You are on page 1of 52

BAB VIII

PENDAPATAN,
KEBIJAKAN, DAN
ESTIMASI

DEFINISI DAN PENGUKURAN
PENDAPATAN
PSAK 23 mendefinisikan pendapatan sebagai arus masuk
bruto dari manfaat ekonomi yang timbul dari aktivitas normal
entitas selama satu periode jika arus masuk tersebut
mengakibatkan kenaikan ekuitas, yang tidak berasal dari
kontribusi penanaman modal. Pendapatan yang diatur dalam
PSAK 23 mencakup pendapatan yang timbul dari penjualan
barang, penjualan jasa, serta penggunaan asset entitas oleh
pihak lain yang menimbulkan bunga, royalty dan dividen.
Pendapatan diukur dengan nilai wajar imbalan yang diterima
atau dapat diterima. Jika imbalan tidak diterima dalam
bentuk kas atau setara kas, maka nilai wajar imbalan adalah
nilai diskonto dari seluruh penerimaan dimasa depan dengan
tingkat bunga tersirat. Perolehan atas pertukaran barang
diukur pada nilai wajar yang diterima. Jika nilai wajar barang
yang diterima tidak dapat ditentukan maka pendapatan
diukur pada nilai wajar barang atau jasa yang diserahkan.

PENGAKUAN PENDAPATAN
• PENJUALAN BARANG
• PENJUALAN JASA
• PENGGUNAAN ASET ENTITAS OLEH
PIHAK LAIN
• PENDAPATAN DITERIMA DIMUKA

PENJUALAN BARANG
Sesuai PSAK 23 pendapatan atas penjualan barang
dapat diakui jika seluruh kondisi dibawah ini
terpenuhi :
1. Risiko dan manfaat barang telah berpindah secara
signifikan dari entitas penjual ke entitas pembeli
2. Entitas penjual tidak melanjutkan pengelolaan
barang ataupun secara efektif mengendalikan
barang yang dijual
3. Jumlah pendapatan dapat diukur secara andal
4. Besar kemungkinan manfaat ekonomi terkait
transakasi akan mengalir kepada entitas penjual
5. Biaya yang telah atau akan terjadi terkait
transaksi penjualan dapat diukur dengan andal

ILUSTRASI 1
Dalam suatu transaksi penjualan yang dilakukan secara
kredit dengan lima kali pembayaran cicilan, barang
dikirim ke pembeli setelah cicilan ke lima. Kapan
pendapatan dapat diakui oleh penjual?
Pendapatan diakui oleh penjualan saat barang dikirimkan.
Namun berdasarkan pengalaman sebagian besar cicilan
cicilan akan terbayar, maka pendapatan dapat diakui
pada saat cicilan yang jumlahnya signifikan telah
diterima oleh penjual, dan barang berada ditangan
penjual dapat diidentifikasi dan siap untuk dikirim ke
pembeli. Pendapatan dan beban yang terkait dengan
perolehan pendapatan tersebut harus diakui pada
periode yang sama.

Hasil transaksi dapat diestimasi dengan andal jika semua kondisi berikut terpenuhi : 1. Biaya yang telah atau akan terjadi terkait transaksi penjualan dapat diukur dengan andal . maka pendapatan dari transaksi tersebut diakui dengan metode presentasi penyelesaian. besar kemungkinan manfaat ekonomi terkait transaksi akan mengalir ke entitas pemberi jasa 3. Tingkat penyelesaian transaksi pada tanggal neraca dapat diukur dengan andal 4.PENJUALAN JASA Penjualan jasa penjualan jasa biasanya terkait dengan kinerja entitas atas pekerjaan yang telah disepakati dalam kontrak untuk dilaksanakan dalam satu periode atau lebih. jumlah pendapatan dapat diukur dengan andal 2. dimana pendapatan diakui dalam periode akuntansi pada saat jasa ditunaikan. Jika hasil transaksi dari penjualan jasa dapat diestimasi dengan andal.

PENGUKURAN Metode untuk mengukur tingkat penyelesaian transaksi dapat meliputi survey pekerjaan yang telah dilaksanakan. . perbandingan jasa yang dilakukan sampai tanggal tertentu dengan total jasa dan perbandingan biaya yang timbul sampai tanggal tertentu dengan estimasi total biaya.

Proses pengembangan memakan waktu delapan bulan ditambah waktu pendampingan selama enam bulan. . Kapan pendapatan dapat diakui oleh PT Secure? Biaya pengembangan system tersebut diakui sebagai pendapatan sesuai tahap penyelesaian pengembangan termasuk penyelesaian jasa yang diberikan selama masa pendampingan.ILUSTRASI 2 PT Secure mengembangkan system pengamanan untuk hotel Z.

