You are on page 1of 35

LAPORAN KASUS

HERPES ZOSTER

MUTIA DWI PUTRI

1010312104

AULIA FASH FARABI

1010

Definisi

 Herpes zoster adalah penyakit yang disebabkan
oleh infeksi virus varisela zoster yang menyerang
kulit dan mukosa, infeksi ini merupakan reaktivasi
virus yang terjadi setelah infeksi primer

Etiologi

Epidemiologi .

Patogenesisnya .

Lanjutan patogenesisnya .

Gejala Klinis Paling sering pada daerah torakal (dada & perut ) .

.

Menurut daerah penyerangannya dikenal :  Herpes zoster oftalmika : menyerang dahi dan sekitar mata  Herpes zoster servikalis : menyerang pundak dan lengan  Herpes zoster torakalis : menyerang dada dan perut  Herpes zoster lumbalis : menyerang bokong dan paha  Herpes zoster sakralis : menyerang sekitar anus dan genitalia  Herpes zoster otikus    : menyerang telinga .

Komplikasi .

untuk mencegah paralisis / kelemahan otot .Pengobatan VHZ bersifat simptomatik yaitu untuk menghilangkan gejala 1)Anti nyeri : analgetik 2)Infeksi sekunder : antibiotik 3)Antiviral : 3 hari pertama sejak muncul lesi • Asiklovir 5 x 800 mg/hr • Valasiklovir 3 x 1000 mg/hr • Famsiklovir 3 x 500 mg/hr Kortikosteroid pada syndrom Ramsay Hunt.

Pencegahan Yang memiliki sistem kekebalan tubuh sangat baik Imunisasi .

LAPORAN KASUS Identitas  Nama  Umur  Jenis Kelamin  Suku  Status  Agama  Alamat : Nn. S : 13 Tahun : Perempuan : Minang : Belum Menikah : Islam : Air Dingin .

Riwayat Penyakit Sekarang  Gelembung-gelembung berisi cairan yang terasa nyeri mulai dari payudara kiri sampai punggung kiri sejak 4 hari yang lalu.ANAMNESA (AUTOANAMNESA) Keluhan Utama  Gelembung-gelembung berisi cairan yang terasa nyeri mulai dari payudara kiri sampai punggung kiri sejak 4 hari yang lalu. Gelembung berukuran sebesar kepala jarum pentul. .  Awalnya tampak gelembung kecil muncul di payudara kiri. berjumlah 1 buah. kemudian gelembung bertambah banyak dan meluas hingga ke punggung kiri.

Gelembung-gelembung dirasakan nyeri. tidak tinggi.  Riwayat kontak dengan penderita cacar air tidak ada. tidak menggigil dan tidak berkeringat. Demam juga disertai pusing dan pegal-pegal di seluruh badan.  Demam sejak 6 hari yang lalu.  Riwayat minum obat penghilang rasa sakit atau jamu dalam waktu yang lama tidak ada. Nyeri bertambah jika terkena gesekan baju.  Riwayat kontak dengan penderita penyakit seperti ini tidak ada.  Pasien belum pernah berobat sebelumnya  .  Pasien mengaku beberapa hari ini banyak beraktivitas dan tidur kurang. nyeri seperti ditusuk-tusuk. Kadang-kadang pasien juga sering telat makan.

Riwayat Penyakit Terdahulu  Pasien belum pernah mengalami keluhan seperti ini sebelumnya  Riwayat menderita penyakit cacar air sebelumnya disangkal .  Riwayat anggota keluarga yang pernah menderita cacar air sebelumnya disangkal.Riwayat Penyakit Keluarga  Tidak ada anggota keluarga yang menderita sakit seperti ini.

sklera tidak ikterik. .PEMERIKSAAN FISIK Status Generalisata  Keadaan Umum  Kesadaran  Nadi  Nafas  TD  Suhu  Kepala  Mata  Kulit : Tampak sakit sedang : Composmentis Cooperative : 86 x/menit : 18 x/menit : 110/70 mmHg : 37. : Sianosis tidak ada.6 oC : Tidak ada kelainan : Konjungtiva tidak anemis. ikterik tidak ada.

rhonki -/-. wheezing -/Jantung Inspeksi Palpasi Perkusi Auskultasi  : Iktus tidak terlihat : Iktus teraba di LMCS RIC V : Batas jantung dalam batas normal : irama teratur. bising (-) .Dada  Paru Inspeksi : gerakan dada simetris kiri dan kanan Palpasi : fremitus kiri dan kanan sama Perkusi : sonor Auskultasi: vesikuler.

: Timpani : BU (+) N : Akral hangat. edema -/-. Abdomen Inspeksi Palpasi Perkusi Auskultasi  Anggota gerak : Tampak gelembung-gelembung berisi cairan mulai dari payudara kiri : Hepar dan lien tidak teraba. refilling kapiler baik. .

 Status dermatologikus :  Lokasi : payudara kiri sampai punggung kiri  Distribusi  Bentuk : tidak khas  Susunan : herpetiformis  Batas : tegas  Ukuran : lentikular sampai numular  Efloresensi : vesikel berkelompok dengan dasar plak : unilateral. terlokalisir sesuai dermatom eritem  Status Venereologikus : Tidak ditemukan kelainan .

.

 Pemeriksaan Laboratorium Anjuran  Darah rutin. urin rutin. feses rutin  Tzank Test : diharapkan ditemukan sel datia berinti besar   Diagnosis Kerja : Herpes Zoster Thorakalis setinggi Th IV-VI sinistra Diagnosis Banding : - .

. Promotif  Menerangkan informasi tentang penyakit herpes zoster.  Menerangkan bahwa penyakit ini dapat menular kepada orang lain  Menerangkan bahwa penyakit ini berhubungan dengan daya tahan tubuh.Penatalaksanaan a. faktor penyebab dan bagaimana proses penularan. pola tidur dan manajemen stress. sehingga perlu mengatur nutrisi.

Menghindari penggunaan obat jangka lama yang dapat menurunkan sistem imun atau daya tahan. . Mengkonsumsi nutrisi yang cukup dan bergizi. Preventif Manajemen stress. Menghindari bekerja yang menimbulkan kelelahan fisik yang berat.b.

Kuratif   Umum  Jaga agar gelembung tidak pecah  Jaga kebersihan tubuh dengan tetap mandi seperti biasa  Istirahat cukup. Acyclovir 4 x 400 mg sampai 7 hari Paracetamol 3 x 500 mg Vitamin B complek 2 x 1 tablet Topikal : Acyclovir salf .  Minum obat sesuai anjuran Khusus  Sistemik     .c.

d. Rehabilitatif  Kontrol kembali ke puskesmas jika tidak ada perbaikan atau obat habis .

Prognosis  Quo ad vitam : ad bonam  Quo ad sanationam : dubia ad bonam  Quo ad functionam : ad bonam .

suhu 37. efloresensi berupa vesikel berkelompok dengan dasar plak eritem. . Pemeriksaan fisik didapatkan pasien tampak sakit sedang. demam (+). Anamnesis didapatkan keluhan utama berupa gelembung-gelembung berisi cairan yang terasa nyeri mulai dari payudara kiri sampai punggung kiri sejak 4 hari yang lalu.6 0C. frekuensi nafas 18 x/menit. ukuran plakat. susunan herpetiformis. batas tegas. Status dermatologikus didapatkan lokasi lesi payudara kiri sampai punggung kiri. Pasien mengaku beberapa hari belakangan banyak aktivitas dan tidur kurang serta sering terlambat makan. bentuk tidak khas. terlokalisir sesuai dermatom. nyeri seperti ditusuk dan meningkat saat terkena gesekan baju. frekuensi nadi 85 x/menit. Diagnosis ini ditegakkan berdasarkan anamnesis dan pemeriksaan fisik.DISKUSI   Telah dilaporkan seorang pasien perempuan usia 13 tahun dengan diagnosis Herpes zoster thorakalis setinggi Th IV-VI sinistra. distribusi unilateral.

menerangkan bahwa penyakit ini berhubungan dengan daya tahan tubuh. mengkonsumsi nutrisi yang cukup dan bergizi. sehingga perlu mengatur nutrisi.Pada pasien ini dianjurkan untuk dilakukan pemeriksaan laboratorium darah rutin. faktor penyebab dan bagaimana proses penularan.  Pada pasien dilakukan manajemen preventif berupa manajemen stress.  . menerangkan bahwa penyakit ini dapat menular kepada orang lain. Manajemen promotif dengan cara menerangkan informasi tentang penyakit herpes zoster. Selain itu juga pemeriksaan tzank test dengan hasil yang diharapkan adalah sel datia berinti besar. urin rutin dan feses rutin. menghindari aktivitas yang menimbulkan kelelahan fisik yang berat. menghindari penggunaan obat jangka lama yang dapat menurunkan sistem imun atau daya tahan. pola tidur dan manajemen stress.

Manajemen rehabilitatif berupa kontrol ke puskesmas bila tidak ada perbaikan atau obat habis. Terjadinya NPH ini sangat erat hubungannya dengan umur penderita saat timbulnya herpes zoster. Pada NPH nyeri menetap 1 .3 bulan atau lebih sesudah lesi herpes menyembuh. . dan vit B kompleks. NPH menimbulkan gejala nyeri hebat yang kadang sulit diatasi sampai berbulanbulan bahkan bertahun-tahun sesudah herpes zoster menghilang. paracetamol. Salah satu komplikasi yang ditakutkan dari penyakit ini adalah terjadinya Neuralgia Post Herpetik (NPH).  Manajemen kuratif berupa acyclovir tablet dan salf. Hal ini disebabkan karena kerusakan neuron yang terjadi pada fase akut menjadi permanen karena daya regenerasi sel neuron yang rendah.

 Dari anamnesis. vesikel berkelompok  Lesi : multipel. ukuran milier  Pemeriksaan fisik diatas sesuai dengan kepustakaan mengenai Herpes Zoster . lesi pertama terdapat pada belakang telinga kiri pasien yang tampak kemerahan.posterior auricula sinistra et region colli sinistra  Efloresensi : eritema . didapatkan keluhan bintil -bintil kemerahan disertai nyeri dan rasa panas daerah sekitar lesi. Pada pemeriksaan dermatologis didapatkan :  Lokasi :. dan terdapat juga pada daerah leher kiri.

paling sering pada Servikal IV dan Lumbal II  Varisela Lesi menyebar secara sentrifugal dari badan ke muka dan ekstremitas . yang membedakannya dengan herpes simpleks yaitu Lesi yang disebabkan herpes simpleks tipe 1 biasanya ditemukan pada bibir. Namun. tenggorokan. Lokalisasi penyakit yang disebabkan oleh herpes simpleks tipe 2 umumnya adalah di bawah pusat. di atas dasar kulit yang kemerahan.Diagnosis banding  · Herpes Simpleks Gejala Efloresensi pada Herpes Zoster sama dengan Efloresensi pada Herpes simpleks ditandai dengan erupsi berupa vesikel yang bergerombol. rongga mulut. Sedangkan Herpes Zoster bisa di semua tempat. terutama di sekitar alat genitalia eksterna. dan jari tangan.

Mengatasi nyeri akut yang ditimbulkan oleh virus herpes zoster . Usahakan agar vesikel tidak pecah. pasien dianjurkan tidak keluar rumah. bertujuan untuk Mengatasi infeksi virus akut. karena dapat menularkan kepada orang lain yang belum pernah terinfeksi varisela dan orang dengan defisiensi imun. Mencegah timbulnya neuralgia pasca herpetik Pengobatan Umum  Selama fase akut. Adapun obat-obatan yang diberikan. Untuk mencegah infeksi sekunder jaga kebersihan badan . misalnya jangan digaruk dan pakai baju yang longgar.

. Obat yang biasa digunakan adalah asam mefenamat atau golongan acetaminofen. Maka pada kasus ini diberikan obat antivirus berupa Asiklovir dengan dosis 5 x 800 mg selama 7 hari.Pengobatan Khusus  Obat Antivirus Obat yang biasa digunakan ialah asiklovir dan modifikasinya.  Analgetik Analgetik diberikan untuk mengurangi neuralgia yang ditimbulkan oleh virus herpes zoster. misalnya valasiklovir dan famsiklovir. Asiklovir Sebaiknya pada 3 hari pertama sejak lesi muncul. Analgetik Dapat juga dipakai seperlunya ketika nyeri muncul . Dosis asiklovir peroral yang dianjurkan adalah 5×800 mg/hari selama 7 hari.

. Topikal  Jika masih stadium vesikel diberikan bedak dengan tujuan protektif untuk mencegah pecahnya vesikel agar tidak terjadi infeksi sekunder. Kalo terjadi ulserasi dapat diberikan salep antibiotik .  Sesuai dengan teori. Bila erosif diberikan kompres terbuka. maka pada kasus ini juga diberikan obat topical berupa bedak Salisil 2% untuk tujuan protektif . yang dapat digunakan ketika terasa nyeri saja.Sesuai dengan teori maka pada pasien ini diberikan analgetik untuk mngurangi neuralgia berupa golongan acetaminophen : paracetamol dengan dosis 2 x 500 mg.