You are on page 1of 49

Insect bite

INSECT BITE REACTION

PEDIKULOSIS KAPITIS

Pedikulosis kapitis
adalah infeksi kulit
dan rambut kepala
yang disebabkan
oleh Pediculus
Humanus Var.
capitis.

Epidemiologi
Faktor yang
berhubungan dengan
Kutu kepala
host yang dapat
umumnya
dihubungkan dengan
menyerang anak
prevalensi kutu
perempuan yang
kepala antara lain
bersekolah di sekolah
ras, kelompok umur,
dasar, baik pada
negara berkembang jenis kelamin, kondisi
sosial ekonomi, da
maupun negara
karakteristik rambut.
maju.

Gambar 1. Menunjukkan Pediculus capitis (a)
induk kutu (betina). (b) telur kutu yang melekat
pada helai rambut. 7

Kutu termasuk dalam order Phthiraptera.

Siklus hidupnya
stadium telur, larva,
nimfa, dan dewasa.
Telur diletakkan
disepanjang rambut
dan mengikuti
tumbuhnya rambut,
yang berarti makin ke
ujung terdapat telur
yang lebih matang.

.Siklus hidup kutu (Pediculus Capitis) Kutu betina hidup selama 30 hari dan meletakkan antara 5 dan 10 telur sehari pada batang rambut atau kurang lebih 150 butir telur dalam 30 hari.

. Sering ditemukan dibagian oksipital dan retro auricular kepala. Pruritus adalah gejala utama.Manifestasi Klinis Infestasi kutu kepala ditandai dengan telur melekat pada rambut 0. meskipun pasien dengan kutu biasanya tanpa gejala.7 cm dari kepala.

13 . Telur kutu pada rambut Gambar 4.Gambar 3. Pedikulosis kapitis. (a) telur kutu (nits) yang banyak. (b) dengan dermatitis nuchal khas.

perlu dilakukan kultur bakteri .Diagnosis Pada pemeriksaan terdapat telur atau kutu Eksokoriasis Pioderma Menemukan kutu pada sisir Pemeriksaan Penunjang Mikroskopi : Kutu atau telur kutu pada helai rambut dapat diperiksa untuk mengkonfirmasi pemeriksaan makroskopi dari kulit kepala dan rambut Kultur : Jika dicurigai impetiginasi.

Deferensial Diagnosis Piedra hitam Psoariasis Kapitis .

. Rambut diuji dengan pemeriksaan 30% KOH. dengan latar cerah. Nodul gelap terbentuk hifa dematiaceous melekat bersama-sama untuk membentuk massa keras.• Piedra hitam.

• Menyisir kutu • Kontrol keadaan sekitar Malathion Gama benzen heksaklorida Benzil benzoat Pyrethrin Permetrin Topikal Agen Non Medikamentosa Penatalaksanaan .

Komplikasi Infeksi bakteri sekunder mungkin cukup memperparah untuk membuat anak demam dan lesu Prognosis Infeksi ini pada dasarnya tidak berbahaya .

Pediculosis Pubis Infeksi rambut dan kulit didaerah pubis dan disekitarnya oleh parasit Phitrus pubis .

• Parasit ini bersifat obligat artinya harus menghisap darah untuk dapat mempertahankan hidup. . • Kutu ini mempunyai panjang ± 1-2 mm.Etiologi • Penyebab penyebab ini adalah kutu Phtrius pubis.

• Telur menempel menempel di rambut hingga menetes menjadi larva. • Waktu 6-10 hari .Siklus Hidup • Phtirus pubis betina bertelur dirambut.

Epidemiologi • Penyakit ini menyerang orang dewasa • Dapat digolongkan akibat Penyakit Hubungan Seksual (PHS) • Dapat menyerang jenggot dan kumis • Bisa terjadi pada anak-anak . yaitu alis. atau bulu mata dan pada tepi batas rambut kepala. .

Patogenesis Gatal (daerah pubis) Di garuk Erosi Eksokoriasi Infeksi sekunder (ada pus dan krusta) .

Gatal tersebut dapat meluas ke daerah abdomen .Gejala Klinis Pembesaran kelenjar getah bening regional Infeksi sekunder Black dot yaitu bercak hitam yang tampak jelas pada celana dalam bewarna putih. Bercak hitam merupakan krusta berasal dari darah yang sering diinterpretasik an salah Gejala patogmonik Rasa gatal di daerah pubis.

.Pemeriksaan Penunjang • Mencari kutu dewasa yang melekat erat di pangkal rambut. dan telur pada rambut.

