Kelompok IV: Deandara (05) Dinia (11) Febrianti (13) Leylita (18) Syahdu (32

)

Peta Konsep
OPTIKA GEOMETRIS

Cahaya sebagai partikel
PEMANTULAN CAHAYA CERMIN

ALAT−ALAT OPTIK

MATA DAN KACA MATA

KAMERA

PEMBIASAN CAHAYA

LUP

LENSA

KACA PLAN PARALEL

MIKROSKOP

TELESKOP PRISMA

Cahaya menurut Newton (1642 1727) terdiri dari partikel-partikel ringan berukuran sangat kecil yang dipancarkan oleh sumbernya ke segala arah dengan kecepatan yang sangat tinggi.

Sementara menurut Huygens ( 1629 1695), cahaya adalah gelombang seperti halnya bunyi. Perbedaan antara keduanya hanya pada frekuensi dan panjang gelombangnya saja.

Eksperimen yang dilakukan oleh para ilmuwan :
Thomas Young (1773 - 1829) dan Agustin Fresnell (1788 - 1827) : berhasil membuktikan bahwa cahaya dapat melentur (difraksi) dan berinterferensi merupakan sifat dasar gelombang bukan partikel. Maxwell (1831 - 1874) : Cahaya gejala kelistrikan dan kemagnetan sehingga tergolong gelombang elektromagnetik.

Dua fisikawan pemenang hadiah Nobel : Max Planck (1858 - 1947) dan Albert Enstein (1879 – 1955) : teori foton

Planck cahaya dipancarkan dalam bentuk paket-paket kecil yang disebut kuanta (teori Kuantum) Einstein menjelaskan peristiwa yang dikenal dengan nama efek foto listrik, yakni pemancaran elektron dari permukaan logam karena logam tersebut disinari cahaya. Disimpulkan : Cahaya menunjukkan sifat sebagai gelombang dan dalam kondisi lain menunjukkan sifat sebagai partikel. Hal ini disebut dualisme cahaya

Jika sebuah batu dijatuhkan ditengah kolam, maka akan muncul gelombang lingkaran dari titik dimana batu dijatuhkan. Sinar gelombang tegak lurus terhadap muka gelombang, menyatakan arah kemana gelombang menyebar/merambat.

Pemantulan Gelombang Datar
Gelombang tali merupakan gelombang yang paling sederhana (1 dimensi) , selanjutnya kita akan membahas gelombang yang kompleks, yaitu gelombang datar (2 dimensi). Contoh gelombang datar adalah gelombang air. Sifat-sifat gelombang air dapat diamati dengan alat yang disebut tangki riak atau tangki gelombang.
Perhatikan animasi berikut ini!
Klik disini

Jika benda dijatuhkan, maka akan terbentuk gelombang transversal pada permukaan air. Hal ini terlihat dengan adanya bukit dan lembah air. Bukit ditunjukkan oleh bagian yang cembung, sedangkan lembah ditunjukkan oleh bagian Perhatikan animasi berikut ini! yang cekung. Klik disini
bukit / cembung lembah / cekung

Pemantulan Gelombang Datar
Jika gelombang disinari dengan lampu, akan tampak bayang gelang dan terang secara silih berganti. Bagian yang cembung menghasilkan bayangan terang sedangkan bagian cekung menghasilkan bayangan gelap. Jarak antara garis terang dengan garis terang berikutnya merupakan panjang gelombang (λ ). Perhatikan animasi berikut ini!
Klik disini

sumber gelombang

cembungan

arah rambata n

pla y

cekungan

Semakin jauh dari titik sumber gelombang, muka gelombang menjadi lebih datar.

1.

2.

Hukum pemantulan (Willebrod Snellius tahun 1591 – 1626): Sinar datang, garis normal dan sinar pantul terletak pada satu bidang datar. Sudut datang = sudut pantul

Pada kain atau kertas yang disinari lampu sorot di dalam ruang gelap, dapat terlihat apa yang ada pada kain atau kertas tersebut dari berbagai arah.  Pemantulan baur yang dilakukan oleh partikel-partikel debu di udara yang berperan dalam mengurangi kesilauan sinar matahari.

Pemantulan cahaya dari obyek (bunga dan vas) pada cermin datar.

