You are on page 1of 57

Keterangan umum

Nama
: Ny E
Umur
: 42 thn
Pekerjaan : ibu rumah tangga
Alamat
: Kiara condong
Agama
: Islam
Suku
: Sunda
Tgl Masuk RSHS : 12 Februari 2007
Tgl pemeriksaan : 19 Februari 2007

Heteroanamnesa
alasan di opname: gelisah, marah-marah, menggigit
ayah.
RIWAYAT PENYAKIT SEKARANG
sejak Januari 2006 setelah pulang dari RS Riau os tidak
pernah kontrol lagi ( tidak ada yang mengantar, kadangkadang os tidak mau kontrol) dan tidak teratur minum
obat. 3 hari setelah sampai di rumah, os kembali gelisah,
mondar-mandir, sulit tidur, banyak makan. Os menjadi
banyak bicara bila diajak bicara menyambung, mengenal
orang disekitarnya, sering gonta-ganti pakaian
alasannya pakaian basah atau kotor.

Os tidak betah tinggal di rumah, ingin


keluar rumah terus. Beberapa bulan
SMRS os kabur dari rumah selama 2 hari,
ditemukan oleh keluarga di alun-alun.

RIWAYAT PENYAKIT DAHULU


Os menderita gangguan jiwa sejak SD,
berobat alternatif. Pertama kali di rawat
pada tahun 2003 di RSHS karena gelisah,
marah-marah, di rawat 2 minggu. Pasien
pulang dengan perbaikan, minum obat
tidak teratur dan tidak kontrol. Nama obat
tidak diketahui. Warna orange -1/2-1,
pink 1 kali siang hari, putih (lupa)

Bulan september tahun 2006,


pasienkembali di rawat di Salamun karena
gelisah, marah-marah, dirawat selama 2
minggu. Pasien pulang dengan perbaikan,
minum obat dan kontrol tidak teratur.
Obat seperti pertama kali dirawat.
Pada bulan Desember tahun 2006 pasien
kembali di rawat di Salamun selama 17
hari. Pulang dengan perbaikan.

Pada tanggal 8 Januari 2007, pasien


kembali di rawat di RSJ Riau selama 10
hari. Pulang dengan perbaikan.
RIWAYAT PENYAKIT SERUPA DALAM
KELUARGA
Kakak sulung menderita gangguan jiwa

SIFAT-SIFAT DALAM KELUARGA


AYAH(79 tahun) : sifat pemarah, suka memukul anak.
IBU (65 tahun/alm) : sifat penyabar, dominan mengasuh
anak, tidak ada perlakuan khusus dalam mengasuh
anak.
ANAK:
- Diding (45 tahun) : pendiam
- Rahmat (42 tahun) : suka iri hati
- Eri
- Heru (41 tahun) : pendiam
- Neti (39 tahun) : pendiam
- Ahmad (37 tahun) : pemarah
- olih (30 tahun) : pemalu

Pernikahan orang tua dijodohkan (masih


ada hubungan keluarga)
Orang tua jarang berkelahi atau
bertengkar di depan anak
Sejak ibu meninggal tahun 2003, os lebih
sering mengalami gangguan jiwa.

RIWAYAT PEKERJAAN : tidak bekerja


RIWAYAT PERKAWINAN : menikah tahun
1993, dikarunia 1 anak perempuan. Sejak
anak di dalam kandungan (6 bulan) os
ditinggalkan suami hingga sekarang. Anak
os tinggal dengan kakeknya.
KEPRIBADIAN SEBELUM SAKIT :
Pendiam, bila ada masalah lebih banyak
di pendam.

KEHIDUPAN PSIKOSEKSUAL : Orientasi


seks pada laki-laki.
KEHIDUPAN EMOSIONAL : Os mudah
marah dan mudah tersinggung.
MORAL : baik
AGAMA : rajin salat
SOSIAL : baik
HUBUNGAN SOSIAL : Dengan tetangga
cukup baik

Riwayat Penyakit Sekarang


Autoanamnesa
Keluhan Utama : Marah-marah,memecahkan
kaca

Sebelum
masuk
rumah
sakit,pasien
memecahkan kaca lemari ketika sedang
bertengkar dengan ayah dan kakaknya karena
pasien dilarang buang air besar di luar rumah
dan juga karena pasien mengompol.

Pasien sering merasa mudah tersinggung


dan cepat marah terutama ketika
disinggung tentang mengompol.Pasien
mengeluh tidak bisa tidur sejak masuk
rumah sakit karena merasa mendengar
suara setan yang mengajak dugem dan
menjadi pelacur lagi.Pasien mengaku
pernah melacurkan diri,sering dugem,dan
mempunyai 100 orang pacar ketika masih
gadis.

