DIAGNOSA KLINIS VETERINER

‡ Seekor hewan sakit, yang disebabkan oleh suatupenyakit tertentu dapat dikenali dgn adanya kelainan-kelainan dibandingkan dgn hewan sehat/normal Kelainan-kelainan meliputi :
1. Kelainan strukturil (anatomis) 2. Kelainan fungsionil (fisiologis) 3. Kedua-duanya (strukturil dan fungsionil)

‡

‡

Kelainan-kelainan tersebut bisa terjadi secara kualitatif, kuantitatif atau keduaduanya sekaligus. Kelainan ini dinamakan dengan symptom atau gejala penyakit atau tanda-tanda penyakit Dengan kata lain symptom merupakan kelainan strukturil atau fungsionil dari suatu organ yang disebabkan oleh suatu penyakit pada seekor hewan yang sakit

‡

‡

‡ Symptom ada 3 yaitu ; 1. Symptom objektif, symptom yang dapat dikenali oleh panca indra, misalnya abses dan atau vulnus 2. Symptom subjektif, symptom diperoleh berdasarkan kesimpulan-kesimpulan dari hasil pemeriksaan, misalnya gatalgatal karena skabiosis 3. Symptom pathognomonis, yaitu tandatanda penyakit yang khas dan jelas pd suatu penyakit tertentu seperti kejang (spasmus) pada penyakit tetanus

‡ Berdasarkan gejala atau symptom yang diperoleh pada suatu pemeriksaan , maka dapat disimpulkan ³Penyakit apa yang menyebabkan adanya symptom tersebut´. ‡ Mengambil kesimpulan dari hasil pemeriksaan atau berdasarkan gejala-gejala atau symptom dinamakan membuat ³diagnosa´. ‡ Diagnosa ada :
1. Diagnosa symptomatis, misal ikterus akibat dari gangguan fungsi hati 2. Diagnosa kemungkinan/differensial dignosa 3. Diagnosa etiologis/causalis

‡ Prognosa, memberi pendapat kepada sipemilik hewan tentang penyakit yang dideritanya. Apakah hewannya bisa sembuh dalam waktu singkat/lama, sembuh tapi cacat, tidak bisa sembuh atau ragu sembuh atau tidak sembuh ‡ Prognosa dapat dibagi : - Fausta, dapat sembuh setelah diobati - Dubius, ragu akan kesembuhan dan ketidak sembuhan pasien tersebut - Infausta, diperkirakan tidak akan sembuh

Terapi
‡ Pengobatan berdasarkan simtomatis - anti diare bagi kasus diare - anti demam, hewan dengan tandatanda demam ‡ Pengobatan kausalis - antibiotik untuk kasus infeksius - anti alergi untuk kasus alergi ‡ Pengobatan supporsif

CARA YANG DIGUNAKAN UNTUK MENEMUKAN/MENGENALI GEJALA/SYMPTOM
1. INSPEKSI MENCARI SYMPTOM DENGAN PANCAINDRA PADA SELURUH PERMUKAAN TUBUH PALPASI MENCARI SYMPTOM DENGAN PERABAAN PERCUSI MENCARI SYMPTOM DENGAN MENGETUK RONGGA TUBUH DENGAN ALAT PLEXIMETER OUSCULTASI MENDENGAR DENGAN STETOSCOPE MENCIUM ± UJI BAU MENCIUM HAWA-HAWA YANG KELUAR MELALUI HIDUNG, MULUT

2.

3.

4.

5.

6.

MENGUKUR DAN MENGHITUNG - Mengukur suhu badan dengan thermometer - Menghitung denyut nadi berapa kali/menit - Menghitung jumlah pernapasan per menit PROOF PUNCTIO/FUNCTIO PERCOBAAN Dilakukan untuk mendapatkan cairan yang terdapat didalam rongga badan, misalnya di dalam rongga perut dll. PERCOBAAN ALERGI Percobaan Alergi ini gunanya untuk menguji/test terhadap ada tidaknya penyakit tersebut diderita hewan atau hewan menderita bibit penyakit tersebut. PEMERIKSAAN LABORATORIUM Pemeriksaan disini dilakukan secara phisis, chemis, histologis, bacteriologis, parasitologis, serologis, haematologis dari sampel darah, serum, feses dan urine.

7.

8.

9.

PROSES PENYAKIT PADA TUBUH 1. Proses yang berhubungan dengan perbarahan, disebut gol. Peradangan dengan tanda (panca radang)

- dolor (sakit) - rubor (kemerahan) - tumor (bengkak) - calor (panas) - punctio laesa (gangguan fungsi) 2. Non peradangan

Beberapa istilah
- Pada inspeksi ke bagian dalam dari tubuh sering digunakan alat ³Endoscope´ caranya disebut : Endoscopis, misalnya untuk pemerikaan : - telinga : otospe - larinx : larinoscope - rectum : proctoscope - vagina : aginoscope - bagian lebih dalam : x-ray (radiologi/rongent)