Sifat bayangan yang dibentuk cermin datar : a. maya b. jarak benda-cermin = jarak bayangan-cermin c. tegak

Jumlah bayangan yang terjadi bergantung pada besar sudut yang dibentuk oleh dua cermin.

Gambar diatas. Dua cermin datar A dan B yang dipertemukan kedua ujungnya membentuk sudut 90° satu sama lain dapat memantulkan cahaya dari benda P hingga membentuk tiga buah bayangan A’, B’, dan A”= B”

Gambar diatas. Dengan mempertemukan dua permukaan sermin A dan B di titik C membentuk sudut apit sebesar 60° menghasilkan jumlah bayangan sebanyak lima buah.

Ternyata jika sudut kedua cermin diubahubah (0<α<900) jumlah bayangan benda juga akan berubah-ubah sesuai dengan persamaan empiris.

360 n= −1 α
dengan : n : Jumlah bayangan α : sudut antara kedua cermin

Penggunaan penghitungan
Toko sepatu atau toko pakaian dan digunakan oleh para pelanggan toko tersebut saat mencoba sepatu atau pakaian yang hendak mereka beli.  Di salon-salon kecantikan, di tempat fitness centre, atau di rumah main bagi kanakkanak.

d = jarak mata ke ujung rambut (m), L = tinggi minimal cermin datar yang diperlukan (m), h = tinggi orang dari ujung kaki sampai ujung rambut (m), maka diperoleh hubungan bahwa

L=½h

Jadi, agar dapat melihat tinggi seluruh bayangan benda pada sebuah cermin datar maka tinggi cermin haruslah = ½ tinggi badan.  Sedangkan pemasangan bagian bawah cermin haruslah ½ jarak ujung jari kaki ke mata.

Setiap cermin sferik baik itu cermin cekung ataupun cermin cembung memiliki fokus (F) yang besarnya setengah jari-jari kelengkungan cermin tersebut.

R f = 2

dengan f : jarak fokus R : jari-jari kelengkungan cermin

Gambar disamping : Bagian-bagian pada (a)cermin cekung (b)cermin cembung

C-O= sumbu utama C= titik pusat kelengkungan cermin O= titik pusat bidang cermin R= jari-jari kelengkungan cermin F= titik fokus / titik api f= jarak fokus dan bidang fokus Garis yang menghubungkan titik C, F, dan O=

Dalil Esbach

Gambar di atas. Penomoran ruang pada cermin cekung. Daerah di depan cermin disebut daerah nyata, dan daerah di belakang cermin disebut daerah maya.

Sinar-sinar istimewa pada cermin cekung adalah sebagai berikut:
1. Sinar yang datang sejajar sumbu utama dipantulkan melalui titik fokus (F).

Gambar di samping. Sinar yang sejajar sumbu utama akan dipantulkan cermin cekung melalui titik fokus

2. Sinar yang datang melalui titik fokus (F) akan dipantulkan sejajar sumbu utama.

Gambar di samping. Sinar yang melalui fokus akan dipantulkan cermin cekung sejajar sumbu utama.

3. Sinar-sinar yang datang melalui pusat kelengkungan ( C ) akan dipantulkan kembali melalui titik pusat kelengkungan tersebut.

Gambar di samping. Sinar yang melewati titik pusat kelengkungan cermin akan dipantulkan cermin cekung melewati titik tersebut.

Benda berada di jauh tak terhingga

Sinar-sinar yang berasal dari benda yang jauh tak terhingga datang ke cermin berupa sinar-sinar sejajar dan oleh cermin sinar-sinar ini akan dikumpulkan di fokus utama sehingga bayangan benda yang terbentuk berupa titik di titik fokus cermin.

Benda berada di titik pusat kelengkungan cermin (titikC)

Benda AB berada di titik pusat kelengkungan cermin cekung akan menghasilkan bayangan yang tepat berada di titik pusat kelengkungan cermin pula. Dapatkah kamu menyebutkan sifatsifat bayangan yang terbentuk ?

Benda berada di ruang II

Benda AB berada di ruang II cermin cekung akan menghasilkan bayangan di ruang III. Sebutkan sifat-sifat bayangan yang terbentuk !

Benda berada di ruang III

Benda AB terletak di ruang III cermin cekung akan menghasilkan bayangan di ruang II. Cobalah kamu sebutkan sifat-sifat bayangan yang terbentuk !