Ada dua kontrak yaitu kontrak biaya plus dan kontrak harga tetap. dan pembayaran insentif yang memungkinkan untuk menghasilkan pendapatan dan dapat diukur dengan andal.KONTRAK KONTRUKSI Kontrak kontruksi menurut PSAK 34 adalah suatu kontrak yang dinegosiasikan secara khusus untuk kontruksi suatu asset atau suatu kombinasi asset yang berhubungan erat satu sama lain atau saling bergantung dalam hal perancangan. Pendapatan dari suatu kontrak terdiri dari nilai pendapatan yang disetujui. klaim. . Pendapatan kontrak diukur pada nilai wajar imbalan yang telah atau akan diterima.

Pada tahun ke 3 pelanggan menyetujui penyimpangan yang menghasilkan kenaikan kontrak sebesar Rp 300 dan biaya yang diestimasikan menjadi Rp 4.000 dengan jangka waktu 3 tahun. Kontraktor menentukan tahap penyelesaian kontrak dengan membandingkan biaya kontrak sampai periode berjalan dengan estimasi biaya kontrak terakhir.000 tahun ke 2 dan Rp 1. Estimasi biaya awal adalah Rp.150.500. Berapa laba yang diakui setiap tahunnya dan buat jurnalnya.200 Total biaya riil yang terjadi sampai akhir tahun ke 1 adalah Rp 1.200 pada tahun ke 2 dan ke 3.300 tahun ke 3.4000 Diakhir tahun ke 2. estimasi biaya kontrak meningkat menjadi Rp 4.300 dan Rp 4. Tagihan disampaikan sebesar Rp 2. Rp 2.ILUSTRASI 3 Suatu kontraktor menandatangani kontrak harga tetap untuk membangun bangunan pencakar langit dengan nilai kontrak Rp 5. serta Rp 3. . Pelanggan membayar jumlah terutang pada tahun berjalan.000 tahun ke 1.

beserta jurnalnya! .Ilustrasi 8. dgn nilai kontrak = Rp 5000.3 Contoh kasus metode % penyelesaian kontrak (PSAK 34) Ditandatangi suatu kontrak harga tetap. • Estimasi biaya : th ke-1 = Rp 4000 th ke-2 = Rp 4150 th ke-3 = Rp 4200 (ada penyimpangan Rp 300) • Total biaya riil yg tjd : s/d akhir th ke-1 = Rp 1500 (termasuk biaya th ke-2 sbesar Rp 100) s/d akhir th ke-2 = Rp 3300 s/d akhir th ke-3 = Rp 4200 Kontraktor menentukan tahap penyelesaian kontrak dg membandingkan biaya kontrak s/d periode berjalan. jgk wktu 3 thn. Tagihan kontraktor kpd pelangganny adl : Th ke-1 = Rp 2000 Th ke-2 = Rp 2000 Th ke-3 = Rp 1300 Tentukan laba yg diakui setiap tahun. dg estimasi biaya kontrak terakhir.

kontrak u/ penyelesaian 2600 1218 - f) 4000 4200 4200 g) Estimasi laba (c-f) 1000 800 1100 h) Tahap penyelesaian 35% 71% 100% b) Penyimpangan Total estimasi biaya kontrak (d+e) . Persentase penyelesaian : Th ke-1 a) Pendapatan kontrak yg dise7i Th ke-2 Th ke-3 5000 5000 5000 - - 300 c) Total pendapatan kontrak (a+b) 5000 5000 5300 d) Biaya kontrak s/d periode ini 1400 2982 4200 e) Biy.Jawaban : 1.

Perhitungan laba : Smp saat ini Diakui thn sebelum nya Diakui th berjala n Pendapatan (35% x 5000) 1750 0 1750 Beban (35% x 4000) 1400 0 1400 350 - 350 Pendapatan (71% x 5000) 3550 1750 1800 Beban (71% x 4000) 2982 1400 1582 568 350 218 5300 3550 1750 Tahun 1 Laba (P-B) Tahun 2 Laba (P-B) Tahun 2 Pendapatan .2.

1300 - Mencatat pembayaran piutang Kas Piutang Mengakui pendapatan & bi konstruksi Konstruksi dlm proses Biaya konstruksi Pendapatn konstruksi Mencatat penyelesaian konstruksi 1800 - 1750 . gaji. Jurnalnya : Tahun 1 Tahun 2 Tahun 3 Mencatat bi akrual konstruksi Konstruksi dlm proses Kas.1218 - - 1750 - 1582 - - 1218 .3.1218 - 1400 - 2000 - 2000 - 2000 - 2000 - 2000 - 2000 - 2000 - 1300 350 - 218 - 532 - 1400 - 1582 . utang.1300 - Mencatat tagihan Piutang Tagihan konstruksi 2000 - 1300 . dll 1400 - 1582 .

