You are on page 1of 23

Portofolio

BELLS PALSY

Disusun Oleh :
dr. Amelia Muslimah Syahutami
Pembimbing :
dr. Anton Rumambi, DK, M.Kes

Nama Peserta: dr. Amelia Muslimah Syahutami


Nama Wahana: RSAD Tk. III Robert Woltermonginsidi Manado
Topik: Bells Palsy
Tanggal (Kasus): 28 Mei 2016
Nama Pasien: Tn. R

No RM: 0-07-17-xx
Nama Pendamping:

Tanggal Presentasi: 16 Juni 2016

dr. Anton Rumambi, DK, M.Kes

Tempat Presentasi: Ruang Rapat Karumkit


Obyektif Presentasi:
Keilmuan

Diagnostik

Neonatus

Keterampilan
Manajemen
Anak

Bayi

Remaja

Penyegaran

Tinjauan Pustaka

Masalah

Istimewa

Dewasa

Lansia

Bumil

Deskripsi: Laki-laki usia 57 tahun dengan keluhan wajah mencong ke sebelah kiri sejak 1 hari, keluhan disertai rasa baal pada bibir,
dan rasa berat ketika ingin berbicara. Tidak ada demam, gangguan pendengaran maupun kelemahan anggota gerak

Tujuan: Mengetahui diagnosa dan tatalaksana yang tepat

Bahan Bahasan:

Tinjauan Pustaka

Cara Membahas:

Diskusi

Data Pasien

Nama: Tn. R

Nama Klinik: Unit Gawat Darurat

Riset Kasus

Presentasi dan Diskusi

Email

Audit

Pos

No Registrasi: 0-07-17.xx
Telpon: -

Terdaftar Sejak: 28/05/2016

Data Utama dan Bahan Diskusi


Diagnosis / Gambaran Klinis
Bells Palsy / Pasien datang dengan keluhan wajah mencong ke sebelah kiri dirasakan sejak 8 jam yang lalu. Di pagi
hari saat bangun pagi, mulut penderita mencong ke kiri. Keluhan disertai dengan rasa tebal dan kaku di wajah
sebelah kanan dan terasa berat ketika ingin bicara. Pasien masih dapat makan dan minum. Keluhan kelemahan
satu sisi pada anggota gerak disangkal. BAB dan BAK tidak ada kelainan. Pasien tidak ada riwayat trauma kepala
dan penyakit keganasan. Tidak ada keluhan nyeri di sekitar telinga kiri. Riwayat keluar cairan dari telinga kiri tidak
ada, tidak ada gangguan pendengaran. Keluhan pusing berputar, gangguan pendengaran, rasa makanan
berkurang, demam, batuk, pilek tidak ada. Pasien memiliki riwayat tidur di lantai dan menggunakan kipas angin
saat malam hari sebelumnya..
Riwayat Pengobatan
Pasien biasa minum obat amlodipin 5 mg, namun tidak teratur minum obat.
Riwayat Kesehatan / Penyakit
Sebelumnya pasien tidak pernah sakit seperti ini..

Riwayat Keluarga
Dalam keluarga pasien tidak ada yang menderita sakit seperti ini.
Lain-lain: Daftar Pustaka
a. Dewanto G, Suwono WJ, Riyanto B, Turana Y, editor. Panduan praktis diagnosis dan tatalaksana penyakit saraf.
Jakarta : EGC ; 2009.
b. Duus P. Diagnostik Topik Neurologi. Jakarta: EGC. 1996; hal 112-18.
c. Harsono. Kapita selekta neurologi. Ed. 6. yogyakarta : Gadjah mada university press ; 2007.

SUBYEKTIF

Wajah tampak mencong ke sebelah kiri


Terasa baal pada wajah sebelah kanan
Terasa berat ketika ingin berbicara, suara pelo minimal
Tidak ada riwayat trauma kepala dan penyakit
keganasan.
Tidak ada keluhan nyeri di sekitar telinga kiri. Riwayat
keluar cairan dari telinga kiri tidak ada, tidak ada
gangguan pendengaran.
Pasien memiliki riwayat tidur di lantai dan menggunakan
kipas angin saat malam hari sebelumnya.
Tidak ada kelemahan pada satu sisi anggota gerak

OBJEKTIF
Status Present
KU : SS
KS : CM
GCS : 15 (E4.M6.V5)
TD : 130/90 mmHg
Nadi : 80 x/menit
Respirasi : 20 x/menit
Suhu : 38,2 oC