Benda berada di titik fokus

Benda AB tepat di titik fokus maka sinar-sinar yang datang dari benda dipantulkan oleh cermin cekung sejajar sumbu utama sehingga tidak terbentuk bayangan, atau sering juga dikatakan bahwa bayangan benda berada di jauh tak terhingga.

Benda berada di ruang I

Bila benda berada di ruang I, bayangan yang terbentuk merupakan perpotongan dari perpanjangan sinar-sinar pantul, sehingga bayangan berada di belakang cermin.

Dari contoh-contoh tersebut dapat disimpulkan bahwa antara ruang tempat benda berada dan tempat bayangan berada bila dijumlah hasilnya adalah 5. Kecuali benda yang berada di titik-titik khusus.  Dengan demikian berlaku:

Nomor ruang benda + nomor ruang bayangan = 5

Sinar-sinar istimewa pada cermin cembung adalah sebagai berikut:
1. Sinar yang datang sejajar dengan sumbu utama akan dipantulkan seolah-olah berasal dari titik fokus (F).

Gambar di atas. Sinar yang datang sejajar sumbu utama akan dipantulkan seolah-olah dari titik fokus

2. Sinar yang datang menuju titik fokus (F) akan dipantulkan sejajar sumbu utama.

Gambar di atas. Sinar yang datang seolah-olah menuju fokus akan di pantulkan sejajar sumbu utama.

3. Sinar-sinar yang menuju titik pusat kelengkungan ( C ) akan dipantulkan seolah-olah berasal dari titik pusat kelengkungan tersebut.

Gambar di atas. Sinar yang datang menuju pusat kelengkungan akan dipantulkan kembali melalui sinar itu juga.

Karena depan cermin adalah ruang IV maka berapapun jarak benda nyata dari cermin tetap berada di ruang IV. Dengan demikian bayangan yang terbentuk berada di ruang I cermin cembung dan bersifat maya, diperkecil.  Contoh : kaca spion

Gambar di atas. Proses pembentukan bayangan pada cermin cembung. Bayangan dari benda nyata selalu di ruang I cermin, bersifat maya,

Gambar di samping. Hubungan antara jarak benda (s), jarak bayangan (s’), dan jarak fokus (f) dalam ukuran geometri. Jarak AB ke O=jarak benda (s) jarak A’B’ ke cermin=jarak bayangan (s’) jarak F ke O=jaraak fokus (f)

Pada gambar tersebut tampak bahwa segitiga GFO dan A'B'F sebangun sehingga berlaku:

A'B' A'F = GO FO

sehingga

h' s'-f = h f
h' s' = h s

Pada gambar tampak juga bahwa segitiga ABO dan A'B'O sebangun sehingga diperoleh:

AB' OA' ' = AB OA

sehingga

Substitusikan kedua persamaan sehingga diperoleh persamaan s' s'-f

s

=

f
s’.f = s.s’ – s.f

gunakan perkalian silang sehingga

Bagilah semua ruas dengan ss'f, akhirnya diperoleh :

1 1 1 = − s f s'

atau

1 1 1 = + f s s'

jarak fokus sama dengan separuh jarak pusat kelengkungan cermin f = ½ R sehingga persamaan cermin lengkung juga dapat dituliskan dalam bentuk sebagai berikut:

2 1 1 = + R s s'

Kesepakatan tanda dalam persamaan
•Jarak benda s bernilai positif (+) jika benda nyata terletak di depan cermin. •Jarak benda s bernilai negatif (-) jika benda maya terletak di belakang cermin. •Jarak bayangan s’ bernilai positif (+) jika bayangan nyata di depan cermin. •Jarak bayangan s’ bernilai negatif (-) jika bayangan maya di belakang cermin. •R dan f bertanda positif (+) untuk cermin cekung dan bertanda (-) untuk cermin cembung.

h' s ' M= = h s

dengan M : perbesaran linier h’ : tinggi bayangan h : tinggi benda s’ : jarak bayangan terhadap cermin s : jarak benda terhadap cermin

Jika M >1 artinya bayangan yang dibentuk lebih besar daripada bendanya M = 1 maka bayangan sama besar dengan bendanya 0<M<1 maka bayangan yang dibentuk akan lebih kecil dari bendanya.

pembelokan arah rambat cahaya saat melewati bidang batas dua medium tembus cahaya yang berbeda indeks biasnya.