ssuai proporsi kepemilikan diakui = saat hak pemegang saham utk mnerima pembayaran tlh diumumkan . bila “manfaat ekonomi & jml pendapatan yg diterima entitas. Royalti jika penggunaannya = aset jgk pjg (cont : paten & hak cipta) diakui = dasar akrual ssuai substansi perjanjian yg relevan 3.Penjualan aset entitas olh pihak lain • Hal ini dapat menghasilkan pendapatan. Dividen distribusi laba kpd pemegang investasi ekuitas. Bunga jika penggunaannya = kas/setara kas diakui dg = metode suku bunga efektif 2. dpt diukur dg handal”. Pendapatan disini berupa : 1.

X? • Jawab : Pendapatan PT.X tdk mpy tanggung jawab apapun.Ilustrasi 8.X.A beli lisensi software dr PT.A).X perlu mengakui kewajiban yg mungkin muncul atas penukaran CD yg rusak. PT. PT. sesuai estimasi yg handal. Bgmn pengakuan pendapatan olh PT. .4 • PT. Namun. Tetapi CD dapat ditukarkan bila cacat.X diakui = saat penjualan tjd (krn pd saat tsb.A. Stelah CD software tsb dikirimkan ke PT. hak milik CD software scr penuh pindah ke PT.

sampai kriteria pengakuan pendapatan tsb terpenuhi. koran / majalah berlangganan. dapat diakui pendapatannya bahkan sebelum tindakan tsb dilaksanakan. . yi pendapatan diterima dimuka. • Contohnya : booking penerbangan & hotel. Entitas mengakui liabilitas sebesar pendapatan yg tlh diterima tsb.Pendapatan diterima dimuka (PDD) • Suatu penjualan baik brg / jasa.

saat jasa diserahkan – Pendapatan bunga = diakui saat tjdnya. dan mengakui beban saat pembayaran divien tjd. – Penghasilan dividen dari saham = diakui saat hak menerima dividen tsb telah ditetapkan. acuan = jmlh pokok terutang & tk bunga berlaku.• Ilustrasi 8. boga.5 : Pengakuan pendapatn & beban PT Garuda Ind. . & sistem reservasi = diakui sbg pendapatan. – Pendapatn jasa perbaikan & pemeliharaan pesawat (kontrak jk pndek) = diakui saat jasa diserahkan pd langganan (kontrak jk pjg) = diakui dg metode % penyelesaian – Pendapatan ats jasa hotel. – Penjualan tiket & jasa cargo = PDD transportasi setelah penerbangan dilakukan. biro. barulah diakui sbg pendapatan operasional.

selama periode. dividen. Jml tiap kategori signifikan dr pendapatan. Kebijakan akt. royalti. bunga. Jml pendapatan dr pertukaran brg / jasa yg masuk dlm tiap kategori signifikan dr pendapatan. utk pengakuan pendapatan 2. 3. .PENGUNGKAPAN • Pengungkapan yg diperlukan ttg pendapatan : 1. (termasuk pendapatan penjualan brg/jasa.

Pengungkapan Pendapatan & Beban PT. kemudian scr proporsional diakui sbg pendapatan seiring penggunaan yg sebenarnya ats kartu tsb oleh pelanggan. • Pendapatan penjualan kartu prabayar / power card pd pusat hiburan. Matahari Putra Prima Tbk • Pendapatan penjualan diakui = saat brg dibayar di kasir Pendapatan penjualan scr cash on delivery diakui = saat brg dikirim ke pelanggan Pendapatan penjualan brg konsinyasi / titipan diakui = hasil penjualan – beban utang kpd pemilik brg konsinyasi (consignor) • Program loyalitas pelanggan. diakui = saat koin dibeli pelanggan • Beban diakui saat terjadinya. bila memenuhi kriteria ISAK 10. & diakui seiring berlangsungnya program tsb. awalnya dicatat sbg PDD. .6. Sedangkan pendapatan dr penjualan koin pd pelanggan.Ilustrasi 8. maka pemberian poin dicatat sbg pendapatan yg ditangguhkan dlm liabilitas jk pdk lainnya.

099 77.101 11.825.464) (436.664 10.164 Penjualan konsinyasi Biaya konsinyasi Komisi dr penjualan konsinyasi Penjualan bersih .304.912.781 11.825.962 (651.351 Lain-lain - 148.868.Dari ilustrasi tsb. rincian penjualan bersihnya : 31 /12/ 2013 31 /12/ 2014 Supermarket / hypermart 11.664 10.563 513.861) 87.931 Pusat hiburan keluarga - 337.063 783.763 10.791.

pelanggan dapat menukar barang atau jasa dengan gratis atau dengan potongan harga. Pengakuan Pendapatan atas Imbalan yg dialokasikan terhadap kredit bergantung pd siapa yg akan memberikan penghargaan. • ISAK 10 mengharuskan entitas mengidentifikasikan nilai wajar kredit penghargaan yang diberikan pd pelanggan pd saat penjualan awal. entitas sendiri atau pihak ketiga .ISAK 10: PROGRAM LOYALITAS PELANGGAN • ISAK 10 mengatur perlakuan akuntansi untuk penghargaan kredit loyalitas pelanggan yang diberikan entitas sebagai bagian dari transaksi penjualan dimana sesuai persyaratan yang ditetapkan.

