingga seperempat gelas. berwarna kuning kadang kehijauan. frekuensi muntah saat ini 3-4x/hari. Muntah berisi sisa makanan.

    Muntah hijau merupakan tanda kardinal dari obstruksi intestinal pada neonatus dan malrotasi harus dipikirkan sebagai diagnosis. Manifestasi klinis bervariasi. Pada anak yang lebih besar seperti pada kasus ini gejalanya yaitu muntah hijau yang intermiten. Pada kasus ini ditemukan muntah kehijauan dan nyeri abdomen yang kronik. Hal ini khas pada obstruksi duodenal. dan diare. anoreksia. gagal tumbuh. nyeri kolik abdomen yang hilang timbul. mulai dari nyeri abdomen kronik sampai midgut volvulus akut dengan tanda-tanda iskemia usus. .

Pasien beresiko dehidrasi dan bisa memperlihatkan hipokloremia. . Oleh karena itu pada pasien dianjurkan untuk dilakukan pemeriksaan penunjang laboratorium lengkap. terjadi sekunder dari muntah.   Ada kalanya muntah bisa saja bukan empedu apabila derajat obstruksinya ringan atau titik obstruksinya di preampular. alkalosis metabolik hipokalemi dini dari perjalanan penyakit.

Dimana berdasarkan BB/TB anak termasuk proporsi badan yang kurus. berat badan dan tinggi badan anak cukup jauh dari persentil 50 yang berarti pertumbuhan anak telah jauh tertinggal dari anak seusianya. . Menurut kurva CDC.Pemeriksaan fisik  Pada pemeriksaan fisik didapatkan berat badan anak 22 kg dan tinggi badan 136 cm.

Hal ini disebabkan akibat statis makanan di usus dan massa puntiran usus. pada pemeriksaan fisik didapatkan pada status lokalis teraba massa di periumbilikus. gangguan vaskuler pada midgut dapat menyebabkan iskemia pada saluran cerna. Selain itu. . yang akhirnya dapat terjadi syok bahkan kematian. Bila kondisi ini dibiarkan. asidosis metabolik.

Sehingga prognosis pada pasien ini masih dubia ad bonam.dan perut tampak sangat distensi. Namun pada kasus ini belum ada perubahan pada feses dan distensi pada anak. Bila usus telah mengalami perforasi maka dijumpai tanda peritonitis seperti edema dan eritema dinding abdomen.  Iskemia pada saluran cerna menyebabkan timbulnya feses bercampur darah. ragu-ragu kearah baik. Pada pasien perlu dilakukan laparatomi eksplorasi untuk . Sehingga diduga belum ada iskemia bahkan perforasi pada saluran cerna.

Kesimpulan     Malrotasi adalah semua abnormalitas pada posisi usus dan perlekatannya dan termasuk malrotasi atipikal dan variasi lainnya. Penyebab malrotasi usus adalah gangguan saat perkembangan embriologis normal usus dan geClinical features depend on the stage of disruption and are discussed asjala klinis tergantung pada tahap gangguan. rotasi inkomplit. Bentuk kelainan rotasi yang tersering termasuk nonrotasi. dan rotasi terbalik (reversed rotation). . Kesalahan rotasi atau fiksasi terjadi pada kira-kira 1 dari 500 kelahiran hidup.

short. termasuk volvulus usus tengah.bowel syndrome. .  Secara klinis. infeksi luka operasi. perforasi.1 Prognosis baik jika terapi ataupun pembedahan untuk meningkatkan resorbsi makanan oleh usus dapat berhasil dilakukan. peritonitis. malrotasi bermanifestasi dalam berbagai bentuk. Strangulasi usus. obstruksi duodenal. dan keluhan abdominal kronis.

TERIMA KASIH .