CONTOH
bila sebatang tongkat yang sebagiannya tercelup di dalam kolam berisi air dan bening akan terlihat patah.

Perbandingan perbedaan kecepatan rambat cahaya.

indeks bias mutlak

indeks bias relatif

perbandingan kecepatan cahaya di ruang hampa dengan kecepatan cahaya di medium tersebut.

c n m edium = v

dengan nmdium : indeks bias mutlak medium e c : cepat rambat cahaya di ruang hampa v : cepat rambat cahaya di suatu medium

Contoh indeks bias mutlak

Medium Udara (1 atm, 0° C) Udara (1 atm, 0° C) Udara (1 atm, 0° C) Air Alkohol Gliserin Kaca kuarsa Kaca kerona Kaca flinta Intan

Indeks bias mutlak 1,00029 1,00028 1,00026 1,33 1,36 1,47 1,46 1,52 1,65 2,42

perbandingan indeks bias suatu medium terhadap indeks bias medium yang lain.

n1 n12 = n2

atau

n2 n 21 = n1

dengan n12 : indeks bias relatif medium 1 terhadap medium 2 n21 : indeks bias relatif medium 2 terhadap medium 1 n1 : indeks bias mutlak medium 1

Pada tahun 1621 Snellius, seorang fisikawan berkebangsaan Belanda melakukan serangkaian percobaan untuk menyelidiki hubungan antara sudut datang (i) dan sudut bias (r).
•Sinar datang, sinar bias dan garis normal terletak pada satu bidang datar. •Perbandingan sinus sudut datang dengan sinus sudut bias dari suatu cahaya yang melewati dua medium yang berbeda merupakan suatu konstanta.

n2 sin i = sin r n1

Gambar di samping. sinar merambat dari medium kurang rapat ke medium lebih rapat akan dibiaskan mendekati garis normal, sudut r<i

Bila cahaya merambat dari medium kurang rapat ke medium yang lebih rapat, cahaya akan dibiaskan mendekati garis normal, sebaliknya bila cahaya merambat dari medium lebih rapat ke medium kurang rapat akan dibiaskan menjauhi garis normal.

Cahaya datang dengan sudut i dan dibiaskan dengan sudut r. Cepat rambat cahaya di medium 1 adalah v1 dan di medium 2 adalah v2. Waktu yang diperlukan cahaya untuk merambat dari B ke D sama dengan waktu yang dibutuhkan dari A ke E sehingga DE menjadi muka gelombang pada medium 2. Gambar di samping. Muka gelombang pada pembiasan cahaya dari medium1 ke medium 2.

Pada segitiga ABD berlaku persamaan trigonometri sebagai berikut:

. ,

BD v1.t = Sin i = AD AD

sedangkan pada segitiga AED berlaku:

AE v 2 .t = Sin r = AD AD

Bila kedua persamaan dibandingkan akan diperoleh:

sin i v1 = sin r v 2
Pada peristiwa pembelokan cahaya dari medium 1 ke medium 2 ini besaran frekuensi cahaya tetap atau tidak mengalami perubahan.Karena v = λ .f maka berlaku pula:

sn i i λ 1 = sn r i λ 2

Sehingga berlaku persamaan pembiasan:

sin i n 2 v1 λ1 = = = sin r n1 v 2 λ2
Dengan keterangan, n1 : indeks bias medium 1 n2 : indeks bias medium 2 v1 : cepat rambat cahaya di medium 1 v2 : cepat rambat cahaya di medium 2 λ1 : panjang gelombang cahaya di medium 1 λ2 : panjang gelombang cahaya di medium 2

Kaca plan paralel atau balok kaca adalah keping kaca tiga dimensi yang dibatasi oleh sisi-sisi yang sejajar.

Gambar di atas. Sebuah kaca plan paralel atau balok kaca. Dibatasi oleh tiga pasang sisi – sisi sejajar.