KEBIJAKAN DAN ESTIMASI AKUNTANSI DAN KESALAHAN • PENDAHULUAN • PEMILIHAN DAN PENERAPAN KEBIJAKAN AKUNTANSI • PERUBAHAN KEBIJAKAN AKUNTANSI DAN PENERAPANNYA .

Kebijakan akuntansi yg diambil perusahaan dapat berubah seiring berjalannya waktu e. dan daya banding laporan keuangan.PENDAHULUAN PSAK 25 Pemilihan dan Penerapan Kebijakan Akuntansi untuk : a. keandalan. . Perubahan kebijakan akuntansi b. Perubahan estimasi : penyesuaian jumlah tercatat aset/liabilitas atau jml pemakaian periodik aset yg dihasilkan dr informasi baru /perkembangan baru Tujuan : meningkatkan relevansi. Koreksi kesalaha perode lalu Latar belakang : d. Kesalahan dalam penerapan kebijakan akuntansi sehingga diperlukan penyesuaian kesalahan periode lalu dlm lap keuangan f. Perubahan estimasi akuntansi c.

b. Jika tdk ada SAK yg spesifik : manajemen menggunakan pertimbangan utk mengembangkan dan menerapkan kebijakan akuntansi yg menghasilkan informasi yg relevan dan andal . dasar. peraturan dan praktik tertentu yang diterapkan entitas dalam penyusunan dan penyajian laporan keuangan. konvensi.PEMILIHAN DAN PENERAPAN KEBIJAKAN AKUNTANSI Definisi: Kebijakan akuntansi adalah prinsip. Pemilihan Kebijakan Akuntansi menurut PSAK mengikuti aturan berikut : a.maka SAK tsb digunakan dlm penerapan kebijakan akuntansi dg mempertimbangkan panduan aplikasi terkait. Jika terdapat SAK yg spesifik utk transaksi .peristiwaatau kondisi tertentu.

peristiwa dan kondisi lainnya yang serupa.penghasilan. Ketentuan dlm SAK yg terkait b. kriteriapengakuan. . Standar akuntansi terkini yg dikeluarkan oleh badan penyusun standar akuntansi lainnya yg menggunakan kerangka dasar yg sama sepanjan tdk bertentangan dg poin a dan b.dan beban dalam KDPPLK c. Konsistensi penerapan kebijakan: Entitas memilih dan menerapkan kebijakan akuntansi secara konsisten untuk transaksi. Definisi.Sumber yg dapat digunakan manajemen dlm membuat pertimabangan utk mengembangkan dan menerapkan kebijakan akuntansi sesuai prioritas : a. dan konsep pengukuran aset liabilitas.

Penerapan suatu kebijakan akuntansi untuk transaksi. atau b.PERUBAHAN KEBIJAKAN AKUNTANSI DAN PENERAPANNYA Entitas mengubah suatu kebijakan akuntansi hanya jika perubahan tersebut: a. Dipersyaratkan oleh suatu PSAK. peristiwa atau kondisi lainnya yang tidak pernah terjadi sebelumnya atau tidak material . Penerapan suatu kebijakan akuntansi baru untuk transaksi. Menghasilkan laporan keuangan yang memberikan informasi yang andal dan lebih relevan. Bukan Kebijakan Akuntansi : c. peristiwa atau kondisi lainnya yang berbeda secara substansi daripada yang terjadi sebelumnya d.

Jika msh tdk praktis maka PSAK 25 mengijinkan perubahan kebijakan tsb diperhitungkan secara prospektif sejak tanggal paling awal yg dapat diterapkan. jika terjadi perubahan akuntansi maka entitas : a. b. Jika tdk praktis untuk menentukan dampak perubahan sejak awal transaksi maka entitas dpt menentukan periode awal dimana penerapan retrospektif dianggap praktis dan menyesuaikan komponen ekuitas yg terpengaruh pd periode tsb. Jika tidak ada ketentuan transisi atau perubahan kebijakan dilakukan secara retrospektif. . mencatat perubahan kebijakan akuntansi akibat dari penerapan awal suatu PSAK sebagaimana yang diatur dalam ketentuan transisi dalam PSAK tersebut. Penerapan retrospektif adalah penerapan kebijakan akuntansi pd transaksi. atau kondisi seolah-olah kebijakan tsb sudah diterapkan sejak awal transaksi.Sesuai pengaturan dlm PSAK 25. Peneran retrospektif dilakukanis sepanjang praktis. peristiwa. jika ada.