STATUS INTERNA
Kepala : Tidak ada kelainan
Limfonodi : Tidak ditemukan pembesaran
limfonodi
Jantung : BJ I-II reguler, gallop(-), murmur (-)
Paru
: Suara napas vesikuler, rhonki-/-,
whezzing -/ Hepar : Tidak teraba membesar
Lien
: Tidak teraba membesar
Ekstremitas
: Akral hangat, edema(-)

STATUS NEUROLOGIS
NERVI CRANIALIS

Diagnosis :
Bells Palsy
Terapi :
Metilprednisolone 16mg 3x1
Mecobalamin 2x500 g/hari

Kontrol poli neurologi hari ke-6

EDUKASI
Kompres hangat daerah sisi wajah yang sakit selama 20
menit
Massage wajah yang sakit ke arah atas dengan
menggunakan tangan dari sisi wajah yang sehat
Latihan tiup lilin, berkumur, makan dengan mengunyah
disisi yang sakit, minum dengan sedotan, mengunyah
permen karet
Pencegahan terhadap terjadinya iritasi pada mata pasien.
Anjuran untuk menutup mata pada sisi yang sakit pada
saat tidur dengan menggunakan tisu atau penutup mata

Bell's palsy atau yang lebih


sering disebut dengan
Idiopathic Facial Paralysis
(IFP) adalah suatu paralisis
Lower Motor Neuron (LMN)
yang menyebabkan
kelemahan satu sisi wajah
yang timbul akut akibat lesi
atau peradangan pada
nervus fasialis yang
penyebabnya tidak diketahui
(idiopatik).

GAMBARAN KLINIS
Timbul mendadak, disadari penderita/perlahan 1-2
hari
Umumnya mengenai 1 sisi.
Sisi wajah yang terkena :
1. Hilangnya semua gerak volunter (lumpuh total)
2. Lipatan nasolabialis hilang, sudut mulut turun,
kelopak mata tak dapat dipejamkan, kerut dahi
hilang ekspresi wajah tidak ada.
3. Tanda Bell (+) : bila penderita diminta
memejamkan mata, terlihat : lagoftalmus & bola
mata berputar ke atas (dorsotarsi)

GAMBARAN KLINIS
4. Kedipan mata berkurang iritasi debu/angin
5. Kesulitan dalam menggembungkan pipi (paresis m.
Buccinator) makanan cenderung mengumpul
antara pipi & gusi ke sisi lain
6. Ggn pengecapan 2/3 lidah depan (korda timpani
terkena)
7. Hiperakusis (saraf ke m.stapedius terlibat)
8. Ggn produksi air mata (lesi pada ganglion
geniculatum) tes schimmer

Tes Schirmer (tes sekresi air


mata)

Caranya : Kertas filter Whatman panjang 40 mm,


lebar 5 mm, lipat 15 mm pada ujungnya. Bagian
yang dilipat diletakkan di forniks inferior.
Ditunggu 5 menit, dilihat bagian kertas yang
basah.
Nilai normal: 10 30 mm. Hiposekresi 10 mm

Istirahat
terutama pada
keadaan akut

Terapi

Medikamentosa

Fisioterapi
Operasi

Kortikosteroid :
steroid sangat efektif dan harus digunakan
untuk meningkatkan kemungkinan pemulihan
kembali fungsi nervus fasialis.
Dosis : 60 mg/hari selama 5 hari lalu dilakukan
penurunan dosis dalam waktu 5 hari berikutnya
yaitu diturunkan 10 mg/hari
Antiviral :
Dosis Acyclovir diberikan 400 mg 5 kali sehari
selama 10 hari atau Valaciclovir 500 mg 2 kali
sehari selama 5 hari
Bells palsy awitan awal antiviral yang
dikombinasikan dengan steroid tidak
meningkatkan probabilitas pemulihan kembali
nervus fasilalis >7%

Komplikasi
Crocodile tear phenomene

Synkinesis (associated movement)

Tic Facialis sampai Hemifacial Spasme

PROGNOSIS
Prognosis Bells palsy baik yaitu sekitar 80-90%
penderita sembuh dalam waktu 6 minggu sampai tiga
bulan tanpa ada kecacatan
Penderita yang berumur 60 tahun atau lebih,
mempunyai peluang 40% sembuh total dan beresiko
tinggi meninggalkan gejala sisa
Jika tidak sembuh dalam waktu 4 bulan, maka
penderita cenderung meninggalkan gejala sisa

Hanya 23 % kasus Bells palsy yang mengenai


kedua sisi wajah
Bells palsy kambuh pada 10-15 % penderita

Terima Kasih