Gambar di atas. Pergeseran sinar bias terhadap arah semula dari sinar datang pada kaca plan paralel. Berkas sinar bias akhir sejajar dengan sinar datang namun bergeser sejauh jarak titik G-C

Prisma juga merupakan benda bening yang terbuat dari kaca, kegunaannya antara lain untuk mengarahkan berkas sinar, mengubah dan membalik letak bayangan serta menguraikan cahaya putih menjadi warna spektrum (warna pelangi). Gambar di samping. Sebuah prisma kaca dibatasi oleh dua segitiga dan tiga segiempat

Rumus sudut puncak/pembias: Sedangkan rumus sudut deviasi:

β = r1 + i 2 δ = i1 + r2 − β
i1 nk = r nu 1 d
1 2

sn i pada bidang pembias I: sn i
pada bidang pembias II:

sn ii sn ir

nu = d nk

Sudut deviasi adalah sudut yang dibentuk oleh perpanjangan sinar datang dan sinar bias prisma.  Pada saat i1 = r2 dan r1 = i2 sudut deviasi , menjadi sekecil-kecilnya disebut sudut Deviasi Minimum ( m).

 Karena i1

= r2

δ = i1 + r2 − β δm = i1 + i1 − β
δm + β = 2i 1 δm + β i1 = 2  dan r1 = i2

β =r1 +i 2 β =r1 + 1 r
1

β =r 2

r 1

β = 2

sn ii sehingga : sn ir

1 1

n2 = n1

δm + β sin( ) n2 2 = β n1 sin( ) 2
untuk prisma dengan sudut pembias β 150, ≤ sudut deviasi minimum ditentukan tersendiri. Karena sudut deviasi menjadi sangat kecil (δm) sehingga nilai sin α = α.

Akibatnya persamaan Hukum Snellius di atas berubah dari, δm + β
sin( 2 β sin( ) 2 δm + β ) n2 = n1

(

2 β ( ) 2

)

n2 = n1

δ m +β n2 = β n1 δm n2 = β− β n1

n2 δm = ( − 1)β n1

Pada saat cahaya merambat dari medium optik lebih rapat ke medium optik kurang rapat dengan sudut datang tertentu, cahaya akan dibiaskan menjauhi garis normal. Artinya sudut bias akan selalu lebih besar dibandingkan sudut datang.

Bila sudut datang terus diperbesar, maka suatu saat sinar bias akan sejajar dengan bidang yang berarti besar sudut biasnya (r) 90°. Tidak ada lagi cahaya yang dibiaskan, seluruhnya akan dipantulkan. Sudut datang pada saat sudut biasnya mencapai 90° ini disebut sudut kritis atau sudut batas. Pemantulan yang terjadi disebut pemantulan total atau pemantulan sempurna

n2 sin i = sin r n1

sin i k n2 = 0 sin 90 n1
n2 sin ik = n1

Keterangan ik = sudut kritis medium lebih rapat (asal sinar datang) n1 = indeks bias medium kurang rapat (tempat sinar bias) n2 = indeks bias bahan lebih rapat (asal sinar datang) n1> n2

Gambar di atas. Intan berkilauan akibat pemantulan sempurna. Gambar di samping. Alat kedokteran endoskop dibuat dari serat optic yang mempunyai kemampuan untuk pemantulan sempurna di dalamnya, sehingga dokter dapat melihat bagian dalam tubuh.

Permukaan lengkung lebih dikenal sebagai Lensa tebal.  Contoh:  Akuarium berbentuk bola Silinder kaca Tabung Elenmeyer Plastik berisi air di warung makan

Gambar di atas. Permukaan lengkung atau lensa tebal Persamaan yang menyatakan hubungan antara indeks bias medium, indeks bias permukaan lengkung, jarak benda, jarak bayangan, dan jari-jari permukaan lengkung dapat dirumuskan sebagai berikut:

 n1 n 2   n 2 − n1  + = s  s'   R  

Dengan keteran n1 = indeks bias medium di sekitar permukaan leng n2 = indeks bias permukaan leng s = jarak b s' = jarak baya R = jari-jari kelengkungan permukaan leng Syarat : R = (+) jika sinar datang menjumpai permukaan cem R = (-) jika sinar datang menjumpai permukaan cekung

Gambar di atas. Pembiasan cahaya pada permukaan lengkung

Sinar dari benda AB dan menuju permukaan lengkung dibiaskan sedemikian oleh permukaan tersebut sehingga terbentuk bayangan A'B‘.