Pasien juga mengaku dapat melihat dan


berbicara
dengan
setan
yang
mengganggu tidurnya.Pasien mengaku
memiliki ilmu putih yang didapat dari mbah
udin dari jayagiri (sejak umur 37 thn)
ketika dia pingsan.Sejak saat itu pasien
merasa mampu menyembuhkan bayi-bayi

Ketika berada di rumah pasien sering berganti


pakaian setiap 5-10 menit karena pasien
merasa sebagai artis yang harus sering gontaganti baju.Pasien sejak dahulu bercita-cita ingin
menjadi penyanyi .Pasien mengaku sebagai
penyanyi dan telah melakukan rekaman.Pasien
juga merasa sebagai orang kaya dan sering
menampung
orang-orang
miskin
di
rumahnya.Pasien mengaku sebagai keturunan
raden cirebon.

Pasien sering merasa sedih ketika berada


di rumah karena teringat akan ibunya
yang telah meninggal pada tahun 2003
dan pasien merasa bersalah karena
pernah menendang ibunya.Pada waktu itu
pasien menghukum dirinya dengan
berendam
di
kamar
mandi
dan
membersihkan dirinya dengan sabun.

Pasien mengaku pernah melakukan


percobaan bunuh diri dengan cara
menusuk perut dengan gunting sampai
berdarah-darah karena kesal ketika
bertengkar dengan ayahnya.

Riwayat Penyakit Dahulu


Pasien mengaku pernah dirawat di rumah
sakit jiwa jalan riau pada tahun
1983,1985,1987,1989. Alasan pasien
dirawat pertama kali karena pasien sering
bernyanyi dan berteriak-teriak pada
malam hari.

II. STATUS MENTAL


Penampilan
Identifikasi Pribadi

Penderita dijumpai diruang perawatan


dalam keadaan tenang, pakaian rapi dan
bersih, mau menerima jabat tangan dari
pemeriksa, dan sikap terhadap pemeriksa
kooperatif.
Perilaku dan Aktifitas Psikomotor

Penderita tampak duduk tenang, tidak


banyak bergerak, mata penderita menatap
wajah pemeriksa.

Gambaran Umum

Kondisi fisik terlihat cukup sehat, tidak tampak


gelisah, dan wajah tampak gembira.
Bicara
Penderita berbicara dengan jelas dan mudah
dimengerti
Pikiran dan Persepsi
Bentuk Pikiran
Produktivitas
Kelancaran berpikir / ide
Gangguan bahasa

: Spontan, ide cukup


: Relevant
: Tidak ada

Pikiran
Bentuk
Jalan
Isi

:
: koheren
: - Waham Kebesaran
- Waham Dosa
Gangguan Persepsi
Halusinasi: Halusinasi visual dan auditori
(melihat dan dengar setan)
Ilusi
: Tidak ada

Mood dan Afek


1. Mood (subyektif)
2. Afek (obyektif)
Sensori
1.Roman muka
2.Kesadaran
mentis

: biasa
: senang

: senang
: Kompos

3.Orientasi
a. Waktu
: Tidak terganggu
b. Tempat
: Tidak terganggu
c. Orang
: Tidak terganggu
4. Konsentrasi & berhitung : Kesan tidak
terganggu
5. Ingatan
a. Masa lalu
: Tidak terganggu
b. Masa kini
: Tidak terganggu
c. Segera
: Tidak terganggu
6. Pengetahuan
: Sesuai tingkat
pendidikan

III. STATUS FISIK


Keadaan Umum
: Compos mentis
Tanda Vital :
Tekanan darah : 100/70 mmHg
Nadi
: 84 x/menit
Respirasi
: 24 x/menit
Suhu
: 36,9 0 C
Keadaan Gizi : Baik
Bentuk Tubuh : Tidak ada deformitas
Kulit
: Tidak ada kelainan, turgor cukup

Kepala
Mata :
Conjunctiva
: Tidak anemis
Sklera
: Tidak ikterik
Pupil
: Bulat, Isokor ODS 3 mm
Pergerakan
: Baik Segala Arah
Refleks Cahaya
: D : +/+ ; I : +/+
Telinga
: Tidak ada kelainan
Mulut
: Tidak ada kelainan
Hidung
: Tidak ada kelainan
Leher :
KGB
: tidak teraba membesar
JVP
: Tidak meningkat