Diagnosis Banding Dermatitis seboroika Ruamnya makula eritematosa ditutupi oleh papul-papul milier berbatas tegas. Dermatomiko sis Pemeriksaan KOH 10% dapat ditemukan . dan skuama halus putih berminyak Dapat dibantu dengan pemeriksaan mikroflora dari kulit untuk melihat Pityrosporium ovale penyebab dermatitis seboroik.

• Pakaian dalam harus direbus dan disetrika • Gamma benzen heksaklorida 1% dalam bentuk krim atau ltion.Penatalaksanaan Umum Khusus • Mencukur rambut kemaluan. 1xperhari diulang selama 1 minggu • Krotamiton 1% krim atau lotion. dioleskan 1x perhari dapat diulang sesudah 1 minggu . atau jenggot. ketiak.

.SKABIES Skabies adalah penyakit kulit yang disebabkan oleh infestasi dan sensitisasi terhadap tungau Sarcoptes scabiei varietas hominis. Dapat ditemukan didalam terowongan lapisan tanduk kulit pada tempat predileksi.

Sarcoptes scabei Filum : Arthopoda Kelas : Arachnida Ordo : Ackarima Famili : Sarcopteceae Genus : Sarcoptes Spesies : Sarcoptes scabie .

Etiologi    Kutu ini khusus menyerang dan menjalani siklus hidupnya dalam lapisan tanduk kulit manusia. Tungau ini dapat merayap dengan kecepatan 2. Tungau skabies tidak dapat terbang namun dapat berpindah secara cepat saat kontak kulit dengan penderita.5 cm – 1 inch per menit pada permukaan kulit. .

.

Siklus hidup Sarcoptes scabei Perkawinan di atas kulit Jantan mati. kadang msh hidup Tungau betina yg telah dibuahi menggali (2-3 mm/hr) sambil meletakkan telur sampai 40-50 butir Menetas 3-5 hari  larva  nimfa  dewasa .

Patogenesis Reaksi kulit yang berbentuk eritem. papul atau vesikel pada kulit dimana mereka berada. Disertai perasaan gatal Rasa gatal timbul 1 bulan setelah infestasi primer serta adanya infestasi kedua sebagai manifestasi respon imun terhadap tungau mapun sekret yang dihasilkan terowongan dibawah kulit .

Lesi dapat mengenai seluruh tubuh. merah cokelat. biasanya terdapat pada genital laik-laki Skabies incognito Skabies pada bayi Dapat menyebabkan gagal tumbuh atau menjadi ekzema generalisata.Bentuk Scabies Skabies Nodula Lesi berupa nodul yang gatal. Skabies Nowergia Skabies yang berkrusta yang memiliki berkarakteristik lesi berskuama tebal yang penuh dengan .

Lesi Patogene sis Tungau papul. ekskoriasi. krusta.urtika Garukan erosi. infeksi sekunder . vesikel.

Patogene sis Perkembangan Lesi Terowonga n Gatal Kepekaan terhadap tungau dan produknya .

Terdapat terowongan (kunikulus) 4. Pruritus nokturna 2. Menemukan tungau .Gejala Klinis 4 tanda kardinal: 1. Mengenai kelompok 3.

Kelainan kulit pada sela jari Kelainan kulit pada penis Kelainan kulit pada punggung Kelainan kulit pada penis .

Menemukan tungau Tungau skabie pada stratum korneum Tungau dewasa .

dan pustul ditempat predileksi. terowonganterowongan pada tempat predileksi. adanya penyakit yang sama pada orangorang sekitar  Diagnosis Pasto        Kerokan kulit Mengambil tungau dengan jarum Epidermal shave biopsy Kuretase terowongan Tes tinta Burowi Tetrasiklin topikal Apusan kulit .Penegakkan Diagnosis  Pruritus Nokturna dan erupsi kulit berupa papul. distribusi lesi yang khas. vesikul.

gel. oles setelah mandi ke seluruh tubuh selama 24 jam dlm 3 hr.  Benzyl benzoate  neurotoksik pd tungau.lotion.Penatalaksanaan Medikamentosa:  Permethrin  pilihan pertama. mlm hari 1 mgg skali  Presipitat Sulfur  salep 2-10%. sifat skabisidnya sgt baik. berupa krim 2%.tdk berwarna . efektif pd resistant crusted scabies.tdk berbau.  Lindanekrim.

 Crotamiton  Ivermectin aktif melawan ekto dan endo  krim 10% atau losion. e. p. parasit. 2x/hr dlm 5 hr setelah mandi dan ganti pakaian.tinggi . dan topikal  Monosulfiran lotion 25%. tdk memiliki efek sistemik.o. digunakan setiap hr slma 2-3 hr  Malathiontdk lg direkomendasikan.s.

 Pengobatan simptomatik antipruritus .

. maka penyakit ini dapat diberantas dan memberikan prognosis yang baik.Prognosis Dengan memperhatikan pemilihan dan cara pemakaian obat. serta syarat pengobatan dan menghilangkan faktor prediposisi (antara lain higiene).

Insect Bite Reaction Reaksi yang disebabkan oleh gigitan yang biasanya dari bagian mulut serangga dan terjadi saat serangga mencari makanan .

Paparan terhadap gigitan serangga dan sejenisnya dapat berakibat ringan atau hampir tidak disadari ataupun dapat mengancam jiwa .Etiologi Atropoda kelas insekta Memiliki tahap dewasa.

meningkatkan aliran darah pada tempat gigitan. Banyak lesi yang terjadi biasanya merupakan akibat dari respon imun terhadap sekret insekta ini.Patogenesis Saliva pada serangga dapat membantu dalam pencernaannya. . Kebanyakan gigitan serangga bentuknya kecil dan hanya menghasilkan luka tusuk superfisial. atau menganestesi daerah gigitan. menghambat koagulasi.

eritema. nyeri sedang maupun berat. •Pada reaksi lokal yang berat dapat meningkatkan kemungkinan terjadinya reaksi sistemik serius. gatal. dan edema pada jaringan sekitar gigitan. panas.Diagnosis Anamnesis •Kebanyakan pasien sadar dengan adanya gigitan serangga ketika terjadi reaksi atau tepat setelah gigitan •Pasien mengeluh tidak nyaman. .

papula biasanya berdiameter <1 cm serta memiliki vesikel di atasnya . sangat gatal. Bila tergoresakan mengakibatkan erosi maupun krusta . urtikaria seperti papula di lokasi gigitan kutu pada lutut dan kaki seorang anak.Papular urtikaria Bekas gigitan kutu.

Diagnosis Banding Dermatitis kontak alergi akut pada pasien yang alergi terhadap akrilat yang digunakan dalam industri percetakan .

Diagnosis banding • Gambar 3. Memperlihatkan lesi tipikal khas skabies liang linier dengan vesikel kecil diujungnya .

Diagnosis banding • Akibat reaksi obat • Urtikaria yang disebabkan acetylsalicylic acid .

Pemberian kompres es tidak boleh dilakukan lebih dari 15 menit dan harus diberikan dengan pembatas baju antara es dan kulit untuk mencegah luka langsung akibat suhu dingin pada kulit. kompres es dapat meminimalisasi pembengkakan. Antihistamin sistemik dan kortikosteroid. pemberian glukokortikoid sangat membantu untuk keluhan pruritus yang terus menerus. • Agen Antimikroba Infeksi sekunder Antibiotik pengobatan dengan agen topikal seperti salep mupirocin atau agen antistaphylococcal / antistreptococcal jika terdapat infeksi sekunder. • Untuk reaksi lokal yang luas.PENATALAKSANAAN • Perawatan Pra Rumah Sakit Kebanyakan gigitan serangga dapat dirawat pada saat akut dengan memberikan kompres setelah perawatan luka rutin dengan sabun dan air untuk meminimalisasi kemungkinan infeksi. bila tersedia. Infeksi Sistemik / Infestasi. dapat membantu mengatasi reaksi sistemik • Pemberian Glukokortikoid Glukokortikoid topikal kuat diberikan untuk waktu yang singkat. Pengobatan diberikan agen antimikroba yang sesuai . • Epinefrin merupakan kunci utama untuk penanganan pra rumah sakit pada reaksi sistemik.

begitupun dengan kortikosteroid oral maupun topikal. Pemberian topikal berbagai jenis analgetik. Pemberian insektisida. penanganan medis darurat yang tepat memberikan prognosis baik. antibiotik. mencegah pajanan ulang. Sedangkan untuk reaksi sistemik berat. dan menjaga higienitas lingkungan juga perlu diperhatikan.Prognosis Prognosis dari insect bite reaction bergantung pada jenis insekta yang terlibat dan seberapa besar reaksi yang terjadi. dan pemberian oral antihistamin cukup membantu. .

TERIMA KASIH .