Bila tinggi benda AB = h dan tinggi bayangan A'B' = h', akan diperoleh:

h atau h = s tan i tan i = s h ' tan r = atau h’ = s’ tan r s ' h' s' tan r Perbesaran yang terjadi M = = h s tan r

Bila i dan r merupakan sudut-sudut kecil, maka harga tan i = sin i dan tan r = sin r sehingga:

s' sin r M= s sin i
Karena

n2 sin i = sin r n1

atau

sin r n 1 = sin i n 2

maka diperoleh persamaan perbesaran pada permukaan lengkung sebagai berikut:

s' n 1 M= s n2

Permukaan lengkung mempunyai dua titik api atau fokus. Fokus pertama (F1) adalah suatu titik asal sinar yang mengakibatkan sinar-sinar dibiaskan sejajar. Artinya bayangan akan terbentuk di jauh tak terhingga (s’ = ~) dan jarak benda s sama dengan jarak fokus pertama (s = f1) sehingga dari persamaan permukaan lengkung:

 n1 n 2   n 2 − n1   n1 n 2   n 2 − n1   s + s'  =  R  di peroleh  f + ~  =  R        1  

sehingga

 n1   n 2 − n1   + 0 =   atau  f1   R 

1 n 2 − n1 = f n 1R

Fokus kedua (F2) permukaan lengkung adalah titik pertemuan sinar-sinar bias apa bila sinar-sinar yang datang pada bidang lengkung adalah sinar-sinar sejajar. Artinya benda berada jauh di tak terhingga (s = ∼ ) sehingga dengan cara yang sama seperti pada penurunan fokus pertama di atas, kita dapatkan persamaan fokus kedua permukaan lengkung:

n 2R f2 = n 2 − n1

Lensa adalah benda bening yang dibatasi oleh dua permukaan dan minimal salah satu permukaannya itu merupakan bidang lengkung.
Lensa Cembung (lensa positif/lensa konvergen) Yaitu lensa yang mengumpulkan sinar.

Gambar di sampig. Lensa cembung bersifat mengumpulkan sinar di satu bidang fokus

1. lensa cembung dua (bikonveks) 2. lensa konveks) cembung datar (plan

3. lensa cembung cekung (konkaf

1. Sinar datang sejajar sumbu utama lensa, dibiaskan melalui titik fokus. 2. Sinar datang melalui titik fokus lensa, dibiaskan sejajar sumbu utama. 3. Sinar datang melalui titik pusat lensa tidak dibiaskan melainkan diteruskan.

Lensa Cekung (lensa negatif/lensa devergen) Yaitu lensa yang menyebarkan sinar . Gambar di samping. Lensa cekung bersifat menyebarkan sinar dari arah bidang fokus

1. lensa cekung dua (bikonkaf) 2. lensa cekung datar (plan konkaf) 3. lensa cekung cekung (koveks

1. Sinar datang sejajar sumbu utama dibiaskan seolah-olah berasal dari titik fokus. 2. Sinar datang seolah-olah menuju titik fokus lensa dibiaskan sejajar sumbu utama. 3. Sinar datang melalui titik pusat lensa tidak dibiaskan melainkan diteruskan.

Nomor ruang untuk benda menggunakan angka Romawi (I, II, III, dan IV), sedangkan untuk ruang bayangan menggunakan angka Arab (1, 2, 3 dan 4) seperti pada gambar berikut ini:

   

ruang I antara titik pusat optic (O) dan F2, ruang II antara F2 dan 2F2 ruang III di sebelah kiri 2F2, ruang IV benda (untuk benda maya) ada di belakang lensa.

   

ruang 1 antara titik pusat optic (O) dan F1, ruang 2 antara F1 dan 2F1 ruang 3 di sebelah kanan 2F1, ruang 4 (untuk bayangan maya) ada di depan lensa.

Berlaku pula : R benda + R bayangan

=5

Benda AB berada di ruang II lensa cembung

Sifat-sifat bayangan yang terbentuk: Nyata, terbalik,

Benda AB berada di ruang III lensa cembung

Sifat-sifat bayangan yang terbentuk: Nyata, terbalik, diperkecil

Benda AB berada di ruang I lensa cembung

Sifat-sifat bayangan yang terbentuk: maya, tegak, diperbesar

Benda AB berada di ruang II lensa cekung

Sifat-sifat bayangan yang terbentuk: Maya, tegak, diperkecil

1 1 1 = + 1 f s s
s = jarak benda bertanda positif (+) jika benda terletak di depan lensa (benda nyata). s = jarak benda bertanda negatif (–) jika benda terletak di belakang lensa (benda maya). s’ = jarak bayangan bertanda positif (+) jika bayangan terletak di belakang lensa (bayangan nyata). s’ = karak bayangan bertanda negatif (–) jika benda terletak di depan lensa (bayangan maya). f = jarak fokus bertanda positif (+) untuk permukaan lensa positif (lensa cembung). f = jarak fokus bertanda negatif (–) untuk permukaan lensa negatif