Toraks : Bentuk dan gerak simetris


Jantung : Bunyi Jantung 1 & 2 murni reguler
Paru
: VBS kanan = kiri normal
Rhonki : -/- ; Wheezing : -/Abdomen : Datar dan lembut
Hepar : Tidak teraba
Lien
: Tidak teraba
Ekstremitas : Sianosis -/-, ; Clubbing -/- ; Edema -/Kelenjar Getah Bening : Tidak membesar
Keadaan Susunan syaraf
Refleks Fisiologis
: +/+
Refleks Patologis
: -/-

IV. STATUS PSIKIKUS


Roman Muka
Kesadaran
Kontak / Rapport
Orientasi

Perhatian
Persepsi

: senang
: Kompos mentis
: Ada / Adekuat
: Tempat
: Baik
Waktu
: Baik
Orang
: Baik
: Baik
: Halusinasi Visual (+)
Halusinasi Auditori (+)

Ingatan

Intelegensia
Pikiran

Penilaian

: Masa kini
: Baik
Masa dulu
: Baik
Segera
: Baik
: Rata-rata
: Bentuk : Realistik
Jalan
: Baik
Isi
: Baik
: Norma sosial : Cukup
Waham : (+)

IOI
Emosi
Dekorum

: Baik
: Baik
: Sopan santun
: Baik
Cara berpakaian : Baik
Kebersihan
: Baik
Tingkah laku dan bicara : Normoaktif,
Relevan

V. DIAGNOSIS MULTIAXIAL
Aksis I
: F 25.0 Gangguan
skizoafektif tipe manik
Aksis II
: Tidak ada diagnosis
Aksis III
: Tidak ada diagnosis
Aksis IV
: Tidak ada diagnosis
Aksis V
: GAF Scale waktu diperiksa
60-51 (gejala sedang dan disabilitas
sedang)

VI. RENCANA TERAPI


carbamazepin 200 mg p.o (2x1)
lithium 300 mg p.o (3x1)

VII. USUL PEMERIKSAAN


Pemeriksaan Hb, Leukosit, kadar gula darah
sewaktu
Pemeriksaan ureum kreatinin
Pemeriksaan SGOT & SGPT

VIII. PROGNOSA
Quo ad vitam
Quo ad Functionam

: Ad bonam
: Dubia ad bonam

Affective Disorder

Definition

Mood disorder encompass a large group of disorders in which


pathological mood and related disturbances dominate the clinical
picture
Known in Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders
(DSM) as affective disorders, the term mood disorders is preferred
because it refers to sustained emotional states, not merely to the
external (affective) expressions
Mood disorders are best considered syndromes (rather than
disease) consisting of a cluster of signs and symptoms sustained
over weeks to months, tend to recur, often in periodic or cyclic
fashion

Manifestations
Mood may be normal, elevated or depressed
Normal persons has a wide range of moods and are in
control of their moods and affects
In mood disorders the sense of control is loss
Patients with an elevated mood demonstrates
expansiveness, flight of ideas, decreased sleep,
heightened self-esteem and grandiose ideas
Patients with depressed mood show loss of energy and
interest, feelings of guilt, difficulty in concentrating, loss
of appetite, and thoughts of death and suicide
These disorders virtually always results in impaired
interpersonal, social and occupational functioning

Patients who have major depressive


episode is said to have major depressive
disorder or unipolar depression
Patients with both manic and depressive
episodes or patients with manic episode
alone are said to have bipolar disorder
Hypomania is an episode of manic
symptoms that does not meet all the DSMIV criteria for manic episode

Types of mood episodes


Major depressive episode
Manic episode
Mixed episode hypomanic episode

The main mood disorders

Major depressive disorder


Bipolar type I
Bipolar type II
Dysthymic disorder
Cyclothymic disorder

Epidemiology
Incidence and prevalence
Major depressive disorder has a lifetime prevalence of
15 % in medical patients
Bipolar I is less common with a lifetime prevalence of
1%

Sex
Manic episodes are more common in men
Depressive episodes are more common in women

Age
Onset of bipolar I is earlier that MDD
Age of onset in bipolar I ranges from
childhood to 50 years, with mean age of 30
Mean age of MDD is about 40 years

Marital status
MDD occurs most often in persons without
close interpersonal relationships or in those
who are divorced or seperated

Course and Prognosis


Untreated manic episodes generally last
about 3 months
The course is usually chronic with
relapses; as the disease progresses,
episodes may occur more frequently
Bipolar disorder has a worse prognosis
than MDD, as only 50-60% of patients
treated with lithium experience significant
improvement in symptoms

Treatment
Pharmacotherapy
Lithium mood stabilizer
Anticonvulsants (eg. Carbamazepine or valproic acid)

Psychotherapy
Supportive therapy, family therapy

ECT
Works well in treatment of manic episodes

Schizophrenia
A psychiatric disorder characterized by a
constellation of abnormalities in thinking,
emotion and behavior
In general the symptoms of schizophrenia
are broken up in 2 categories:
Positive symptoms: hallucinations,
delusions, bizarre behavior or thought disorder
Negative symptoms: blunted affect,
anhedonia, apathy and inattentiveness

According to Eugen Bleuler, symptoms include


associational disturbances, affective disturbance,
autism and ambivalence
According to Emil Kraeplin described patients having a long
term deteriorating course and the common clinical
symptoms of hallucinations and delusions
Langfedlt classified patients with major psychotic
symptoms into 2 groups, those with true schizophrenia
and those with schizophrenialike psychosis.

Etilogy
A. Stress-diathesis Model
A person may have a specific vulnerability
(diathesis) that, when acted on by a stressful
influence, allows the symptoms of
schizophrenia to develop
B. Dopamine Hypothesis
This theory posits that schizophrenia results
from too much dopaminergic activity

C. Neuropathology
neuropathological and neurochemical abnormalities in
the cerebral cortex, the thalamus and the brainstem
Loss of brain volume in schizophrenic patients appear to
result from reduced density of the axons,dendrites and
synapses
D. Genetic Factors
A person is likely to have schizophrenia when other
members of the family have the disorder
Long arm of chr 5, 11 and 18, the short arm of chr 19,
and X chromosomes

E. Psychosocial Factor
Freud postulated that schizophrenia results from
developmental fixations that occurred early in the
development of neuroses.
Ego disintegration in schizophrenia represents a return
to the time when ego was not yet developed. Thus
intrapsychic conflict arising from the early fixations and
the ego defect, which may have resulted from poor early
object relations, fuel the psychotic symptoms.
The ego defect affects the interpretation of reality and
the control of inner drives. The disturbance results from
distortions in the relationship between infant and the
mother
To Henry Sullivan, schizophrenia is an adaptive method
to avoid panic, terror and disintegration of the sense of
self

Diagnosis (DSM-IV)
A. Characteristic symptoms: 2 or more of the
following each present for a significant portion
of time during a 1 month period
1.
2.
3.
4.
5.

Delusions
Hallucinations
Disorganized speech
Grossly disorganized or catatonic behavior
Negative symptoms, ie.,affective flattening, alogia,
or avolition

B. Social/ Occupational dysfunction


C. Duration
continuous signs for at least 6 months
This 6 month period must include at least 1
month of symptoms and may include periods of
prodromal or residual symptoms
D. Schizoaffective and mood disorder exclusion
E. Substance/ general medical condition exclusion
F. Relationship to a pervasive developmental
disorder

Subtypes

Paranoid Type
Disorganized Type
Catatonic Type
Undifferentiated Type
Residual Type

Treatment
Hospitalization
Pharmacotherapy
Dopamine receptor antagonist
Serotonin-dopamine antagonist
Other drugs: lithium, anticonvulsants

Psychosocial therapies

Social skills training


Family-oriented therapy
Group therapy
Cognitive behavioral therapy

Shcizoaffective Disorder

Definition
1933- Jacob Kasanin introduced the term
schizoaffective disorder to refer to a
disorder with symptoms of both
schizophrenia and mood disorders

Epidemiology
Lifetime prevalence is less than 1%
Lower in men than women
Age of onset for women is later than that of men

Etiology
The cause is unknown
Similar to etiology of schizophrenia, mood
disorders

DSM-IV Diagnostic Criteria for


Schizoaffective Diorder
A.

B.

C.

D.

An uninterrupted period of illness during which, at some time,


there is either a major depressive episode, or a mixed episode
concurrent with symptoms that meet criterion A for schizophrenia
During that same period of illness, there have been delusions or
hallucinations for at least 2 weeks in the absence of prominent
mood symptoms
Symptoms that meet the criteria for a mood episode are present
for a substantial portion of the total duration of the active and
residual periods of the illness
The disturbance is not due to the direct physiological effects of a
substance or a general medical condition

Course and Prognosis


Considering the uncertainty and evolving
diagnosis of schizoaffective disorder,
determining the long-term course and
prognosis is difficult
An increasing presence of schizophrenic
symptoms predicted worse outcome

Treatment
Mood stabilizers mainstay of treatment
Carbamazepine
Binds to voltage-dependent Na channels in
inactive stage
prolonging inactivation
reduces Ca channel activation
reduce synaptic transmission
Adverse effect: rash, leukopenia

Lithium
Therapeutic mechanism of action for lithium
remains uncertain

Used alone, in combination with each


other
In manic episodes, schizoaffective
patients should be treated aggressively
with dosage in the middle to high. As
patient enters maintenance phase,
dosage can be reduced to low to middle
range to avoid adverse effects