Jika entitas melakuakan perubahan Kebijakan Akuntansi. pengungkapan terkait perubahan hrs diberikan pd periode berjalan. Pd lap keuangan periode terjadinya perubahan entitas hrs mengungkapkan hal berikut : . Lap keu periode selanjutnya tdk perlu mengulang pengungkapan tsb.

jml penyesuaian utk setiap item lap keu yg terkena dampak dan yg terkait laba per saham dasar (jk menerapkan PSAK 56:laba per saham) • Jumlah penyesuaian terkait periode-periode sblm penyajian. sepanjang praktis • Jk penerapan retrospektif tdk praktis.Perubahan kebijakan krn penerapan awal PSAK Perubahan kebijakan akuntansi sukarela • Judul PSAK • Pernyataan bhw perubahan kebijakan dilakukan sesuai ketentuan transisi. jk diterapkan • Ketentuan transisi yg memiliki dampak pd periode mendatang. keadaan yg menyebabkan ketidakpraktisan serta penjelasan bagaimana dan mulai kapan . jk diterapkan • Sifat dr perubahan kebijakan akuntansi • Alasan yg menjadikan kebijakan akuntansi baru memberikan informasi yg andal dan lebih relevan • Untuk periode berjalan dan setiap periode lalu sajian. sepanjan praktis. jk diterapkan • Sifat dr perubahan kebijakan akuntansi • Penjelasan ketentuan transisi.

laibilitas.nilai wajar instrumen keuangan.PERUBAHAN ESTIMASI AKUNTANSI • Estimasi akuntansi diperlukan dlm penyusunan lap keuangan sbg akibat dr ketidakpastian yg melekat dlm aktivitas bisnis. • Estimasi yg dilakukan antara lain dalam penentuan piutang tak tertagih. Sepanjang perubahan estimasi akuntansi mengakibatkan perubahan aset dan laibilitas. dan kewajiban garansi. atau terkait dengan suatu item ekuitas. • Estimasi dapat berubah karena adanya informasi baru atau perkembangan baru. perubahan estimasi akuntansi tersebut diakui dengan menyesuaikan jumlah tercatat item aset. atau ekuitas yang terkait pada periode perubahan. . umur manfaat aset tetap. • Perubahan estimasi diperlakukan scr prospektif pd periode perubahan atau periode perubahan dan periode mendatang jk dampaknya lebih dr satu periode.

• Pengungkapan perubahan estimasi Jika entitas melakukan perubahan estimasi akuntansi. maka entitas mengungkapkan : a. Sifat dan jumlah perubahan estimasi akuntansi yg berpengaruh pd periode berjalan atau diperkirakan akan berdampak pd periode mendatang jk praktis utk mengestimasi dampak di periode mendatang. b. Ketidakpraktisan dlm mengungkapkan dampak pd periode mendatang shg tdk diungkapkan. .

Mesin tersebut diperkirakan memiliki umur manfaat 10 th dg nilai sisa Rp10.000. Jawab: Dg menggunakan metode garis lurus.000 / 9 = Rp 8. Pada tgl 1 Januari 20X3.Ilustrasi 8.000.000.000 Jml tercatat setelah depresiasi 31 Des 20X2 Rp 100.000.000. Tentukan perlakuan akuntansi yg tepat utk perubahan ini.000.00 Jml terdepresiasi 90.000) = Rp 73.000 – (3xRp 9.111 Tdk diperlukan penyesuaian utk pencatatan tahun sebelumnya.000.000.10 Suatu entitas memiliki mesin yang dibeli pd tgl 1 Januari 20X0 seharga Rp100.000. tjd perubahan estimasi. entitas dpt mengungkapkan efek dr perubahan beban depresiasi atas laba bersih terhadap periode-periode yg terpengaruh.111. .000 Estimasi umur manfaat 10 Depresiasi per tahun 9.000.000. jml tercatat saldo sblm penyusutan tgl 1 Jan 20X3 Harga perolehan 100.000 Jml depresiasi per tahun mulai 20X3 Rp 73.dimana umur manfaat mesin diperkirakan msh tersisa 8 th lagi dan tanpa nilai sisa.000.000 Estimasi niai sisa 10. krn perubahan estimasi diperlukan prospektif. Namun jika dampak perubahan tsb dianggap signifikan.

liabilitas. sblm lap keuangan diterbitan. pengukuran. • Jika kesalahan yg terjadi adalah material. maka entitas hrs mengoreksi kesalahan tsb scr retrospektif pd lap keu lengkap pertama yg diterbitkan setelah kesalahan tsb ditemukan.jika kesalaha terjadi sebelum periode lalu yg plg awal.menyajikan kembalai jml komparatif utk periode lalu dmn kesalahan terjadi . maka laporan keuangan tdk lagi sesuai dg PSAK. menyajikan kembali saldo awal aset. maka hrs diperbaiki pd periode tsb. dan ekuitas utk periode lalu yg plg awal .KESALAHAN • Kesalahan dapat timbul dalam pengakuan. penyajian atau pengungkapan unsur-unsur laporan keuangan karena adanya kesalahan aplikasi kebijakan atau kesalahan interpretasi fakta dan keadaan yg ditemui pd tanggal pelaporan. • Jika kesalahan material terjadi pd periode sebelumnya. dengan cara : . • Kesalahan yg terjadi pd periode berjalan.

. Dampak kumulatif. b. Dampak spesifik periode kesalahan Entitas menyajikan kembali saldo pembuka aset.• Ketika tidak praktis untuk menentukan: a. laibilitas. dari kesalahan pada semua periode lalu Entitas menyajikan-kembali informasi komparatif untuk mengoreksi kesalahan secara prospektif dari tanggal paling praktis paling awal. pada awal periode berjalan. dan ekuitas untuk periode paling awal di mana penyajiankembali retrospektif adalah praktis (mungkin periode berjalan).

pengukuran. penyajian atau pengungkapan unsur-unsur laporan keuangan.KESALAHAN • Kesalahan dapat timbul dalam pengakuan. • Kesalahan terjadi karena adanya: kesalahan aplikasi kebijakan kesalahan interpretasi fakta keadaan yang ditemui pada tanggal pelaporan .

liabilitas. dan ekuitas untuk periode lalu sajian paling awal –)Aturan ketidakpraktisan penerapan retrospektif untuk kesalahan serupa dengan perubahan kebijakan akuntansi. maka menyajikan kembali saldo awal aset. maka harus diperbaiki pada periode tersebut. • Jika kesalahan ditemui pada periode sebelumnya. atau b) Jika kesalahan terjadi sebelum periode lalu sajian paling awal.Kesalahan pada periode berjalan dan periode sebelumnya • Jika kesalahan ditemui pada periode berjalan sebelum laporan keuangan diterbitkan. . maka entitas mengoreksi kesalahan material periode lalu secara retrospektif pada laporan keuangan lengkap pertama yang diterbitkan setelah ditemukannya kesalahan tsb dengan: a) Menyajikan kembali jumlah komparatif untuk periode lalu sajian dimana kesalahan terjadi.

• Jika terjadi kesalahan. entitas juga harus mengungkapkan hal-hal berikut: Sifat kesalahan periode lalu Untuk setiap periode sajian. keadaan yang menyebabkan ketidakpraktisan serta penjelasan bagaimana dan mulai kapan kesalahan telah dikoreksi • Contoh: ilustrasi 8. sepanjang praktis.11 (hal 132) . jumlah koreksi untuk setiap item laporan keuangan yang terkena dampak dan yang terkait laba per saham dasar dan dilusian (psak 56: laba per saham) Jumlah koreksi pada awal periode sajian paling awal Jika penerapan retrospektif tidak praktis.

Jika entitas memiliki informasi yang cukup.PERUBAHAN KLASIFIKASI ATAU PENYAJIAN • Jika entitas melakukan perubahan dalam klasifikasi atau penyajian item dalam laporan keuangan. . dan pengungkapan yang diperlukan. Mulai tahun 20X1. • Contoh: suatu entitas sampai dengan tahun 20X0 menyajikan seluruh kewajiban bersih untuk imbalan pasca kerja sebagai liabilitas jangka panjang. entitas ingin membagi liabilitas tsb ke dalam porsi jangka pendek dan jangka panjang. maka laporan keuangan tahun 20X0 perlu disajikan kembali. sepanjang praktis. maka perlu dibuat penyajian kembali laporan keuangan komparatif.

PAJAK PENGHASILAN • Pajak kini adalah jumlah pajak penghasilan terutang atau dilunasi atas laba kena pajak atau rugi pajak untuk satu periode. dan c)akumulasi kredit pajak belum dimanfaatkan. • Pajak tangguhan dapat berupa: Aset pajak tangguhan yaitu jumlah pajak penghasilan yang dapat dipulihkan pada periode masa depan sebagai akibat adanya: a)perbedaan temporer yang boleh dikurangkan. b)akumulasi rugi pajak belum dikompensasi. Liabilitas pajak tangguhan adalah jumlah pajak penghasilan terutang pada periode masa depan sebagai akibat adanya perbedaan temporer kena pajak. .

• Perbedaan temporer adalah perbedaan antara jumlah tercatat aset atau liabilitas pada posisi keuangan dengan dasar pengenaan pajak. • Dasar pengenaan pajak merupakan nilai aset dan liabilitas menurut pajak. dimana. .  DPP liabilitas adalah jumlah tercatat liabilitas dikurangi setiap jumlah yang dapat dikurangkan untuk tujuan pajak terkait liabilitas tsb dimasa depan.  DPP aset adalah jumlah yang dapat dikurangkan terhadap setiap manfaat ekonomi kena pajak yang akan diterima entitas saat pemulihan jumlah tercatat aset tsb.

PENGAKUAN • PENGAKUAN PAJAK KINI DAN PAJAK TANGGUNGAN Pajak kini dan pajak tangguhan diakuia sebagai penghasilan atau beban pada laporan laba rugi untuk periode berjalan kecuali jika pajak penghasilan berasal dari – Transaksi atau kejadian yang diakui diluar laba rugi – Kombinasi bisnis .

DAN VENTURA BERSAMA . diakui sebagai aset. maka selisihnya. CABANG. yang belum dibayar harus diakui sebagai liabilitas.• PENGAKUAN ASET DAN LIABILITAS PAJAK KINI – Jumlah pajak kini. – Apabila jumlah pajak yang telah dibayar melebihi jumlah pajak terutang. ENTITAS ASOSISASI. – Manfaat dari rugi pajak yang dapat ditarik kembali untuk memulihkan pajak kini dari periode sebelumnya diakui sebagai asset • PENGAKUAN ASET DAN LIABILITAS PAJAK TANGGUHAN – PERBEDAAN TEMPORER KENA PAJAK – PERBEDAAN TEMPORER DAPAT DIKURANGKAN – RUGI PAJAK YANG BELOM DIKOMPENSASI – INVESTASI PADA ENTITAS ANAK.

Perbedaan temporer kena pajak • Suatu entittas membeli peralatan dengan biaya perolehan 100 juta tanggal 1 januari 20X1. entitas tersebut memperkirakan umur manfaat mesin 5 tahun sedangkan pajak 4 tahun Periode menurut Jumlah Dasar Perbedaan Tercatat Pengenaan Pajak Temporer 31 Desember 20X1 80 75 5 31 Desember 20X2 60 50 10 31 Desember 20X3 40 25 15 31 Desember 20X4 20 0 20 31 Desember 20X5 0 0 0 .

Dengan asumsi pajak 30% maka liabilitas pajak tangguhan yg muncul Persediaan 200 Piutang usaha 100 Goodwill 115 (100+(30%*(200-150))) kas 400 liabilitas pajak tangguhan 15 (30%*(200-150)) .PERBEDAAN TEMPORER DAPAT DIKURANGKAN PT. Timbul liabilitas pajak tangguhan yang meningkatkan nilai goodwill. XYZ pada tahun 20X1 dengan membayar kas sebesar 400. ABC mengakuisisi PT. tetapi pajak tidak mengakui. XYZ saat transaksi • Persediaan150 • Piutang usaha 100 • Modal saham250 Nilai wajar persediaan disepakati 200. Posisi keuangan PT.

Asumsi tarif pajak 30% • 20X1 Aset Pajak Tangguhan 1800 (30% x 6.RUGI PAJAK YANG BELOM DIKOMPENSASI • Perusahaan mengalami rugi tahun 20X1 sebesar 6.000) Pendapatan Pajak kini 1800 • 20X2 Beban Pajak Tangguhan 1800 Beban Pajak Kini 1200 (30% x (10.000 – 6. 20X2 PKP perusahaan 4.000 setelah mengkompensasikan rugi yang terjadi pada tahun sebelumnya.000. 20X1 perusahaan tidak memiliki hutang pajak karena tidak ada PKP.000) Aset Pajak Tangguhan 1800 Utang Pajak 1200 .000 dan tahun 20X2 membukukan laba 10.

dan – laba kena pajak akan tersedia dalam jumlah yang . cabang. dan – kemungkinkan besar perbedaan temporer akan terpulihkan di masa depan. • Entitas mengakui aset pajak tangguhan dari anak.INVESTASI PADA ENTITAS ANAK. CABANG. serta pengaturan bersama. cabang dan entitas asosiasi. serta pengaturan bersama sepanjang dan hanya sepanjang kemungkinan besar terjadi: – perbedaan temporer akan terpulihkan pada masa depan yang dapat diperkirakan. ENTITAS ASOSISASI. DAN VENTURA BERSAMA • Entitas mengakui liabilitas pajak tangguhan pada anak. kecuali sepanjang kedua kondisi berikut telah terpenuhi: – entitas mampu mengendalikan waktu pemulihan perbedaan temporer. dan asosiasi.