        

Dengan keterangan, s = jarak benda s' = jarak bayangan h = tinggi benda h' = tinggi bayangan M > 1 = bayangan diperbesar M < 1 = bayangan diperkecil s1 (+) = bayangan nyata s1 (− = bayangan maya )

s h' M= = s h

1

1 P= f

dengan satuan

1 m eter

= Dioptri

1.

Mata mata dapat dipandang sebagai alat optik alami.

Gambar di atas. Bagian-bagian mata

Sklera atau selaput putih merupakan bagian luar yang melindungi susunan mata bagian dalam yang lembut. Retina adalah bagaian syaraf yang sangat sensitif terhadap cahaya. Lensa mata (lensa cembung) berfungsi untuk memusatkan cahaya yang masuk ke dalam mata Iris merupakan bagian otot yang dapat mengatur sinar yang masuk ke mata, menambah atau mengurangi cahaya yang masuk ke mata.

 

Pupil (biji mata) yaitu lubang yang memungkinkan cahaya masuk  Kornea merupakan lapisan pelindung mata yang jernih  Syaraf optik atau syaraf penglihatan berfungsi untuk menghantarkan sinyalsinyal (isyarat-isyarat) listrik ke otak. Di otak sinyal tersebut diolah, kemudian timbul pesan informasi dari apa yang dilihat.

Berikut ini gambar pembentukan bayangan benda pada retina, lensa mata berfungsi sebagai lensa cembung.

Benda

Bayangan benda

Gambar di atas. Proses pembiasan cahaya pada mata

2F

F

O

F

2F

Gambar di atas. Pembiasan cahaya pada mata

Semua benda yang teramati terletak di ruang III yaitu berjarak lebih besar dari 2 F.  Sifat-sifat bayangan yang terbentuk di retina:

◦ ◦ ◦ ◦

Nyata Terbalik Diperkecil Di ruang II

Mata normal (Emetropi) adalah mata yang dalam keadaan istirahat tidak berakomodasi bayangan jatuh tepat pada retina dan memiliki titik dekat 25 cm, serta titik jauh tak terhingga (∼ ).  Mata normal (Emetropi) >< cacat mata (ametropi)

lensa mata kurang mampu memipih.

Gambar di atas. Pembiasan cahaya pada mata miopi (rabun jauh). Penderita ini dibantu dengan kaca mata berlensa cekung.

lensa mata kurang mampu mencembung
Rabun Dekat

Gambar di atas. Pembiasan cahaya pada mata hipermetropi (rabun dekat). Penderita ini dibantu dengan kaca mata berlensa cembung.

tidak bisa melihat dengan jelas baik pada jarak dekat atupun pada jarak yang jauh. Penderita cacat mata ini dapat ditolong dengan menggunakan kacamata berlensa rangkap atau kacamata bifokal ( kacamata dua fokus)

+

+

Gambar di atas.Kacamata bifokal.

Tidak mampu melihat garis-garis yang vertikal atau horisontal secara bersama-sama karena lensa mata tidak berbentuk sferik (irisan bola) melainkan agak melengkung di bagian tertentu juga memfokuskan sinar-sinar pada bidang vertikal lebih pendak daripada sinar-sinar pada bidang horisontal.  Penderita ini dibantu dengan kacamata silindris.

In fo s

Gambar di samping. Katarak pada mata bukanlah cacat mata karena kelainan daya akomodasi mata, melainkan karena pengapuran pada kornea mata

2.

Kamera Untuk merekam gambar suatu obyek, tempat, atau peristiwa orang.

Gambar di samping.Kamera.

Gambar di atas. Penampang kamera

Diagfragma berfungsi, mengatur banyak sedikitnya cahya yang masuk ke lensa.  Lensa, berfungsi membiaskan cahaya.  Shutter, berfungsi meindungi film dari cahya luar. Shutter membuka bersamaan dengan tombol on ditekan.  Film berfungsi sebagai tempat terbentuknya bayangan.

