You are on page 1of 32

Dr Thontowi Djauhari Ns

,
Mkes
Fakultas Kedokteran
Universitas Muhammadiyah
Malang

Stroke accounts for 10% of all-cause
mortality
Tuberculosi Malaria
Diarrhoea
s
Perinatal
causes
Chronic obstructive
pulmonary disease
5%
HIV/AIDS
5%
Respiratory infections

4%

3% 3%

2%
27%

7%

9%
Accidents

Other
causes

Strok
e
10%

Cancer
12%

Coronary
heart
disease
13%

Since 80s, a significant increase (> 2-fold ) has been noticed in
incidence of stoke :
1–2 /1.000 people in USA, 2–2.5/1.000 in
Western και 3–3.5/1.000 in Eastern Europe
American Stroke Association. Heart Disease and Stroke

Pengertian Stroke : Lesi Vaskuler Di
Otak

 GPDO

CVA

CVD

Vaskularisasi Otak
1. Sistem Karotis Sinistra dan Dextra
- Masuk Cavum Cranii
Carotis Interna  Carotis Cerebre Media
2. Sistem Vertebra Basilaris
3. Sistem Vaskularisasi Yang Terganggu Menentukan
Topis Lesi

hyperagregasi trombosit 3. Stroke Hemoragik a. Intra cerebral hemoragik (ICH) OK : Hypertensi. Emboli  Sumber dari tronkus di arteria carotis communis di jantung  Lepas  trombus embolus  otak. Stroke Non Hemoragik (Iskemik) OK : Arteriosklerosis & sering dikaitkan dengan : DM. Sub Arachnoid Hemoragik (SAH)  diagnosis medis : CT brain scan 2.Menurut Penyebab Stroke dibagi : 1. . Aneurysma dan arterioveneus Malformasi (AVM) b. Hypercolesterolemia. Asam urat.

gangguan fungsi ginjal. gangguan penglihatan. TIA (Trenssient Ischemic Attack)  Gejala dan tanda hilang dalam waktu beberapa detik sampai dengan 24 jam. Completed Stroke (Stroke Komplit)  Defisit . RIND (Reversible Ischemic Neurological Deficit )  Tanda dan gejala hilang dalam beberapa hari dampa dengan minggu. biasanya disertai penyakit penyerta (DM. Gangguan fungsi jantung. dll) 4. 3. 2. Stroke in evolution atau progressive Stroke  defisit neurologis bersifat fluktuatif.Secara Klinis Infark Di Otak 1. monoparise. progresif kearah jelek. sulit bicara. Difisit neurologis dapat berupa hemiparise.

Area Oedematosa (Bersifat riversibel = Zona Oedematosa) Zona Nekrotik Residual lebih 6 bulan / permanen tahunan . Area degenerasi riversibel (area penumbra = Zona degenerasi) 3. Zona Nekrotik  > 8 bulan Zona Oedematosa Placcid 1 – 2 minggu Zona Degenerasi Recovery 6 – 8 bulan Neurological Improvement 1. Zona Oedematosa  6 hari – 10 hari 2.PATOLOGI 1. Area Degenerasi (Bersifat iriversibel permanen = Zona nekratik) Disebut area umbra 2. Zona Degenerasi  6 – 8 bulan 3.

Types of ischemic and hemorrhagic stroke Infarc t Penumbr a .

.

Gangguan Motoris  Abnomelitas Tonus (Placcid atau Spastik)  Parese/plegia (mono/ hemi) 2. Topis Lesi & Lenticulo Striata  Hemiplegia/ hemiparese typica nn. Cranial VII & XII .GEJALA DAN TANDA Tergantung pada : Topis Lesi Derajat lesi (Luas Infark) 1.

vasodilatasi pembuluh darah) 2) Gangguan aktivasi kelenjar sudorivera ( keringat berlebihan) Gangguan lain yang berkaitan dengan fungsi kognitif dan 3) Fungsi luhur (aphasia motoris dan sensoris) memori serta fungsi psikiatrik dan emosi. Karakteristik gangguan tersebut diatas tergantung topis lesi dan derajat lesi .3. Gangguan Saraf Otonom dan Fungsi Luhur 1) Gangguan vasomotor (vasokontruksi.

Computerized Tomography Scanning (CT scan) 1) Infark  lesi hipodens (lesi dengan densitas rendah) tampak lebih hitam dibanding jaringan otak disekitarnya. MRI & MRA ( Magnetic Resonance Imaging & Magnetic Resonace Angiography) untuk mengetahui topis kebocoran pembuluh darah di otak 3. 2. PET Scan ( Positron Emision Tomography Scan) .DIAGNOSIS MEDIS 1. 2) Perdarahan  Lesi hiperdens (lesi dengan densitas tinggi) tampak lebih putih dibanding jaringan otak disekitarnya.

Catatan : peran fisioterapi dalam intervensinya menggunakan pendekatan kajian problematik. Koordinasi dan keseimbangan. kontraktur. Abnormalitas Tonus ( Placcid Dan Spastis ) dengan segala akibatnya 2. Kelainan sensomotoris lain akibat komplikasi yang timbul akibat lamanya masa perawatan tirah baring dan derajat lesi serta topis lesi : Pain. 3. dll.PROBLEMATIK FISIOTERAPI A. stiffness. ortostatik hipotensi dan gangguan reflex primitif. kelainan pembuluh darah vena (DVT). Hilangnya mekanisme reflex postural normal 4. Impairment 1. .

Gangguan atau keterbatasan aktivitas Aktivitas duduk. Pekerjaan 2. berjalan.B. dan aktivitas fungsional pasien dalam kegiatan sehari hari C. Pendidikan dan bermasyarakat TONUS OTOT • Adalah sejumlah kontraksi otot yang selalu dipertahankan keberadaannya oleh otot itu sendiri • Yang bertanggung jawab terhadap tonus otot ini adalah : MUSCLE SPINDLE . Keterbatasan Pada Partisipasi Dalam : 1. berdiri. Hobi 3.

5.   Berikut ini adalah beberapa kondisi yang dialami oleh pasien pasca stroke: 1. 2.  membutuhkan alat bantu mekanis dan elektronis. makan. 4. cacat ringan ataupun cacat berat. mandi. 3. alat bantu ini bertujuan untuk membuat penderita menjadi mudah melakukan beberapa aktivitas seharihari dan mendorong semangat mereka.Keadaan pasien pasca Stroke sembuh total. . berpakaian dan buang air. Lumpuh pada salah satu sisi tubuh Gangguan berkomunikasi Gangguan pada penglihatan Emosi tidak stabil Kesulitan untuk melakukan aktivitas sehari-hari seperti berjalan.

.

.

kolesterol dan lemak. Gerakan persendian untuk menghindari kekakuan yang permanen harus dilakukan secara teratur. penderita harus sering berpindah secara teratur dan berada pada posisi yang tepat. seperti garam. Dua proses penyembuhan yang dapat dijalankan. perawatan menjadi prioritas utama selama enam hingga delapan minggu pertama. Proses penyembuhan melalui fisioterapi atau latihan otototot agar fungsi otot dan fungsi komunikasi dapat seperti kondisi semula. . Untuk menghindari dekubitus. 2. proses penyembuhan melalui obat-obatan dari rumah sakit. Bagi penderita stroke yang berat. untuk menghindari kelumpuhan permanen pada anggota tubuh yang pernah mengalami kelumpuhan. -harus diikuti dengan kontrol yang ketat pada larangan konsumsi makanan yang dapat memicu terjadi serangan stroke.Proses Penyembuhan  1.

psikoterapi. memakai sandal dan lain-lain. jalan. bentuk cacat dan tingkat mental penderita. ahli rehabilitasi medik. penderita dilatih dan dipersiapkan untuk melakukan aktivitas sehari-hari yaitu cara duduk. Disesuaikan dengan berat ringan cacat. memberi alat bantu. terapi okupasi.Rehabilitasi  Tujuan => menjaga atau meningkatkan derajat     fungsi mental dan fisik yang maksimal. latihan mental. mengenakan baju. latihan bicara. perawat dan anggota keluarga) Selanjutnya. Diantaranya terapi fisioterapi. berdiri. Perlu beberapa orang yang memiliki pendekatan multidisiplin (dokter keluarga. . ahli syaraf. ortorik prostetik dan olah raga.

FISIOTERAPI •Berbaring terlentang Miring ke sisi yang sehat · Miring ke sisi yang lumpuh .

2. Range of motion (ROM) Latihan pasif  anggota gerak atas Gerakan menekuk dan meluruskan sendi bahu Gerakan memutar pergelangan tangan Gerakan menekuk dan meluruskan siku .

•Gerakan menekuk dan meluruskan jari-jari tangan. .•Gerakan menekuk dan meluruskan jari-jari tangan. Gerakan menekuk dan meluruskan jari-jari tangan.

Gerakan menekuk dan meluruskan lutut Gerakan untuk pangkal paha Gerakan menekuk dan meluruskan pangkal paha Gerakan memutar pergelangan kaki .

Latihan Aktif Anggota Gerak Atas dan Bawah .

.

Latihan keseimbangan Latihan berjalan menggunakan tongkat Melatih keseimbangan duduk Melatih keseimbangan berdiri Latihan naik dan turun tangga tanpa menggunakan tongkat .

Latihan naik dan turun tangga menggunakan tongkat Dari kursi roda ke mobil Dari tempat tidur ke kursi .

Latihan activity of day living Tata Cara Makan Cara manggunakan kemeja .

U. E.SOCIOTHERAPY Latihan menulis Latihan mengucapkan huruf A. O Latihan membaca . I.

Latihan berkomunikasi menggunakan papan yang bergambar atau berupa tulisan Latihan mendengarkan suara .

Prognose  Serangan stroke ulang berkisar antara 30%‐43% dalam waktu 5 tahun  Kematian 20% sampai dengan 30%. .

. Sadarkah anda ada bayangan yang tertutup dalam foto tersebut ?!!! ..Benarkah Neil Amstrong adalah manusia pertama yang menginjakkan kakinya di bulan dengan selamet ? Baru Baru ini telah terungkap fakta yang mengejutkan tentang keaslian foto di NASA Inilah bukti barunya ..