.PENGUKURAN • Liabilitas (aset) pajak kini diukur sebesar jumlah yang diharapkan untuk dibayar (direstitusi) kepada otoritas perpajakan.  tarif pajak (peraturan pajak) pada periode pelaporan. • Aset dan liabilitas pajak tangguhan diukur dengan menggunakan tarif pajak yang akan berlaku pada saat aset dipulihkan atau liabilitas diselesaikan • Jika terjadi perubahan tarif di masa mendatang akan mempengaruhi pengakuai aset atau liabilitas pajak tangguhan.

sementara liabilitas pajak tangguhan yang muncul akhir 20X1 dihitung dengan tarif 25% Beban pajak 415 Utang Pajak 300 Liabilitas pajak tangguhan 115 ((30%*300)+(25%*100)) . X membukukan PKP sebesar 1000 pada 20X1. dimana akhir tahun 20X0 jumlahnya 300. PT.ILUSTRASI • Desember 20X1 tarif pajak diumumkan akan turun dari 30% menjadi 25% berlaku mulai Januari 20X2. Perbedaan temporer kena pajaknya meningkat 100 selama 20X1. Utang pajak 20X1 menggunakan tarif 30%.

• • PENYAJIAN SALING HAPUS – Entitas melakuan saling hapus atas aset pajak kini dan liabilitas pajak kini jika dan hanya jika. dan • aset pajak tangguhan dan liabilitas pajak tangguhan terkait dengan pajak penghasilan yang dikenakan oleh otoritas pajak atas entitas kena pajak yang sama atau entitas kena pajak berbeda yang akan merelaisasikan secara bersama BEBAN PAJAK – Beban (penghasilan) pajak terkait dengan laba rugi dari aktifitas normal disajikan tersendiri pada laporan laba rugi komprehensif. – Entitas melakukan saling hapus aset pajak tangguhan dan liabilitas pajak tangguhan jika dan hanya jika: • entitas memiliki hak secara hukum untuk saling hapus aset pajak kini terhadap liabilitas pajak kini.j – Jika entitas menyajikan pendapatan komprehensif lain. dan • Berniat untuk menyelesaikan dengan dasar neto. entitas: • Memiliki hak secara hukum untuk melakukan saling hapus jumlah yang diakui. atau merealisasikan aset dan menyelesaikan liabilitas secara bersamaan. maka pajaknya dilaporkan terpisah dari laba rugi dari aktivitas normal. .

atau perbedaan temporer periode sebelumnya yang digunakan untuk mengurangi beban pajak tangguhan. – Penyesuaian atas pajak kini yang berasal dari periode sebelumnya. – Dll. .PENGUNGKAPAN • Komponen utama beban (penghasilan) pajak diungkapkan secara terpisah : – beban (penghasilan) pajak kini. – jumlah beban (penghasilan) pajak tangguhan baik yang berasal dari timbulnya perbedaan temporer maupun dari realisasinya. kredit pajak atau perbedaan temporer periode sebelumnya yang digunakan untuk mengurangi beban pajak kini. – jumlah beban (penghasilan) pajak tangguhan terkait dengan perubahan tarif pajak atau penerapan peraturan perpajakan yang baru. – jumlah manfaat yang ditimbulkan dari rugi pajak yang tidak diakui sebelumnya. kredit pajak. – jumlah manfaat dari rugi pajak yang tidak diakui sebelumnya.

cabang dan perusahaan asosiasi dan bagian partisipasi dalam pengaturan bersama atas liabilitas pajak .PENGUNGKAPAN • Hal-hal yang juga diungkapkan secara terpisah: – Agregat pajak kini dan pajak tangguhan berkaitan dengan transaksitransaksi yang langsung dibebankan atau dikreditkan langsung ke ekuitas. – jumlah pajak penghasilan berkaitan dengan setiap komponen pendapatan komprehensif lain – penjelasan hubungan antara beban (penghasilan) pajak dengan laba • rekonsiliasi angka antara beban (penghasilan) pajak dengan hasil perkalian laba akuntansi dan tarif pajak yang berlaku • rekonsiliasi angka antara tarif pajak efektif rata-rata dan tarif pajak yang berlaku. rugi pajak belum dikompensasi dan kredit pajak belum dimanfaatkan yang tidak diakui sebagai aset pajak tangguhan pada laporan keuangan. • jumlah (dan batas waktu penggunaan. jika ada) perbedaan temporer yang boleh dikurangkan. penjelasan mengenai perubahan tarif pajak yang berlaku dan perbandingan dengan tarif pajak yang berlaku pada periode akuntansi sebelumnya. • jumlah agregat perbedaan temporer yang dihubungkan dengan investasi pada entitas anak.