Pembentukan Bayangan Pada Film Kamera

Film bayangan Benda
Gambar di atas. Lintasan Berkas cahaya pada kamera

Gambar Pembiasan cahaya pada kamera

2f

f

o

2f

f

Semua benda yang teramati terletak di ruang III yaitu berjarak lebih besar dari 2 F.  Sifat-sifat bayangan akhir kamera pada film: ◦ Nyata ◦ Terbalik ◦ Diperbesar ◦ Diruang II

Kamera Pin hole Sebuah kamera yang sederhana terbuat dari karton.

Pin

h

h’

S

S’

Gambar di atas. skema kamera

Kamera Digital Pada jaman sekarang banyak digunakan kamera digital yang tidak menggunakan lensa maupun prisma. Sehingga tidak terjadi proses pembiasan cahaya. Fungsi peralatan optika untuk merekam objek digantikan dengan peralatan elektronik digital dengan layer LCD.

Gambar di samping. Kamera Digital

Lup (Kaca Pembesar) Lup terdiri dari sebuah lensa cembung yang biasa digunakan untuk memperbesar benda-benda kecil sehingga tampak menjadi besar dan lebih jelas.

Gambar di atas. Pembiasan cahaya pada lup

o 2f f f 2f

B d y gd atih s en a an iam aru d an I iru g

F 2F

F

2 F

O

jad i Gambar di samping. Pembisan cahaya pada lup

s≤ f

Sifat bayangan pada lup adalah sebagai berikut:
◦ ◦ ◦ ◦ maya, tegak, diperbesar, di ruang IV

Mikroskop Ditemukan oleh Antonie Van Leeuwenhoek (1632-1723). Fungsi: untuk melihat benda-benda renik.

Gambar Mikroskop

Gambar Pembiasan cahaya pada mikroskop

Ob
Fob

Ok 2Fob Fo
k

2Fob

Fob

O

2Fo
k

O

Fok

Gambar 53: Pembiasan cahaya pada mikroskop Sifat bayangan akhir pada mikroskop adalah: Maya terbalik, diperbesar, di ruang IV okuler atau ∼

 

Teropong Bumi Fungsi: untuk mengamati benda-benda yang jauh biasanya terdiri dari :

1. Sebuah lensa (+), sebagai lensa okuler , yaitu lensa yang dekat dengan mata. 2. Sebuah lensa (+), sebagai lensa obyektif, yaitu lensa yang menghadap obyek

Ciri teleskop jarak fokus obyektif > jarak fokus okuler . fob > f0k

Gambar Keker atau teropong prisma

Fungsi untuk melihat : pemandangan gunung, laut kita dapat menggunakan teropong, sedangkan untuk melihat bendabenda yang sangat jauh, seperti bintang, bulan kita menggunakan teleskop. Berbagai contoh teropong adalah teropong panggung, teropong bumi..
Gambar Pembiasan cahaya pada teropong prisma/keker

 Teropong

Bumi

◦ teropong ini terdiri dari 3 buah lensa yaitu :

- lensa obyektif :terdiri dari lensa positif - lensa cembung:berfungsi sebagai lensa pembalik(terletak antara lensa obyektif dan lensa okuler)
- lensa okuler :terdiri dari lensa positif dan berfungsi sebagai lup
 Teropong

Bintang

◦ Teropong bintang mempergunakan dua lensa cembung / positif yaitu : lensa obyektif lensa okuler

 Teropong

Panggung

Teropong panggung (Teropong Belanda = Teropong Tonil = Teropong Galilei) mempunyai lensa cembung/ positif (obyektif) dan lensa cekung/ negatif (okuler), lensa cekung digunakan agar bayangan yang terbentuk tegak. Teropong panggung dibuat sebagai pembaharuan dari teropong bumi (karena teropong bumi terlalu panjang).

Periskop Sebuah kapal selam menggunakan alat optik, yaitu periskop. Periskop berguna untuk melihat keadaan di atas permukaan air. Periskop memiliki dua buah prisma yang berfungsi untuk membelokan berkas sinar dari benda yang dilihat.

Gambar Periskop di kapal selam

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful